Minggu, 24 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13499

Pengembangan Pertanian Jadi Prioritas Bupati

0
Bupati Karimun Aunur Rafiq menyantuni anak yatim saat safari Ramadan di masjid Baitul Mubtadiin Kundur. F. Humas Pemkab Karimun untuk Batampos.

batampos.co.id – Pengembangan pertanian di desa Sungai Sebesi Kecamatan Kundur menjadi prioritas utama Bupati Karimun Aunur Rafiq. Berbagai upaya dilakukan dalam rangka mengembangkan bidang pertanian di Kundur maupun di Moro dan di Karimun sendiri salah satunya dengan mencarikan pihak investor guna menampung hasil petani nantinya.

“Insyallah akhir tahun ini sudah ada investor dari Singapura yang siap menampung hasil petani baik sayur-sayuran maupun buah-buahan seperti nanas. Dengan adanya minat investor diharapkan dapat menampung hasil pertanian dan meningkatkan pendapatan petani itu sendiri,” ujar Rafiq.

Pernyataan di atas disampaikan Rafiq dalam rangka safari Ramadhan Sabtu 10/16 kemarin di Masjid Baitul Mubtadiin desa Sei Sebesi Kecamatan Kundur. Dalam kesempatan tersebut bupati didampingi wakil bupati Karimun Anwar Hasyim dan ketua penggerak PKK Karimun Hj.Asmah menyerahkan sejumlah bantuan kepada 90 anak yatim, 150 kaum dhuafa dan 450 paket sembako gratis dari dinas perdagangan koperasi dan ESDM Karimun. Paket sembako gratis tersebut merupakan hibah hasil tangkapan Kanwil DCBC khusus wilayah Kepri.

Safari Ramadan bupati dan wakil bupati Karimun diakhir dengan salat isya serta salat tarawih bersama seratusan jamaah di Masjid Baitul Mubtadiin. (ims)

Bea Cukai Kepri Hibahkan Kapal dan Makanan ke Pemkab

0
Bersama Kepala Kanwil Khusus DJBC Kepri dengan Wakil Bupati Karimun beserta instansi terkait lainnya usai acara penyerahan hibah makanan dan kapal. F.Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Kanwil Khusus DJBC Kepri di Tanjungbalai Karimun menghibahkan barang milik negara dan barang sitaan negara yang merupakan hasil tangkapan sejak April lalu dalam Operasi Patroli Laut Jaring riwijaya 2017, Kamis (8/6).

”Barang yang akan kita hibahkan ini dalam bentuk makanan dan kapal. Untuk barang makanan jenisnya ada bermacam-macam. Yakni, 10 karton makanan sereal, 1.875 karton makanan kaleng dalam bentuk ikan sarden, 18 karton manisan buah, 3.923 karton minuman ringan, 101 karung gula, 78 kasur bekas, 201 karung cabe kering dan 103 karton makanan ringan,” ujar Kepala Kanwil Khusus DJBC Kepri, Farjiya di Tanjungbalai Karimun.

Selain itu, katanya, ada enam unit kapal hasil tangkapan selama operasi patroli laut oleh BC pada tahun lalu sampai dengan April tahun ini ikut dihibahkan untuk pemerintah daerah. Semua barang-barang yang dihibahkan ini sudah melalui mekanisme atau proses yang diatur dengan ketentuan yang berlaku terhadap penyerahan barang milik negara (BMN). Yakni, persetujuan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Barat, dan juga dari Pengadilan Negeri. Total nilai barang yang dihibah ini mencapai Rp1,2 miliar lebih.

Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim yang menerima hibah dari Kanwil Khusus DJBC menyebutkna, untuk makanan yang diterima pihaknya akan disalurkan ke masing-masing kecamatan.

”Dari dari masing-masing kecamatan akan dilakukan pendataan untuk diserahkan kepada masyaralat kita yang kurang beruntung. Sehingga, dapat membantu meringankan beban saudara kita yang kurang beruntung tersebut. Apalagi, saat ini sedang Ramadan,” jelasnya.

Kemudian, kata Anwar, untuk kapal yang dihibahkan tersebut akan digunakan untuk kepentingan anak-anak sekolah yang ada di Pulau Moro, Buru dan Kundur. Sehingga, dengan menggunakan kapal ini nanti anak-anak sekolah tidak perlu bayar lagi untuk berangkat sekolah. Namun, sebelum diserahkan, terlebih dulu akan diservis terlebih dulu. (san)

Kunjungan Pasien Meningkat

0
Sejumlah warga melakukan cek kesehatan di Puskesmas Tanjungbalaikarimun. F Tri/ Batam Pos.

batampos.co.id – Kunjungan pasien Puskesmas Tanjungbalai Karimun selama Ramadan meningkat dari hari biasanya. Selama dua pekan ini, pasien yang rawat jalan mencapai 1.100 orang lebih. Sedangkan yang rawat inap tidak terjadi peningkatan.

”Benar, hanya awal puasa saja yang berkurang. Namun, hari berikutnya cukup meningkat kunjungan pasien ke Puskesmas Tanjungbalai Karimun,” kata Kepala TU Puskesmas Tanjungbalai Karimun Azmi, kemarin (11/6).

Lanjutnya, pasien rata-rata rawat jalan menggunakan BPJS Kesehatan, kemudian baru umum atau sistem bayar langsung ke Puskesmas. Sedangkan, jam operasional dimulai pukul 08.00 WIB hingga 11.30 WIB, namun lewat jam pendaftaran bisa langsung ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk pemeriksaan.

”Pasien rata-rata ke poli umum, kebidanan dan THT. Sedangkan yang melahirkan sudah ada 10 orang, 8 orang melahirkan langsung di Puskesmas dan 2 orang dirujuk ke RSUD M Sani,” tuturnya.

Saat ini ruangan untuk rawat inap mencapai 33 ruangan, diantaranya VIP 3 kamar dengan 3 tempat tidur, Kelas I ada 4 kamar dengan 8 tempat tidur, Kelas II ada 6 kamar dengan 13 tempat tidur dan kelas III ada 12 tempat tidur.

”Kalau fasilitas rawat inap semuanya bisa dipergunakan. Termasuk, rawat inap kebidanan ada 2 kamar dengan 4 tempat tidur,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan pengaman, pihaknya juga telah memasang CCTv. Ini dilakukan sebagai antisipasi terjadinya pencurian yang beberapa waktu lalu terjadi.

Pantauan di lapangan, Sabtu (10/6) lalu para pasien ketika melakukan pengecekan kesehatan maupun minta surat kesehatan mulai dari ibu hamil, balita, remaja dan orangtua. Dengan sistem pendaftaran dan antrian, sehingga proses pemeriksaan kesehatan tertib.(tri)

Lomba Lampu Colok Berhadiah Rp26 Juta

0
Seluruh pelosok daerah, mulai dari kota hingga desa, bahkan di pulau-pulau di Kabupaten Karimun saat ini sudah mulai dipasang gapura dengan berbagai bentuk. F. Tri/batampos.

batampos.co.id – Tahun ini Pemerintah Kabupaten Karimun, mengelar festival lampu colok dengan total hadiah sebesar Rp26 Juta. Pelaksanaan festival lampu colok tersebut dilaksanakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karimun yang akan dinilai mulai 22 Juni mendatang, dengan sistem penilaian arsitektur bangunan gerbang yang bernuansa islami, kemudian keindahan dan kemeriahan lampu colok yang melibatkan partisipasi masyarakat.

”Alhamdulillah, tahun ini kita laksanakan festival lampu colok bagi masyarakat kabupaten Karimun yang beberapa tahun lalu ditunda. Dan antusias masyarakat, yang ikut membuat lampu colok cukup luar biasa hingga kepelosok wilayah,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karimun Syuryaminsyah, kemarin (11/6).

Sedangkan, persyaratan bagi peserta cukup sederhana yaitu mengisi formulir pendaftaran di kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karimun dengan melampirkan foto gerbang yang diperlombakan beserta fotocopy identitas penanggungjawab. Dengan tinggi gerbang minimal 4 meter lebar gerbang tidak mengenai drainase dan badan jalan, serta tidak berada di area tegangan listrik.

”Totalnya Rp26 Juta yang terbagi untuk juara I sebesar Rp9 juta, juara II Rp7 juta, juara III Rp5 juta kemudian juara harapan I Rp3 juta dan juara harapan II Rp2 juta. Dan yang sudah mendaftar cukup banyak mencapai sekitar 40 peserta lebih,” ungkapnya.

Dengan festival lampu colok ini, sebagai bentuk apresiasi masyarakat dalam menyambut hari kemenangan nanti. Yang melibatkan para komponen masyarakat, seperti RT, RW, pemuda setempat agar dapat lebih mempererat talisilaturahmi. Sehingga, saat usai melaksanakan ibadah shalat sunat tarawih mereka bisa menuangkan kreasinya dalam bentuk lampu colok.

”Ini juga sebagai bentuk penggerak pembangunan kabupaten Karimun melalui 4 Azam yang terangkum didalamnya menjadi satu,” tutur wakmin panggilan akrabnya.

Pantauan di lapangan seluruh pelosok daerah, mulai dari kota hingga desa, bahkan di pulau-pulau sudah mulai dipasang gapura yang berbentuk miniatur masjid dengan berbagai seni. Yang nantinya, pada malam hari akan dipasang lampu colok yang terbuat dari kaleng minuman bekas diisi dengan minyak tanah dan sumbu.

”Ramadan semakin meriah, simana-mana sudah memasang gapura sampai sahur mereka bekerja,” singkat Fitri salah seorang warga ketika melintasi jalan Coastal Area.(tri)

52 Ribu Wisatwan Saksikan #BakarTongkangFest di Bagan Siapiapi

0

Festival Bakar Tongkang 2017 di Bagansiapiapi yang gelar 10-11 Juni 2017 itu heboh baik di online maupun offline.

Puluhan ribu masyarakat tumpah ruah di sepanjang jalan sekitar kelenteng Ing Hok Kiong menyaksikan Festival yang sudah ada sejak abad 19 itu.

Ritual Bakar Tongkang yang merupakan acara budaya masyarakat Riau yang memperingati kehadiran masyarakat Tionghoa ke tanah Bagansiapiapi tahun 1820, P Go Gek Cap Lak ini, dihadiri 22 ribu wisatawan mancanegara (wisman).

“Luar biasa, tercatat 52 ribu wisatawan hadir, 30 ribu wisatawan nusantara, 22 ribu wisman. dalam acara yang dikemas dengan hastag #BakarTongkangFest ini. Ini diluar perkiraan kami yang menargetkan sekitar 43 ribu orang. Hotel full booked, juga rumah warga sampai disewakan Rp 4 juta untuk jangka waktu menginap seminggu,” dan bahkan banyak wisatawan yang rela menginap di Dumai atau Riau, saat acara baru datang ke tempat acara,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Riau Fahmizal Usman.

Di Jalan Kelenteng, ribuan orang menyalakan dupa, membuat asap menyelimuti kawasan kelenteng ini. Membuat napas menjadi agak sesak dan mata menjadi perih. Puluhan ibu-ibu tampak sibuk menawarkan masker kepada para wisatawan yang hadir di ritual ini.

Arak-arakan Tongkang yang diiringi tambuk atau simbal yang dipukul bertalu talu ini kemudian bergerak keluar dari Kelenteng tertua di kawasan Pekong Besar, dimana sehari sebelumnya telah dilakukan ritual sembahyang di kelenteng.

Sebelum tongkang dibawa keluar, didahului dengan prosesi arak-arakan betor (becak motor) yang membawa iring-iringan pejabat yang hadir dalam acara ini. Betor-betor tersebut membawa penumpang Ketua DPR RI Setya Novanto, Gubernur Riau Arsyad Juliandi Rachman, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuty, Kapolda Riau, Dandrem Riau, Kejati Riau, Bupati dan Walikota se-Provinsi Riau, Kepala OPD, dan Tokoh Masyarakat Lintas Etnis, Agama, Pemuda se-Kabupaten Rokan Hilir.

Sekitar dua puluh menit berjalan, puluhan ribu orang bergerak menuju tempat pembakaran di jalan perniagaan kota Bagansiapiapi yang menentukan arah tiang tongkang itu jatuh. Karena itu adalah puncak acara Festival Bakar Tongkang.

Pada even #BakarTongkang kali ini, replika tiang layar tongkang yang dibakar jatuh ke arah laut. Menurut kepercayaan warga Tionghoa Bagansiapiapi, kemana arah tiang itu menunjukan keselamatan dan peruntungan usaha serta mata pencarian lebih baik atau lebih banyak datangnya dari laut.

Melihat wisatawan yang rela berdesak desakan untuk ikut prosesi ritual #BakarTongkangFest ini, terlihat Kepala Dinas Pariwista Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Riau Fahmizal Usman menunjukkan kegembiraannya.

Fahmizal  pun meminta perhatian dari pemerintah pusat agar lebih memperhatikan pembangunan infrastruktur dari Riau menuju Bagansiapiapi menjadikan daerahnya sebagai destinasi wisata kelas dunia

“Ini untuk memudahkan datangnya wisatawan kesini agar menjadi perhatian pemerintah pusat sekiranya pembangunan infrastruktur jalan nasional di kota Bagansiapiapi dapat diperbaiki karena ini menjadi akses pintu masuk ke Bagansiapiapi apalagi Rokan Hilir terkenal dengan Festival Bakar Tongkang berkelas dunia,” harapnya.

Pernyataan Fahmizal ini senada dengan Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti. “Semangat saya berlipat bila melihat suksesnya acara ini. Kekurangan memang terletak di aksebilitas. Cukup jauh, butuh extra effort menuju Bagansiapiapi dari Pekanbaru. Riau termasuk target Border Tourism kami,” ungkapnya.

Esthy juga menyoroti pengembangan Amenitas. “Tadi saya berkeliling dengan Kepala Dinas Pariwisata Rohil (Ali Asfar-red), banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan di sini karena banyak peninggalan bersejarah, ada rumah masyarakat yang bisa dikembangkan dan dikemas dipadu dengan wisata alam dan wisata buatan untuk jadi daya tarik bagi wsman. Khusus pulau Jemur potensi ada pada fishing, diving dan penangkaran penyu,” tuturnya.

Menpar Arief Yahya ikut memantau perkembangan #BakarTongkangFest yang menjadi magnet pariwisata Riau. Atraksi nya harus diperbanyak, agar setiap saat secara rutin orang bisa berwisata di sana.

“Satu yang saya ingatkan. Semua sektor yang ada hubungannya dengan pariwisata harus ada sinergi antara stakeholder, pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, pers dan komunitas.

Sinergitas Pentahelix ini key success untuk kembangkan pariwisata nasional, semua demi terwujudnya target 2019, mendatangkan 20 juta wisman,” kata pria asli Banyuwangi itu.

Arief Yahya juga memantau saat event festival berbasis budaya ini diramaikan di media sosial dengan #BakarTongkang sebagai pre event. Lalu dihebohkan lagi dengan hastag #BakarTongkangFest.

“Dua duanya menjadi trending topic,” jelas Arief Yahya.(*)

Order Pemijit Wanita Cantik, Yang Datang Waria

0

batampos.co.id – Nasib apes dialami Novri, tamu yang menginap di Wisma Lika, Tanjungbalai Karimun. Pasalnya, pada Sabtu (10/6) dini hari memesan pijat seorang cewek melalui aplikasi wechat. Namun, lain yang di order lain yang datang.

”Bukannya wanita cantik yang datang, namun waria bernama Gunawan. Novri tidak mau dipijat oleh waria. Penolakan tersebut tidak diterima gunawan. Novri harus membayar uang Rp200 ribu sebagai ganti rugi,” ujar Kapolsek Kota Balai Karimun, AKP Lulik Febyantara.

Setelah Novri menyerahkan uang ganti rugi ke ke Gunawan, Novri kembali memasan paijat cewek melalui aplikasi yang sama. Dan, di aplikasi tersebut ada gambar cewek yang melayani jasa pijat. Setelah dipesan dan diberikan alamat, maka korban kembali dikejutkan. Sebab, ketika pintu kamar dibuka yang datang tetap waria dan jumlahnya 3 orang termasuk Gunawan.

”Ketiga waria tersebut meminta uang kepada Novri, namun tidak diberikan. Sebab, korban tidak memasan waria untuk pijat. Karena, kalah jumlah, Novri menghubungi Tiawarna untuk datang ke kamar wisma agar dapat dibantu. Setelah Tiawardana datang ke kamar, maka terjadi perkelahian. Dan, ketika itu salah seorang waria mengeluarkan pisau, namun berhasil direbut oleh novri. Hanya saja, teman Novri sudah bersimbah darah, karena menjadi bulan-bulanan penganiyaan dari waria yang lain,” jelasnya.

Akibatnya, lanjut Kapolsek, Tiawardana mengalami luka lrobek di pelipis mata sebelah kiri dan harus mendapatkan 17 jahitan di rumah sakit. Setelah pihaknya menerima laporan dan dini hari itu langsung ditindaklanjuti. Ketika waria yang melakukan pemerasan dan pengeroyokan berhasil ditangkap di sekitar Kolong, Kecamatan Karimun. Ketiganya, Gunawan, Yanto Wahyudi dan Kino Riski. (san)

Melihat Peruntungan pada #BakarTongkangFest 2017

0
ilustrasi

Seperti tahun tahun sebelumnya, #BakarTongkangFest tahun ini juga dimulai dari kelenteng Ing Hock King menuju areal ritual bakar tongkang di Jalan Perniagaan Kota Bagansiapiapi.

Puluhan ribu masyarakat berjubel, berjalan menuju tempat dibakarnya tongkang yang diiringi tambuk atau simbal yang dipukul bertalu talu ini bergerak keluar dari Kelenteng tertua di kawasan Pekong Besar, Minggu (11/6).

Perjalanan menuju lokasi pembakaran memakan waktu 20 menit, dan replika tongkang mulai masuk areal bakar tongkang sekitar pukul 15.30 WIB. Jadwal ini lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya, tidak ada acara seremonial, setelah Replika Kapal Tongkang diletakan di atas ribuan tumpukan kertas sembahyang, kemudian para tokoh dan pejabat pemerintah daerah naik diatas replika kapal untuk memberikan ucapan selamat.

Tampak di atas tongkang, Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain, Bupati Rohil Suyatno, Tokoh Masyarakat Tionghoa Sugianto serta pejabat lainnya menaiki tongkang. Saat mereka turun, tongkang pun mulai dibakar, api mulai mengepul, dalam waktu singkat, tongkang terbakar, dan satu tiang tongkang jatuh ke laut dan tiang satu lagi juga jatuh mengarah ke laut.

Ini pertanda apa bagi masyarakat Tionghoa yang hadir pada acara itu?

Menurut kepercayaan warga Tionghoa Bagansiapiapi, kemana arah tiang itu pertanda keselamatan dan peruntungan usaha serta mata pencarian lebih baik atau lebih banyak datangnya dari laut.

“Tahun ini mengarah ke laut, maka menurut kepercayaan mereka tahun ini rezeki datang dari laut,” ucap Ali Asfar, Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kab Rokan Hilir.

Ali menambahkan, tahun lalu, bakar tongkang tahun 2016 atau tahun monyet api, dipercaya masyarakat etnis Tionghoa sebagai arah keberuntungan dalam memperoleh rezeki bahwa peruntungannya lebih banyak di air.

“Ini artinya, sektor mata pencaharian melaut bagi nelayan lebih besar. Selain itu, masyarakat Tionghoa juga mempercayai bahwa melestarikan budaya leluhur dapat mempererat tali silaturahmi. Lihat di sepanjang jalan menuju lokasi pembakaran tadi, banyak warga yang menyediakan minuman gratis kepada para wisatawan yang ikut arak-arakan itu. Ini Luar Biasa,” ujar pria berusia 52 tahun ini.

Menurut sejarah, agenda ritual Bakar Tongkang ini sudah dilaksanakan secara turun temurun sejak tahun 1825 Masehi, sejalan dengan berdirinya Kelenteng Ing Hok King di Bagansiapiapi. Data Dinas Pariwisata Rokan Hilir, ritual yang hanya hanya dilakukan pada bulan kelima penanggalan Imlek tanggal 16 disebut Go Gwee Cap Lak ini dihadiri lebih dari 52 ribu wisatawan nusantara dan mancanegara, melebihi target yang dicanangkan sebanyak 47 ribu wisatawan

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun optimis Riau belum terlambat membangun sektor pariwisata. Selain kaya akan tradisi dan budaya, terutama Melayu, kondisi alam Riau sebenarnya juga tidak kalah menarik.

“Kemarin kita telah tetapkan Gelombang Bono sebagai destinasi berkelas dunia, kini ada #BakarTongkangFest yang tak kalah menariknya, ini juga destinasi world class,” kata Arief Yahya.

Dengan destinasi yang world class itu, Arief Yahya minta Riau bisa menempatkan pariwisata sebagai leading sector selain infrastruktur, maritim, pangan dan energi.

“Pariwisata bisa sebagai core economy, karena komoditas yang paling sustainable, menyentuh level bawah dan performancenya setiap tahun menanjak,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Permintaan Menpar Arief Yahya hanya satu. CEO Commitment! Keseriusan Pimpinan Derahnya untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai prioritas membangun daerahnya.

“Kalau Bupati, Walikota dan Gubernurnya komit, tidak ada yang tidak bisa! Pasti bisa bergerak lebih cepat,” papar Menpar Arief. (*)

Mahasiswa STP NHI Bandung Juarai National Competition of New Business Venture Plan 2017

0
ilustrasi

Dua mahasiswi STP NHI Bandung Gita Dwi Esthi dan Nadya Gita Puspita dari Semester 8 sukses meraih National Competition of New Business Venture Plan 2017 yang digelar di Universitas Telkom, 10 Juni 2017.

Kepala STP NHI Bandung Anang Sutono mengatakan, perhelatan tersebut merupakan sebuah kompetisi business plan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis, Universitas Telkom.

”Proses seleksi final kompetisi tersebut telah dilakukan pada Sabtu, 10 Juni 2017 di Universitas Telkom dengan diikuti oleh 12 finalis dari berbagai universitas. Kami bersyukur dua mahasiswi kami jadi juaranya,”ujar Anang.

Pada laga final, imbuh Anang, dua Mahasiswi semester 8 itu berhasil menjadi jawara dengan HiCamp-nya dari program studi Manajemen Bisnis Pariwisata (MBW). Sekolah Tinggi Pariwisata NHI Bandung sebagai Juara 1 kompetisi business plan tersebut dan menyisihkan 11 finalis lainnya.

”Sementara proposal bisnis HiCamp dari Gita dan Nadya sendiri merupakan bisnis aplikasi berbasis mobile yang memiliki fungsi sebagai perantara antara pihak yang sudah memiliki pengalaman dan perlengkapan hiking dan camping dengan pihak yang membutuhkannya (konsumen). Sangat menarik,” ujar pria berkacamata itu.

Lebih lanjut Anang mengatakan, aplikasi HiCamp hadir untuk memenuhi permintaan pasar terhadap aktivitas hiking dan camping di Indonesia yang semakin meningkat, juga untuk menjawab tren perilaku konsumen di Indonesia yang selalu menginginkan proses yang simple, instan, aman dan menguntungkan dalam melakukan pembelian produk.

Anang menambahkan, dua anak didiknya itu merelease 4 fitur utama dalam aplikasi HiCamp, diantaranya HiRent Tools untuk penyewaan peralatan, HiBuy Tools untuk pembelian  peralatan, HiNews yang berisi berita seputar hiking dan camping, dan HiFriends yang akan menghubungkan konsumen dengan para pelaku hiking dan camping yang sudah berpengalaman.

Momentum ini diharapkan dapat menginspirasi khususnya pada mahasiswa program studi MBW lainnya dan umumnya untuk mahasiswa STP NHI Bandung untuk dapat terus berprestasi demi pariwisata Indonesia,” ujar dia.

Selain untuk dapat menginspirasi mahasiswa-mahasiswa lainnya untuk berprestasi, imbuh Anang, kemenangan Gita dan Nadya pada kompetisi proposal bisnis juga diharapkan mampu meningkatkan minat generasi muda untuk berwirausaha, khususnya dibidang pariwisata.

Hal ini sejalan dengan agenda STP NHI Bandung untuk melahirkan lebih banyak entrepreneur muda dalam industri pariwisata.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam berbagai kesempatan selalu menegaskan bahwa selain selalu menjadi jawara, lulusan sekolah tinggi pariwisata harus juga mampu menjadi menjadi entrepreneur dan berwirausaha.

”Nantinya menjadi entrepreneur di sektor pariwisata itu, bisa menaikkan remunerasi atau pendapatan mereka. Juga bisa mendorong terciptanya lapangan pekerjaan baru, yang menjadi salah satu concern pemerintah,” kata Menpar Arief Yahya yang meminta 10% dari lulusan STP NHI itu menjadi entrepreneur.

Mengapa harus berani mengambil risiko sebagai entrepreneur? Pertama, pemerintah semakin jelas dan tegas arah kebijakannya, yakni mendorong pariwisata sebagai sektor prioritas.

Ke depan, industri yang terkait dengan sektor ini, akan mendapat angin untuk tumbuh berkembang lebih pesat.

“Ketiga, kalau ingin mengangkat rasio lulusan Sekolah Pariwisata dengan pendapatan besar, ya harus terjun sebagai witausahawan,” jelas Arief Yahya. (*)

6 Negara Famtrip ke BBTF 2017 dan Mandalika

0

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak para Travel Agent atau Tour Operator (TA/TO) dari Eropa plesiran ke Bali dan Mandalika sejak 7-14 Juni 2017.

Mereka tergabung dalam program Familirazition Trip (Fam Trip) atau Perjalanan Wisata Pengenalan.

Program famtrip TA/TO Eropa ini dikuti 10 Buyer berasal dari Jerman, Italy, Belanda, Polandia, Bulgaria, dan Prancis. Famtrip ini sengaja diintegrasikan dengan Bali Beyond Travel Fair (BBTF) 2017, karena ingin mempromosikan Indonesia selain Bali.

Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana didampingi Asisten Deputi Promosi Pariwisata Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya mengatakan, kegiatan famtrip dengan mengundang Biro Perjalanan Pasar Eropa adalah salah satu bentuk promosi destinasi yang efektif.

Karena selain dapat mengenal lebih jauh karakter destinasi atau seeing is believing juga diharapkan Biro Perjalanan tersebut akan membuat sekaligus menjual paket wisata Indonesia ke negara asal peserta setelah mengikuti fam trip.

“Agak berbedanya adalah kegiatan ini dilaksanakan terintegrasi dengan event Bali Beyond Travel Fair 2017 yang digelar 8-10 Juni 2017 dimana para peserta famtrip akan bertindak selaku buyer pada event tersebut,” ujar Pitana yang juga diamini Nia, Kamis (8/6).

Nia menambahkan, BBTF 2017 yang telah berlangsung selama 4 tahun ini telah berhasil mengundang 843 buyer yang terdiri dari 327 domestic buyer dan 507 internasional buyers. Kegiatan ini mengambil tempat di area Nusa Dua Bali Convention Center, lalu dilanjutkan dengan welcome dinner di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali.

“BBTF memang mempromosikan Bali and beyond, maka kita perkenalkan destinasi di luar Bali, serta Mandalika yang masuk ke 10 Destinasi Prioritas. Destinasi itu sudah siap namum belum terlalu dipromosikan,” tambah Nia.

Nia juga memaparkan, saat berada di Bali dan Mandalika peserta famtrip akan diperkenalkan kepada destinasi wisata yang ada di Bali dan keindahan Candi yang ada di sana. Setelah itu, rombongan akan bergerak ke Mandalika untuk menikmati kulineran khas disamping juga menikmati keindahan alam.

“Nantinya para penyedia biro perjalanan Eropa ini dapat menikmati keelokan panorama dan budaya tradisional Bali dan Mandalika yang pada akhirnya terdorong untuk membuat dan menjual paket produk wisata baru ke negeranya setelah mengikuti famtrip ini,” harap wanita murah senyum itu.

Seperti diketahui, Kemenpar mentargetkan kunjungan wisatawan 2.198.000 dari seluruh eropa (5 pasar utama Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, Rusia dan pasar Eropa lainnya) pada tahun 2017 ini bisa dapat tercapai.

Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta kepada seluruh timnya untuk bisa memberikan pelayanan terbaik, penjelesan terbaik, pemilihan destinasi yang tepat dengan pasar, mengetahui karakter dan kebiasaan Wisman dengan cermat.

“Berikan mereka keberhasilan sentuhan yang terasa di saat datang ke Indonesia. Biarkan mereka merasakan kehangatan dan keindahan Indonesia saat melaksanakan Famtrip,” kata Menpar Arief Yahya.(*)

Stok Premium di Pedagang Eceran Stabil, di SPBU Sering Kosong

0
Ilustrasi dokumen jpnn

batampos.co.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium masih terjadi di wilayah Batuaji dan Sagulung. Hampir setiap hari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di dua wilayah tersebut mengaku kehabisan stok premium. Pengendara yang mendatangi SPBU tak punya pilihan lain selain menggunakan Pertalite yang selalu ada setiap saat.

Kondisi tersebut sangat berbeda dengan keberadaan pertamini atau pedagang premium eceran di pinggir jalan.  Pertamini ataupun pedagang eceran selalu ada stok premium sekalin di SPBU telah berhari-hari habis stok premium.

Susi, seorang pedagang premium eceran di jalan Brigjen Katamso Tanjunguncang menuturkan, untuk mendapatkan premium yang akan dijual secara ecer itu dia memang harus bayar lebih kepada petugas SPBU. Misalkan jika dia isi Rp 60 ribu ke dalam jerigen maka dia harus membayar ke petugas SPBU Rp 70 ribu.

“Kalau tak begitu nggak dilayani. Makanya stok kami selalu ada,” ujar Susi.

Praktek seperti itu, berlaku untuk semua SPBU yang didatanginya di wilayah Batuaji dan Sagulung. Meskipun kepada pengendara, pihak SPBU mengklaim habis premium namun jika pedagang eceran tersebut datang membeli tetap akan dilayani.

Pantauan di lapangan, sepanjang hari kemarin, memang stok premium kosong di semua SPBU yang ada di Batuaji dan Sagulung. Kekosongan premium itu terjadi hampir setiap hari dan sudah berbulan-bulan lamanya. Warga selalu dibuat repot dengan kelangkaan premium tersebut. Sebagian warga terpaksa menggunakan Pertalite sebab harganya lebih murah dari Pertamax. Beberapa juga memilih membeli bensin eceran.

Pihak SPBU seperti biasa saat dikonfirmasi mengaku kehabisan stok premium itu memang karena penggunaan premium meningkat. Premium diakui pihak SPBU selalu habis dalam hitungan jam setelah diantar oleh pihak pertamina.

“Bukan pengurangan tapi karena permintaan meningkat, makanya selalu habis sebelum jadwal antar tiba,” kata seorang petugas SPBU di Simpang Tobing, Batuaji, kemarin.

Disinggung mengenai pembayaran lebih dari pedagang eceran premium atau pertamini, petugas wanita tersebut juga mengelak.

“Nggak ada itu. Memang cepat habis premium sekarang,” ujarnya lagi. (eja)