Minggu, 24 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13803

Jalasenastri Tanam Cabai bersama Siswa Hang Tuah

0
Ketua Korcab IV Daerah Jalasenastri Armada Barat, Ny. Nelly Irawan bekerja sama dengan Satuan Didik (Satdik) Yayasan Hang Tuah Tanjungpinang menanam pohon di Kompleks SD dan SMP Yayasan Hang Tuah Tanjungpinang, Kepri, Senin (20/3). FOTO: Dispen Koarmabar

batampos.co.id – Ketua Korcab IV Daerah Jalasenastri Armada Barat, Ny. Nelly Irawan menanam pohon bersama yang dilaksanakan di Kompleks SD dan SMP Yayasan Hang Tuah Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Senin (20/3).

Acara ini ditaja oleh Koordinator Cabang (Korcab) IV Daerah Jalasenastri Armada Barat (DJAB) bekerja sama dengan Satuan Didik (Satdik) Yayasan Hang Tuah Tanjungpinang melaksanakan kegiatan

Nelly terjun langsung bersama ibu-ibu Jalasenastri Korcab IV DJAB dan siswa-siswi dari SD dan SMP Yayasan Hang Tuah Tanjungpinang untuk melakukan penanaman pohon cabai, sawi dan tomat. Para istri prajurit TNI AL yang tergabung dalam Jalasenastri itu menanam cabai dan sayur mayur menggunakan teknik hidroponik.

Nelly Irawan mengatakan bahwa Korcab IV DJAB sangat mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Untuk mensukseskan program tersebut, Korjab IV DJAB beserta jajaran telah melaksanakan gerakan tanam bersama yang dilakukan secara serentak pada tanggal 10 Maret 2017 yang lalu.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dan komitmen Korcab IV DJAB dalam mensukseskan program ketahanan pangan nasional. Apabila beberapa waktu yang lalu Korcab IV DJAB menggandeng LPTP Balitbangtan Kepri dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perikanan Kota Tanjungpinang, kali ini Korcab IV DJAB bekerja sama dengan Yayasan Hang Tuah Tanjungpinang untuk melaksanakan program tersebut,” ujar Nelly Irawan.

Siswa-siswi dari SD dan SMP Yayasan Hang Tuah Tanjungpinang tampak begitu antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka turut serta menyiapkan media tanam sekaligus melakukan proses penanaman sayuran.

Pasca penanaman bibit cabai dan sayur-sayuran ini, kedepan sebagai proses pembelajaran diluar jam belajar mengajar siswa siswi juga akan diajak untuk terut serta dalam proses perawatan tanaman seperti penyiraman dan pemberian pupuk.(fri/jpnn)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DPR Usul Pembubaran KASN, Pemerintah Pikir-pikir

0
Pegawai Negeri Sipil Pemko Batam meninggalkan lapangan usai mengikuti apel gabungan jajaran Pemko Batam di Dataran Engku Putri Batamcenter, Senin (6/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – DPR sudah selesai menyusun Rancangan Undang-Undang Aparatur Sipil Negera (RUU ASN). Berdasar hasil pendalaman, Panitia Kerja (Panja) RUU ASN sepakat menghapus seluruh pasal yang mengatur fungsi, tugas, wewenang, serta keberadaan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Senin (20/3) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asnan Abrur melaporkan itu kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto.

Ditemui usai melapor kepada Wiranto, Asman menjelaskan beberapa poin laporan yang dia sampaikan. Yakni soal posisi KASN.

”Dalam UU lama, KASN itu bertugas mengawasi sistem. Dalam hal itu, DPR meminta KASN dibubarkan,” terang dia. Permintaan itu jelas tersirat melalui hasil pendalaman Panja RUU ASN. Sebab, menghapus seluruh pasal soal fungsi, tugas, wewenang, dan keberadaan KASN tidak ubahnya membubarkan komisi yang belum genap berumur tiga tahun itu.

Selain mengenai posisi KASN, Asnan juga melaporkan keinginan DPR berkaitan perampingan dan pengurangan ASN. Mereka ingin, seluruhnya melalui persetujuan DPR. Selanjutnya, sambung dia, pengisian jabatan pimpinan tinggi juga dibahas bersama Wiranto.

”Kami mencari solusinya. Sikap pemerintah terhadap perubahan UU tersebut,” jelas Asman.

Sebagai menteri yang mengoordinasi ASN dia mendapat mandat untuk memastikan sikap pemerintah terhadap usul DPR yang dituangkan dalam draf RUU ASN.

Tentu saja Asman tidak sembarangan mengambil sikap. Dia bakal merumuskan itu bersama beberapa kementerian. Di antaranya Kementerian Keuangan serta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

”Untuk menjawab dalam menentukan sikap pemerintah,” ujarnya. Menurut dia itu perlu dilakukan lantaran pemerintah harus memastikan dampak setiap keputusan yang diambil. Baik menolak atau menyetujui usulan DPR.

”Kami harus kaji dulu dampak-dampaknya,” kata dia.

Namun demikian, Asnan tidak punya banyak waktu untuk menentukan sikap. Paling lambat, kata dia Sabtu (25/3) sikap pemerintah terhadap usulan DPR harus sudah pasti.

”Batasnya 25 Maret harus sudah kami jawab,” ucap dia.

Dia berjanji, pemerintah sudah mengambil sikap sebelum sampai batas waktu. Senada dengan Asnan, Wiranto menjelaskan bahwa membubarkan KASN bukan perkara mudah. Pemerintah harus memastikan setiap potensi dari keputusan yang diambil. Apalagi berkaitan dengan ASN.

Karena itu, dia menegaskan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi diminta mengkaji lebih dulu.

”Urgensinya bagaimana, manfaatnya bagaimana, kelemahannya apa,” kata Wiranto.

Dia tidak ingin pemerintah tergesa-gesa mengambil sikap. Keputusan yang diambil, masih kata Wiranto, harus menjadi solusi yang baik.

”Namanya RUU kan masih panjang,” tambah dia.

Melalui koordinasi antara kementerian berbagai kemungkinan bakal dibahas dan dimatangkan. (syn/)

Golongan Darah A dan O Mendominasi

0
foto: humas atb

PT Adhya Tirta Batam (ATB) kembali menggelar bakti sosial dalam bentuk donor darah yang digelar di Aula Lantai 7 gedung Adhya Building Sukajadi, Batam, Senin (20/3/2017) pagi.

Kegiatan rutin yang digelar setahun tiga kali tersebut, mengusung tema “Donorkan Darah, Selamatkan Hidup. Setetes Darah Sejuta Harapan”

Aksi sosial ini diikuti karyawan, masyarakat umum hingga sejumlah kolega dari perusahaan air minum di Batam ini.

Corporate  Communication ATB, Enriqo Moreno pada sela-sela kegiatan menuturkan bahwa kegiatan tersebut sengaja digelar guna memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat.

“Meski terlihat sangat kecil, namun kegiatan donor darah ini memiliki manfaat yang luar biasa. Khususnya bagi mereka yang membutuhkan. Sekaligus membantu Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Batam dalam memenuhi ketersedian darah,” terang Enriqo.

Sementara itu, Bagus Permadi CSR&Branding Supervisor Corporate Communication mengatakan dengan mendonorkan darah secara berkala, tambahnya lagi, juga akan membuat pendonor lebih sehat.

Mengingat tubuh secara berkala akan memperbaharui sel-sel darah di dalamnya. Hanya saja proses ini ternyata berbeda antara seseorang yang melakukan donor darah dan tidak.

Sehingga akan terjadi regenerasi sel darah merah pascamendonorkan darah.

“Dengan demikian, tubuh akan terlihat jauh lebih segar dan sehat serta produktif melakukan berbagai aktivitas,”jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, ATB berhasil mengumpulkan 82 kantong darah. Dari jumlah tersebut, didominasi golongan darah A dan O.

Sebagaimana diketahui, sepanjang tahun 2010 hingga November 2016 lalu, telah terkumpul 2.264 kantong darah dalam program CSR ini. (rilis)

Untung Rugi Ibu Kota Pindah ke Palangkaraya

0
foto: Dronestagram

batampos.co.id – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dodi Riyadmaji mengatakan, membangun sebuah wilayah untuk menjadi ibu kota akan memakan waktu yang lama. Karena diperlukan penelitian yang panjang.

“Jadi bukan sesuatu yang istilahnya langsung kayak jaman wayang dulu (langsung jadi),” ujar Dodi kepada JawaPos.com, Senin (20/3).

Menurut Dodi, perlu ada kajian lengkap dan mendalam mengenai untung atau ruginya keuangan negara. Untuk itu pihaknya juga sudah menggandeng Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Dia mengaku sudah mendapat bocoran jika ibu kota dipindahkan ke Palangkaraya, maka akan menghemat anggaran Rp 2 triliun. Namun angka tersebut masih belum pasti lantaran harus melakukan penelitian lebih dalam.

“Nah kalau itungan akan menunjukan lebih efisien dalam angka panjang dan seterusnya, maka pilihannya barangkali adalah pindah,” katanya.

Dia juga mengaku nantinya kantor-kantor kementerian akan dipindahkan ke Palangkaraya. Sehingga persiapannya mulai dari perencanaan pembangunannya harus dilakukan dengan teliti.

Selain itu, Dodi juga menyatakan setuju jika Palangkaraya menjadi ibu kota. Karena tidak berada dalam lingkaran bencana atau ring of fire. Sehinga tidak akan ada gunung meletus ataupun bencana tsunami.

“Kalau potensi bencana memang minim untuk bencana alamnya,” pungkasnya.

Seperti telah diberitakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewacanakan Palangkaraya menjadi ibu kota negara. Ide ini selaras dengan Presiden Soekarno di tahun 1950-an. Bung Karno ketika itu sudah meramalkan Jakarta akan tumbuh sangat padat.  Dan Palangkaraya merupakan kota yang ideal buat menggantikan Jakarta. (cr2/JPG)

Sertifikat Halal, Merek dan Hak Cipta Gratis !

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pemilik usaha mikro kecil menengah (UMKM) tak perlu risau lagi mengurus sertifikat halal maupun merk dagang, semua bisa didapatkan secara gratis.

Program cuma-cuma ini difasilitasi Kementrian Koperasi melalui Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam Suleman Nababan mengatakan tujuan dari program tersebut sebagai langkah meningkatkan mutu produk UKM makanan dan pangan. Apalagi Indonesia, khususnya Batam menjadi tujuan wisata, karena itu untuk memberi keyakinan wisatawan dalam kualitas produk, Kementrian Koperasi memfasilitasi hal tersebut.

“Jadi produk itu dijami layak dari segi kehalalan.  Begitu juga dengan merek dagang dan hak cipta kewirausahan, itu semua bisa diurus gratis,” kata Nababan, Minggu (19/3).

Dikatakannya, pemilik UMKM bisa mendatangi langsung kantor Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam di Sekupang untuk pengurusan
sertifikat halal, merek dagang dan hak cipta secara gratis. Dengan membawa beberapa dokumen usaha serta adanya surat izin industri rumah tangga dari Dinas Kesehatan.

“Jika persyaratan lengkap, maka akan direkapituasi untuk kemudian diteruskan ke Kementrian Koperasi. Pokoknya datang saja ke Dinas Koperasi, maka akan kita proses,” jelasnya.

Menurut dia, banyak UMKM di Batam yang tidak mengurus sertifikat kehalalan dan merek dagang karena dinilai ribet. Apalagi untuk mengurus hak cipta wirausaha yang harus melapor ke Kementrian Hukum dan Ham.

“Selain ada biaya, prosedurnya harus ke Kementrian hukum dan Ham. Namun kini dipermudah oleh Kementrian Koperasi yang mengurus kesana,” ungkap Suleman.

Selain itu, hari ini pihaknya akan membuat surat edaran ke UMKM tentang adanya informasi pengurusan gratis. Tujuannya agar semua UMKM memiliki kejelasan status produk. (she)

Rp 2,45 Miliar untuk Normalisasi Sungai Tanda dan Budus,

0
Sungai Tande, salah satu sumber air di Lingga. foto:Hasbi/batampos

batampos.co.id – Kabid Pengairan dinas Pekerjaan Umum PU, Sumarno mengatakan pihaknya siapkan anggaran senilai Rp 2,45 Miliar untuk kegiatan normalisasi aliran Sungai Tanda dan Sunga Budus, desa Merawang. Kondisi sungai yang mengecil dan telah lama diusulkan masyarakat tersebut akan direalisasikan tahun ini.

Dikatakan Sumarno, untuk aliran Sungai Tanda pihaknya akan melakukan normalisasi di hilir sungai. Tepatnya di kampung Seranggung hingga muara di sebelah selatan pulau Lingga. Begitu juga sungai Budus agar bisa dilewati sampan-sampan nelayan dan pengendalian banjir saat curah hujan tinggi.

“Sungai Tanda di hilir kampung Seranggung anggarannya sekitar Rp 1,25 Miliar. Sedangkan sungai Budus Rp 1,2 Miliar,” ungkap Sumarno, Minggu (19/3) siang.

Kedua aliran sungai ini sebelumnya sempat dikeluhkan warga akibat penyempitan aliran sungai. Sampan nelayan tidak bisa masuk saat air surut. Warga nelayan terpaksa harus menunggu hingga air pasang.

“Tahun ini akan kami normalisasi. Masih disiapkan upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL-UPL),” jelasnya.

Untuk kegiatan normalisasi jelasnya wajib memiliki dokumen UKL UPL sebelum dilaksanakan lelang kegiatan. “Selesai UKL-UPL baru akan dilelang,” jelasnya.

Sementara untuk tahun 2018, keterbatasan APBD daerah lanjut Sumarno dari sejumlah usulan yang masuk saat musyawarah rencana pembangunan (musrenbang), pihaknya akan melalukan pemilahan. Maksudnya kegiatan apa saja yang mendesak dan harus diprioritaskan. “Tahun depan tetap ada kegiatan normalisasi yang mendukung irigasi. Tapi kami harus memilah dulu mana yang jadi prioritas karena keterbatasan anggaran daerah. Kegiatan-kegiatan pengairan ini juga akan kami sampaikan ke tingkat provinsi dan pusat agar mendapat bantuan dari sana,” pungkasnya. (mhb)

Dibilang Stok Cukup tapi Antrean Premium Sering Mengular

0
Ilustrasi dokumen jpnn

batampos.co.id – Antrean pengisian premium dibeberapa SPBU Kota Batam sering mengular. Hal itu diduga karena sering kosongnya persediaan premium sejak dua bulan terakhir. Padahal secara kasat mata, masyarakat Kota Batam terutama pemilik kendaraan roda dua lebih memilih premium. Apalagi selisih harga antara premium dan pertalite yang lumayan jauh.

Endes, salah satu pengendara sepeda motor merasakan dampak dari panjangnya antrean mengisi premium. Bahkan, ia pun harus rela antre hingga setengah jam dan langsung mengisi penuh kendaraannya dengan premium.

“Sekarang untuk isi bensin (premium) harus antre lama. Dimana-mana selalu antre, mungkin karena bensin sering kosong,” katanya Minggu (19/3).

Pekerja di kawasan Nagoya ini lebih memilih premium karena harganya yang jauh lebih murah dibanding pertalite. Dimana harga untuk satu liter premium di Batam Rp 6550, sedangkan pertalite Rp 7750 perliternya.

“Harganya selisih seribu lebih. Lumayan juga untuk kita yang penghasilan pas-pasan ini. Tapi sekarang premium sering kosong,” jelas Endes lagi.

Sementara itu, Area Manager Communication & Relations Pertamina MOR I Sumbagut, Fitri Erika mengatakan penyaluran BBM jenis premium ke 36 SPBU di Batam tetap berjalan sesuai dengan permintaan. Terminal BBM pun melakukan order kemudian penebusan sesuai dengan permintaan.

“Kita menyalurkan sesuai dengan permintaan, rata-rata 450 kl per hari untuk wilayah Batam,” kata Erika yang ditemui di Kepri mal, Sabtu (18/3) sore.

Menurut dia, tren konsumsi BBM jenis premium di Batam tahun 2017 cenderung meningkat dibandingkan tahun 2016. Pada tahun 2016 penyaluran BBM ke Batam berkisar 17000 kl perbulannya. Namun awal 2017 naik 18000 kl perbulannya. Artinya, ada kenaikan 6 persen.

Meski begitu, penyaluran premium tetap berlangsung normal, bahkan stok yang tersedia cukup.

“Akhir tahun konsumsi pertalite naik pesat. Awal tahun tren premium juga naik, mungkin karena selisih harga. Meski begitu kami tetap melakukan pembenahan,” terang Erika.

Kenaikan tren konsumsi juga terlihat dari pertalite. Naik sekisar 15 persen dibanding tahun 2016. Dimana tahun 2016 konsumsi pertalite hanya 5380 kl, sedangkan tahun 2017 jadi 6200 kl.

“Baik premium dan pertalite tetap tersedia dalam jumlah yang cukup dan didistribusikan secara normal,” pungkas Erika. (she)

DPRD Dorong Pemko Batam Sediakan Lahan Terbuka Hijau untuk Warga Bersantai

0
Warga Tanjunguncang dan Sagulung bermain di Taman Tunas Regency, Sagulung untuk menghabiskan waktu sore bersama keluarganya, Kamis (26/1). F. Taman ini selalu ramai dikunjungi oleh warga Batuaji dan Sagulung. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Di tengah minimnya ruang terbuka hijau saat ini, Sekretaris Komisi III DPRD Batam, Bustamin mengusulkan agar dibangun Gelanggang Olahraga (GOR) mini di setiap Kecamatan. Menurutnya, ini solusi terbaik untuk meningkatkan indek kebahagiaan masyarakat ditengah hiruk pikuk Kota metropolis.

“Ini yang kita usulkan di saat minimnya ruang terbuka hijau,” kata Bustamin, kemarin.

Ia menilai, pemerintah tidak harus berfokus terhadap pembangunan infrastruktur jalan saja. Tetapi juga menfasilitasi masyarakat dengan menyediakan taman serta sarana olahraga, dimana nantinya akan digabung dalam bentuk GOR mini.

“Meningkatkan interaksi sosial masyarakat juga harus diperhatikan,” katanya.

Ditambahkan dia, GOR mini juga dapat difungsikan sebagai tempat penyaluran minat dan bakat anak-anak dari arah negatif kearah positif, sehingga dapat mengurangi angka kriminal mereka ditengah pergaulan bebas.

“Kita dari Komisi III akan terus dorong pembangunan GOR mini,” kata Bustamin.

Namun, untuk mewujudkannya Pemerintah perlu melakukan persiapan secara matang, seperti menyediakan lahan disetiap Kecamatan. Selain itu juga dari sisi anggaran sendiri harus dilakukan perencanaan dari awal.

“Memang dalam pembuatannya menelan anggaran sangat besar, tapi kita lakukan bertahap,” usulnya.

Terpisah, Camat Batuaji, Fridkalter menyatakan keinginannya untuk menyediakan lahan terbuka hijau bagi masyarakat. Namun yang menjadi kendala saat ini ketersediaan lahan.

“Target kami tahun ini bersama tim terpadu Kota Batam akan melakukan penertiban ruli ditiga titik dimana diperkirakan luasnya 1.500 meter persegi, diharapkan itu bisa dijadikan taman dan sarana olahraga,” ujarnya.

Dengan jumlah penduduk Batuaji sebanyak 130.000 jiwa dengan 500 Rt/Rw sudah selayaknya mendapatkan fasilitas taman dan ruang terbuka hijau. Hal ini juga mengingat usulan masyarakat akan dua hal tersebut. (rng)

Anak Muda Jangan Takut Menikah

0
Pemateri Kang Agus memberikan pemaparan kepada peserta sekolah pra nikah di Masjid Al Munawarrah Perumahan Anggrek Sari Batamcenter, Minggu (19/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Guna mengajak kaum muda untuk tidak lagi takut untuk menikah, Majelis Quran Daarut Tazkiyah Batam mengadakan Sekolah Pra Nikah (SPN), Minggu (19/3) kemarin. Ketua Panitia Penyelenggara SPN, Agung Prawoto menyatakan, ketakutan yang selama ini timbul di bayangan anak muda ketika hendak menikah, lantaran mereka tidak memahami esensi sebuah pernikahan.

“Kami mengharapkan dapat memberikan bimbingan dan ilmu pengetahuan mengenai pernikahan. Sehingga kalangan muda yakin dan mendapatkan bekal bermanfaat menuju tingkatan hubungan selanjutnya,” tutur Agung, di sela kegiatan kemarin.

Selayaknya bimbingan pra nikah yang juga ada pada Kantor Urusan Agama (KUA), Sekolah Pra Nikah yang diikuti lebih dari 200 peserta ini memberikan informasi mengenai perjalanan membangun rumah tangga. Mulai dari antisipasi dan penanganan ketika terjadi konflik yang dapat muncul pada perjalanan rumah tangga.

Kemudian sampai menyangkut persiapan pernikahan, mengatur keuangan rumah tangga. Lantyas hingga menjaga hubungan silahturahmi dengan orang tua dan mertua, hingga peraturan pembagian harta juga hak dan kewajiban suami maupun isteri.

“Semua dikupas dalam forum ini agar tak ada lagi kegalauan pada anak-anak muda untuk menyegerakan menikah jika telah mampu,” sambung Agung.

Disampaikan juga oleh sekretaris Majelis Quran Daarut Tazkiyah Batam, Tari dalam forum yang diadakan kali keduanya ini, pembahasan dilangsungkan secara santai dan menyenangkan.

“Kami sadari tema pernikahan ini sangat serius. Namun kami tetap ingin meyakinkan kalangan muda yang sudah siap, untuk segera saja menikah. Jangan sampai takut karena penghasilan kecil dan lain-lain sampai akhirnya menunda pernikahan. Apalagi berpacaran juga memang dilarang dalam Islam,” ucap wanita berkulit putih ini.

Adanya anggapan tak dapat menghidupi pasangan dan anak kelak, dirasa menjadi penyebab terbesar kalangan muda menunda salah satu sunnah rasul ini. “Padahal kalau sidah menikah jangan takut gak ada rezeki, namun justu memperlancar rezeki itu sendiri,” pungkas Tari. (aya)

Warga Batam Butuh Taman untuk Istirahat dan Bersantai

0
Warga Tanjunguncang dan Sagulung bermain di Taman Tunas Regency, Sagulung untuk menghabiskan waktu sore bersama keluarganya, Kamis (26/1). Taman ini selalu ramai dikunjungi oleh warga Batuaji dan Sagulung. foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Di tengah hiruk pikuk aktivitas masyarakat kota yang padat, ada banyak cara untuk mengisi waktu berlibur. Salah satunya berkunjung ke taman.

Taman dapat dijadikan tempat menyegarkan pikiran, apalagi bagi pekerja yang disibukkan dengan masalah kantor, kemacetan dan lainnya yang berpotensi menimbulkan stress.

Nah, di wilayah Sagulung ada satu taman yang kerap dikunjungi warga. Adalah Taman Tunas Regency.

Pagi dan sore, taman ini selalu diserbu warga. Alasan warga berkunjung pun beragam, ada yang sekedar mengantar anak-anaknya main, bertemu dengan kawan hingga ada yang memanfaatkan taman ini sebagai pelepas penat karena telah bekerja selama enam hari.

“Lumayanlah ada tempat ini untuk duduk-duduk sambil santai bersama anak-anak dan keluarga,” ujar salah satu pengunjung Taman Tunas Regency, Firman, Minggu (19/3).

Dia mengatakan, selain dijadikan lokasi berkumpul, berkunjung ke taman menjadi salah satu meditasi pelepas stres yang murah meriah. Siapa saja bisa berkunjung ke taman, tanpa mengeluarkan biaya sepersen pun.

“Dari dulu memang kalau lagi stres atau bosan palingan jalan-jalan ke taman atau kalau punya uang ngajak makan keluarga di restoran,” kata pria yang bekerja sebagai karyawan di salah satu pusat perbelanjaan ini.

Warga lain, Cintya mengatakan taman memang salah satu destinasi untuk membuang lelah selain berbelanja dan olahraga. Alam dan pemandangan hijau mempunyai kemapuan untuk menghilangkan stres, apalagi di taman tersebut ditanami pohon dan bunga.

“Tapi taman di sini (Tunas regency, red) tidak ada fasilitasnya, seandanya di tanami banyak pohon pasti sangat bagus,” katanya.

“Saya lihat di Batam juga kekurangan taman,” sambungnya.

Taman Tunas Regency memang minim fasilitas. Namun, walaupun pun begitu, masyarakat tampak sangat menikmati bersantai di taman yang sering disebut alun-alunnya Batuaji-Sagulung. (cr19)