Minggu, 24 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12580

Korban Puting Beliung masih Menumpang di Rumah Tetangga

0
Kondisi rumah korban. | yulianti / batampos

batampos.co.id – Lima keluarga korban angin puting beliung di Kavling Siap Bangun (KSB) Mangsang Indah Kelurahan Mangsang, Kecamatan Seibeduk masih mengungsi di rumah tetangga mereka. Namun demikian, Minggu (11/3) rumah korban tampak mulai di perbaiki. Salah seorang korban, Darminto mengatakan atap yang lepas akibat dihantam angin puting beliung sudah mulai di pasang. Pengerjaan atap rumahnya dikerjakan oleh fasilitator pembangunan rumah di kavling tersebut.

Saat Batam Pos mendatangi lokasi, tampak Darminto tengah sibuk menjemur barang-barangnya yang diguyur hujan. Pasca kejadian itu seluruh barang di rumahnya basah. Mulai dari pakaian, barang elekronik bahkan buku sekolah anaknya.

“Semua basah. Tidak ada yang bisa diselamatkan.” ujar warga Blok B1, nomor 21 ini.

Hingga saat ini, ia dan korban lainnya masih menumpang di rumah tetangga dan sanak familinya. Untuk itu, ia berharap perbaikan atap rumahnya segera selesai agar rumahnya bisa dihuni kembali. Selain itu, para korban juga sangat membutuhkan bantuan berupa sembako, hal ini pun sudah mereka sampaikan kepada Dinas Sosial Kota Batam. Namun Dinsos berjanji akan menyerahkan bantuan sembako paling cepat pada hari ini, Senin (12/3). Dinsos Kota Batam beralasan, penyerahan bantuan sembako terkendala karena hari libur.

“Katanya gudang sembakonya tutup, kami baru dapat bantuan karpet dan selimut saja,” keluhnya.

Kepala Dinas Sosial dan pemberdayaan Masyarakat (Dinsospem) Kota Batam, Hasyimah mengatakan, terlambatnya pemberian bantuan sembako pada korban bencana alam dikarenakan, Dinas Sosial bersama Tagana hingga saat ini masih mendata jumlah korban bencana alam. Dinas sosial tidak mungkin memberikan bantuan tanpa memiliki data yang jelas jumlah korban.

“Kita tidak membagi-bagikan saja. Nanti bisa jadi temuan (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, BPKP),” kata Hasyimah.

Hasyimah juga menyebut, di gudang persediaan bantuan untuk korban bencana alam hanya tersedia selimut, matras, karpet dan, sejenisnya. Untuk sembako, Dinas Sosial harus mengambilnya pada pihak ke tiga atau distributor yang ditunjuk.

“Karena hari Sabtu dan Minggu, pihak ke tiga kita tidak buka,” jelasnya.

Sementara bencana angin puting beliung yang terjadi pada Sabtu (10/3) dini hari, menyebabkan kerusakan dibeberapa rumah warga di Kecamatan Sei Beduk. Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Sosial, 15 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Mangsang dan 38 KK di kelurahan Duriangkang yang menjadi korban.

Hujan deras yang disertai angin itu juga menyebabkan banjir di kelurahan Mangsang. 15 unit rumah terendam dan beberapa pohon juga ikut tumbang. (une)

Juru Parkir Ditusuk Saat Menghadiri Acara Ulang Tahun

0
ilustrasi

batampos.co.id – Seorang warga Baloi Kolam, Egi, 29, yang berprofesi sebagai juru parkir, tewas setelah menjadi korban penusukan di Ruli Baloi Kolam, Kelurahan Seipanas, Kecamatan Batamkota, Minggu (11/3) sekitar pukul 03.00 WIB, dini hari.

Penusukan terhadap Egi berawal ketika ia menghadiri acara ulang tahun anak yang diadakan seorang warga bernama Kristianus Repe, 26, Sabtu (10/3) malam. Dalam pesta itu juga terdapat acara hiburan musik hingga Minggu (11/3) pagi.

Kemudian sekira pukul 03.00 WIB, korban dan pelaku yang dalam kondisi mabuk terlibat cekcok mulut dan beberapa orang terlibat kejar-kejaran hingga berujung pada penusukan terhadap Egi yang tidak jauh dari lokasi acara tersebut.

Mengetahui Egi menjadi korban penusukan, beberapa orang yang berada di lokasi kejadian langsung membawa Egi ke Rumah Sakit Elisabeth, Lubukbaja dengan menggunakan becak motor. Namun, sesampainya di rumah sakit, nyawa Egi sudah tidak tertolong.

Kapolsek Batamkota Kompol Firdaus membenarkan kejadian ini. Dari hasil pemeriksaan beberapa orang saksi di lokasi kejadian, antara korban dan pelaku saling kenal dan minum-minuman keras di lokasi kejadian hingga menyebabkan keduanya dalam kondisi mabuk.

“Antara korban dan pelaku mungkin ada tersinggung dengan perkataan mereka hingga terjadinya adu mulut. Pada malam itu mereka minum-minuman keras,” ujar Firdaus.

Sementara terkait dengan pelaku penusukan itu, sejauh ini jajaran Polsek Batamkota masih melakukan pengejaran dan memeriksa beberapa orang saksi di lokasi kejadian. Sejauh ini, pihaknya belum bisa memastikan siapa pelaku penusukan terhadap Egi.

“Kita pastikan dulu pelakunya dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi. Sementara korban saat ini sudah di rumah sakit Bhayangkara untuk diotopsi,” imbuhnya. (gie)

Bijak dengan Kartu Kredit

0

batampos.co.id – Banyak penyebab hutang kartu menjadi berjibun. Salah satunya yaitu pengetahuan pemanfaatan kartu kredit yang minim.

Mengutip situs cermati.com, ada beberapa tips yang layak dicoba. Untuk menekan kemungkinan terjadinya hutang yang menumpuk.

1. Stop Gunakan Kartu Kredit Untuk Sementara

Tidak mengunakan kartu kredit memang bukan berarti bunga tagihannya akan berhenti. Namun minimal jumlah total tagihan akan lebih kecil dibanding Anda terus menambah hutang. Kalau masih nekad tetap mengunakan kartu kredit, dijamin rencana penyelesaian tunggakan tinggal kenangan.

2. Buat Skala Prioritas yang Mau Dilunasi

Cara ini mempunyai perbedaan dari segi prioritas. Apalagi jika Anda memiliki lebih dari dua kartu kredit yang semuanya menunggak hutang. Mana yang terbaik menjadi pilihan Anda, karena yang paling tahu kondisi keuangan adalah Anda sendiri.

3. Melunasi Kartu Kredit Dengan Bunga Terbesar

Lunasilah tunggakan kartu kredit yang bunganya paling besar terlebih dahulu. Mengapa? Karena bunga tagihan itu bisa membuat kamu makin miskin bila tidak cepat diatasi. Setelah kartu kredit itu lunas, Anda bisa fokus dengan kartu kredit yang tunggakan bunga dan tagihannya lebih kecil.

Mudahnya begini, Anda memiliki dua kartu kredit dengan tagihan yang cukup besar. Budget untuk membayar dua kartu kredit adalah Rp 2 juta setiap bulannya. Tagihan minimum kartu kredit A adalah Rp 500 ribu dengan bunga 4 persen. Sementara tagihan minimum kartu kredit B adalah Rp 400 ribu dengan bunga 3 persen.

Disarankan agar membayar tagihan minimum untuk kedua kartu kredit itu yaitu totalnya Rp 900 ribu. Sementara sisa dari budget yang sudah dialokasikan bisa untuk membayar hutang tunggakan untuk kartu kredit A yang bunganya lebih tinggi. Jadi Anda membayar untuk kartu kredit A yaitu Rp 500 ribu + Rp1,1 juta yaitu totalnya Rp 1,6 juta.

Dengan catatan, meskipun pembayaran tagihan minimum tidak disarankan, tetapi cara ini bisa dilakukan bila Anda benar-benar tidak memiliki uang untuk melunasi semua tagihan.

ilustrasi

4. Melunasi Kartu Kredit dengan Tagihan Hutang Terkecil Terlebih Dahulu

Opsi lain adalah melunasi kartu kredit dengan memprioritaskan tunggakan hutang paling kecil terlebih dahulu. Setelah hutang kartu kredit yang kecil lunas, maka barulah fokus pada hutang kartu kredit yang lebih besar.

5. Gali Lubang Kecil Untuk Tutup Lubang Besar

Cara ini memang agak ganjil, tetapi bisa Anda lakukan bila benar-benar berambisi ingin lepas dari hutang kartu kredit. Anda bisa mencari pinjaman hutang untuk melunasi kartu kredit tersebut. Tetapi perlu diingat kalau pinjaman baru itu harus memiliki bunga yang lebih kecil dari bunga kartu kredit yang ingin dilunasi.

Misalnya bunga kartu kredit A adalah 3 persen, maka pinjaman baru Anda haruslah memiliki bunga di bawah 3 persen, syukur-syukur tidak ada bunga sama sekali. Cara ini terbilang ekstrim tetapi terkadang efektif karena bisa membuat beban hutang berkurang meskipun butuh waktu lama.

6. Jual Aset Atau Pakai Tabungan

Bila Anda memiliki aset atau tabungan, segera lunasi hutang kartu kredit Anda dengan dua hal tadi. Lebih baik tidak punya apa-apa daripada harus berhutang dan membuat tidur tidak nyenyak. Anda tahu, bahwa hutang kartu kredit menerapkan sistem bunga berbunga (compound interest). Sehingga makin cepat diselesaikan, maka kemungkinan hutang membengkak akan semakin kecil.

7. Mencari Pemasukan Tambahan

Hutang kartu kredit yang menumpuk harus disikapi dengan niat untuk membayarnya. Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan mencari pemasukan tambahan untuk membayar hutang tersebut. Aktivitas mencari tambahan pemasukan ini bisa Anda lakukan saat weekend atau malam hari sepulang dari pekerjaan rutin.

8. Negosiasikan Dengan Bank

Solusi ini bisa dilakukan saat Anda tidak memiliki opsi lain. Bernegosiasilah dan mintalah bank melakukan refinance hutang kartu kredit Anda. Salah satu alternatif yaitu dengan cara meminta bank menghentikan penambahan bunga hutang, sehingga jumlah hutang kamu tidak makin membengkak.

9. Cerdaslah Menggunakan Kartu Kredit

Memiliki kartu kredit memang membutuhkan tanggung jawab serta pengetahuan dari pemiliknya. Ini penting untuk mencegah pemilik kartu kredit terjebak hutang. Padahal, bila pemilik bijak menggunakan kartu kredit, banyak hal menguntungkan yang bisa diambil. Termasuk aneka promo dan kemudahan saat berpergian, nonton bioskop, belanja atau makan di restoran.

(mys/JPC)

Kendalikan Inflasi, Kebutuhan Pangan Harus Terpenuhi

0
Pedagang sayuran sedang menyusun dagangannya di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji. | Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepri Gusti Raizal Eka Putera mengatakan tim pengendali inflasi daerah (TPID) menyiapkan sejumlah strategi yang dibutuhkan untuk mengendalikan inflasi di Bulan Maret.

“Pengendalian inflasi Maret difokuskan untuk mitigasi risiko inflasi dengan sejumlah rekomendasi,” kata Gusti, Sabtu (10/3).

Sejumlah rekomendasi tersebut antara lain merealisasikan kerja sama antardaerah untuk pemenuhan kebutuhan pangan, menyiapkan program dan strategi untuk mengantisipasi peningkatan permintaan di Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, penguatan data ketahanan pangan melalui penyusunan neraca pangan provinsi Kepri.

“Tujuannya adalah sebagai dasar pengambilan kebijakan dan media pengawasan,” ucapnya.

Rekomendasi menarik lainnya adalah mulai memanfaatkan bahan bakar gas sebagai substitusi bahan bakar minyak dan bahan bakar khusus. Lalu menyalurkan rastra secara tepat waktu dan membangun gudang untuk menjaga ketahanan pangan lokal.

Rekomendasi-rekomendasi tersebut diperlukan mengingat meskipun inflasi di bulan Maret cenderung stabil, tapi ada sejumlah risiko inflasi yang harus diwaspadai. Risiko-risiko tersebut antara lain tren peningkatan harga migas dunia yang berpotensi mendorong peningkatan harga BBM Non Subsidi, lalu tren kenaikan harga komoditas batubara juga dapat memicu kenaikan tarif dasar listrik.

“Kemudian rencana kenaikan batas bawa tarif angkutan udara dapat memicu inflasi administered price. Selanjutnya adalah potensi pencabutan HET oleh pemerintah yang dapat mendorong peningkatan harga beberapa komoditas seperti beras,” ucapnya.

Untuk bulan Februari lalu, indeks harga konsumen (IHK) Kepri mengalami deflasi sebesar 0,03 persen (mtm) dan lebih rendah dari bulan lalu sebesar 0,88 persen (mtm). Deflasi bulan lalu didorong oleh penurunan harga bayam, kacang panjang, bawang merah, kangkung dan sawi hijau.

Sedangkan Kepala BPS Kepri, Panusunan Siregar mengatakan dari 339 komoditas yang menyusun inflasi kota Batam, 72 komoditas mengalami kenaikan harga dan 52 komoditas mengalami penurunan harga.

Ia kemudian menambahkan, ada 20 komoditi yang BPS soroti untuk dijaga kestabilan harganya.Pada umumnya adalah komiditi hasil pertanian seperti beras, telur ayam ras, daging ayam ras, bayam, kangkung, kacang panjang, cabai rawit, cabai hijau, bawang merah, bawang putih, dan ikan seperti cumi, sotong, belanak.

“Seperti yang saya sampaikan pada rapat TPID lalu, 20 komiditi ini penyumbang inflasi,” tuturnya.

Salah satu penyebab kenaikan komoditi ini ialah suplay tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal ini bisa terjadi karena memang belum ada perhatian serius dari stakeholders untuk mengawal stabilitas harga. Tetapi ada juga kelangkaan barang karena faktor alam seperti gelombang besar yang menjadikan para nelayan tidak berani melaut dan demikian juga kapal pengangkut sembako tidak berani melakukan pelayaran.(leo)

Warga Cendana Bercocok Tanam

0
Santi (kanan) dan Desi warga Perumahan Cendana Batamkota saat memetik sayuran Hydroponik hasil yang ditamannya, Jumat (9/3). Warga RT 02 RW 36 Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota ini, kini sebagian warga khususnya ibu-ibu memanfaatkan pekarangan rumahnya dengan menanam sayuran baik hydropinik juga tanaman organik. Mereka juga selain menanam sayuran juga menanam tanaman obat. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Pengendara Motor Tewas Bersimbah Darah di Barelang

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Nahas dialami seorang pria pengendara sepeda motor Honda Beat di jalan Trans Barelang. Pria yang belum diketahui identitasnya itu tewas bersimbah darah di depan perumahan Cipta Asri, sekitar pukul 09.30 WIB. Dia diduga jadi korban tabrak lari.

Informasi yang didapat di lapangan, tak ada yang tahu persis bagaimana peristiwa nahas itu terjadi sebab tak ada saksi mata yang melihat. Warga sekitar lihat korban sudah tergeletak bersimbah darah di samping sepeda motornya.

“Kami lagi duduk di warung dalam (perumahan Cipta Asri), lihat ke jalan kok banyak orang (pengendara) berhenti. Rupanya ada kecelakaan ini,” ujar Harun, warga Cipta Asri.

Harun dan kawan-kawannya mencoba mencari informasi penyebab kecelakaan maut itu namun tak ada satu wargapun yang mengaku melihat langsung.

“Tak ada yang lihat memang, cuman sebelum orang itu (korban) tergeletak ada rombong mobil Jeep yang lewat ke Barelang. Tak menuduh sih, cuman anehnya tak satupun dari mereka (rombongan konvoi mobil Jeep) yang mau berhenti,” tutur Harun.

Senada di sampaikan Mayer, warga lainnya. Sebelum jenazah pria naas itu ditemukan tak ada suara atau bunyi tabrakan yang didengar warga sekitar. Namun disaat bersamaan atau sebelum jenazah pria nahas itu ditemukan memang terlihat ada konvoi rombongan mobil Jeep ke arah Barelang.

“Itu saja yang saya tahu. Apakah dia jatuh sendiri atau ditabrak (lari) tak ada yang lihat pasti,” ujar Mayer.

Berdasarkan pengamatan warga di lokasi kejadian, kematian pria naas itu kemungkinan kuat karena korban tabrak lari. Itu karena sepeda motor korban juga rusak berat seperti ada benturan dari arah depan. “Helmnya sampai pecah gitu dan kepalanya bocor bagian belakang. Kalau jatuh saja mungkin tak separah itu,” ujar Hendro, warga lainnya.

Meskipun sempat bingung dengan kejadian itu, warga setempat langsung berinisiatif membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji. Namun sayang usaha pertolongan warga itu sia-sia sebab korban sudah meninggal dunia di loksi kejadian.

“Sampai di sini sekitar pukul 10.00 WIB dan sudah meninggal,” ujar Sugini, petugas di kamar Jenazah RSUD.

Sampai sore kemarin, jenazah korban masih disemayamkan di kamar jenazah RSUD, sebab belum ada keluarga yang datang ke sana. “Identitasnyapun tak ada makanya tak bisa kami cari keluarganya,” tutur Sugini.

Saat berada di kamar Jenazah, korban masih mengenakan celana panjang traning dan baju kaos. Dimulutnya masih tertutup masker penutup mulut. Kepala bagian belakangnya robek dan banyak mengeluarkan darah. (eja)

Yusri Tewas Diterkam Macan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Yusri, seorang warga Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau tewas diterkam Harimau Sumatera, Sabtu (10/3) petang di Kabupaten Indra Giri Hilir.

Korban tewas dengan luka di leher bagian belakang yang diduga bekas terkaman harimau.

Kapolres Inhil AKBP Cristian Rony Putra melalui Kapolsek Pelangiran Iptu M Rafi mengatakan, kejadian bermula korban Yusri bersama ketiga rekannya Rusli, 41; Indra, 26 dan Syahran, 41; tengah bekerja di RT 038 Simpang Kanan, Dusun Sinar Danau, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran pada hari Sabtu sekitar pukul 16.30 WIB.

“Korban saat itu bersama rekannya sedang membuat bangunan untuk sarang burung walet,” ungkap Kapolsek Pelangiran Iptu M Rafi saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (11/3) pagi.

Iptu M Rafi menjelaskan, saat korban dan rekannya sedang membuat bangunan tersebut, tiba-tiba mereka melihat seekor harimau Sumatera berada di bawah bangunan yang sedang mereka kerjakan. Lantas saja hal itu membuat korban dan ketiga rekannya kaget.

Mereka hanya dapat berdiam diri di bangunan tersebut berharap agar satwa yang kerap dipanggil Datuk itu pergi. Tak lama kemudian sekitar pukul 18.25 WIB, keempatnya tidak lagi melihat satwa yang dilindungi itu. Mereka pun merasa Datuk telah pergi.

Kemudian keempatnya pun turun dari bangunan tersebut. Akan tetapi, baru sekitar 250 meter berjalan tiba-tiba si Datuk kembali muncul di hadapan Yusri dan rekan-rekannya. Sontak hal itu membuat mereka terkejut dan ketakutan.

“Karena ketakutan, akhirnya mereka pun berlari berhamburan. Agar tak kehilangan rekanya, mereka berlari sambil saling memanggil satu sama lain,” jelasnya.

Namun, saat nama korban dipanggil, tidak ada sautan sama sekali. Setelah ketiga rekan korban berkumpul, korban tak kunjung muncul. Akhirnya, ketiganya meminta pertolongan dari warga Dusun Sinar Danau Desa Tanjung Simpang. Ketiganya pun dievakuasi oleh warga dengan menggunakan perahu kecil.

“Jarak lokasi antara mereka dengan pemukiman itu jauh. Ada sekitar 20 kilometer,” tutur Iptu M Rafi.

Kemudian, bersama dengan warga mereka pun berusaha mencari korban. Setelah sekitar setengah jam mencari, tepatnya sekitar pukul 19.30 WIB korban berhasil ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Korban Yusri ditemukan di tanaman kumpai (tanaman sejenis rumput yang terdapat diatas sungai).

“Korban meninggal dunia dan pada bagian tengkuk sebelah kanannya ada luka bekas gigitan. Diduga akibat terkaman harimau,” jelas Kapolsek Pelangiran itu.

Selanjutnya, personel Polsek Pelangiran bersama dengan Tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan olah TKP dan membawa korban ke Klinik KPP Pulai PT THIP untuk dilakukan Visum.

“Selanjutnya jenazah korban dibawa ke Desa Pulau Muda untuk diserahkan kepada pihak keluarga guna disemayamkan,” tukasnya.

Untuk diketahui, peristiwa ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, hal serupa sudah pernah terjadi. Dimana korbannya adalah salah seorang karyawati buruh harian lepas PT THIP bernama Jumiati, 33.

Jumiati juga diketahui tewas akibat terkaman Harimau Sumatera saat sedang bekerja di KCB 76 Blok 10 Afdeling IV Eboni State, Kecamatan Pelangiran, Inhil, pada Rabu (3/1) lalu.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh tim penyelamat harimau yang terdiri dari BKSDA Riau, anggota TNI, Polres Inhil, Polsek Pelangiran, WWF, dan lainnya untuk meredam konflik antara hewan dan manusia.

Upaya yang dilakukan yakni seperti memasang kamera trap dan perangkap yang diisi dengan kambing jantan hitam dan babi. Selain itu, juga pernah diturunkan pawang harimau asal Aceh. Bahkan, baru-baru ini, BBKSDA Riau menerjunkan tim bius ke lokasi sebagai langkah terakhir. Namun, upaya tersebut belum menyelesaikan konflik hewan dan manusia yang terjadi.

(ica/JPC)

Tingkat Hunian Hotel di Batam Anjlok

0

ilustrasi

batampos.co.id – Ketidakstabilan dunia usaha di Batam berimbas pada tingkat hunian perhotelan di Batam. Karena banyak penghuni hotel datang dari tenaga kerja industri.

“40 persen hunian kamar hotel bergantung kepada orang yang selalu menginap lama atau long stayer dari perusahaan manufaktur,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Perhimpunan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batam, Muhammad Mansyur belum lama ini.

Mansur mengatakan industri hotel di Batam sangat bergantung dari industri manufaktur dan konstruksi. Alasanya sederhana karena perusahaan industri sering menginapkan karyawan luar kota atau luar negeri di hotel yang ada di Batam dalam waktu yang lama. Dan umumnya mereka bisa memesan 10 hingga 15 kamar hotel untuk tempat karyawannya menginap dengan jangka waktu bulanan hingga satu tahun.

“Tahun 2017 adalah saat terburuk dari industri perhotelan di Batam, karena tingkat hunian turun hingga ke angka 55 persen saja,” paparnya.

Karena banyak perusahaan besar tutup hingga memindahkan bisnisnya ke tempat lain maka dunia perhotelan terkena dampaknya.

“Bahkan untuk menghemat biaya, ada yang memakai opsi lain yakni memindahkan penginapan karyawannya dari hotel ke rumah sewa yang harganya lebih murah,” ungkapnya.

Untuk bisa bertahan hidup, banyak hotel menerapkan strategi baru untuk menarik minat pengunjung. Salah satunya adalah memberikan diskon besar-besaran atau banting harga. “Akibatnya tingkat hunian hotel tidak merata. Karena tamu pastinya memilih hotel yang tarifnya lebih murah,” ungkapnya.

Menurut dia, peran pemerintah untuk menetapkan regulasi yang berpihak pada pemerataan tingkat hunian hotel sangat dibutuhkan. Salah satunya dengan menjalin kemitraan ketika Pemerintah menggelar kegiatan MICE di Batam.

“Untuk even-even skala besar melalui pintu PHRI. Nanti PHRI yang mengatur akomodasi untuk kegiatan tersebut. Jadi tak door to door lagi. Karena seluruh hotel yang ada di Batam ini berada dalam naungan PHRI,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Febrialin mengatakan Batam tidak bisa terlalu banyak berharap dari sektor pariwisata untuk mendongkrak ekonomi. Alasannya adalah karena tingkat kontribusi yang rendah terhadap PDRB.

Dari data yang dipaparkan Febrialin, manufaktur masih memberikan kontribusi terbesar, yakni 55,46 persen. Diikuti sektor konstruksi 19,47 persen. Perdagangan besar dan eceran sekitar 6,24 persen. Transportasi dan pergudangan 3,58 persen, jasa keuangan dan asuransi sekitar 3,5 persen.

Sementara sektor akomodasi dan makanan, termasuk pariwisata menduduki peringkat 6 dalam struktur PDRB Kota Batam. Sekitar 2,34 persen.

“Karena kontriusinya bear terhadap PDRB, maka ketika sektor ini jatuh dampaknya juga lebih terasa ke semua sektor,” jelasnya.

Febrialin mengatakan, pihaknya tengah berupaya menaikan peran sektor pariwisata terhadap PDRB Kota Batam. Targetnya sektor ini bisa menduduki peringkat 3 hingga 4 dalam kontribusinya terhadap PDRB dalam dua tahun kedepan.

“Pariwista adalah sektor paling sustainable untuk didorong perannya terhadap PDRB,” kata dia.(leo)

Polisi Temukan 27 Potongan Tangan dalam Sebuah Tas

0
Sebanyak 27 potongan tangan ditemukan di sebuah tas (Siberian Times)

batampos.co.id – Polisi melakukan investigasi dan menemukan satu buah tas yang berisi 27 pasang potongan tangan di dalamnya.

Kisah ini bermula saat warga Khabarovsk, Rusia dikejutkan dengan adanya penemuan 27 pasang potongan tangan manusia di dalam sebuah tas pada Kamis, (8/3). Awalnya seorang warga menemukan satu potong tanan yang berada di tepian sungai lokasinya memancing.

Seperti dilansir Siberian Times, sampai saat ini belum jelas motif dan laporan detil mengenai potongan tangan tersebut. Baru ada satu tangan yang dipastikan memiliki sidik jari, sisanya masih dalam penyelidikan.

Media lokal mengabarkan, sampai saat ini ditemukan plastik dan plester di dekat tas tersebut. Barang-barang itu seperti alat dari rumah sakit.

Banyak warga yang berspekulasi bahwa potongan tangan tersebut adalah hukuman dari perbuatan si korban yang berbuat jahat.

Ada juga yang khawatir bahwa potongan tangan tersebut diambul dari orang-orang korban penjualan organ. Tangan tersebut dipotong untuk menghilangkan jejak profil si korban.

Sampai saat ini baik kepolisian dan pemerintah belum memberikan keterangan detil.

(iml/JPC)

Puting Beliung dan Banjir Lumpur Terjang Puluhan Rumah

0
Salah satu umah warga atas nama Darmito di Kaveling mangsang Indah Blok B1 nomor 21, Seibeduk rusak atapnya yang diterjang angin, Sabtu (10/3). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Hujan deras disertai angin kencang hingga puting beliung melanda Batam Sabtu (10/3) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Akibatnya puluhan rumah warga di tiga Kelurahan, Kecamatan Seibeduk rusak dan 154 lainnya terkena banjir lumpur.

Sekretaris Camat Seibeduk, Gufron mengatakan bencana alam terjadi disaat warga tengah beristirahat. Hujan yang awalnya gerimis tiba-tiba turun deras disertai angin kencang. Tak pelak, puluhan atap rumah warga terangkat dan terbongkar yang diduga akibat angin puting beliung.

“Ada puluhan rumah warga yang atap rumahnya terangkat akibat puting beliung di Kelurahan Mangsang dan Duriangkang,” kata Gufron.

Tak hanya dilanda puting beliung, 154 warga di Mangsa Permai juga terkena banjir lumpur. Banjir lumpur setinggi paha orang dewasa itu diduga imbas dari normalisasi parit yang tak jauh dari perumahaan. Akibatnya, banyak peralatan rumah tangga warga yang terkena banjir dan rusak.

“Banjir akibat normalisasi parit dan sifatnya hanya lewat. Namun banyak peralatan rumah warga yang basah,” jelas Gufron.

Sementara di Kelurahan Tanjungpiayu, satu rumah milik Sukari di Kampung Setengar habis terbakar. Kebaran diduga terjadi akibat sambaran petir dan angin kencang. Kerugian materi akibat kebarakan tersebut sekitar Rp 300 juta

“Dugaan akibat arus pendek karena angin kencang dan hujan deras,” imbuh Gusfron.

Menurut Gufron, pihaknya masih mendata berapa rumah warga lainnya yang terkena dampak bencana alam tersebut. Sementara itu, Dinas Sosial juga telah menyalurkan bantuan berupa sembako, selimut dan matras untuk para korban.

“Total korban yang terkena dampak bencana alam 254 orang. Namun Alhamdulillah tak ada korban jiwa. Bantuan sementara juga telah disalurkan melalui Dinsos,” ujar Gufron.

Sementara, Humas Pemko Batam Yudi Atmaja mengatakan informasi bencana alam telah diterima. Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad pun telah mengunjungi para korban. Kepada korban, Amsakar menyampaikan rasa duka citanya atas musibah tersebut. (she)