Minggu, 15 Februari 2026

Pemerintah Targetkan Vaksinasi 70 Persen di Akhir Tahun

Berita Terkait

batampos.co.id – Pemerintah terus melakukan akselerasi vaksinasi Covid-19. Targetnya, minimal 70 persen masyarakat sudah mendapatkan suntikan vaksin hingga akhir tahun. Itu berlaku di seluruh provinsi.

Untuk mendukung target itu, kemarin (7/9) secara serentak dilakukan vaksinasi Covid-19 di rumah ibadah dengan melibatkan TNI dan Polri. Presiden Joko Widodo yang melakukan kunjungan ke Jawa Timur memantau dan berkomunikasi via telekonferensi dengan sejumlah daerah terkait pelaksanaan vaksinasi di rumah ibadah tersebut. Selain itu, presiden secara langsung meninjau pemberian vaksin di SMK PGRI 2 Ponorogo dan Pondok Pesantren KH Syamsuddin.

Dalam kesempatan itu, Jokowi memiliki pesan khusus untuk Nusa Tenggara Barat (NTB). Dia meminta agar vaksin yang sampai di NTB langsung dihabiskan. ”Lalu, kejar (minta) lagi ke Kementerian Kesehatan,” perintahnya.

NTB memang menjadi prioritas lantaran pada November ada agenda berskala internasional. Tahun depan juga akan diselenggarakan MotoGP. Namun, Jokowi mengingatkan, daerah lain juga harus mengejar target vaksinasi. ”Tiap provinsi minimal 70 persen harus dicapai akhir tahun ini,” tegasnya.

Jokowi juga memerintahkan jajarannya agar membangun komunikasi yang baik terkait menurunnya kasus Covid-19. Jangan lengah sehingga ada euforia berlebihan. ”Masyarakat harus sadar bahwa Covid selalu mengintip. Begitu lengah, bisa naik lagi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa pemerintah berupaya mengejar vaksinasi untuk 208 juta orang atau 77 persen penduduk Indonesia pada Desember. Namun, diakuinya, ada sejumlah kendala di lapangan. Di antaranya, hambatan geografis.

Saat meninjau tempat vaksinasi di kampus Universitas Indonesia (UI) Salemba, Jakarta, Ma’ruf mengatakan bahwa banyak vaksinator yang harus menempuh perjalanan jauh untuk menyuntikkan vaksin kepada masyarakat. Medannya juga sulit dijangkau.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang kemarin berdialog dengan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M. Faqih juga mengakui adanya kendala dalam membantu pemerintah mencapai target vaksinasi nasional. Menurut Hadi, tidak kurang dari 10 ribu vaksinator TNI bekerja keras melaksanakan serbuan vaksinasi di berbagai daerah.

”Tantangannya saat ini, di samping ketersediaan dan kelancaran distribusi vaksin, kami juga membutuhkan banyak vaksinator,” katanya.

Tambahan vaksinator, kata Hadi, akan mempercepat vaksinasi. Dia mengungkapkan, saat ini semakin banyak masyarakat yang ingin disuntik vaksin. Mereka sudah paham bahwa vaksin dapat memperkuat proteksi dari serangan Covid-19. ”Kesadaran masyarakat yang semakin tinggi harus disertai dengan ketersediaan vaksin dan akses vaksin yang sebesar-besarnya,” ujar dia.

Menurut dia, sumber daya yang dimiliki IDI sangat membantu pelaksanaan vaksinasi oleh TNI. Karena itu, kerja sama di antara kedua pihak harus terus berlanjut.

Selain serbuan vaksinasi, tracing kontak erat terus dilaksanakan. ”Kami dari IDI siap bersama-sama dan bahu-membahu dengan TNI untuk berkolaborasi dengan mempercepat tracing dan vaksinasi,” ungkap Daeng.(jpg)

Update