batampos.co.id – Bibit siklon tropis masih berada di sekitar Laut Cina Selatan. Keberadaan bibit siklon ini memberikan dampak yang cukup besar terhadap cuaca di Kepri, khususnya Batam. Kepala Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Suratman, mengatakan, bibit siklon menyebabkan potensi hujan meningkat dan gelombang tinggi.
“Di Batam meningkatkan potensi hujan, makanya beberapa hari ini hujan deras sering terjadi. Sedangkan di Natuna dan Anambas, menimbulkan gelombang tinggi,” kata Suratman, Senin (25/10).
Suratman mengatakan, gelombang laut di Anambas mencapai 2 meter dan Natuna setinggi 3 meter. Berdasarkan pengamatan citra satelit, Suratman menuturkan bahwa siklon ini sudah mulai menjauhi Laut Cina Selatan.
“Besok (hari ini, red) masih berada di sekitar Laut Cina Selatan, namun lusanya (27/10) akan mendekati daratan Cina,” ujarnya.
Fenomena ini, kata Suratman, hanya bersifat sementara. Potensi hujan akan berkurang, dan gelombang laut akan mereda saat bibit siklon ini menjauh dari Kepri.
“Besok cuaca Batam berpotensi hujan dari ringan hingga sedang,” tuturnya.
Suratman meminta masyarakat untuk tetap berhati-hati dengan perubahan cuaca mendadak. Apalagi bagi masyarakat yang beraktivitas di laut.
Menurut Suratman, masyarakat bisa mengecek pembaruan cuaca melalui website BMKG atau aplikasi. Setiap ada peru- bahan cuaca, selalu ada di laman atau aplikasi BMKG.
“Setelah siklon ini pergi, potensi hujan tetap ada. Karena, Batam akan memasuki puncak hujan tertinggi di November,” tuturnya. (*/jpg)
