Kamis, 4 Juni 2026

Jamin Harga Daging Stabil hingga Ramadan–Idulfitri, Pemerintah Siapkan Sanksi Tegas

BACA

Ilustrasi penjual daging sapi segar. F. Istimewa

batampos – Pemerintah memastikan harga daging ruminansia, baik sapi maupun kerbau, tetap stabil menjelang Ramadan hingga Idulfitri 2026. Harga sapi atau kerbau hidup ditetapkan Rp55.000 per kilogram (kg) selama periode tersebut guna menjaga harga jual daging tetap wajar di tingkat konsumen.

Pemerintah menegaskan akan menindak tegas pelaku usaha penggemukan sapi atau kerbau (feedlotter) yang melepas ternak ke rumah potong hewan dengan harga di atas ketentuan tersebut.

Harga acuan penjualan (HAP) daging ruminansia telah diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024. HAP tingkat produsen sapi hidup berada pada kisaran Rp56.000–Rp 58.000 per kg. Sementara HAP tingkat konsumen ditetapkan masing-masing untuk daging sapi segar atau chilled paha depan Rp 130.000 per kg, paha belakang Rp140.000 per kg, paha depan beku Rp 105.000 per kg, serta daging kerbau beku Rp80.000 per kg.

Baca Juga: Awali 2026 dengan Optimisme, BAIC Ekspansi dan Resmikan Dealer ke-17 di Batam

“Kami cek, harga masih di bawah HAP, Rp55.000 per kilogram. HAP-nya Rp56.000 per kilogram. Jika saya temukan pelanggaran di antara pemegang kuota impor sapi atau kerbau bakalan, izinnya akan saya cabut,” tegas Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, usai memimpin Rapat Koordinasi Jelang Ramadan dan Idulfitri di Jakarta.

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Daging Sapi dan Kerbau per 6 Januari 2026, ketersediaan stok nasional hingga Idulfitri pada Maret mendatang masih mencukupi. Stok awal tahun 2026 tercatat 41,7 ribu ton. Produksi dalam negeri serta hasil pemotongan sapi dan kerbau bakalan impor selama tiga bulan diperkirakan mencapai 125,2 ribu ton. Adapun realisasi impor Januari hingga Maret diproyeksikan sebesar 18,5 ribu ton.

Dengan demikian, total ketersediaan daging sapi dan kerbau nasional pada periode Januari–Maret 2026 mencapai 185,4 ribu ton. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi kebutuhan konsumsi nasional sebesar 179 ribu ton, sehingga terdapat surplus sekitar 6,3 ribu ton.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya perbaikan harga di tingkat konsumen. Hingga minggu ketiga Januari 2026, sebanyak 14 daerah mengalami penurunan harga daging sapi, meningkat dibandingkan awal Januari yang tercatat di 13 daerah.

Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Wahyu Purnama menyambut baik kesepakatan harga sapi hidup Rp55.000 per kg. Ia meminta pedagang segera melaporkan apabila ada feedlotter yang tidak mematuhi ketentuan tersebut.

“Alhamdulillah sudah ketemu angkanya, Rp55.000 per kilogram timbang hidup sampai Lebaran. Kalau ada yang melanggar, silakan laporkan, saya akan langsung sampaikan ke pemerintah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Umum Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI) Asnawi. Ia menegaskan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah dan siap melaporkan apabila ditemukan pelanggaran di lapangan.

Baca Juga: Sepekan Naik Rp192 Ribu, Emas di Batam Jadi Primadona Investasi

“Harga timbang hidup sapi di feedlot ditetapkan Rp55.000 per kilogram mulai Kamis, 22 Januari 2026, hingga menjelang Idulfitri. Tidak boleh ada kenaikan lagi,” tegasnya.

Dalam rapat koordinasi stabilisasi harga daging sapi yang digelar Bapanas pada 20 Januari 2026, terungkap bahwa pelaku usaha feedlotter menghadapi tekanan biaya akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya biaya masuk sapi hidup impor dari Australia yang diproyeksikan naik sekitar 8 persen pada Februari 2026 dibandingkan Desember 2025.

Meski demikian, para feedlotter menyatakan tetap berkomitmen menjalankan harga acuan sesuai ketentuan pemerintah. (*)

Artikel Jamin Harga Daging Stabil hingga Ramadan–Idulfitri, Pemerintah Siapkan Sanksi Tegas pertama kali tampil pada News.

spot_img

Baca Juga