batampos.co.id – Hujan yang mengguyur Batam selama beberapa terakhir, menyebabkan kondisi jalan tanah yang merupakan penghubung Kelurahan Batubesar dan Kelurahan Sambau, Nongsa, becek dan berlumpur.
Padahal, jalan tersebut menjadi akses utama sebagian warga Kelurahan Sambau.
Pantauan Batam Pos, Selasa (24/8), sejumlah pengendara tampak melaju pelan melintasi jalan tanah sepanjang hampir 1 kilometer itu.
Jalan tersebut tampak banyak lubang yang penuh dengan genangan air. Selain itu, lumpur juga menebal yang menyebabkan jalan licin.
Bahkan, tak jarang pengendara roda dua sampai terjatuh karena tidak bisa menghindari jalan yang lincin dan berlubang.

Rahmat, warga setempat, mengaku istri dan anaknya sempat terjatuh di jalan tanah tersebut. Penyebanya, karena menghindari jalan yang berlubang dan licin.
“Ternyata ada lubang di bagian depan, istri saya kaget dan mengerem depan, akhirnya jatuh. Leher istri saya sempat susah digerakkan dan banyak memar,” terang Rahmat.
Ia berharap, jalan tersebut bisa segera diperbaiki karena menjadi akses utama warga.
Tak hanya jalan tanah, Rahmat juga mengeluhkan jalan aspal yang tak jauh dari jalan tanah.
Badan jalan tersebut tampak hancur dan menyulitkan warga yang melintas.
“Semoga pemerintah bisa segera memperbaiki,” kata Rahmat.
Hal senada juga dikatakan Ratika, warga Kelurahan Sambau lainnya. Ia berharap pemerintah segera membangun jalan tanah tersebut.
Sebab, hampir setiap musim hujan, jalan tersebut sangat menyulitkan dan membuat was-was pengendara.
“Hampir setiap hujan kami cukup menderita jika melewatinya. Namun, belum ada tindakan dari pemerintah,” terang Ratika.
Menurut dia, jalan penghubung itu saat ini menjadi akses utama warga. Hal yang paling sulit, kata dia, saat warga melintas di malam hari.
Selain harus waspada terhadap jalan licin dan berlubang, warga juga harus meraba-raba jalan karena gelap.
“Jalan juga tanpa penerangan, jadi memang sangat menderita melewati jalan ini. Dari dulu sudah dikeluhkan, tapi tak ada tindak lanjut dari pemerintah,” pungkasnya.
Keluhan jalan tanah becek dan berlumpur juga terjadi di wilayah Batuaji, tepatnya di dekat Perumahan Bagaman, RT 03/RW 023, Tanjunguncang.
Warga yang hendak melintas harus berhati-hati karena jalan berlumpur.
Robin, salah satu warga, mengaku terpaksa harus menurunkan anak dan istrinya saat melintasi jalan tersebut dengan sepeda motor.
“Takut jatuh, karena sudah pernah jatuh sampai keseleo kaki saya dan anak saya luka,” ujarnya.
Ketua RT 03 di Perumahan Bagaman, Santoso, kondisi jalan itu memang sudah lama dikeluhkan warga.
“Beginilah jalan kami bila musim hujan berlumpur dan berkubang, bila kemarau berdebu,” tuturnya.
Sedangkan Lurah Tanjunguncang, Anwaruddin, mengatakan, sudah ditelepon Camat Batuaji terkait jalan tersebut.
Selain itu, kata dia, Kasi Trantib Kelurahan Tanjunguncang juga sudah membuat surat ke dinas terkait untuk menerjunkan alat berat.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat perbaikan terealisasi,” katanya.(jpg)
