Minggu, 24 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11512

Pendaftaran ATB Cup Futsal Championship X Hingga 5 April 2019

0

batampos.co.id – PT Adhya Tirta Batam (ATB) turut mendukung berkembangnya olahraga futsal di kota Batam. Melalui turnamen bergengsi ATB Cup futsal Championship X, dapat memunculkan pemain futsal berkualitas dari Batam.

Turnamen futsal terbesar se-Sumatera ini akan digelar 9-12 April 2019. CSR ATB di bidang olahraga ini sempena hari air sedunia. Setiap harinya peserta turnamen futsal mendaftar ke meja panitia.

“Animo perseta cukup tinggi, sudah banyak peserta yang mendaftar ikut turnamen. Setiap hari selalu ada pendaftaran tim. Pendaftaran akan dibuka hingga 5 April 2019,” ujar Wijanarko Iksa, CSR & Event ATB Jumat (29/3).

Periode pendaftaran turnamen futsal sudah dibuka sejak 14 Maret lalu. Kesibukan panitia pun terlihat mendata setiap peserta yang mendaftar. Sudah banyak tim-tim dari Batam maupun luar daerah yang sudah mendaftar.

Babak penyisihan berlangsung di arena Ikan Daun Batam Centre. Serta semifinal dan final akan digelar di sport hall Temenggung Abdul Jamal Mukakuning.

Tim futsal yang ingin mengikuti turnamen bisa mendaftarkan langsung mendaftar setiap hari kerja mulai Senin-Jumat (08.30-16.30) Sabtu (08.30-13.30).

“Saat mendaftar persiapkan juga biaya pendaftaran sebesar Rp 2.2 juta. Jumlah tersebut sudah termasuk uang jaminan selama turnamen berlangsung,” ujar Iksa.

Sementara, tim PTK FC yang tahun lalu jadi juara pertama sudah mendaftar untuk ambil bagian dari turnamen futsal ATB. “Kami dari PTK FC sudah mendaftar mas, kami sangat bersemangat ingin ikut lagi dan mempertahan kan gelar juara,” ujar Hendo Manager club futsal PTK FC.

Maria Jacobus Head of Corporate Secretary ATB menambahkan, turnamen futsal ATB Cup X Championship digelar bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada pemain-pemain lokal Batam atau Kepri yang memiliki potensi dibidang olahraga futsal.

Turnamen Futsal ATB Cup yang digelar sejak tahun 2009 ini diharapkan jadi kegemaran bagi seluruh masyarakat Batam. Tim-tim terbaik nantinya memperebutkan tropi bergilir ATB dan total hadiah sebesar 72 juta rupiah.

“Turnamen futsal akan kita gelar lebih meriah, tentunya dari kegiatan futsal ATB ada pemain-pemain futsal yang berkualitas dari Batam,” harap Maria

Jadi tim andalanmu yang belum mendaftar segera mendaftar. Informasi silahkan menghubungi Fajar 082313501031, Rahmat 085264825400. (*)

Jalan di Serasan Dicat Motif Tikar

0
Salah seorang warga sedang berjalan di anak tangga yang dicat motif tikar. Jalan yang berada di permukiman warga daerah Serasan ini menjadi semakin menarik dan indah dipandang mata.
foto: F. AULIA RAHMAN/BATAM POS

batampos.co.id – Jalang lingkungan di Kecamatan Serasan kini dipoles atau dicat warna warni. Motif berupa anyaman tikar pandan yang menjadi ciri khas budaya setempat.

Camat Serasan M Amin mengatakan, pemolesan dengan motif anyaman tikar pandan Serasan dilakukan pada beberapa fasilitas umum di sudut perkampungan. Antara lain, batu miring, pagar, serta beberapa anak tangga di jalan permukiman warga. Pengecatan ini untuk memberikan kesan hidup dan indah.

”Ide ini untuk menambah kesan menarik dan terlihat hidup,” kata Amin, Kamis (28/3).

Amin mengaku, konsep mewarnai sejumlah fasilitas umum tersebut karena dinilai sudut desa di Serasan kurang menarik dan terlihat biasa saja. Akhirnya diputuskan menggandeng beberapa pemerintah desa dan masyarakat Serasan, untuk memolesnya dengan memunculkan karakter Pulau Serasan.

”Pemolesan ini sudah berjalan hampir tiga bulan, tentu karakteristik dan budaya Serasan yang ditonjolkan dalam karya seni, di antaranya lukisan Pantai Sisi, penyu, tikar pandan serta gambar dinosaurus dengan skema tiga dimensi,” ujarnya.

Dikatakan Amin, pemolesan beberapa fasilitas umum tidak dibebankan pada anggaran daerah, namun murni swadaya. Baik dari segi pembiayaan maupun tenaga kerjanya. Karena mendapat dukungan banyak pihak termasuk staf kecamatan, kelurahan, desa, uspika dan para pemuda setempat.

”Ini akan terus berlanjut di seluruh kelurahan dan desa di Serasan. Karena kami sudah menetapkan kerja swadayanya bergiliran. Sebagai pulau persinggahan kapal pelni, tentu harus menampilkan suasana yang nyaman dan indah serta bersih. Sehingga membuat betah siapapun yang datang, dan berkenan untuk kembali lagi dengan membawa handai taulannya ke Serasan,” harap Amin.(arn)

Baru 41 Desa Miliki BUMDes

0
Lingga memiliki banyak objek wisata yang dapat meningkatkan PAD lingga, salah satunya air terjun ini. Foto ; Yuliana Dewi/batampos.

batampos.co.id – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Dodi mengaku pemerintah desa di wilayah Kabupaten Lingga banyak yang belum memiliki badan usaha milik desa (BUMDes). Dari 73 desa yang ada, baru 41 desa saja yang telah memiliki BUMDes.

Padahal, Pemerintah Kabupaten Lingga berkeinginan BUMDes ke depan sebagai wadah yang dapat menjawab segala kebutuhan dan meningkatkan taraf hidup dan perekonomian warga yang tinggal di desa. Sehingga BUMDes dianggap perlu ada dan berdiri di seluruh desa.

“BUMDes sangat diharapkan dapat menjadi lokomotif pembangunan ekonomi lokal masyarakat desa berdasarkan kebutuhan potensi tingkat desa,” kata Dodi belum lama ini dalam kegiatan sosialisasi pembentukan dan pengelolaan BUMDes di Daik Lingga dengan mengundang narasumber dari Provinsi Kepri.

Selain itu, Dodi juga menjelaskan dengan bergulirnya Undang-Undang Desa tahun 2014 mengamanahkan bagaimana pemerintah berkeinginan selalu untuk mengedepankan kesejahteraan masyarakat secara umum. Itu dapat diwujudkan, salah satunya dengan mendirikan BUMDes.

Pemkab Lingga, kata Dodi, akan terus mengupayakan agar terciptanya kesejahteraan yang merata hingga ke tingkat desa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong pemerintah desa melakukan kegiatan yang berbasis peningkatan perekonomian seperti pembentukan BUMDes. (wsa)

Pendapatan Tak Bertambah, Penduduk Miskin Batam Bengkak Jadi 6.252 Jiwa

0

batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam merilis potret kondisi kemiskinan penduduk Kota Batam. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah penduduk miskin Batam bertambah. Pada 2016 tercatat 57.290 jiwa, lalu tahun 2017 naik menjadi 61.161 jiwa. Kemudian tahun 2018 menjadi 67.413 jiwa atau bertambah 6.252 jiwa dari tahun sebelumnya.

Kepala BPS Batam Rahyuddin mengatakan, masyarakat disebut miskin jika pendapatan seseorang termasuk yang dirata-ratakan dengan jiwa yang ditanggung di bawah garis kemiskinan (GK).

Untuk diketahui, dalam tiga tahun berturut-turut garis kemiskinan berdasarkan pendapatan, yakni 2016 sebesar Rp 565.380, 2017 sebesar Rp 591.589, serta 2018 sebesar Rp 650.406. Garis kemiskinan berdasarkan pendapatan ini sendiri merupakan hasil survei langsung BPS di tengah masyarakat.

”Misal GK Rp 500 ribu, seba-gai kepala keluarga pendapatan saya Rp 1,6 juta dan yang ditanggung empat orang. Kalau dibagi per orang Rp 400 ribu. Berarti kami adalah masyarakat miskin,” terang Rah-yuddin, Kamis (28/3).

Terkait kecenderungan angka kemiskinan Batam naik setiap tahun, salah satu faktornya karena Batam juga merupakan daerah tujuan yang tentu akan berdampak pada pertumbuhan penduduk yang kemudian berdampak pada jumlah tanggungan yang menerima pendapatan.

”Pengangguran juga larinya ke miskin. Kemiskinan dan pengangguran jalan beriringan. Kalau pengangguran kurang, kemiskinan tentu berkurang,” jelasnya.

Akan tetapi, ada juga fenome-na statistik yang mengatakan, pengangguran tidak bertambah namun kemiskinan naik. Ini dikarenakan pendapatan yang bersangkutan tidak bertambah.

”Padahal di luar inflasi naik, harga kebutuhan naik. Jadilah dia masuk kategori miskin,” sebutnya.

Sebagai daerah investasi, Batam memiliki puluhan ribu warga miskin sangat ironi. Ia menilai, orang miskin merupakan kalangan yang tidak menerima langsung manfaat pembangunan yang dilakukan pemerintah.

”Jika hanya jalan dibangun tak pengaruh ke rakyat kecil. Maka harus ada alternatif lain, yakni harga kebutuhan pokok harus ditekan,” terangnya.

Warga Miskin Belum Terima Bantuan

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdaya Manusia (Dinsos-PM) Kota Batam Hasyimah mengatakan seja-tinya angka kemiskinan tidak bertambah. Menurutnya, perubahan angka ini karena sebagian masyarakat miskin tidak terdata pada Basis Data Terpadu (BDT).

”Mereka ini baru dimasukkan di BDT. Dari dulu memang segitu,” ujarnya.

Ia mengatakan, jika sudah dimasukkan di BDT, warga dalam kategori miskin akan jadi landasan mendapat berbagai bantuan dari pemerintah, seperti sembako murah.

”Jika tidak masuk BDT, tidak dapat (bantuan dari pemerintah, red). Karena untuk dapat yang lain seperti Jamkesda, rehab rumah harus masuk data,” imbuhnya.

Sedangkan Kepala Bidang Pengentasan Kemiskinan Dinsos Batam Rayanis mengungkapkan bahwa belum semua warga miskin tersentuh bantuan dari pemerintah pusat maupum daerah. Berdasarkan data penerima bantuan pangan nontunai (BPNT) tahun ini, Batam hanya mendapatkan kuota penerima sebanyak 26.051 warga miskin.

Padahal, berdasarkan data terpadu jumlah warga miskin di Batam mencapai 32 ribu lebih.

Rayanis menjelaskan ketentuan penerima ini merupakan kebijakan dari pusat. Menurutnya penentuan kuotanya juga tergantung dari anggaran yang ada.

”Itu tergantung pusat karena mereka yang beri bantuan. Kami menerima saja dan memverifikasi penerima bantuan,” kata dia.

Dari total kuota 26.051 penerima, hingga Februari total penerima yang mencairkan bantuan sebanyak 23.153 orang. Ini disebabkan berbagai faktor, di antaranya kartu penerima rusak hingga saldo belum masuk.

”Ini yang lagi kami koordinasikan dengan pusat. Kendala yang terjadi di lapangan langsung kami laporkan,” terangnya. (iza)

3 Waktu Jam Puncak Listrik di Batam

0

batampos.co.id – Pemadaman listrik yang terjadi di Kota Batam beberapa pekan belakangan ini sudah sampai pada tahap mengganggu aktivitas masyarakat. Masyarakat Batam berharap PLN Batam segera mengatasi hal ini. Apalagi PLN Batam sudah menikmati kenaikan listrik beberapa kali tahun lalu.

Hu PLN Batam Yoga Perdana yang dikonfirmasi soal pemadaman bergilir yang tak berkesudahan mengatakan, pemadaman berlanjut karena gangguan pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Panaran belum tuntas diatasi. Akibatnya, PLN Batam mengalami defisit daya hingga 50 megawatt.

”Kami mau service maintenance pembangkit tapi sudah drop duluan,” ujar Yoga, Kamis (28/3).

Karena kondisi itu, pemadaman bergilir pun harus dilakukan. PLN juga meminta pelanggan mengurangi pemakaian listrik pada jam puncak, yakni

  • pukul 09.00-11.00 WIB,
  • pukul 13.00-16.00,WIB
  • pukul 19.00-21.00 WIB.

”Diharapkan pelanggan menggunakan listrik berkapasitas besar di luar jam tersebut,” sarannya.

Hingga saat ini, pihak PLN masih terus mempercepat proses perbaikan yang direncanakan barus selesai awal April mendatang. Meski PLN memberlakukan pemadaman bergilir, namun mereka tetap memprioritaskan sekolah yang sedang melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

”Kami juga tetap prioritaskan untuk rumah tangga, terutama pada jam-jam belajar kita tidak padamkan,” kata Public Relation PLN Batam Suprianto.

Sejumlah warga mengeluhkan pemadaman bergilir ini.

”Listrik mati setiap hari. Jam-jam pema-daman pun siang hari saat waktu istirahat,” kata Febrianti, warga Batam Center.

Ia berharap, pemadaman bergilir ini segera diatasi. Paling tidak, durasi pemadaman dikurangi. Jangan sampai me-nembus tiga jam lamanya.(une)

400 Ribu Amplop untuk Serangan Fajar

0

batampos.co.id – Praktik politik uang dalam pemilihan umum (pemilu) masih jadi tradisi. Buktinya, dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) terhadap anggota Komisi VI DPR sekaligus calon legislatif (caleg) dapil Jawa Tengah II Bowo Sidik Pangarso, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang total Rp 8,4 miliar yang akan digunakan untuk “serangan fajar” pemilu 2019.

Uang itu sudah dikemas dalam 400 ribu amplop. Dan dimasukkan dalam 84 kardus besar. KPK mengamankan uang tersebut dari sebuah ruangan di kantor PT Inersia di Jakarta.

”Dipersiapkan untuk “serangan fajar” pada pemilu 2019 nanti,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers, Kamis (28/3).

Basaria menjelaskan, uang dalam kardus pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu itu diduga bagian dari suap dan gra­tifikasi yang diterima Bowo. Salah satu penerimaan suap yang berhasil diidentifikasi KPK berasal dari PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK). Suap itu diduga berkaitan dengan distribusi pupuk PT Pupuk Indonesia yang menggunakan kapal milik PT HTK.

Sejatinya, kerja sama pe­nye­waan kapal itu sudah dihenti­kan oleh PT Pupuk Indonesia. Namun, atas bantuan Bowo yang merupakan anggota Fraksi Partai Golkar, PT HTK bisa kembali melakukan kerja sama penyewaan kapal dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (anak perusahaan PT Pupuk Indonesia) melalui memorandum of understanding (MoU) pada 26 Februari lalu.

”BSP (Bowo Sidik Pangarso) diduga meminta fee kepada PT HTK atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD 2 per metric ton,” ungkap Basaria. Sejauh ini, KPK telah mengendus adanya enam kali pemberian dari PT HTK untuk Bowo. Jumlahnya Rp 221 juta dan 85.130 dolas AS. Uang itu diberikan di berbagai tempat, seperti di rumah, hotel, dan kantor PT HTK.

Basaria menyebut, sejauh ini pihaknya telah menetapkan tiga tersangka dalam OTT selama dua hari tersebut. Yakni, Bowo dan Indung (pegawai PT Inersia) sebagai tersangka penerima suap. Serta, Marketing Manager PT HTK sebagai pemberi suap. Selain pasal suap, KPK juga menyelipkan pasal penerimaan gratifikasi untuk Bowo dan Indung.
KPK sebelumnya sempat memeriksa Direktur Utama (Dirut) PT Pilog Ahmadi Hasan dan Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia Achmad Tossin. Namun, kedua direk­si perusahaan BUMN tersebut tidak turut diamankan dalam perkara ini. Keduanya hanya diklarifikasi oleh penyidik KPK terkait dengan distribusi pupuk itu.

Lalu, apakah uang dalam amplop itu berkaitan dengan logistik pemilihan presiden (pilpres) di daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah II (dapil Bowo)? Basaria menegaskan uang-uang yang sudah dikemas dalam amplop itu tidak berkaitan dengan pilpres.

”Sama sekali tidak (berkaitan pilpres). Dari awal sampai akhir, tidak ada bicara tentang itu (logistik pilpres, red),” tegasnya.

Namun, berdasar informasi yang diperoleh Jawa Pos (grup Batam Pos) dari sumber internal KPK, dalam amplop itu terdapat cap jempol salah satu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Terkait hal itu, Basaria kembali membantah hal tersebut.

”Saya ulang. Ini hasil pemeriksaan (Bowo) memang untuk kepentingan dia akan mencalonkan diri kembali (sebagai caleg),” terangnya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan, ratusan ribu amplop yang disimpan dalam kardus besar itu dalam kondisi dilem. Sehingga, pihaknya belum bisa membuka satu per satu amplop yang ditengarai terdapat cap jempol salah satu pasangan capres cawapres itu.

”Ada prosedur-prosedur hukum acara yang berlaku kalau barang bukti itu diubah kondisinya,” tuturnya.

KPK menjerat Bowo dan Indung dengan pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 dan atau pasal 12 B UU Pemberantasan Tipikor juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto pasal 64 64 ayat (1) KUHP dalam perkara ini. Sementara terhadap pemberi, KPK menerapkan pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor juncto pasal 64 ayat (1) KUHP. (tyo)

Pengiriman 5 Kg Narkoba dari Tanjungpinang Digagalkan Bea Cukai

0

batampos.co.id – Aparat Bea dan Cukai (BC) Batam mengamankan dua warga negara (WN) Malaysia, Leong Kah Huat dan Heng Beou Woon di Pelabuhan Harbour Bay, Batam, Rabu (27/3) lalu. Keduanya kedapatan me­nyelundupkan sabu seberat 474 gram.

Kepala Bidang (Kabid) Bimbingan Kepatutan dan Layanan Informasi (BKLI) BC Batam Sumarna mengatakan, penangkapan kedua WNA ini bermula dari kecurigaan petugas BC terhadap keduanya. Saat turun dari kapal MV Ocean Dragon yang berlayar dari Stulanglaut, Malaysia, keduanya menunjukkan gerak-gerik mencurigakan.

“Terhadap dua penumpang yang dicurigai tersebut, kemudian dilakukan pemeriksaan secara verbal dan dilanjutkan pemeriksaan urine. Dari hasil pemeriksaan urine keduanya, positif mengandung metamphetamine (sabu),” kata Sumarna, Kamis (28/3).

Dari hasil pemeriksaan urine itu, kemudian dilakukan pemeriksaan lanjutan. Keduanya dibawa ke Rumah Sakit Awal Bros Batam untuk dilakukan pemeriksaan radiologi.

Pemeriksaan itu menunjukkan bahwa dari dalam anus Leong Kah Huat didapatkan tiga benda yang diduga paket sabu. Sementara dari dalam anus Heng Beou Woon terdapat empat bungkus sabu.

“Mengetahui adanya bungku­san mencurigakan itu, kemudian keduanya kami bawa ke kantor Bea Cukai dan dilakukan pengeluaran dari dalam tubuhnya. Setelah dikeluarkan kemudian dilakukan pengujian dan positif metamphetamine (sabu, red),” tuturnya.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, kedua WNA itu diserahkan ke Direktorat Narkoba Polda Kepri. Ia menambahkan, penangkapan terhadap dua kurir sabu ini merupakan penindakan yang ke-20 dan ke-21 selama tahun 2019 ini.

Dalam penindakan itu, sebagian besar merupakan kurir sabu yang tertangkap di pelabuhan maupun Bandara Internasional Hang Nadim untuk dibawa ke berbagai daerah di Jawa, Kalimantan, dan Sumatera.

Sementara Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri Kombes Yani Sudarto mengaku pihaknya telah menerima limpahan kasus penyelundupan sabu oleh dua WN Malaysia dari Kantor Pelayanan Utama BC Tipe B Batam, Rabu (27/3) lalu. Yani menga-takan, saat ini jajarannya masih melakukan pengem-bangan atas kasus ini.

Pengembangan dilakukan untuk mengejar orang yang menyuruh kedua WNA tersebut dan penerima sabu di Batam. “Sedang kami interogasi, dan minta keterangan mereka,” kata Yani, Kamis (28/3).

Dari pengakuan kedua WNA itu, sabu tersebut didapat dari seorang bandar di Malaysia. Yani mengatakan pihaknya sudah mengantongi nama yang memberikan sabu ke dua WNA Malaysia tersebut.

Namun, terkait siapa yang akan menerima sabu tersebut di Batam, Yani mengaku sulit dilakukan pengembangan. Karena, bandar dua WN Malaysia ini baru memberikan arahan, setelah keduanya sampai di Batam.

Tapi keduanya terlanjur ditangkap aparat BC Batam, sehingga bandar asal Malaysia memutuskan komunikasi. Meski begitu, Yani mengatakan jajarannya masih berusaha melakukan pengem-bangan dari potongan informasi yang didapat dari kedua orang tersebut.

“Kalau ada perkembangan terbaru, akan kami kabarkan,” ungkapnya.

Modus Paket Kiriman

Sementara Sat Narkoba Polres Tanjungpinang membongkar jaringan pengedar narkoba dengan modus menggunakan jasa pengiriman. Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan tiga pelaku dan tiga koli paket sabu seberat 5 kilogram.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi menjelaskan, barang bukti hasil temuan Bea dan Cukai Tanjungpinang di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, sebanyak tiga koli paket. Satu koli paket atas nama pengirim Anggel Bag’s dan penerima atas nama Romy tujuan Surabaya tertanggal 8 Maret 2019.

Dalam paket berisi enam tas yang di dalamnya terdapat 18 sabu yang dibungkus dengan plastik transparan. Satu koli paket lainnya atas nama pengirim Irma Bag’s dan penerima atas nama Irfan tujuan Makassar, Sulawesi Selatan, tertanggal 8 Maret 2019.

Dalam paket berisi empat tas yang di dalamnya terdapat 12 paket sabu dibungkus dengan plastik transparan. Satu koli paket atas nama pengirim Irma Bag’s dan penerima atas nama Asri Tanti tujuan Sulawesi Selatan tanggal 8 Maret 2019. Dalam paket berisi tujuh tas yang di dalamnya terdapat 20 paket sabu.

“Total berat kotor keseluruhan yaitu 5.084 gram,” kata Kapolres, kemarin.

Dari hasil penyelidikan, polisi menangkap Novi Susanto di Surabaya, Rabu (13/3). Dari tangan pelaku polisi menyita 1.141 butir ekstasi. Tiga paket sabu 10 gram, alat hisap sabu, timbangan, tiga ponsel. Kemudian dari hasil pengembangan, polisi menangkap Sulaiman di Center Park Baloi, Batam, Senin (25/3) dan Firman ditangkap di Bandung, Sabtu (23/3).

“Berdasarkan alamat paket akan dikirim ke Surabaya, sehingga melakukan penangkapan di sana,” ungkap Ucok.

Tiga pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara.

Caleg Ditangkap

Pengungkapan kasus narkoba juga dilakukan jajaran Satres Narkoba Polresta Barelang. Mereka berhasil menangkap seorang calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Lingga dari Partai Gerindra, Rahmat Nur Cahyono, karena membelikan sabu seberat 0,6 gram untuk temannya. Rahmat ditangkap di sebuah hotel di Lubukbaja, Batam, Selasa (12/3) malam lalu.

“Kalau dari informasi yang kami dalami itu benar merupakan caleg di daerah Kabupaten Lingga,” ujar Kasat Narkoba Polresta Barelang AKP Abdul Rahman, Kamis (28/3).

Ia menjelaskan, Rahmat ditangkap bersama temannya, Hendri alias Ahok. Usai diamankan dari hotel tersebut, keduanya dibawa ke Satres Narkoba Polresta Barelang untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut.

“Barang bukti kami temukan di saku tersangka Hendri. Kemudian kita lakukan pemeriksaan, dari hasil pemeriksaan, ternyata yang membeli narkotika jenis sabu ini merupakan tersangka Rahmat,” jelasnya.

Menurut dia, Rahmat memberikan uang kepada Hendri sebesar Rp 500 ribu untuk membeli sabu kepada seseorang yang masih dalam penge-jaran Satres Narkoba Polresta Barelang berinisial R. Saat itu Hendri bersama R melakukan transaksi narkoba di kawasan Nagoya.

Dari hasil pemeriksaan itu juga, Rahmat membeberkan bahwa Hendri dan Rahmat sudah sering mengonsumsi sabu bersama-sama. Sebab empat hari sebelum ditangkap oleh pihaknya, keduanya juga mengonsumsi sabu di salah satu hotel di Tanjungpinang.

“Dari hasil pemeriksaan, mereka masih sebatas pengguna, karena barang bukti yang kita sita dengan berat 0,6 gram. Sudah cukup lama, ini yang kelima kalinya mereka makai (narkoba) bersama,” tuturnya.

Ia menambahkan, selain mengamankan barang bukti sabu, pihaknya juga mengamankan alat hisap sabu atau bong berbahan kaca dari dalam kamar hotel tempat mereka menginap. Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan untuk melengkapi berkas kedua tersangka dan selanjutnya dilimpahkan ke Kejaksaan.

Terpisah, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Lingga Tengku Nazwar mengaku terkejut mendengar penangkapan terhadap salah satu kadernya tersebut. Hingga kemarin, Tengku mengaku bahwa ia belum mendapatkan informasi bahwa salah satu kader Partai Gerindra Kabupaten Lingga ditangkap dalam kasus narkoba.

“Kalaupun itu benar, itu kan tidak ada hubungannya ke partai. Itu tindakan pribadi, oknum pribadi dia. Kita tidak bisa juga mengontrol perilaku sehari-hari. Kan tidak mungkin,” ujarnya.

Jika Tengku sudah menerima informasi valid bahwa Rahmat Nur Cahyono sudah ditetapkan sebagai tersangka, maka pihaknya akan bersikap tegas dengan mengeluarkan yang bersangkutan dari partai. Sebab, Tengku menegaskan bahwa Partai Gerindra tidak akan memberikan bantuan dalam bentuk apapun terhadap kader yang tersangkut narkoba.

“Namun demikian, kita memakai asas praduga tak bersalah dulu. Saya belum bisa komen selanjutnya karena belum tahu. Kalau sudah jelas, terbukti bersalah, partai tentu akan bersikap tegas,” imbuhnya. (*)

Gelar Pameran untuk Genjot Penjualan

0

batampos.co.id – Sejumlah pengembang akan menggelar pameran properti di Batam usai Pemilu 2019 pada April mendatang. Dalam pameran ini akan ditawarkan beragam pilihan properti bagi calon konsumen.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam Achyar Arfan mengatakan, pascapemilu merupakan momen yang tepat untuk menggelar pameran properti. Sebab para pengembang dan konsumen akan semakin yakin dalam menginvestasikan uangnya, terutama untuk sektor properti.

“Ini bicara soal kepastian. Setelah pemilu nanti, sudah ada kepastian siapa pemimpin berikutnya,” kata Achyar, Kamis (28/3).

Hasil dari pemilu sangat penting bagi pengembang dalam merencanakan bisnisnya.
Program kerja dari presiden baru yang bertujuan untuk menggairahkan perekonomian menjadi pedoman bagi pengusaha profesional dalam berinvestasi.

Achyar memaparkan, pameran yang terdekat yang akan digelar setelah pemilu adalah pameran REI Expo yang akan diselenggarakan pada 24 April hingga 5 Mei mendatang. Banyak pengembang baru yang akan ikut serta.

“Ini yang ikut pameran sudah full house semua. Stan pada terisi dan ada pendatang baru yakni Triniti Properti Group dari Jakarta yang hadir dengan produk baru,” ucapnya.

Triniti mengembangkan low rise apartment di kawasan Pasir Putih dekat dengan kawasan wisata Ocarina.

Low rise apartment ini apartemen yang tidak terlalu tinggi, biasanya tujuh lantai. Sekarang model apartemen seperti itu lagi tren di Jakarta. Mereka percaya bahwa investasi di Batam masih bagus,” tuturnya.

Secara total, REI Expo nanti akan menyediakan 34 stan. Achyar mengatakan 34 stan itu sudah diisi oleh 18 industri properti dan industri pendukung properti. Beberapa peserta lain yang akan mengikuti adalah pengembang baru lainnya seperti Pollux Habibie, Oxley dan lain-lain.

Namun untuk saat ini, Achyar belum bisa menjelaskan berapa target yang ingin diperoleh dalam pameran ini. Pasalnya para peserta belum diberi target oleh kantor pusatnya masing-masing.

REI Expo selalu digelar dua kali setiap tahun. Tahun lalu, REI Expo April 2018, panitia mematok target hingga Rp 70 miliar, namun belum capai target. Pada bulan Oktober, pameran ini kembali digelar. “Oktober 2018 targetnya Rp 65 miliar. Kami bisa mencapai target,” ucapnya.

Di samping REI Expo, ada pameran lain yang digelar oleh pengembang besar PKP yakni Palu Gada di Megamall yang akan berlangsung hingga April mendatang.

Sedangkan Sales & Marketing Manager Oxley Convention City, Gloria Yang, mengatakan pertumbuhan ekonomi di Batam secara signifikan membuat kota ini punya nilai jual yang tinggi. “Makanya saat ini merupakan momen yang tepat untuk membeli hunian di Oxley. Pasalnya sejak peluncuran Desember lalu, belum ada kenaikan harga,” paparnya.

Oxley memang menempati lokasi yang strategis di jantung Kota Batam. Dan hingga saat ini, dari 1193 apartemen yang dijual, sudah laku 60 persen. Untuk semakin merangsang minat pembeli, Oxley juga memberikan promo-promo menarik. (leo)

Anak Kembar pun Diberi Nama Sama dengan Capres – Cawapres

0

BETAPA kaget para tetangga mendapat undangan itu. Memang, di situ tertulis bahwa hajatannya adalah syukuran kelahiran bayi. Tapi, kok yang mengundang Joko Widodo Ma’ruf?

’’Mereka mungkin tidak menyangka bahwa itu nama bayinya, hehehe,’’ kata Suwarno, ayah si bayi.

Anak ketiga pasangan Suwarno dan Heni itu lahir pada 11 Januari lalu di RSUD dr Soehadi Prijonegoro, Sragen, Jawa Tengah. ’’Prediksi saat USG (ultraso­nografi) cewek, tetapi setelah lahir ter­nyata cowok. Karena belum menyiap­kan nama laki-laki, ya sudah, kasih na­ma idola saya, Joko Widodo Ma’ruf,’’ kata warga Desa Banaran, Kecamatan Sam­bungmacan, Kabupaten Sragen, itu.

Nama panggilannya pun sama dengan calon presiden nomor urut 01, Jokowi. Dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ini, Jokowi berpasangan dengan KH Ma’ruf Amin.

Tak butuh waktu lama bagi Joko Widodo Ma’ruf untuk mendapatkan penantang. Sekitar dua bulan berselang, di Bandung Barat, Jawa Barat, persisnya 20 Maret lalu, lahir-lah Muhammad Prabowo-Muhammad Sandiaga.

Bayi kembar identik putra pasangan Dede Wahyudin-Elis Nurlatifah itu hanya terpisah 3 menit. Bowo dulu yang lahir, disusul Sandi.

Sejak istrinya hamil, Dede memang berencana memberi si bayi kelak dengan nama Prabowo Subianto. Itu jika terlahir laki-laki. Ternyata beneran lahir laki-laki. Plus bonus satu bayi laki-laki lagi.

Akhirnya, dipilihlah M. Prabowo dan M. Sandiaga sebagai nama kedua bayi yang lahir di RSUD Cilin, Kabupaten Bandung Barat, tersebut. Prabowo dan Sandiaga adalah nama paslon nomor urut 02 dalam pilpres yang berlang-sung pada 17 April nanti.

’’Saya kagum dengan Pak Prabowo sejak Pemilu 2014. Sejak itu, saya selalu ikuti perkembangannya, termasuk nonton beliau debat di televisi,’’ ungkapnya di rumahnya di Kampung Bojongloa, Desa Pasirpagor, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat.

Tapi, setidaknya sampai 24 Maret lalu, Dede masih sulit mengenal mana yang Bowo, mana yang Sandi. Sebab, keduanya memang seperti pinang tak berbelah. Lha wong kembar identik.

Tidak demikian sang istri. Dari jarak agak jauh pun, dia bisa membedakan mana yang Bowo, mana yang Sandi. Caranya? Dari tingkah polahnya.

’’Bowo itu lebih kuat, lebih aktif. Sedangkan Sandi lebih kalem dan santai,’’ ucap Elis, lantas tertawa.

Apalagi kalau sudah menangis, lebih gampang lagi. ’’Bowo nangisnya lebih kuat,’’ katanya.

Selain itu, menurut Elis, Bowo-Sandi memiliki perbedaan pada raut wajah mereka. Kalau Bowo, wajahnya agak lembut dan lonjong.

’’Sering dibilang manis sama orang-orang. Kalau Sandi, wajahnya kayak cowok banget dan bulat,’’ ungkap anak keenam di antara sembilan bersaudara itu.

Suwarno maupun Dede dan istri masing-masing sama sekali bukan pengurus partai. Apalagi anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf atau Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi.

Suwarno sehari-hari bekerja serabutan. Kalau tidak bertani, ya membuat batu bata. Adapun Dede, dia bekerja serabutan.

PASANGAN Elis-Dede Wahyudin menggendong bayi kembarnya Muhammad Prabowo dan Muhammad Sandiaga, di kediamannya, Bandung Barat, Minggu (24/3). F. HENDRA EKA/JAWA POS

Jadi, kekaguman mereka kepada Jokowi dan Prabowo tak ada maksud ’’politis’’. Pemberian nama anak-anak tersebut murni bentuk rasa hormat mereka kepada sosok-sosok yang dikagumi.

“Mereka (Suwarno dan Heni) sebatas nge-fans. Itu ibunya si bayi teman saya waktu jadi TKW (tenaga kerja wanita, red), baru pulang dua tahun lalu,” kata Sri Wahyuni, salah seorang tetangga.

Di mata Suwarno dan Heni, Jokowi sosok yang cerdas dan sabar. Juga, seorang pemimpin tangguh. ’’Berani menghadapi berbagai masalah bangsa,’’ tegas pria 51 tahun itu.

Begitu pula kekaguman Dede dan Elis kepada Prabowo. ’’Saya suka dengan sosok beliau sebagai pemimpin,’’ kata Dede, 38, yang bersama Elis, 29, sama-sama belum pernah bertemu Prabowo.

Bowo-Sandi bukan anak pertama Dede dan Elis. Sebelumnya, mereka dikaruniai seorang anak perempuan bernama Keysa Ghaida Jihan Izzati yang lahir pada 2011. Namun, Keysa meninggal pada 2015 karena demam.

Yang membuat Dede bingung, bagaimana nama anaknya bisa sampai tersebar luas. Padahal, dia hanya mengabari keluarga mengenai kelahiran Bowo dan Sandi melalui grup WhatsApp.

Dan, sama sekali tak bermaksud mencari sensasi. ’’Saya cuma ingin nama itu bisa jadi doa buat anak-anak saya nanti. Bisa sukses seperti Pak Prabowo dan Pak Sandiaga juga,’’ ungkap.

Demikian pula Suwarno. Dia pun berharap si Jokowi bayi bisa mengikuti jejak Jokowi dewasa. ’’Semoga nanti bisa mengangkat derajat orangtua,’’ harapnya. (*/c5/ttg)

Warga Manfaatkan Pengobatan Gratis di Polsek Batuaji

0

batampos.co.id – Ratusan warga baik anak-anak dan kaum dewasa mendatangi mapolsek Batuaji, pagi ini (Jumat, 29/3). Mereka memanfaatkan kesempatan pengobatan dan sunatan gratis yang dilakukan oleh jajaran Polresta Barelang dalam rangka kegiatan bulan bakti kesehatan.

Pantauan di lapangan, ratusan warga sekitar Batuaji dan Sagulung itu sudah memenuhi halaman polsek sejak pukul 07.00 WIB. Anak-anak mengikuti kehiatan sunatan massal sementara orang dewasa berobat gratis dan juga menyumbangkan darah untuk palang merah Indonesia (PMI).

Sampai pukul 10.00 WIB, masing-masing pelayanan sudah dilalui diatas seratusan peserta. Masyarakat tampak antusias memanfaatkan kesempatan pengobatan dan sunatan masaal gratis tersebut.

Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe mengatakan, baksos layanan kesehatan gratis ini ditangani ratusan tenaga medis termasuk dokter gabungan dari dokter polisi Polda Kepri, puskesmas dan dokter umum lain di kota Batam.

“Target kami sebanyak-banyaknya tanpa batasan. Pokoknya berapapun yang datang akan dilayani semua,” ujarnya.

Baksos ini merupakan bagian dari layanan polisi dalam hal untuk menjamin dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Toko masyarakat, toko agama dan toko-toko pemuda lainnya juga dilibatkan sehingga seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan layanan medis ataupun sunatan bisa terakomodir dengan baik. (eja)