batampos.co.id – Di Tengah pandemi Covid-19, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batam masih kesulitan untuk memenuhi
ketersediaan atau stok darah di Kota Batam.
Padahal, dalam sehari, rata-rata kebutuhan mencapai 70-80 kantong darah per hari.
Tidak hanya itu, ketersediaan plasma konvalesen untuk membantu pengobatan pasien Covid-19 juga masih minim.
Kepala Markas PMI Kota Batam, Asmin Patros, mengatakan, saat pandemi Covid-19 ini, kegiatan donor darah yang biasa dilaksanakan organisasi sosial, perusahaan maupun pemerintahan, sudah jarang dilaksanakan.
Sehingga, stok darah yang biasanya didapatkan dari kegiatan tersebut juga berkurang drastis.
”Sehingga stok darah kita itu selalu kekurangan,” ujar Asmin.
Pria yang juga anggota DPRD Kepri itu melanjutkan, untuk memenuhi kebutuhan darah di Kota Batam, PMI memberlakukan donor darah pengganti.
Yakni, dengan meminta darah dari keluarga pasien sendiri.
”Karena kalau stok tak ada atau terbatas, kami minta keluarganya juga ikut membantu,” lanjutnya.
Meskipun ada imbauan agar banyak warga berdiam di rumah, namun sejauh ini permintaan darah masih tetap tinggi.
Sementara, ketersediaan darah dibanding dengan permintaan tidak seimbang.
Sementara itu, untuk permintaan plasma konvalesen, tergantung dari permintaan dari rumah sakit rujukan untuk pasien Covid-19.
”Kami mengimbau ke masyarakat, untuk berkenan meluangkan waktu datang ke PMI untuk donor darahnya. Karena darah yang didonorkan itu sangat berarti untuk orang yang membutuhkan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Batam, dr Novia M.Biomed, mengatakan, minimnya stok darah maupun plasma konvalesen sudah berlangsung cukup lama.
”Kalau untuk kebutuhan plasma konvalesen ini tergantung. Kadang ada, kadang tidak dan tidak setiap hari permintaannya,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak takut mendonorkan darahnya saat pandemi Covid-19 saat ini. Sebab, penularan Covid-19 tidak melalui darah.(jpg)
