batampos.co.id – Kelonggaran berbagai aktivitas seiring Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang turun dari level 2 ke 1 mulai memberikan dampak positif terhadap sektor perhotelan di Kota Batam. Sebelumnya, selama hampir dua tahun terakhir ini, sektor perhotelan sangat terpukul dengan pengetatan aturan akibat pandemi Covid-19.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batam, Muhammad Mansyur, mengatakan bahwa saat ini beberapa hotel sudah mulai ramai mendapatkan tamu, terutama pada akhir pekan dan hari libur.
Penurunan angka penyebaran Covid-19 turut mendorong semakin membaiknya sektor wisata, dan berdampak terhadap angka hunian hotel. Selain itu, kemudahan syarat perjalanan juga turut mendorong masyarkat melakukan perjalanan. Hal ini tentu berdampak terhadap daerah tujuan wisata seperti Batam.
”Alhamdulillah, sudah ada pergerakan ke arah positif. Kita juga jangan terlalu euforia sehingga abai terhadap protokol kesehatan. Sebab, ancaman gelombang berikutnya masih mengintai. Saya mendukung bahwa kita mengutamakan vaksinasi agar terbentuk herd immunity agar tercapai sesuai standar yang diinginkan,” ujarnya, Kamis (21/10).
Mansyur menyebutkan, berbagai acara sudah digelar di hotel. Seperti MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) baik pemerintah provinsi, pemerintah kota, ataupun lembaga-lembaga lainnya. Diakuinya, hal ini sangat membantu sektor perhotelan.
”Event juga penting. Karena kalau pemerintah bisa menarik event nasional ke Batam dan daerah Kepri lainnya tentu akan berdampak terhadap tingkat hunian hotel. Selain itu, saat ini staycation-nya banyak diisi orang-orang lokal, demikian juga resort di Batam sudah mulai ramai,” paparnya.
Mansyur menuturkan, sektor perhotelan juga melakukan gebrakan dengan menawarkan berbagai paket, atau acara yang bisa menarik minat masyarakat dengan harga yang terjangkau dan promosi lainnya.
Kemudahan di level 1 ini, masyarakat diperbolehkan melakukan acara resepsi. Ini satu peluang untuk sektor hotel turut bangkit menyongsong akhir tahun ini.
”Hotel membuat strategi untuk meningkatkan penjualannya. Saya rasa semua berhubungan dan berperan bagaimana agar hotel bisa bangkit dan kembali bergairah menyambut kondisi yang semakin membaik ini,” bebernya.
Saat ini, pemerintah sedang berusaha membuka jalur penerbangan untuk daerah-daerah yang bisa melakukan travel bubble. Salah satunya Bali dan Kepri.
”Namun, bagi saya ada tambahnya. Kalau saya diberikan kebijakan khusus untuk travel bisnis. Hal ini merupakan upaya juga dalam peningkatkan sektor perhotelan,” terangnya. (*/jpg)
