Selasa, 10 Maret 2026

Kepri Hadirkan 13 Event Pariwisata Sepanjang November, Target Wisman dan Wisnus

Berita Terkait

Wakil Gubernur Nyanyang (kiri) dan Kadispar Kepri Hasan (kanan) saat menyampaikan kalender event Pariwisata November 2025 d8 Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (27/10). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bakal menjadi pusat berbagai kegiatan pariwisata sepanjang November 2025. Sebanyak 13 event wisata digelar untuk menarik wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) agar berkunjung ke daerah kepulauan tersebut.

Kegiatan pariwisata itu diawali dengan Sail To Indonesia yang berlangsung sejak 29 Oktober hingga 2 November di Pulau Penyengat. Dalam event ini, belasan hingga puluhan kapal yacht dari berbagai negara dijadwalkan berlabuh di perairan ikonik tersebut.

Selanjutnya, Jelajah Negeri di Tanjungpinang pada 6–7 November, Bajafash di Batam pada 7–8 November, dan Mandiri Bintan Marathon yang digelar di kawasan Lagoi, Bintan pada 8–9 November. Setelah itu, Parade Budaya Nusantara akan memeriahkan Batam pada 14–16 November.

Event lainnya yang juga siap digelar antara lain Dekra Fest di Tanjungpinang (15 November), Spirit of Tatung (16 November), Malay Food Festival (20–25 November), dan Kepri Art and Culture International Festival (20–25 November).

Puncak rangkaian kegiatan akan ditandai dengan Launching Kalender Event 2026 pada 22 November, Kepri Kolosal Nusantara (23 November), Artopia of Bintan (28–29 November), serta 12 Gurindam Purnama di Pulau Penyengat pada 28–29 November.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura menghadiri Bhayangkara Golf Charity Tournament 2025 yang diadakan Polda Kepulauan Riau di Palm Springs Golf & Country Club, Batam, Sabtu (5/7/2025). (Rangga/Adpim)

Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, penyelenggaraan berbagai event pariwisata setiap bulan menjadi strategi pemerintah untuk menarik lebih banyak wisatawan datang ke Kepri.

“Terlebih, dampak kunjungan wisman ke Kepri ini dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) di kabupaten/kota. Karena ada perputaran ekonomi di sana,” ujar Nyanyang, Senin (27/10).

Ia menambahkan, keberhasilan sebuah event tidak hanya diukur dari kemeriahannya, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat lokal. Karena itu, Pemprov Kepri memastikan adanya pengawasan dan koordinasi lintas sektor agar peluang ekonomi tidak hanya dinikmati pelaku usaha besar.

“Kita support penuh semua event ini, baik dari fasilitas tempat maupun koordinasi dengan pihak hotel dan pengelola venue. Pemerintah wajib memastikan ekosistem ekonomi berjalan dengan baik dan inklusif,” tegasnya.

Menurut Nyanyang, setiap event juga menjadi momentum pemerataan ekonomi lintas kabupaten dan kota di Kepri.

“Kalau event di Tanjungpinang, maka UMKM Tanjungpinang yang harus tampil. Begitu juga di Batam, Bintan, hingga Karimun. Kita ingin ekonomi lokal benar-benar bergerak, bukan hanya untuk pemain besar,” pungkasnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Kepri Hadirkan 13 Event Pariwisata Sepanjang November, Target Wisman dan Wisnus pertama kali tampil pada Kepri.

Update