Minggu, 24 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11092

Cukai Rokok Naik, Perokok Pemula Turun

0

batampos.co.id – Pemerintah berencana menaikkan cukai rokok. Hal ini mendapat apresiasi Kementerian Kesehatan.

Menaikkan cukai rokok diharapkan dapat menurunkan perokok pemula. Menurut riset dasar kesehatan (riskesdas) 2013, jumlah perokok pemula sekitar 7,1 persen.

Namun, jumlah tersebut meningkat pada 2018 menjadi 9,2 persen. Padahal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) menargetkan jumlah perokok pemula turun menjadi 5,4 persen.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, sebelumnya menyatakan bahwa tahun depan cukai rokok naik 23 persen. Salah satu misinya adalah menurunkan jumlah perokok.

Baca Juga: Kenaikan Cukai Rokok Pukul Industri Tembakau

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono, menuturkan, bahwa salah satu cara mengurangi perokok pemula adalah dengan menaikkan cukai.

”Kenaikan cukai tidak satu-satunya. Namun secara teoritis dan empiris dapat mengurangi belanja rokok,” ungkapnya, Selasa (17/9/2019) di Kemenkes.

Menurut data Badan Pusat Stastistik (BPS), rokok merupakan barang yang dibelanjakan kedua dalam kehidupan rumah tangga setelah beras.

Aktivitas pekerja pelintingan rokok di salah satu pabrik di Surabaya, beberapa waktu lalu. Kenaikan cukai rokok diharapkan dapat menurunkan perokok pemula. Foto: Suryanto Putramudji/Radar Surabaya/jpg

Hal ini membuat miris lantaran angka pemenuhan gizi masih rendah. Anung berharap, cukai rokok tak hanya berkisar 23 persen hingga 35 persen.

Namun, bisa diterapkan lebih tinggi. Bahkan dia mendukung jika perokok tidak mendapatkan jaminan kesehatan nasional yang dibiayai pemerintah atau peserta penerima bantuan iuran (PBI).

Baca Juga: Harga Rokok Naik 35 Persen, Lebih Bagus Ditabungkan Uangnya

Upaya lain untuk mengurangi jumlah perokok, Kemenkes melakukan edukasi. Menurut Anung, kesadaran bahwa rokok memiliki banyak bahaya harus disadari oleh masyarakat atau konsumen.

Selanjutnya, upaya untuk mendapatkan rokok haruslah tidak mudah. Wakil Kepala Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah FEB UI, Abidllah Ahsan, mengungkapkan, bahwa seharusnya rokok diperlakukan seperti alkohol.

Salah satunya dengan tidak bisa dijual secara bebas. Hal ini didasari bahwa tak hanya perokok pemula saja yang mengkhawatirkan namun juga laki-laki di usia produktif.

”70 persen laki-laki berusia 25 hingga 45 merokok. Bisa dibayangkan pencari nafkah merokok, padahal bisa dialokasikan untuk kebutuhan lainnya,” ucapnya kemarin di tempat yang sama.

Dia mengungkapkan kenaikan cukai ini harusnya lebih bayak diterapkan pada rokok kretek mesin.

Sebab jenis rokok ini memiliki jumlah konsumen yang banyak dan pabrik justru lebih banyak memproduksi ini. Harga rokok jenis ini juga lebih mahal.

”Masyarakat ternyata mampu membeli,” ucapnya.

Baca Juga: Polisi Langsung Tilang Pengendara yang Merokok Sambil Berkendara 

Selama ini, kenaikan cukai rokok selalu dikaitkan dengan isu ketenaga kerjaan. Abidillah membantah hal ini.

”Rokok kretek dengan tangan itu memang tertekan karena kretek mesin,” bebernya.

Dia menyatakan, jika pemerintah ingin menunjukkan keseriusannya maka rokok kretek mesin ini harus lebih banyak diberikan cukai.

Dia mengungkapkan setidaknya harga rokok kretek dengan mesin naik dua kali lipat.

”Perbatang setidaknya Rp 2.240,” ungkap Abidillah.(lyn/jpg)

Rumah Ludes Terbakar, Janda Empat Anak Ini Terancam Tinggal di Jalanan

0

batampos.co.id – Kebakaran hebat yang menghanguskan 16 rumah di kampung Danau Merah, kelurahan Buliang, Batuaji, Kamis (12/9) lalu menyisahkan kesedihan yang mendalam bagi Roswinda Simamora.

Layaknya korban lain, janda empat anak itu terus diliputi perasaan kalut, karena tidak ada lagi tempat untuk menetap.

Rumah semi permanen yang didominasi kayu dan triplek bekas sebelumnya, telah rata dengan tanah akibat kebakaran.

Dari 15 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban kebakaran, Roswindalah yang paling memprihatin.

Wanita yang telah lama menjanda setelah sang suami meninggal dunia, tak bisa berbuat banyak.

Harta dan barang berharga miliknya telah habis dilahap si jago merah. Jangankan untuk membangun rumah baru, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari saja dia sudah tidak sanggup.

Terlebih dua anaknya yang saat ini masih duduk dibangku skeolah dasar, juga memerlukan biaya untuk melanjutkan pendidikan.

“Saya janda pak. Tak ada kerjaan,” katanya lirih, Rabu (18/9/2019).

Kata dia, selama ini untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama keempat anaknya, Roswinda mengandalkan warung kecil di depan ruamhnya.

Namun kini, mata pencahariannya itu hilang bersamaan dengan kediamannya yang ludes terbakar pada Kamis (12/9/2019) lalu.

Roswinda sambil mengendong anaknya melihat melihat puing-puing rumahnya yang rata dengan tanah. Roswinda salah satu korban kebakaran di Danau Merah, Batuaji ini bingung dan tidak tahu harus tinggal di mana setelah kediamannya ludes terbakar. Foto: Eja/batampos.co.id

“Itulah (warung depan rumah,red) yang menghidupkan kami selama ini, tapi semua sudah lenyap,” katanya lagi.

Roswinda juga tidak dapat berkata-kata mana kala mengingat masa depan keempat buah hatinya yang masih kecil.

Ia bahkan mengatakan, apabila masa penampungan berakhir bisa jadi dirinya akan hidup di jalanan.

“Tak sanggup berkata apa lagi, bisa-bisa tinggal di jalanan kami nanti. Mau bangun ulang (rumah) duit dari mana. Hanya baju di badan kami saja yang tersisa,” ujarnya.

Saat ini Roswinda dan tiga anaknya masih bertahan di tenda penampungan yang didirikan Dinas Sosial di dekat lokasi kebakaran.

Makanan, minuman dan pakaian saat ini masih tersedia dari bantuan berbagai pihak. Namun itu tetap tak membuat Roswinda nyaman. Sebab bantuan itu ada batasannya.

Selain tak ada kerabat atau keluarga yang diharapkan, diapun tak ada tabungan sedikitpun.

Warga yang menetap di Ruli di kampung Danau Merah, Batuaji, mencoba memadamkan api. Kebakaran terjadi diduga akibat arus pendek. Foto: Eja/batampos.co.id

Saat masih berjualan, Roswinda mengaku, keuangannya juga sangat pas-pasan. Warung kecil di depan rumahnya hanya cukup untuk kebuthan sehari-hari saja.

“Banyakan jual jajanan anak-anak, berapalah untungnya. Hanya bisa untuk makan dan jajan anak saja, tak ada tabungan sedikitpun,” ujar Roswinda.

Saat ini Roswina benar-benar panik, tak tahu harus berbuat apa. Setiap hari paska kebakaran, dia hanya bisa melihat korban kebakaran lain yang mulai membenahi rumah mereka yang terbakar.

Sementara dirinya, hanya bisa melihat dari kejauhan. Bukan tidak mau membangun ulang rumahnya, tapi dikarenakan dirinya tidka memiliki uang untuk melakukan itu.

Bahkan untuk mendirikan gubuk di atas tanah bekas rumahnya, Roswinda juga tak mampu.

“Mau minta bantu sama orang-orang di sini, sayapun tak tega. Mereka juga bernasib sama. Pokoknya tak tahulah pak mau gimana kedepannya. Pasrah saya,” tuturnya.

Kepada Batam Pos, ibu empat anak itu berharap ada dermawan yang mau meringankan bebannya tersebut.

“Itu saja doa saya saat ini. Semoga ada yang berbelas kasih supaya bisa bangun kembali gubuk kecil saya itu,” harapnya.(eja)

ITEBA Sonsong Revolusi Industri 4.0

0

batampos.co.id – Kampus Institude Teknologi Batam (ITEBA) bersiap menyongsong Revolusi Industri menghadapi kemajuan dunia saat ini.

“Saat ini semua tidak lepas dari teknologi. Makanya kami bertekad melahirkan generasi penerus bangsa yang menguasai teknologi,” kata Rektor ITEBA, DR. Ing. M. Sukrisno Mardyanto saat acara Senat Terbuka ITEB, Rabu (18/9/2019).

Saat ini pemerintah tengah fokus untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul di dalam bidang teknik, sains, dan desain. Kebutuhan dunia industri selalu diiringi dengan perkembangan jaman.

“Sekarang semua mengandalkan teknologi. Dari telepon genggam saja semua bisa ditemukan,” ujarnya.

Pemasangan jas almamater kepada mahasiswa baru ITEBA, Rabu (18/9/2019) di Aula kampus ITEBA. Foto: Yulitavia/batampso.co.id

Untuk itu, sebagai kampus yang fokus di bidang teknologi, ITEBA sudah menggandeng Apple Coorporation, PT LABTECH serta Nongsa Digital.

“Semua ini untuk menunjang kemampuan dan keahlian mahasiswa,” imbuh Sukrisno.

Pembina Yayasan Vitka, Asman Abnur mengatakan Batam sebagai kota industri harus menjadi basic era revolusi baru. Menurutnya perkembangan teknologi juga mendorong kemajuan sektor industri.

“Otomatis juga berdampak terhadap kebutuhan SDM. Untuk itu mahasiswa ITEBA harus bisa menjadi SDM unggul,” ujarnya.

Sekarang, semua keutuhan manusia ada dalam genggaman. Mahasiswa ITEBA dipersiapkan untuk bersaing di era revolusi ini.

“Harus melek informasi dan teknologi kalau mau maju. Saya inginnya mahasiswa bisa bersaing di era revolusi tersebut,” harapnya.(yui)

Lagi, KPK Obok-obok Dua Kantor Pemerintah di Kepri Hari Ini

0

batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengobok-obok kantor pemerintahan di Kepri.

Setelah sebelumnya menggeledah empat kantor dinas Provinsi Kepri, kini dua kantor kembali digeledah.

“Iya ada dua kantor yang digeledah hari ini,” ujar Jubir KPK, Febri Diansyah, Rabu (18/9/2019) siang ini.

Ada pun dua kantor yang digeledah yakni kantor BPKAD dan kantor Bappelitbang Provinsi Kepri.

“Ini lanjutan penggeledahan di empat kantor kemarin,” jelas Febri.

Penyidik KPK menggeledah kantor Dinas PUPP Kepri di Tanjungpinang, Selasa (17/9/2019). Selain Dinas PUPP, KPK juga menggeledah kantor Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri terkait kasus dugaan gratifikasi. Foto: Yusnadi Nazar/batampos.co.id

Dari 2 lokasi tersebut, diamankan sejumlah dokumen terkait anggaran di OPD masing-masing.

Penggeledahan ini dilakukan masih berhubungan dengan OTT yang dilakukan Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Juni lalu.

Mata KPK makin tertuju ke Kepri. Akankah sejumlah pejabat juga akan tersandung kasus korupsi di sini?

Bahkan KPK juga turut menggeledah satu rumah di Tanjungpinang, milik salah satu kepala OPD Kepri.(cha)

Ditanyai Pilwako Batam, Rudi: Tunggu Rakornas Dulu

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, belum menentukan langkah politiknya jelang pemilihan kepada daerah (pilkada) yang akan digelar tahun depan.

Rudi menyebutkan, dalam waktu dekat ini akan ada rapat kerja wilayah (Rakerwil) Partai NasDem untuk membahas persiapan partai dalam meng-hadapi pilkada kota maupun provinsi.

”Belum lagi. Nanti kami rapat dulu ya,” kata dia.

Rudi menjelaskan, dalam rakerwil akan dibahas segala hal menyangkut pilkada hingga masukan ataupun aspirasi dari partai agar bisa mencapai hasil yang baik saat pelaksanaan pilkada mendatang.

Menurutnya, ada beberapa aspek yang harus dibahas sebelum menentukan bakal calon (balon) yang akan diusung. Seperti kriteria dan persyaratan yang akan dan harus dipenuhi balon.

”Semua yang menyangkut pilkada itu agenda utamanya. Bulan ini akan diundang pe-ngurus dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Kepri. Rakerwil rencananya akan digelar di Batam,” ujarnya.

Wali Kota Batam yang juga politisi NasDem, Muhammad Rudi. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Menurutnya, hasil rakerwil tersebut akan dibawa dan disampaikan dalam rapat koordinasi nasional (rakornas) yang akan digelar di Jakarta November mendatang.

”Tunggu rakornas dulu. Setelah itu, baru kita jaring calon terbaik yang akan diusung nanti. Kalau sekarang belum lah,” sebutnya.

Disinggung mengenai ambisi menghadapi pilkada mendatang, Rudi menyatakan akan berbuat sesuai dengan kemampuan dan melakukan yang terbaik untuk kemajuan Batam.

”Sekarang ini saya kerja dulu. Yang paling penting keinginan masyarakat bisa diwujudkan. Untuk itu apapun hasil rapat nanti akan saya terima,” tegasnya.

Hal senada juga diutarakan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Menurutnya, hingga kini belum ada keputusan yang diambil untuk menghadapi pilkada yang sudah semakin dekat.

”Belum lagi terkait pilkada,” imbuhnya.

Sementara itu, partai pesaing, PDIP sudah maju satu langkah terkait bakal calon yang akan diusung jelang pilkada mendatang.

Dua nama yaitu Candra Ibrahim dan Lukita Dinarsyah Tuwo sudah lebih dahulu mengembalikan formulir pencalonan sebagai tanda maju di Pilkada Batam.(yui)

Perkuat Program Donor Darah

0

batampos.co.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batam menggelar pencanangan bulan dana PMI 2019 di Gedung PMI, Batam Center, Selasa (17/9/2019).

Kegiatan tersebut disejalankan dengan sosialisasi sistem informasi manajemen donor darah PMI Kota Batam dan perkuat program keluarga donor darah sukarela (KDDS) di kecamatan.

Ketua PMI Kota Batam, Sri Soedarsono, mengatakan, kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 PMI.

Menurutnya, di era media sosial sekarang ini perlu adanya sosisalisasi dan edukasi pengetahuan kebencanaan melalui media sosial.

Oleh karena itu, dalam rangka HUT PMI 2019 ini PMI Batam mengadakan sosialisasi sistem informasi manajemen donor darah.

Untuk kebutuhan stok darah di PMI Batam sendiri, Sri mengaku cukup tinggi. PMI Kota Batam sering menerima permintaan bantuan stok darah untuk kota dan kabupaten lain di Provinsi Kepulauan Riau.

Ia mengapresiasi perhatian masyarakat yang selama ini selalu mendukung PMI Kota Batam.

Ketua PMI Kota Batam Sri Soedarsono berfoto dengan undangan pada acara HUT PMI tingkat Kota Batam di kantor PMI Batam, Selasa (17/9/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

”Saya ingin sampaikan terima kasih ke masyarakat. Semoga perusahaan juga lebih banyak yang menyumbang,” kata Sri.

Ia juga mengajak pada 17 September ini meresmikan bulan dana selama 3 bulan ke depan. Hal ini sejalan dengan instruksi dari PMI pusat.

”Mohon di kesempatan ini terus didukung kegiatan kemanusiaan,” harapnya.

Puncak peringatan HUT PMI pada 17 September 2019 di Batam ditandai dengan upacara di lapangan parkir Gedung PMI Kota Batam.

Selanjutnya akan digelar juga pengukuhan Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Kota Batam.

Serta sejumlah kegiatan serimonial pengukuhan, di antaranya pengukuhan Komunitas Darah Rhesus Negatif, pengukuhan pengurus Korps Sukarela (KSR), dan kegiatan sosial Palang Merah di Batam.

Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) Kota Batam, dr Novia, mengatakan, saat ini PMI telah mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Donor Darah dan situs ayodonor.pmi.or.id.

Situs ini memudahkan masyarakat untuk mengetahui kegiatan PMI dan masyarakat juga dapat melihat ketersediaan stok darah di PMI daerah masing-masing.

”Stok darah yang dilihat bisa berdasarkan golongan darah. Selain mulai tahun ini kartu untuk pendonor akan menggunakan sistem barcode dan bisa digunakan di seluruh Indonesia,” jelas Novi.(rng)

Serunya, Murid TK Maitreyawira Membuat Roti Isi Berbagai Rasa di Lotte Grosir Batam

0

batampos.co.id – Sebagian orang mungkin sudah biasa membuat kue isi berbagai rasa, tetapi bagaimana kalau yang membuat kue isi tersebut adalah siswa Taman Kanak-kanak (TK).

Hal inilah yang dilakukan Lotte Mart bekerja sama dengan sekolah KB-TK Maitreyawira Batam. Mereka mengadakan kegiatan dengan tema makanan dan melibatkan murid-murid TK dari Maitreyawira Batam.

Manajer Lotte Mart, Zulfarian, mengatakan, acara tersebut berlangsung selama tiga hari. Mulai Rabu (18/9/2019) hingga Jumat (20/9/2019) mendatang.

“Kami merasa puas dengan kunjungan KB-TK Maitreyawira dan ini sudah ke-5 kalinya dari 2018 kemarin,” paparnya, Rabu (18/9/2019).

Wali Kelas KB-TK Maitreyawira Batam, Devi, mengatakan, kegiatan itu buka merupakan ajang kompetisi.

Murid KB-TK Maitreyawira Batam saat membuat roti isi karyanya sendiri di Lotte Mart. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

“Kita ingin mengajarkan anak-anak membuat kue dan memperkenalkan mereka untuk bereksplorasi,” jelasnya.

Biasanya kata Devi, saat melakukan kunjungan ke Lotte Mart murid-muridnya hanya melihat anek roti.

Namun kali ini, mereka diminta membuat roti isi berbagai rasa. Seperti coklat, strawbery, srikaya dan keju.

Selain itu kata dia, pihaknya ingin mengasah kreativitas para siswa dalam menghasilkan aneka rasa kue.

“Jumlah siswa yang ikut ada 48 orangm” ujarnya lagi.

Stanly, salah seorang siswa KB-TK Maitreyawira Batam tersenyum sesaat setelah membuat roti isi miliknya. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Kata dia, KB-TK Maitreyawira Batam menanamkan pendidikan etika dan moral untuk membentuk karakter anak sejak usia dini.

Stanly, murid KB-TK Maitreyawira, menyatakan sangat senang mengikuti kegiatan tersebut.

Ia juga mengaku suka dengan hasil roti isi coklat buatanya.

“Mau saya bawa pulang ke rumah, mau dikasih sama adik,” ujarnya.

Hal yang sama juga diutarakan, Jasmine. Roti isi strawbery hasil karyanya akan dibawa pulang ke rumah.

“Saya mau kasih sama ibu,” paparnya.

Murid KB-TK Maitreyawira Batam berfoto bersama dengan manajemen Lotte Mart Kota Batam. Foto: Dhiyanto/batampso.co.id

Kegiatan tersebut lanjutnya dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB. Sembari menunggu roti-rotinya matang, para murid TK KB-TK Maitreyawira Batam membuat prakarya rantai dari bahan kertas karton.

“Ini (prakarya) dijadikan dekorasi kelas,” jelasnya.

Para murid KB-TK Maitreyawira Batam lanjutnya, juga diberi kesempatan mengelilingi area Lotte Mart untuk melihat barang-barang yang dijual di Lotte Mart.(nto)

Deputi Baru BP Batam Dituntut Cari Laba

0

batampos.co.id – Anggota De­wan Kawasan (DK) Batam akan sege­ra menggelar rapat pe­nyusunan struktur or­ganisasi dan tata kerja (SOTK) baru Ba­dan Pengusahaan (BP) Ba­­tam.

Khusus untuk pa­ra deputi, dipastikan akan diisi oleh kalangan profesional, bukan birokrat.

“Untuk deputi itu dari kalangan profesional saja. Kemungkinan nanti akan diadakan fit and proper test untuk menguji kompetensinya,” kata anggota tim teknis DK Batam, Taba Iskandar, Selasa (17/9/2019).

Fit and proper test pernah dilakukan saat BP Batam dipimpin Mustofa Widjaja. Tujuannya untuk menjaring kepala, wakil, beserta deputi dari kalangan profesional.

Kalangan profesional diperlukan untuk membantu tugas wali kota yang nantinya akan menjadi pejabat ex officio kepala BP Batam.

Taba melanjutkan, posisi yang sudah pasti adalah Deputi I yang mengurus persoalan administrasi dan rumah tangga di BP Batam.

“Deputi I sudah dipatok akan berasal dari Kementerian Keuangan. Sedangkan deputi lainnya nanti akan diisi profesional sesuai dengan lingkup kerja deputi yang lainnya,” tambah Taba.

Hal yang belum diketahui yakni persyaratan yang diperlukan dalam menentukan wakil kepala BP Batam.

“Saya belum tahu deskripsi kerjanya seperti apa dan apa saja persyaratannya,” paparnya.

SOTK BP yang baru ini akan memprioritaskan mencari laba sebanyak-banyaknya.

Baca Juga: Terjawab, Presiden Tanda Tangani Wali Kota Batam Sebagai Ex Officio Kepala BP Batam

“Ini soal bisnis, bukan sosial. Itulah yang akan dikelola BP nanti bagaimana mengelola aset-asetnya supaya berorientasi pada profit,” ungkapnya.

Proses penyatuan BP Batam dengan Pemko Batam ini diharapkan akan memudahkan keduanya menyesuaikan perannya dalam membangun Batam.

Kantor BP Batam. Foto: Putut Ariyotejo/batampos.co.id

“Hal yang terpenting adalah bagaimana Pemko bisa sejahterakan masyarakat dan bagaimana BP Batam bisa dapat keuntungan yang banyak,” tegasnya.

Makanya sejak awal, pembagian aset pun sudah dibuat jelas. Aset-aset yang berkaitan dengan sosial kemasyarakatan seperti Pasar Induk Jodoh dan Masjid Raya dihibahkan ke Pemko Batam.

“Sedangkan aset-aset yang berpotensi menghasilkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) seperti bandara dan pelabuhan, harus didiskusikan dulu dengan DK dan Komisi VI DPR RI,” jelasnya.

“Itu tidak boleh dikerjakan secara sembarangan. Makanya BP akan dikelola oleh orang-orang profesional dan bukan birok-rat,” paparnya lagi.

Baca Juga: Pelantikan Wali Kota Batam Sebagai Ex Officio Belum Pasti

DK memang sejak awal berencana mengubah wajah sejumlah aset-aset milik BP Batam yang dianggap berpotensi menjadi unit-unit bisnis yang mandiri.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Mugiarso, memberikan contoh seperti Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam dapat dikembangkan menjadi sebuah usaha bisnis yang menarik di mata dunia.

“Ke depannya, pengem­ba­ngan aset ini harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan zaman,” katanya.

“Di mana saat ini perencanaan pengem­ba­ngan pengelolaan aset menjadi unit-unit bisnis yang mandiri,” ujarnya lagi.

Susiwijono telah mengunjungi aset-aset milik BP Batam seperti RSBP, Pelabuhan Batuampar, Pelabuhan Sekupang hingga Asrama Haji.

“RSBP ini bisa dikembangkan menjadi semacam kawasan eko­nomi khusus (KEK) me­dical service,” jelasnya.

“Fasilitasnya sudah ditinjau bersama. Dan akan dilaporkan sekaligus paparkan konsepnya ke Ketua DK,” ucapnya lagi.

Selain itu, Susiwijono juga melihat prospek pengem­bangan dari Pelabuhan Batuampar dapat dikembangkan menjadi salah satu pelabuhan yang mengandalkan konsep internasional logistik ke depannya.

“Konsep pelabuhan internasional logistik ini, akan dibangun dan dikembangkan dengan skala yang modern,” jelasnya.

Sedangkan Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi, mengatakan, pengembangan aset BP Batam merupakan salah satu cara menyajikan ragam bentuk investasi kepada dunia internasional.

Baca Juga: Ditanya Ex Officio, Wali Kota Batam: Saya Tak Komentar

Fokusnya adalah menciptakan aset sebagai des­tinasi wisata, khususnya des­tinasi wisata kesehatan yang bisa dibuat di RSBP Batam.

“Sesuai hasil asset trip ini, kita akan banyak kembangkan destinasi wisata,” imbuhnya.

Pengembangan wisata kesehatan ini memang sudah sesuai dengan program BP Batam. Nantinya, di RSBP akan dibangun klinik yang dikembangkan oleh investasi asing.

Seperti dari Australia, Singapura, Korea hingga Indonesia sendiri. Nanti akan ada laboratorium dan fasilitas kesehatan lainnya.

“Contohnya, jika ada yang mau buat bayi tabung. Dan ini bisa dilakukan di Batam. Dan terbilang lebih terjangkau namun berkualitas dan ditangani oleh profesional,” jelasnya.

Sehingga wisatawan mancanegara maupun Nusantara yang datang ke Batam, tidak hanya mencari destinasi wisata.

Mereka juga bisa menikmati paket wisata kesehatan yang yang dikemas dalam sajian berkualitas dan profesional.(leo)

KPK Perkuat Bukti Gratifikasi Jabatan di Kepri, Buralimar: Kepercayaan Diberikan Bukan Dengan Bayaran

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Pariwisata Kepri Burlimar juga turut memberikan penjelasan terkait penggeledahan yang dilakukan penyidik Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) KPK di kantornya, Selasa (17/9/2019).

Buralimar, mengatakan, saat proses penggeledahan berlangsung, dirinya sedang ada kegiatan di Kota Batam.

Ia baru tiba di Tanjungpinang menjelang Magrib. Buralimar juga tidak mengetahui dokumen apa saja yang disita penyidik KPK di kantornya.

Buralimar menegaskan, dirinya tidak pernah memberikan suap ataupun gratifikasi kepa­da Nurdin untuk mendapatkan jabatan di Pemprov Kepri.

“Saya selalu amanah dengan jabatan yang diberikan, karena saya orang luar Kepri dan sudah menempati sejumlah jabatan yang diberikan,” ujarnya.

“Kepercayaan tersebut diberikan bukan dengan bayaran,” tegas Buralimar.

Pantauan di lapangan, dari tiga lokasi yang digeledah, hanya Kadis PUPP Provinsi Kepri Abu Bakar yang tidak berada di tempat.

Penyidik KPK menggeledah kantor Dinas PUPP Kepri di Tanjungpinang, Selasa (17/9/2019). Selain Dinas PUPP, KPK juga menggeledah kantor Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri terkait kasus dugaan gratifikasi. Foto: Yusnadi Nazar/batampos.co.id

Sejak penggeledahan dimulai pada pukul 09.00 WIB sampai 18.20 WIB, Abu Bakar tak terlihat di kantornya.

Hanya Kepala Bidang Bina Marga, Hendrija, yang terlihat keluar masuk ruangan bersama penyidik KPK.

Selain menggeledah sejumlah ruangan di Dinas PUPP Kepri, penyidik juga menggeledah sebuah mobil dinas merek Toyata Avanza dengan nomor polisi BP 1581 A.

Mobil itu diketahui digunakan Kabid Bina Marga, Dinas PUPP Pro­vinsi Kepri, Hendrija. Dari dalam mobil tersebut, penyidik menyita sejumlah bukti setoran bank.

Di tempat terpisah, sumber Batam Pos menyebutkan, Nurdin Basirun dan empat tersangka lainnya akan menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang.

Sumber yang mewanti-wanti agar namanya tak dikorankan ter­sebut mengatakan, salah satu pertimbangannya adalah un­tuk kemudahan saksi-saksi dalam memberikan keterangan di pengadilan.

“Informasinya akan disidang di Tipikor Tanjungpinang. Proses sidangnya lebih kurang dua bulan lagi,” ujarnya di Tanjungpinang.

Seperti diketahui, sampai saat ini KPK sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan suap izin reklamasi wilayah pantai di Kepri.

Yakni Nurdin Basirun, Abu Bakar, Budi Hartono, Edy Sofyan, dan seorang pengusaha, Kock Meng.

Selain kasus suap reklamasi, KPK juga tengah mendalami dugaan kasus gratifikasi terkait jabatan yang melibatkan Nurdin Basirun.(jpg)

Investor Tiongkok Bangun Pabrik Besi di Batam

0

batampos.co.id – Penanaman modal asing (PMA) terus tumbuh di Batam. Terbaru, PT Sempurna Wahyu Metalindo menanamkan modalnya sebesar Rp 300 miliar untuk membangun pabrik besi pertama di Ba­tam, tepatnya di Tanjunguncang.

Pabrik asal Tiongkok itu akan memproduksi besi ulir dan besi beton. Pabrik ini ditargetkan mulai produksi pada akhir 2019 ini dengan kapasitas produksi sekita 15 ribu ton besi ulir per bulan.

Direktur PT Sempurna Wahyu Metalindo, Kerry Wahyudi Gautama, mengatakan, dengan beroperasinya pabrik tersebut, maka kebutuhan besi di Batam bisa dipenuhi dari Batam sendiri.

Selama ini kebutuhan besi di Batam banyak tergantung pada pasokan dari Singapura dan Jakarta.

“Artinya harga besi juga akan jauh lebih murah karena produksi utama kami untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Batam dan Kepri pada umumnya,” ujar Kerry, Selasa (17/9/2019).

Menurut Kerry, kebutuhan besi di Batam per bulannya mencapai 7.000 ton per bulan.
Sementara pihaknya mampu memproduksi 15.000 ton per bulan.

Pembangunan pabrik besi PT Sempurna Wahyu Metalindo di Tanjunguncang, Batam, sudah hampir rampung, Selasa (17/9/2019). Foto: William Seipattiratu/batampos.co.id

“Nanti sisanya akan kami ekspor ke Singapura dan Malaysia,” katanya.

Kerry menjelaskan, investasi PT Sempurna Wahyu Metalindo akan dilakukan dalam dua tahap dengan besaran masing-masing Rp 150 miliar.

Dengan rincian, Rp 150 miliar untuk investasi pembuatan besi ulir dan Rp 150 miliar sisanya untuk tahap pembuatan besi siku dan H beam. Kerry melanjutkan, investasi ini akan menyerap sedikitnya 300 pekerja.

“Serta ada ribuan tenaga kerja untuk kegiatan penunjang di luar pabrik,” katanya.

Kerry mengaku sangat berterima kasih atas dukungan pemerintah daerah maupun pusat serta BP Batam atas beroperasinya pabrik tersebut berupa kemudahan perizinan dan lainnya.

“Pemko Batam dan BP Batam bahkan meminta kami untuk percepat operasional pabrik ini dan kami terus berupaya membantu pemerintah memasukkan investasi ke Batam,” ujarnya,

Saat ini sedang digesa pembuatan workshop untuk produksi yang telah mencapai 80 persen. Untuk teknologi, menurut Kerry, menggunakan mesin dari Tiongkok.

“Pabrik ini juga butuh dukungan daya listrik yang cukup besar sekitar 20 Megawatt,” katanya.

Sedangkan untuk kebutuhan bahan baku berupa besi scrap, Kerry mengklaim Batam termasuk salah satu daerah penghasil besi scrap terbesar.

Sehingga kebutuhan pabrik dipastikan tercukupi setiap bulannya. Kerry juga mengklaim PT Sempurna Wahyu Metalindo adalah pabrik besi pertama bahkan satu-satunya di Batam bahkan di Kepri untuk saat ini.

Menurutnya, dengan kehadiran pabrik ini, maka para pengusaha besi scrap di Batam tak perlu lagi menjual ke luar Batam guna menekan biaya.

“Karena kami siap menampung. Kalau harus jual keluar tetap butuh gudang yang besar, biaya lain-lain dan sebagainya,” jelasnya.

“Jadi pengepul pun bisa langsung jual ke pabrik tanpa harus menimbun berlama-lama,” katanya lagi. (*)