Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo saat memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (1/9/2025). ANTARA/Rio Feisal
batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mencari solusi terkait satu unit mobil Mercedes-Benz 280 SL yang disita dari mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Mobil tersebut diketahui belum lunas pembeliannya.
“Supaya tidak ada kendala jika dilakukan lelang, penyidik masih mendalami kedudukan barang bukti tersebut untuk optimalisasi pemulihan kerugian negara,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Jakarta, Jumat (5/9/2025).
Budi menambahkan, bila keluarga pemilik sebelumnya—yakni Presiden ke-3 RI B.J. Habibie—ingin memiliki kembali kendaraan itu, mereka tetap harus mengikuti mekanisme lelang KPK.
“Saat ini mobil tersebut masih berstatus sitaan. Jika diputuskan hakim untuk dirampas negara, barulah dapat dilelang atau dikonversi menjadi rupiah untuk masuk ke keuangan negara,” jelasnya.
Mobil itu terkait perkara dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) periode 2021–2023, dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp222 miliar.
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima tersangka pada 13 Maret 2025, yakni Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan sekaligus PPK Widi Hartoto, serta tiga pengendali agensi iklan: Ikin Asikin Dulmanan, Suhendrik, dan Sophan Jaya Kusuma.
Sebelumnya, pada 10 Maret 2025, KPK menggeledah rumah Ridwan Kamil dan menyita sejumlah barang, termasuk sepeda motor dan mobil. Hingga Jumat (5/9), atau 179 hari setelah penggeledahan, KPK belum memanggil Ridwan Kamil terkait kasus tersebut.
Gilang Febriyangga, Ifan Herianto, Putra Anggara dan Lia Yespiana saat sidang di Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos
batampos – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam menjatuhkan vonis berbeda kepada empat terdakwa perkara narkotika, Kamis (4/9). Mereka terbukti bersalah menjadi perantara peredaran ekstasi yang dipasarkan di sejumlah tempat hiburan malam di Batam.
Ketua Majelis Hakim Yuanne, didampingi hakim anggota Watimena dan Rinaldi, menegaskan perbuatan terdakwa melanggar Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Perbuatan para terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika dan meresahkan masyarakat,” kata Yuanne saat membacakan putusan.
Dalam amar putusan, terdakwa Gilang Febriyangga divonis paling berat, yakni 8 tahun penjara dan denda Rp5 miliar subsider empat bulan kurungan. Ifan Herianto Pohan alias Ifan dijatuhi 7 tahun penjara dan denda Rp4,3 miliar subsider tiga bulan kurungan. Putra Anggara mendapat hukuman 7 tahun penjara dengan denda Rp2 miliar subsider tiga bulan. Sementara Lia Yespiana alias Lia divonis 5 tahun penjara serta denda Rp4,375 miliar subsider tiga bulan kurungan.
Hakim menyebut, hal yang meringankan adalah para terdakwa mengakui perbuatannya dan berjanji tidak mengulanginya. “Hukuman ini sudah pantas. Ke depan harus lebih berhati-hati,” tegas Yuanne.
Kasus ini bermula dari operasi Ditresnarkoba Polda Kepri pada 13 Februari 2025. Polisi menggerebek Diskotek Planet, Batuampar, dan menangkap Lia serta Ifan di lorong VIP dengan barang bukti 10 butir ekstasi yang disembunyikan di pakaian dalam Lia.
Pengembangan berlanjut ke Gilang, karyawan hotel di kawasan Penuin. Ia ditangkap dengan barang bukti 20 butir ekstasi. Dari hasil interogasi, Gilang mengaku mendapatkan barang itu dari Putra Anggara dengan harga Rp260 ribu per butir. Total barang bukti yang diamankan mencapai 30 butir ekstasi setara 3,60 gram MDMA.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arfian dan Aditya Syaummil menegaskan para terdakwa merupakan jaringan perantara, bukan sekadar pengguna. “Chat log antar terdakwa menunjukkan adanya permufakatan untuk mengedarkan,” ujar Aditya di persidangan.
Dalam dakwaan, jaksa juga mengungkap keberadaan pemasok bernama Arya Anjaya yang hingga kini buron. Arya disebut sebagai penghubung ekstasi dari luar Batam yang kemudian diedarkan ke sejumlah tempat hiburan malam. (*)
Kondisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban terpantau ramai lancar, Jumat (5/9). F. Sukma untuk Batam Pos.
batampos – Keberangkatan kapal roll on-roll off (RoRo) dari Pelabuhan ASDP Tanjunguban menuju Pelabuhan ASDP Telagapunggur, Batam, sempat tertunda akibat cuaca buruk, Jumat (5/9) siang.
“Delay satu jam akibat cuaca buruk,” ujar Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Sukma Nugraha, saat dikonfirmasi.
Menurutnya, kapal RoRo KMP Persada Nusantara yang mengangkut penumpang dan kendaraan terlambat masuk ke Pelabuhan ASDP Tanjunguban karena angin kencang di perairan.
“Kapal lambat masuk karena angin kuat,” katanya.
Kondisi serupa juga terjadi di Pelabuhan ASDP Telagapunggur, Batam. Namun saat ini, cuaca di sekitar Tanjunguban sudah berangsur membaik sehingga operasional kapal kembali normal.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan selama libur panjang akhir pekan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, ASDP menyiapkan lima kapal yang melayani rute Tanjunguban – Batam.
“Armada yang dioperasikan yaitu KMP Senangin, KMP Teluk Singkil, KMP Tanjung Burang, KMP Mulia Nusantara, dan KMP Persada Nusantara,” jelas Sukma. (*)
batampos – Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius di Kota Batam. Hingga 1 September 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam mencatat 499 kasus tersebar di 12 kecamatan.
Kepala Dinkes Batam, Didi Kurmarjadi, menyebut tren DBD di Batam berfluktuasi dari tahun ke tahun. Pada 2018 tercatat 639 kasus, lalu meningkat berturut-turut menjadi 728 kasus (2019), 783 kasus (2020), dan 710 kasus (2021). Kasus melonjak pada 2022 dengan 902 penderita, turun drastis menjadi 392 kasus pada 2023, namun kembali naik signifikan menjadi 871 kasus pada 2024.
“Pada 2025 sampai dengan 1 September sebanyak 499 kasus,” kata Didi, Rabu (3/9).
Sepanjang tahun ini, kasus DBD naik turun setiap bulan. Januari mencatat 75 kasus, Februari 51 kasus, Maret 33 kasus, April 32 kasus, Mei 45 kasus, Juni 66 kasus, Juli 112 kasus, dan Agustus 85 kasus. “Puncak kasus terjadi pada Juli dengan 112 penderita, sedangkan terendah April dengan 32 kasus,” jelas Didi.
Kematian akibat DBD juga masih ditemukan. Sejak 2018, jumlah korban meninggal tercatat 8 orang (2018), 1 orang (2019), 4 orang (2020), 4 orang (2021), 8 orang (2022), 3 orang (2023), 14 orang (2024), dan 2 orang sepanjang 2025.
Lima kecamatan dengan kasus tertinggi tahun ini adalah Sagulung (90 kasus), Batam Kota (82 kasus), Sekupang (70 kasus), Batu Aji (68 kasus), dan Bengkong (64 kasus). Adapun kasus terendah ditemukan di Belakang Padang (2 kasus), Bulang (3 kasus), dan Galang (8 kasus).
Didi menekankan pentingnya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui 3M Plus: menguras, menutup, mengubur, dan mencegah gigitan nyamuk. “Fogging bukan solusi utama. Yang paling penting adalah mencegah perkembangbiakan nyamuk dengan menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Pemerintah Kota Batam juga sudah mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota Nomor 11 Tahun 2025 tentang Kewaspadaan Dini Peningkatan DBD. Program *Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik* (G1R1J) digencarkan untuk memantau jentik nyamuk di rumah warga, sementara *Gerakan Serentak* (Gertak) mendorong gotong royong membersihkan lingkungan secara rutin.
“Kalau kasus meningkat, goro sebaiknya seminggu sekali. Karena jentik butuh 9–10 hari jadi nyamuk dewasa, jadi harus diputus siklusnya,” ujar Kepala Bidang P2P Dinkes Batam, Meldasari.
Sebagai respons cepat, Dinkes meluncurkan sistem *Gerakan Respon DBD Aktif* (Garda). Melalui tautan khusus ([https://bit.ly/Laporan_GARDA_DinKesBatam](https://bit.ly/Laporan_GARDA_DinKesBatam)), laporan kasus bisa langsung diterima dari RT/RW maupun kader puskesmas.
Masyarakat diminta segera waspada jika muncul gejala demam tinggi mendadak, nyeri sendi, dan bintik merah pada kulit. “Kami berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya DBD dan bersama-sama melakukan upaya pencegahan. Jangan menunggu sampai kasus semakin meningkat,” tegas Didi. (*)
batampos – Libur panjang atau long weekend selalu jadi momen yang dinantikan banyak orang. Tak hanya untuk istirahat, long weekend juga sering dimanfaatkan untuk liburan bersama keluarga maupun sahabat.
Agar libur terasa lebih berkesan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Dengan perencanaan yang tepat, long weekend tak lagi membingungkan dan justru bisa menciptakan pengalaman tak terlupakan.
Berikut 6 tips menikmati long weekend, dikutip dari Omni Hotels & Resorts:
1. Pilih destinasi dekat dan strategis
Manfaatkan tujuan yang tidak terlalu jauh agar waktu liburan lebih maksimal. Destinasi lokal seperti wisata alam sekitar atau negara tetangga bisa jadi pilihan praktis.
2. Manfaatkan promo
Pesan tiket transportasi dan penginapan lebih awal. Susun jadwal aktivitas secara efisien supaya liburan tetap nyaman tanpa mengganggu prioritas.
3. Atur rutinitas
Hindari aktivitas rumah tangga yang terasa seperti pekerjaan. Fokuslah pada momen istirahat, menikmati makanan, dan relaksasi.
4. Lepaskan mode kerja
Jangan bawa urusan kantor ke suasana liburan. Lakukan meditasi singkat atau pernapasan agar pikiran lebih tenang.
5. Jaga pola tidur
Tidur teratur agar tubuh tetap segar. Hindari gadget sebelum tidur dan ciptakan suasana kamar yang nyaman.
6. Jaga kesehatan
Bawa air minum, camilan sehat, serta pilih aktivitas sesuai kemampuan tubuh agar tetap bertenaga sepanjang liburan.
Dengan tips tersebut, long weekend bisa jadi waktu berharga untuk melepas penat sekaligus mempererat hubungan dengan orang-orang terdekat. (*)
Ilustrasi. Warga Batam saat akan menaiki KM Kelud. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos
batampos – Pelayaran Kapal Motor (KM) Kelud milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI terhenti mulai 11 September 2025. Kapal penumpang yang melayani rute Batam–Belawan dan Batam–Jakarta itu masuk agenda docking tahunan dan baru akan kembali berlayar pada 1 Oktober 2025 mendatang.
Selama hampir tiga pekan masa docking, PELNI tidak menyiapkan kapal pengganti. Kondisi ini membuat warga yang biasa mengandalkan KM Kelud harus mencari jalur transportasi lain, baik laut maupun udara.
Sejumlah penumpang memilih jalur laut dengan menyeberang menggunakan kapal feri ke Buton, lalu melanjutkan perjalanan darat menuju Sumatera Utara. Meski lebih lama, cara ini dinilai lebih ramah di kantong dibandingkan membeli tiket pesawat.
Andre, warga Batam yang rutin bepergian ke Medan, mengaku terpaksa menempuh opsi tersebut. “Kalau ada kapal pengganti lebih baik. Karena kalau harus naik pesawat biayanya jauh lebih besar, apalagi kami biasanya bawa barang. Jadi terasa berat,” ujarnya, Jumat (5/9).
Hal serupa dirasakan Fitri, pengguna setia KM Kelud lainnya. Ia bahkan harus menunda perjalanan karena tak ada moda laut yang sebanding dengan layanan KM Kelud. “Selama kapal tidak jalan, kami terpaksa tunda perjalanan. Harapannya nanti PELNI bisa siapkan alternatif, supaya mobilitas masyarakat tidak terganggu,” ucapnya.
Kepala Cabang PT PELNI Batam, Edwin Kurniansyah, menegaskan docking merupakan agenda rutin tahunan yang wajib dilakukan untuk menjamin kelayakan dan keamanan kapal. “Mulai 1 Oktober 2025, KM Kelud sudah selesai docking dan kembali normal melayani masyarakat,” katanya.
Absennya KM Kelud sejak 11 September dirasakan cukup berat oleh masyarakat, terutama bagi yang rutin bepergian di rute Batam–Belawan. Banyak penumpang akhirnya menunda keberangkatan atau harus merogoh kocek lebih dalam untuk biaya transportasi lain. (*)
Pendiri Microsoft, Bill Gates (Dok. The Financial Express)
batampos – Apakah karier yang Anda geluti sekarang siap menghadapi revolusi AI? Mengingat saat ini, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terus merombak segala lini industri dengan kecepatan luar biasa, ketakutan akan tergantikan oleh mesin terasa lebih nyata daripada sebelumnya.
Namun, masih ada harapan: bidang-bidang tertentu tetap kuat karena mengandalkan keterampilan unik manusia yang tidak dapat ditiru oleh AI.
Mengutip laporan Le Ravi, Pelopor teknologi sekaligus pendiri Microsoft, Bill Gates baru-baru ini berbagi pemikirannya tentang tiga jalur karier yang diyakini para ahli akan tetap aman dari badai otomatisasi AI.
Baik Anda seorang mahasiswa yang sedang memilih jurusan atau seorang profesional yang sedang mempertimbangkan jalur karier di masa depan, wawasan ini dapat membantu Anda tetap unggul di era otomatisasi.
Jalur Karier di Bidang Biologi: Sangat Bergantung pada Intuisi Manusia
Dalam sebuah program late night show yang populer di awal tahun 2025, Bill Gates membahas tentang semakin besarnya peran AI dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi, menekankan, bahwa biologi adalah salah satu bidang di mana keterlibatan manusia akan selalu penting.
Meskipun AI dapat menganalisis kumpulan big data dengan cepat, ia tidak memiliki naluri dan kreativitas bernuansa yang dibawa para ahli biologi untuk mencapai terobosan ilmiah.
Gates menekankan, betapa pentingnya manusia menciptakan hipotesis dan mengeksplorasi ide-ide yang tidak dapat sepenuhnya dipahami atau diinisiasi oleh mesin.
“Hal tersebut merenungkan pengalaman saya sendiri di laboratorium biologi perguruan tinggi, saya ingat saat-saat ketika mengikuti buku teks saja tidak cukup,” jelas Gates.
Lanjut dia, dibutuhkan pemahaman mendalam tentang masalah, eksperimen, dan memercayai insting untuk sampai pada penemuan-penemuan yang sebelumnya tidak jelas. Sentuhan manusia itu tidak dapat ditiru oleh algoritma AI mana pun.
Jalur Karier Bidang Pengembangan Perangkat Lunak: Sangat Membutuhkan Visi Kreatif Manusia
Pengembangan perangkat lunak merupakan bidang di mana AI tentu saja memberikan bantuan, tetapi tidak akan pernah sepenuhnya menggantikan manusia.
Tentu, mesin dapat men-debug kode lebih cepat daripada kita, tetapi yang kurang dari mereka adalah percikan kreativitas dan pandangan jauh ke depan yang strategis yang dibawa oleh para programmer berpengalaman ke dalam sebuah proyek.
“Dari pengalaman pribadi berkecimpung di dunia pemrograman, saya pernah mengalami “momen aha” yang muncul dari berpikir out of the box atau menggabungkan ide-ide dengan cara yang tak terduga,” terangnya.
Gates menunjukkan, bahwa peran AI adalah untuk mendukung para programmer, tetapi inovasi sejati membutuhkan arahan manusia untuk beradaptasi dan berkembang di lingkungan yang tak terduga.
Jalur Karier di Bidang Energi: Sangat Membutuhkan Pengalaman dan Penilaian
Area ketiga yang disebutkan Gates adalah sektor energi, yang menangani keputusan berisiko tinggi seperti mengelola jaringan listrik, mengoperasikan fasilitas nuklir, dan mengadopsi teknologi dari energi baru terbarukan (EBT).
AI dapat memproses banyak data dan pola prakiraan, tetapi menavigasi lanskap manajemen energi yang kompleks dan terus berubah membutuhkan profesional berpengalaman yang dapat mempertimbangkan risiko dan membuat keputusan strategis.
Gates menjelaskan, bahwa meskipun AI meningkatkan analisis data, AI tidak dapat sepenuhnya memahami konsekuensi dari setiap keputusan. Pekerjaan ini menuntut keahlian manusia untuk menjaga keselamatan dan menjaga stabilitas sistem.
“Saya ingat menonton film dokumenter tentang bagaimana manajer energi bermitra dengan teknologi AI untuk mencegah kelebihan beban jaringan yang mengancam, sebuah contoh sempurna tentang manusia dan mesin yang bekerja sama,” imbuhnya.
Makna dari Tiga Jalur Karier di Masa Depan
Pelajarannya jelas: betapa pun canggihnya AI, kualitas manusia seperti kreativitas, intuisi, dan pemikiran strategis akan tetap tak tergantikan. Ketiga jalur karier ini merupakan perwujudan bidang-bidang di mana manusia berada di atas angin.
Jika Anda sedang mempertimbangkan karier atau ingin membuat perubahan, pikirkan bagaimana peran-peran ini dapat sesuai dengan kekuatan maupun keahlian Anda.
Lebih dari sekadar keamanan kerja, peran-peran ini menawarkan peluang untuk berinovasi, memimpin, dan beradaptasi dengan cara yang tidak dapat dilakukan mesin.
Pernahkah Anda mengalami momen ketika naluri atau kreativitas Anda mengungguli teknologi? Bagaimana Anda melihat diri Anda menavigasi perpaduan keterampilan manusia dan AI dalam karier Anda?
Petugas hendak memasukkan ular ke dalam kain yang disiapkan setelah ditangkap memangsa ayam di Jalan Martosari, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara pada Jumat (5/9). F. Samsoel untuk Batam Pos.
batampos – Seekor ular piton sepanjang 3 meter ditangkap petugas pemadam kebakaran di Jalan Martosari, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Jumat (5/9). Ular tersebut kekenyangan setelah memangsa seekor ayam milik warga.
Pemilik ayam, Suhartoyo (53), awalnya terbangun sekitar pukul 03.00 WIB karena mendengar suara berisik dari kandang. Namun, ia hanya mengintip dari jendela tanpa mengecek langsung.
“Paginya saat mau kasih makan, ternyata sudah ada ular besar di kandang. Ularnya kelihatan lemas karena habis memangsa satu ayam,” kata Suhartoyo.
Karena ukurannya yang cukup besar, Suhartoyo memilih tidak menangkap sendiri dan melapor ke Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Tanjunguban.
Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, mengatakan laporan masuk sekitar pukul 06.39 WIB. Petugas kemudian menuju lokasi dan langsung mengamankan ular dari kandang ayam.
“Ular tidak melawan, kemungkinan karena kekenyangan setelah memangsa ayam. Panjangnya sekitar 3 meter,” ujar Panyodi.
Setelah berhasil ditangkap, ular piton tersebut dibawa ke kantor Damkar Tanjunguban untuk sementara, sebelum nantinya dilepaskan kembali ke habitat aslinya. (*)
Ilustrasi. Warga Batam saat mengunjungi Pulau Belakang Padang untuk merayakan hari kemerdekaan RI.
batampos – Aktivitas di Pelabuhan Pancung Sekupang tetap ramai meski hujan mengguyur Batam dalam beberapa hari terakhir. Transportasi laut menuju Belakang Padang berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Kapal pompong yang melayani rute Sekupang–Belakang Padang beroperasi normal. Meski angin kerap menyertai hujan, penambang memastikan pelayaran tetap aman.
Salah seorang warga Belakang Padang, Iwan, mengaku sudah terbiasa dengan kondisi tersebut. “Ini sudah sering terjadi. Kami tetap naik kapal seperti biasa. Apalagi setiap kapal sudah dilengkapi life jacket sesuai kapasitas penumpang, jadi tidak terlalu khawatir,” katanya, Jumat (5/9).
Namun tidak semua penumpang memiliki keberanian yang sama. Yuli, warga Batam yang hendak menyeberang ke Belakang Padang, mengaku lebih memilih menunda perjalanan saat cuaca ekstrem. “Kalau hujan lebat disertai angin kencang, biasanya saya tunggu dulu. Tak berani naik pompong kalau kondisinya parah,” ujarnya.
Para penambang kapal pancung pun selalu mengingatkan penumpang agar mengutamakan keselamatan. Mereka menegaskan tidak akan memaksakan perjalanan jika cuaca memburuk. “Alhamdulillah sejauh ini gak ada masalah. Memang beberapa hari ini hujan dan angin kerap melanda Batam, tapi itu tak mengganggu aktivitas pelabuhan,” kata Ali, salah seorang penambang.
Dika, penambang lainnya, menyebut selalu memantau cuaca sebelum berangkat. “Kalau hujan lebat disertai badai, kami lebih memilih menunda keberangkatan sementara waktu,” jelasnya.
Rute Sekupang–Belakang Padang merupakan jalur vital bagi masyarakat pulau sekitar Batam. Meski musim penghujan sering menghadirkan tantangan, aktivitas pelayaran di pelabuhan ini tetap berjalan lancar berkat kewaspadaan para operator kapal. (*)
Ilustrasi. Suasana di Bandara Internasional Hang Nadim. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos – Bandara Internasional Hang Nadim mencatat peningkatan jumlah penumpang pesawat pada Juli 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam menunjukkan, total penumpang domestik maupun internasional pada periode tersebut naik dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto, menjelaskan bahwa kontribusi terbesar berasal dari penumpang domestik. “Naiknya penumpang domestik memberikan kontribusi paling besar terhadap kenaikan total penumpang pesawat di Batam pada Juli 2025,” ujar Eko, Jumat (5/9).
Berdasarkan catatan BPS, jumlah penumpang domestik yang datang ke Batam pada Juli 2025 mencapai 172.553 orang, naik 6,21 persen dibandingkan Juni. Meski begitu, angka ini turun 10,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 193.478 penumpang.
Sementara itu, jumlah penumpang domestik yang berangkat dari Batam tercatat 165.383 orang, naik 2,56 persen dibandingkan Juni yang berjumlah 161.254 orang.
Untuk penerbangan internasional, tren berbeda terlihat. Pada Juli 2025, jumlah penumpang yang berangkat ke luar negeri melonjak hingga 89,33 persen, dari 3.027 orang pada Juni menjadi 5.731 orang. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya mobilitas masyarakat Batam ke negara tetangga, terutama Singapura dan Malaysia.
Namun, jumlah kedatangan penumpang internasional justru turun. Dari 10.041 orang pada Juni 2025, menjadi 9.603 orang pada Juli 2025, atau berkurang 4,36 persen.
Eko menilai fluktuasi jumlah penumpang udara Batam masih dipengaruhi faktor musiman dan kondisi ekonomi. “Penurunan pada penumpang internasional bisa dipengaruhi oleh berakhirnya momen libur sekolah dan beberapa faktor eksternal lainnya. Namun secara keseluruhan tren penumpang tetap meningkat jika dibandingkan bulan sebelumnya,” jelasnya.
Dengan capaian ini, Bandara Hang Nadim tetap menjadi salah satu pintu gerbang utama Indonesia di wilayah barat, yang menghubungkan Batam dengan berbagai kota besar di dalam negeri maupun negara tetangga. (*)