Sabtu, 4 April 2026

Singapura Buka Pintu untuk Pengunjung, 2681 Warga Indonesia Disetujui Masuk

Berita Terkait

VTL Singapura. F. TheStraitsTimes.

Batampos.co.id – Hanya 14 jam setelah aplikasi dibuka pada hari Senin (22/11), dilaporkan 4000 pengunjung dari Malaysia disetujui untuk memasuki Singapura melalui Vaccinated Travel Lane (VTL) Udara yang telah dipersiapkan oleh kedua negara.

Baca juga: Jalur VTL Darat Singapura-Johor Dibuka, Diperkirakan 1400 Orang Akan Melintasi Perbatasan

Hal tersebut berkaitan dengan diperbolehkannya warga Malaysia untuk mengajukan permohonan untuk mendapatkan Vaccinated Travel Pass sejak pukul 10 hari Senin lalu.

Dengan adanya Vaccinated Travel Pass (VTP) tersebut, warga Malaysia diperbolehkan untuk terbang antara Kuala Lumpur dan Singapura tanpa diperlukan adanya karantina.

Menanggapi pertanyaan media, Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS) mengatakan pada hari Selasa bahwa 4.124 pengunjung dari Malaysia telah diberikan tiket perjalanan yang divaksinasi pada pukul 23.59 pada hari Senin.

Dari 4124 pengunjung dari Malaysia yang disetujui, 1792 adalah pengunjung jangka pendek dan 2332 memegang izin jangka panjang.

Selain pengunjung dari Malaysia, dilaporkan juga bahwa pada hari Senin, terdapat 2681 pengunjung dari Indonesia yang telah disetujui untuk memasuki Singapura menggunakan jalur VTL. Dari 2681 pengunjung tersebut, 2068 termasuk pengunjung jangka pendek.

Namun berbeda dengan VTL Singapura dan Malaysia, jalur VTL Singapura dan Indonesia bersifat satu arah. Pengunjung dari Indonesia bisa memasuki Singapura tanpa karantina, namun Indonesia masih tetap tertutup bagi pengunjung Singapura.

Sementara itu, 1126 pengunjung dari India, sembilan dari Finlandia, dan 19 dari Swedia telah diberikan Vaccinated Travel Pass (VTP).

Sejauh ini, total 68.531 pengunjung asing telah diberikan izin untuk memasuki Singapura menggunakan 18 VTL yang tersedia. Tiga VTL lagi, dengan Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab, akan dimulai pada 6 Desember. (*)

Reporter: TheStraitsTimes / Kevin Rendra Pratama

Update