batampos.co.id – Kasus Covid-19 di Sumatera menjadi perhatian pemerintah. Sejak awal April, angkanya cenderung meningkat. Itu berbeda dengan kasus di Jawa yang dalam beberapa minggu terakhir melandai.
Di beberapa wilayah di Sumatera, bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur rumah sakit melebihi rata-rata nasional.
”Sumatera Utara 57 persen, Riau 52 persen, Kepulauan Riau 49 persen, Sumatera Barat juga 49 persen, Sumatera Selatan 47 persen, Bangka Belitung 45 persen, Jambi 43 persen, dan Lampung 38 persen,” kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartanto, Rabu (19/5).
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo sebelumnya menyatakan bahwa hampir seluruh wilayah di Pulau Sumatera berwarna oranye dan merah. Itu dampak adanya peningkatan kasus. ”Kita berharap kesadaran kolektif,” ucapnya.
Presiden Joko Widodo pun memberikan atensi. Setelah meninjau progres pembangunan tol Pekanbaru–Padang, kemarin siang presiden memantau langsung vaksinasi di Gelanggang Olahraga (GOR) Remaja Riau, Pekanbaru. Riau Pos melaporkan, dalam peninjauan tersebut Jokowi didampingi Gubernur Syamsuar beserta Forkopimda Riau dan Wali Kota Pekanbaru Firdaus beserta Forkopimda Kota Pekanbaru.
Di Pekanbaru, kemarin dilakukan vaksinasi serentak di tiga lokasi. Tujuannya, mempercepat penyuntikan vaksin. ’’Untuk vaksinasi di Kota Pekanbaru hari ini (kemarin, Red), divaksin kurang lebih 10.800 masyarakat,’’ kata Jokowi seusai meninjau vaksinasi di GOR Remaja Riau.
Jokowi meminta ada lebih banyak vaksin Covid-19 yang dikirim ke Bumi Lancang Kuning. ’’Saya sudah menyampaikan tadi kepada menteri kesehatan untuk mengirimkan vaksin yang lebih banyak ke Provinsi Riau,’’ katanya.
Di Riau, ada dua daerah yang menjadi prioritas agar stok vaksin diperbanyak. ’’Dan utamanya nanti untuk di Pekanbaru dan Dumai,’’ imbuhnya.
Dengan penyediaan dan vaksinasi yang cukup, persebaran Covid-19 diharapkan dapat dibendung. Tingginya kasus virus korona baru di Sumatera juga bisa ditekan. ’’Kita harapkan bisa mencapai kekebalan komunal dan di Riau persebaran Covid-19 bisa ditekan. Bisa lebih baik dan kembali normal di kuartal kedua (tahun ini),’’ paparnya.
Dalam kesempatan itu, presiden meminta pemerintah daerah untuk menekankan kepada masyarakat mengenai kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan. Utamanya penggunaan masker. ”Kalau ke mana pun, dalam kegiatan apa pun, pakai masker. Itu sudah melindungi 95 persen,” tuturnya.
Sementara itu, Polri berupaya mengantisipasi persebaran Covid-19 yang bisa muncul akibat arus balik dari Sumatera. Apalagi, berdasar data dari Kementerian Perhubungan, diprediksi masih ada 400 ribu pemudik asal Sumatera yang masuk Jakarta.
Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto menuturkan, pergerakan arus balik dari Sumatera ke Pulau Jawa menjadi perhatian khusus Polri. Sebab, pergerakan tersebut potensial menjadi klaster baru. ”Yang belum menyeberang sampai ratusan ribu,” paparnya.
Untuk mengawasi pergerakan arus balik dari Sumatera, penyekatan tidak hanya dilakukan di titik arteri dan jalan tol di Jawa, tapi juga sejumlah titik di Sumatera. Di antaranya, Sumatera Selatan hingga Lampung. ”Kami pecah konsentrasinya,” ujarnya.
Sejak di Sumatera Selatan, kata dia, ada upaya putar balik bagi mereka yang tidak memenuhi persyaratan melakukan perjalanan. Dengan begitu, mereka yang sampai ke Lampung benar-benar sudah klir. ”Selesai di Lampung bisa dialirkan ke sini (Pulau Jawa, Red),” tuturnya.(jpg)
