Jumat, 1 Mei 2026

Orangtua Korban Sempat Batalkan Damai Kasus Bullying Siswa SMK Bintan, Ini Alasannya

Berita Terkait

Wakil Kepala Kesiswaan SMK Negeri 1 Seri Kuala Lobam, Doni Siswanto. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Upaya damai dalam kasus dugaan bullying siswa di SMK Negeri 1 Seri Kuala Lobam, Bintan, berujung batal. Orangtua korban menolak kesepakatan yang sebelumnya ditandatangani di kantor polisi karena mengaku berada dalam kondisi tidak sadar.

Wakil Kepala Kesiswaan SMK Negeri 1 Seri Kuala Lobam, Doni Siswanto, mengatakan pihak sekolah mengetahui kasus tersebut setelah menerima laporan dari senat sekolah pada Rabu (22/4).

“Kami tahu dari senat sekolah yang menerima video dari ponsel korban,” ujar Doni, Selasa (28/4).

Setelah video viral, pihak sekolah langsung melakukan pengecekan dan memanggil siswa yang terlibat, baik korban maupun terduga pelaku. Sekolah kemudian mengundang orangtua kedua belah pihak untuk mediasi pada Jumat (24/4).

Namun, saat itu orangtua korban tidak hadir. Hanya orangtua terduga pelaku yang datang dan menyatakan siap bertanggung jawab.

Di hari yang sama, kasus ini dilaporkan ke kepolisian oleh orangtua korban. Mediasi pun berlanjut di kantor polisi dan kedua pihak sempat sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan.

“Surat kesepakatan sudah ditandatangani kedua belah pihak dan saksi. Tidak ada tuntutan lagi,” jelas Doni.

Meski demikian, sehari setelahnya orangtua korban membatalkan kesepakatan tersebut. Mereka menganggap surat itu tidak sah karena dibuat saat kondisi tidak sadar.

“Orangtua korban merasa dihipnotis saat menandatangani. Selain itu, ibu korban juga tidak ikut tanda tangan,” kata Doni.

Penolakan tersebut membuat proses damai kembali buntu. Orangtua korban berencana melanjutkan kasus ini ke jalur hukum.

Mediasi lanjutan sempat dijadwalkan di sekolah pada Senin (27/4), namun kemudian dipindahkan ke kantor polisi. Terakhir, mediasi direncanakan berlangsung di Gedung LAM Bintan, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Rabu (29/4/2026).

Doni menegaskan pihak sekolah telah menangani kasus ini sesuai prosedur. Sekolah juga membantah tudingan lambat dalam penanganan.

“Kami sudah mengundang kedua orangtua, tapi salah satunya tidak hadir,” ujarnya.

Sebagai langkah disiplin, sekolah telah menjatuhkan sanksi kepada terduga pelaku berupa pembinaan selama satu minggu.

“Selama pembinaan, siswa tidak mengikuti pelajaran, tetapi tetap hadir di sekolah untuk kegiatan seperti bersih-bersih,” tutupnya. (*)

Artikel Orangtua Korban Sempat Batalkan Damai Kasus Bullying Siswa SMK Bintan, Ini Alasannya pertama kali tampil pada Kepri.

Update