
batampos – Pengurus Wilayah Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kepulauan Riau periode 2025–2028 resmi dilantik pada Sabtu, (25/4) di Hotel Asia Link. Pelantikan itu menjadi penanda babak baru bagi organisasi yang menghimpun perusahaan media digital di daerah kepulauan tersebut, di tengah tekanan industri dan perubahan lanskap informasi yang kian cepat.
Jailani, yang terpilih melalui Konferensi Wilayah II AMSI Kepri pada Desember 2025, kini memimpin organisasi itu menggantikan Charles Sitompul. Dalam pidato perdananya, ia menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal kerja kolektif untuk memulihkan sekaligus memperkuat relevansi media.
“Masa depan media bukan lagi soal siapa yang paling besar atau paling cepat, tapi siapa yang paling relevan dan dipercaya,” ujar Jailani di hadapan perwakilan media, pemerintah daerah, serta pengurus AMSI.
Ia menggambarkan tantangan media saat ini tidak hanya datang dari disrupsi teknologi, tetapi juga dari erosi kepercayaan publik. Dalam situasi itu, menurutnya, perusahaan media tak bisa lagi bertumpu pada satu model bisnis. Diversifikasi, inovasi konten, dan kedekatan dengan audiens menjadi syarat bertahan.
AMSI Kepri saat ini beranggotakan 12 perusahaan media, di antaranya Batampos, TribunBatam, Ulasan.co, hingga Batamnews. Jumlah itu menyusut dari sebelumnya 15 anggota, seiring tekanan ekonomi yang memukul industri media lokal.
Wakil Ketua Umum AMSI, Upi Asmaradhana, menilai kondisi tersebut mencerminkan realitas nasional. Ia mengingatkan bahwa sejak didirikan pada 18 April 2017 oleh 26 pemimpin redaksi media arus utama—termasuk Kompas, Detik, CNN Indonesia, Tempo, dan Kumparan—AMSI kini telah berkembang di 28 provinsi dengan sekitar 520 anggota.
Namun pertumbuhan itu tidak sepenuhnya diiringi ketahanan bisnis. “Ada media yang harus mundur karena tekanan ekonomi dan disrupsi industri,” kata Upi.
Di tengah situasi tersebut, AMSI mendorong sejumlah program untuk menjaga kualitas ekosistem informasi. Salah satunya adalah Gerakan CekFakta, yang sejak 2018 digagas untuk melawan hoaks dan disinformasi. Program ini melibatkan kolaborasi media, organisasi masyarakat sipil, hingga pemerintah.
Upi menekankan, visi AMSI adalah memastikan perusahaan media menghadirkan informasi yang sehat dan bermanfaat bagi publik. Karena itu, seluruh anggota diwajibkan telah terverifikasi oleh Dewan Pers—sebuah standar yang masih belum dipenuhi mayoritas media di Indonesia, yang jumlahnya mencapai ribuan.
Dari sisi pemerintah daerah, pelantikan ini disambut sebagai momentum memperkuat kemitraan. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepri, Hendri Kurniadi, menilai media tetap memegang peran strategis di tengah banjir informasi digital.
“Tidak semua yang viral adalah kebenaran,” ujarnya. Ia menambahkan, bahkan informasi berbasis fakta pun kerap dipersepsikan keliru di ruang publik yang bising.
Menurut Hendri, meski pemerintah telah mengembangkan kanal publikasi mandiri, fungsi media sebagai penjaga akurasi dan penyeimbang informasi tetap tak tergantikan. Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan media kini bukan lagi sekadar trafik, melainkan dampak nyata bagi masyarakat.
Pelantikan AMSI Kepri kali ini, dengan demikian, bukan hanya pergantian kepengurusan. Ia mencerminkan upaya konsolidasi industri media lokal untuk bertahan—dan sekaligus mencari kembali pijakan kepercayaan publik di tengah arus disrupsi digital yang belum menunjukkan tanda mereda.(*)
Artikel Jailani Resmi Pimpin AMSI Kepri Periode 2025-2028, Tekankan Media Rebut Kepercayaan Pembaca pertama kali tampil pada Metropolis.
