Selasa, 9 Juni 2026
Beranda blog Halaman 2609

Dorong Inklusi di Dunia Kerja, Batam Serius Berdayakan Penyandang Disabilitas

0

 

Rudi Sakyakirti.

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam, melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), semakin gencar mendorong perusahaan untuk membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas.

Demikian disampaikan oleh Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti. Ia mengungkapkan komitmen pemerintah dalam memastikan peluang kerja yang setara bagi penyandang disabilitas.

Hal ini didasari oleh Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang mewajibkan perusahaan swasta merekrut pekerja disabilitas sebesar satu persen dari jumlah karyawan. Sedangkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diwajibkan menyediakan kuota dua persen.

“Kami sudah berupaya menerapkan aturan ini. Saat ini ada sekitar 84 perusahaan di Batam yang telah menyerap tenaga kerja disabilitas, sebagian besar dari sektor elektronik,” katanya, Senin (16/12).

Disnaker Batam aktif melakukan berbagai langkah untuk memastikan implementasi aturan ini berjalan dengan baik, termasuk melalui sosialisasi kepada perusahaan. Selain itu, dinas juga mendata jumlah penyandang disabilitas di tingkat kelurahan sebagai dasar untuk menyesuaikan penempatan kerja sesuai kemampuan mereka.

“Misalnya, ada penyandang disabilitas fisik yang memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi. Kami akan mencoba menempatkannya pada perusahaan yang membutuhkan keahlian tersebut,” kata Rudi.

Pendekatan berbasis data ini dilakukan agar penempatan kerja tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perusahaan dan pekerja disabilitas. Hal ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif di Batam.

Sebagai bentuk dukungan tambahan, lanjut Rudi, pihaknya telah menyelenggarakan pelatihan bahasa isyarat bagi manajemen sumber daya manusia atau HRD perusahaan. Pelatihan ini bertujuan mempermudah proses perekrutan, terutama saat wawancara calon tenaga kerja disabilitas.

“Kami melatih HRD agar bisa memahami bahasa isyarat, sehingga proses wawancara dan komunikasi dengan pekerja disabilitas berjalan lancar. Pelatihan ini sudah kami mulai pada 2024 dan rencananya akan dilanjutkan pada 2025, karena belum semua perusahaan ikut serta,” ujar dia.

Selain pelatihan, Disnaker Batam terus mendorong peningkatan kesadaran perusahaan tentang pentingnya membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas. Sosialisasi rutin dilakukan untuk memastikan perusahaan memahami bahwa mempekerjakan penyandang disabilitas tidak hanya kewajiban hukum, tetapi juga tanggung jawab sosial.

Menurutnya, upaya ini bertujuan menciptakan masyarakat yang lebih inklusif, di mana semua individu, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan untuk hidup mandiri dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi.

“Kami ingin Batam menjadi kota yang ramah bagi semua, termasuk bagi penyandang disabilitas. Harapannya, lebih banyak perusahaan akan tergerak untuk membuka peluang kerja dan melihat potensi besar dari tenaga kerja disabilitas,” kata dia.

Dengan berbagai langkah strategis yang dilakukan, Rudi optimistis program ini akan terus berkembang. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dapat menciptakan perubahan nyata dalam mendukung hak-hak penyandang disabilitas di dunia kerja. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Dorong Inklusi di Dunia Kerja, Batam Serius Berdayakan Penyandang Disabilitas pertama kali tampil pada Metropolis.

2 Ribu Peserta Ikuti Tes PPPK di Batam, Hasil Diumumkan Akhir Desember

0
Kepala BKPSDM Kota Batam, Hasnah. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

batampos – Sebanyak 2.193 peserta mengikuti tes kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang digelar di Golden View Hotel, Bengkong, Kota Batam. Pelaksanaan tes berjalan lancar dengan hanya satu peserta yang absen.

Pengolahan nilai tengah dilakukan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan hasilnya dijadwalkan akan diumumkan pada akhir Desember 2024 melalui sistem live score.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam, Hasnah, menyampaikan bahwa pelaksanaan tes berjalan lancar.

“Jumlah peserta yang tidak hadir hanya satu orang. Pengolahan nilai sedang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) sesuai jadwal, yaitu pada 24-31 Desember 2024. Peserta dapat langsung mengetahui hasil nilai berdasarkan live score dari BKN,” ujarnya pada Senin (16/12)

Pemerintah Kota Batam membuka 2.300 formasi PPPK pada tahun ini untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor, 67 formasi untuk tenaga kesehatan, dan 2.124 formasi untuk tenaga teknis.

Sementara itu, seleksi berikutnya, yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), dijadwalkan akan berlangsung pada 19-20 Desember 2024.

“Tes ini akan dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN Batam,” jelasnya.

Proses seleksi ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Batam dalam memperkuat sumber daya manusia yang profesional dan berkompeten guna mendukung pelayanan publik yang lebih baik.

“Pemerintah berharap seluruh tahapan seleksi dapat berjalan dengan baik hingga pengumuman akhir nanti,” ujarnya. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel 2 Ribu Peserta Ikuti Tes PPPK di Batam, Hasil Diumumkan Akhir Desember pertama kali tampil pada Metropolis.

Disnaker Batam dan SMK Kolaborasi Tingkatkan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

0
Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti.

batampos – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, mengambil langkah strategis untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal dengan mengoptimalkan bursa kerja khusus (BKK) di sekolah menengah kejuruan (SMK).

Program ini tidak hanya membantu perusahaan mendapatkan tenaga kerja sesuai kebutuhan, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi lulusan SMK untuk memasuki dunia kerja.

Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti, menyebut hampir seluruh SMK di Batam kini telah memiliki bursa kerja khusus. Bursa ini menjadi wadah penting untuk menyalurkan lulusan SMK ke perusahaan yang membutuhkan.

“Setiap sekolah mengadakan bursa kerja sendiri, dan perusahaan langsung mendatangi sekolah-sekolah tersebut. Hampir semua SMK di Batam sudah memiliki bursa kerja,” ujar Rudi, Senin (16/12).

Menurut Rudi, keberadaan bursa kerja khusus ini membantu perusahaan mencari tenaga kerja yang sesuai kebutuhan, sekaligus meningkatkan reputasi SMK di mata masyarakat.

“Semakin banyak SMK yang berhasil menyalurkan alumninya ke dunia kerja, semakin besar minat calon siswa untuk masuk ke SMK tersebut. Hal ini juga berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja secara keseluruhan,” jelasnya.

Selain bursa kerja khusus, Disnaker Batam juga memperluas pelatihan keterampilan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan industri lokal, seperti galangan kapal dan perhotelan.

Sektor ini menjadi fokus utama mengingat tingginya permintaan tenaga kerja terampil dari perusahaan di Batam.

“Kami rutin mengevaluasi pelatihan kerja setiap tahun berdasarkan masukan dari industri. Jika ada bidang pelatihan yang dibutuhkan, kami prioritaskan untuk dibuka,” kata Rudi.

Disnaker juga memastikan pelatihan yang diselenggarakan relevan dengan kebutuhan pasar. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi keluhan masyarakat, khususnya generasi muda, terkait sulitnya memperoleh pekerjaan.

Ketua Komisi IV DPRD Batam, Dandis Rajagukguk, turut menyoroti pentingnya pelatihan keterampilan kerja. Ia meminta Disnaker meningkatkan jumlah program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.

“Banyak anak muda kesulitan mendapatkan pekerjaan karena kurangnya keterampilan yang sesuai. Pelatihan-pelatihan ini harus diperluas agar lebih banyak generasi muda yang siap masuk dunia kerja,” ujar politisi PDI-P tersebut.

Dengan langkah-langkah strategis seperti bursa kerja khusus dan pelatihan yang terfokus, Batam diharapkan mampu menciptakan ekosistem tenaga kerja yang lebih kompetitif sekaligus menjawab kebutuhan pasar kerja di berbagai sektor. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Disnaker Batam dan SMK Kolaborasi Tingkatkan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal pertama kali tampil pada Metropolis.

Kenaikan UMK Mencakup Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi

0
Ratusan buruh yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Batam (KRB) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Kamis (12/12).

batampos – Penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Batam 2025 yang diusulkan sebesar Rp4.989.600 mengalami kenaikan 6,5 persen dibandingkan UMK tahun sebelumnya. Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Batam, Yapet Ramon, mengungkapkan pentingnya mempertimbangkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dalam perhitungan UMK ini.

Ramon menjelaskan bahwa kenaikan 6,5 persen tersebut didasarkan pada perhitungan ekonomi, mencakup inflasi sebesar 1,84 persen dan pertumbuhan ekonomi 4,95 persen, dikalikan dengan faktor alfa 0,94. Perhitungan ini menghasilkan angka 6,49 persen yang dibulatkan menjadi 6,5 persen.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 16 Tahun 2024, yang mengatur bahwa kenaikan UMK harus mempertimbangkan faktor ekonomi serta KHL yang ditetapkan oleh Dewan Pengupahan Kabupaten/Kota.

”Berdasarkan survei KHL kami di tiga pasar Kota Batam, angka KHL tercatat sebesar 30 persen, yang turut memengaruhi perhitungan UMK,” ujarnya, Minggu (15/12).

Ramon berharap Gubernur Kepri dapat memberikan pertimbangan lebih lanjut, termasuk kemungkinan membulatkan UMK menjadi Rp5 juta agar lebih sesuai dengan kebutuhan hidup layak pekerja. ”Nanti gubernur yang akan menetapkan. Semoga ada pertimbangan-pertimbangan. Sebagai contoh, UMK digenapkan menjadi Rp5 juta misalnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, menyatakan masih ada kekhawatiran dari kalangan pengusaha terkait dampak kenaikan UMK terhadap sektor padat karya, seperti garmen dan manufaktur. Ia meng-ungkapkan bahwa dengan UMK yang lebih tinggi, daya saing Batam di sektor tersebut bisa terpengaruh, yang tentunya akan menambah beban bagi pengusaha.

“Walaupun sudah menjadi keputusan pemerintah, kami tetap mempertanyakan dasar kenaikan 6,5 persen ini karena tidak ada penjelasan rinci dari pemerintah,” ungkap Rafki.
Terkait proses selanjutnya, Dewan Pengupahan Provinsi Kepri telah melakukan rapat pleno untuk memeriksa hasil berita acara rapat Dewan Pe-ngupahan Kabupaten/Kota. Gubernur Kepri akan menetapkan UMK Batam berdasarkan hasil rapat tersebut.

Beberapa pihak berharap agar pertimbangan lebih lanjut dapat dilakukan, misalnya dengan membulatkan UMK menjadi Rp5 juta. Hal ini dinilai perlu guna mengakomodasi berbagai kepentingan.

Meskipun ada ketidakpuasan dari pengusaha, Rafki menyebutkan bahwa mereka akan mematuhi keputusan pemerintah yang telah ditetapkan, meskipun dia mengakui ada kendala teknis dalam pembahasan UMK ini. Salah satu kendala tersebut adalah ketiadaan petunjuk teknis (juknis) terkait sektor, beban kerja, dan risiko kerja yang menjadi dasar penetapan Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK).

“Kami menunggu adanya juknis sebelum pembahasan lebih lanjut. Tanpa juknis yang jelas, pembahasan tidak bisa dilakukan dengan cepat,” kata Rafki. Keputusan akhir terkait UMK Batam 2025 akan ditentukan oleh Gubernur Kepri, dengan mempertimbangkan semua masukan dari Dewan Pengupahan dan pihak terkait lainnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepri, Mangara M. Simarmata, menyampaikan optimismenya terhadap proses yang telah berjalan. “Saya sangat senang semua unsur memberikan masukan-masukan yang membangun. Perbedaan pendapat itu hal biasa, tapi akhirnya ada titik temu sehingga pembahasan UMK kabupaten/kota di Kepri tahun 2025 dapat diterima,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa pembahasan UMK melibatkan masukan dari serikat pekerja, perusahaan, serta pemerintah daerah. Penetapan UMK Batam dijadwalkan paling lambat pada 18 Desember 2024. Untuk Batam, angka UMK 2025 diusulkan sebesar Rp4.989.600. (*)

Artikel Kenaikan UMK Mencakup Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemancing Hilang di Pantai Bahagia Nongsa Ditemukan Meninggal Dunia

0
Korban pemancing yang dilaporkan hilang akibat terseret gelombang pasang di Pantai Bahagia, Sambau ditemukan meninggal dunia di hari kedua pencarian. Foto: Basarnas Batam untuk Batam Pos

batampos – Habib Maulana (20), seorang pemancing yang dilaporkan hilang akibat terseret gelombang pasang di Pantai Bahagia, Sambau, Nongsa, Minggu (15/12), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (16/12) sekitar pukul 10.43 WIB. Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan berjarak 1 nautical mile (NM) dari lokasi diduga tenggelam, sebelum dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kepri.

“Benar, sudah kita temukan siang ini,” kata Kepala Pos Basarnas Batam, Dedius.

Habib ditemukan dalam keadaan mengapung oleh tim SAR gabungan di hari kedua pencarian. Pencarian melibatkan dua Search and Rescue Unit (SRU), dimana SRU 1 melakukan pencarian menggunakan dua shorti dengan luas area 3 NM, meliputi perairan Pantai Bahagia bagian timur hingga alur pelayaran Pelabuhan Nongsa Pura.

SRU 2 menyisir garis pantai Nongsa bagian barat hingga alur perairan Pulau Putri, juga seluas 3 NM.

Dalam operasi ini, Basarnas menurunkan berbagai peralatan seperti rubber boat, Aqua Eye, dan drone thermal. Setelah ditemukan, jenazah Habib Maulana dievakuasi ke Pantai Bahagia Nongsa sebelum dibawa ke RS Bhayangkara menggunakan ambulan Ditpolairud Polda Kepri.

Kejadian ini bermula pada Minggu (15/12) sekitar pukul 10.00 WIB, saat delapan pemancing terseret gelombang pasang di Pantai Bahagia. Enam pemancing berhasil selamat, satu ditemukan meninggal dunia pada hari kejadian, dan Habib Maulana dinyatakan hilang hingga ditemukan keesokan harinya.

Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, para pemancing tiba di lokasi pada pukul 09.00 WIB. Tujuh orang turun ke laut saat air tengah surut, sementara satu orang menunggu di tepi pantai.

“Pemancing diduga terseret air pasang,” kata Fazzli.

Dari tujuh pemancing yang turun ke laut, lima berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepi pantai. Mereka adalah M. Dino (22), Andika (24), Aris (21), Vito (18), dan Yudha (19). Sedangkan satu orang, AE (29), ditemukan meninggal dunia pada Minggu siang.

Tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi ini meliputi Ditpolairud Polda Kepri, TNI, Pos SAR Batam, Polsek Nongsa, dan masyarakat setempat. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Pemancing Hilang di Pantai Bahagia Nongsa Ditemukan Meninggal Dunia pertama kali tampil pada Metropolis.

Rayakan HUT ke-28, Ikamba Batam Gelar Khitanan Massal

0
Ketua Umum Ikamba Batam, Jupri, Pendiri Ikamba Batam Djohan Arifin, Djohar Arief, Anggota DPRD Kepri, Asmin Patros, bersama anggota Ikamba Batam bersama memotong kue ulang tahun. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Ikatan Keluarga Bangka (Ikamba) Kota Batam mengadakan khitanan massal di Sekretariat Ikamba Kota Batam di Komplek Cemara Asri Blok BB 10 Nomor 9 Batuaji, Minggu (15/12). Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB itu melibatkan 50 orang anak. Dan 15 orang tim medis dari Rumah Sakit Mutiara Aini, yang terdiri dari dokter bedah, dokter umum, perawat dan juga apoteker.

Ketua Umum Ikamba Kota Batam, Jupri mengatakan, kegiatan khitanan massal tersebut dilakukan bertujuan agar Ikamba Batam mendapatkan keberkahan dan seluruh kegiatan yang dilakukan oleh Ikamba Batam dapat berjalan lancar. Selain itu agar anggota Ikamba Batam semakin baik, kompak, solid dan dapat terus berkontribusi untuk masyarakat Batam.

“Kami berharap doa dan dukungan bapak dan ibu agar anggota Ikamba Batam semakin kompak dan solid supaya dapat terus berbuat lebih banyak untuk masyarakat luas. Kami juga berdoa semoga putra bapak-ibu yang telah dikhitan menjadi anak yang tumbuh dewasa, sehat, pintar dan bermanfaat bagi kedua orang tuanya dan masyarakat luas,” kata Jupri dalam sambutannya.

Peserta Khitanan massal foto bersama pengurus dan anggota Ikamba Batam.

“Alhamdulillah atas berkat karunia dari Allah, Ikamba Batam masih diberi kesempatan untuk selalu berbuat kegiatan sosial buat masyarakat luas. Terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan anaknya untuk dikhitan di kegiatan ini,” kata Jupri lagi.

Jupri mengatakan, khitanan massal ini merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-28 Ikamba Kota Batam. Selain mengkhitankan 50 orang anak, Ikamba Batam juga memberikan bingkisan kepada peserta khitan berupa sarung, peci, dan
uang saku. Sebelum dikhitan, kata Jupri, anak-anak terlebih dahulu diarak dengan atraksi barongsai sehingga semakin memeriahkan acara tersebut.

“Acara diiisi dengan potong tumpeng dan kue ulang tahun, hiburan, makan bersama dan doa bersama,” kata Jupri.

Pendiri Ikamba Batam, Djohan Arifin mengatakan, sangat senang dan bersyukur di usia Ikamba Batam yang ke -28, Ikamba Batam masih eksis dan terus berkontribusi untuk masyarakat Batam.

“Saya bersukur kepada masyarakat Bangka yang ada di Batam karena bisa menjaga nama baik kampung halaman di perantauan, bisa kompak dan solid. Boleh kata kami orang Bangka di Batam ini bisa menikmati tinggal di Batam dan hidup berdampingan dengan rukun. Kami sebagai orang tua di sini selalu menasehati anak-anak kami agar selalu bermanfaat untuk masyarakat,” kata pria yang akrab disapa Apeng ini.

Senada dengan Djohan Arifin, Djohar Arief yang juga pendiri Ikamba Batam mengapresiasi kegiatan tersebut, dia mengaku salut dan mengacungi jempol buat para anggota Ikamba Batam yang sudah meluangkan waktunya untuk kegiatan ini. Dia juga berharap semoga kedepan Ikamba Batam bisa berbuat lebih banyak lagi untuk masyarakat Batam.

“Ikamba Batam akan terus melakukan hal-hal yang positif yang bermanfaat untuk masyarakat. Semoga kedepan Ikamba Batam dapat terus melakukan kegiatan kegiatan positif yang lebih banyak lagi untuk masyarakat Batam, serta dapat menjaga marwah organisasi bersama sama. Tetap jaga kekompakan, dan selalu menjaga kerukunan,” katanya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Rayakan HUT ke-28, Ikamba Batam Gelar Khitanan Massal pertama kali tampil pada Metropolis.

Curhat Sopir Angkot, Sulit Isi Pertalite Subsidi di SPBU

0
Sopir angkota yang menunggu penumpang di Jalan Merdeka Kota Tanjungpinang, Minggu (15/12). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Sopir Angkutan Kota (Angkot) di Kota Tanjungpinang, Kepri mengeluhkan terkait kewajiban memiliki QR Code Mypertamina, untuk mengisi BBM jenis pertalite di SPBU. Mereka menilai, kebijakan itu harusnya tidak berlaku untuk angkot.

Wajib menggunakan QR Code untuk mengisi pertalite bagi kendaraan roda empat, diketahui sudah berlaku sejak 9 Desember lalu. Pengendara yang tidak memiliki kartu Mypertamina tersebut, hanya bisa mengisi BBM di SPBU untuk jenis pertamax saja.

Kondisi ini lah, yang membuat sebagian besar sopir angkot di ibu kota Provinsi Kepri itu protes. Sebab, sopir angkot yang tidak memiliki QR Code, terpaksa membeli pertalite eceran yang dijual di warung-warung kecil pinggir jalan.

“Tahu sendiri kan harganya beda jauh. Pendapatan kita sedikit, tapi biaya operasional malah naik, karena di SPBU wajib pakai QR code,” kata Rendi, Minggu (15/12).

BACA JUGA: Isi Pertalite harus Pakai QR Code

Rendi yang saat ini belum memiliki kartu QR code Mypertamina, terpaksa membeli tiga botol ukuran satu liter pertalite yang dijual di warung kecil. Beberapa botol pertalite itu, hanya cukup sekali perjalanan saja.

Menurutnya, harusnya pemerintah dapat mencarikan solusi terkait kondisi yang membuat sopir angkot makin susah tersebut. “Cari solusinya, biar kita gampang dapat kartu (QR code) tersebut,” tambahnya.

Sementara sopir angkot lainnya, Ilyas menegaskan harusnya QR code itu tidak berlaku untuk angkot, melainkan mobil pribadi saja. Apalagi, angkot merupakan transportasi umum yang melayani masyarakat.

Mengisi pertalite yang merupakan BBM subsidi untuk angkot, di nilai lebih tepat sasaran, ketimbang mengisi ke mobil pribadi. Sehingga, hanya mobil pribadi saja yang wajib menggunakan QR code untuk mengisi pertalite.

“Harusnya angkota tidak. Bikin ribet saja, karena angkot melayani masyarakat, beda dengan mobil pribadi,” tegasnya.

Ilyas mengaku sudah membuat QR code untuk bisa mengisi pertalite di SPBU tidak lama ini. Sebab, ia tidak mampu mengeluarkan uang yang cukup banyak, untuk mengisi pertamax. Ditambah lagi, kondisi penumpang yang saat ini kian sepi.

“Kalau tidak ada ini (QR code) harus isi pertamax, ya teruk lah kita. Isi pertalite Rp150 ribu saja sudah berat, apalagi isi pertamax,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

 

Artikel Curhat Sopir Angkot, Sulit Isi Pertalite Subsidi di SPBU pertama kali tampil pada Kepri.

Pelita Air Buka Rute Baru

0
 F. Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos

batampos – Pelita Air secara resmi membuka rute baru penerbangan Jakarta-Medan-Jakarta dalam rangka menyambut angkutan libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Direktur Utama Pelita Air Dendy Kurniawan mengatakan pembukaan rute baru itu dilakukan untuk mengakomodasi peningkatan pergerakan masyarakat selama libur akhir tahun, sejalan dengan komitmen Pelita Air untuk membantu pemerintah menyukseskan Natal dan Tahun Baru

”Diresmikannya penerbangan Pelita Air ke Medan diharapkan mampu memberikan pilihan bagi masyarakat, wisatawan serta pebisnis yang ingin berkunjung dan bepergian dengan aman, nyaman dan tepat waktu, dari dan ke Medan,” kata Dendy dalam keterangan di Jakarta, Minggu (15/12).

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa melalui pembukaan rute Medan, Pelita Air turut mendukung Pemerintah dalam mengembangkan pariwisata lokal, yakni melalui peningkatan konektivitas menuju destinasi pariwisata unggulan nasional.

Menurutnya, Medan termasuk salah satu kota yang menawarkan berbagai destinasi wisata unggulan, salah satunya adalah Danau Toba yang menjadi salah satu Destinasi Wisata Super Prioritas di Indonesia.

”Dengan adanya rute baru ini kami ingin ikut ambil bagian dalam mendukung pemerintah mengembangkan pariwisata dalam negeri, tentunya melalui peningkatan konektivitas udara,” ucap Dendy.

Tak hanya bagi wisatawan dan industri pariwisata, dengan dibukanya rute baru ini diharapkan mampu memperluas ke-sempatan bagi para pebisnis baik yang berada di Medan maupun luar Medan untuk mengembangkan bisnisnya ke seluruh wilayah Indonesia.
Untuk mendukung hal tersebut, Dendy menerangkan bahwa penerbangan Jakarta-Medan direncanakan akan berlangsung dua kali sehari.

“Medan adalah salah satu destinasi favorit masyarakat. Melihat antusiasme tersebut maka kami berencana agar Pelita Air dapat terbang dua kali sehari ke Medan,” Tambah Dendy.

Untuk mendukung rute pe-nerbangan ke Medan, Pelita Air telah menambah armadanya dengan mendatangkan pesawat Airbus A320 ke-12 pada November 2024.

Armada baru ini diharapkan mampu mendukung peningkatan mobilitas masyarakat selama masa libur Natal dan Tahun Baru, khususnya bagi yang ingin menghabiskan masa liburan di Medan. (*)

Artikel Pelita Air Buka Rute Baru pertama kali tampil pada News.

Tim Asia Usai Meraih Peringkat III The Geneva Challenge 2024, Coba Implementasikan Kurikulum E-Commerce di Korsel, Kamboja, Indonesia

0
Tim Asia yang beranggota Buly Ek, Alland Dharmawan, Natassja Amling, Seonha Choi, dan Julie Dioc menerima penghargaan pada The Geneva Challenge 2024, di Jenewa, Swiss.
F. Dokumentasi Pribadi untuk Batam Pos

PANDEMI Covid-19 memang telah berlalu. Namun, masa pagebluk itu mengubah kehidupan Dina. Dia adalah remaja 20 tahun yang berasal dari Provinsi Kratie, Kamboja. Lokasinya yang terpencil membuat Kratie tidak terlalu berkembang, terutama soal kemajuan teknologi.

Dina dan keluarga menggantungkan ekonominya dari berjualan di toko kelontong. Usaha itu dijalankan dari rumah. Dengan mata pencaharian tersebut, Dina dan orangtua rutin wira-wiri ke pasar tiap pekan atau bah-kan tiap hari. Tujuannya adalah kulakan.

Kondisi itu berubah menjadi suram ketika pandemi mengguncang. Karantina wilayah dan pembatasan sosial menghambat model bisnis tradisional. Pergi ke pasar untuk kulakan tak senyaman sebelumnya. Usaha itu pun menemui paceklik.

Kisah Dina dan keluarga itu lantas dipotret dengan apik oleh Alland Dharmawan, Bunly Ek, Julie Dioc, Nastassja Amling, dan Seonha Choi. Lima pemuda-pemudi tersebut menempuh studi di Kore-a Selatan (Korsel). Alland, Bunly, Julie, dan Nastassja adalah mahasiswa pascasarjana di Yonsei University, sementara Seonha berkuliah di Seoul National University. Lima sekawan itu membentuk Tim Asia.

Mereka bergabung dalam gelaran The Geneva Challenge 2024. Itu merupakan kontes internasional yang diikuti para mahasiswa pascasarjana yang bertujuan menghadirkan solusi inovatif dan pragmatis untuk mengatasi tantangan pemberdayaan pemuda.

Dalam Tim Asia, Alland didapuk sebagai ketua. Mereka sepakat memotret kisah Dina dalam proposal yang dilombakan. ”Dina ini sepupunya Bunly. Kami wawancara Dina, melakukan riset tentang Provinsi Kratie, melihat bagaimana tantangan di wilayah itu, dan apa saja skill yang diperlukan oleh anak muda di sana,” ujar Alland, Senin (25/11).

Alland menceritakan, keluarga Dina sempat terlilit utang di bank. Kisah itu pun sejatinya merupakan gambaran lumrah yang dialami hampir semua pedagang kecil saat pandemi Covid-19 melanda.

”Semua pergerakan dibatasi saat pandemi. Dina tidak bisa ke pasar buat kulakan. Usahanya terlilit utang di bank. Kondisi itu beda sekali dengan di Indonesia. Saat Covid-19, bisnis online naik signifikan di tanah air,” jelas pria asal Malang, Jawa Timur itu.

Alland dan tim lantas menarik benang merah. Yakni, paceklik yang dialami Dina dan keluarga itu salah satunya disebabkan kurangnya literasi digital dan akses terhadap teknologi.

Dengan potret tersebut, Tim Asia lantas memformulasikan sebuah kurikulum yang disebut DigiBridge. Kurikulum itu bertujuan memberdayakan pemuda melalui pendidikan e-commerce guna menjembatani kesenjangan literasi digital. Dengan DigiBridge, pembangunan ekonomi di daerah perdesaan juga diharapkan bisa terakselerasi.

”Kita ajarkan bagaimana membuat toko online, me-ngoperasikan, memasarkan, dan lainnya. Di daerah sering kita jumpai anak muda ingin belajar, tapi nggak ada infrastruktur dan akses yang memadai. Dengan ide ini, kita ingin ada kerja sama dengan pemerintah setempat maupun pihak swasta,” papar Alland yang juga menjadi salah seorang pembicara dari Indonesia pada side-event konferensi COP29 di Baku, Azerbaijan, pertengahan bulan lalu.

Kompetisi The Geneva Challenge tidak hanya menilai kelayakan proyek, tetapi juga potensi dampak, kemampuan untuk direplikasi di negara lain, dan keberlanjutan dalam jangka panjang.

Menariknya, meski kisah Dina berasal dari provinsi kecil di Kamboja yang dipotret dalam
DigiBridge, kurikulum itu bisa diimplementasikan secara global. Bergantung pada kebutuhan yang dialami oleh lokasi implementasi.

”Bisa disesuaikan dengan perlunya apa, bahasa setempatnya apa agar bisa inklusif. Siapa pun yang tidak punya internet bisa belajar,” imbuh pria lulusan Universitas Ma Chung, Malang, itu.

Alland menceritakan, dirinya sengaja mengumpulkan kawan-kawannya dari latar belakang berbeda-beda dalam Tim Asia. Bunly berasal dari Kamboja, Julie dari Prancis, Nastassja dari Jerman, dan Seonha dari Korsel.

”Dengan bermacam latar belakang, lima sekawan ini mampu memetakan beberapa solusi dan perspektif beragam,” tuturnya.

Tim Asia pun meraih peringkat III kompetisi The Geneva Challenge 2024. Meski telah meraih prestasi, Alland dan tim tak menghentikan langkahnya. Tiap anggota tim akan mempromosikan DigiBridge ke berbagai pihak agar solusi yang ditawarkan bisa menjem-batani persoalan yang ada.

”Tim kami punya background dan koneksi yang berbeda-beda. Kami akan presentasi di beberapa pihak terkait. Seonha di Korsel rencananya akan membantu presentasi di organisasi sukarelawan untuk pengungsi Korea Utara, sementara Bunly juga akan presentasi di Kamboja. Saya sendiri berharap kurikulum ini bisa diimplementasikan di Indonesia agar dampak positifnya bisa dirasakan di tanah air,” tuturnya. (*)

 

Reporter: DINDA JUWITA

Artikel Tim Asia Usai Meraih Peringkat III The Geneva Challenge 2024, Coba Implementasikan Kurikulum E-Commerce di Korsel, Kamboja, Indonesia pertama kali tampil pada News.

PLN Batam Konsisten Beri Kemudahan Pelanggan Mengakses Layanan Kelistrikan

0
Resepsionis PLN Batam sedang menjelaskan mengenai Promo Gebyar Kemerdekaan 2024 kepada konsumen PT PLN Batam.
F. HUMAS PT PLN BATAM UNTUK BATAM POS

batampos – PT PLN Batam berkomitmen untuk terus berupaya memberi pelayanan terbaik bagi pelanggan. Hal ini salah satunya dibuktikan dengan menyediakan kemudahan dalam mengakses berbagai layanan kelistrikan yang dibutuhkan pelanggan, antara lain Penyambungan Baru, Perubahan Nama, Perubahan Daya, dan Pengaduan Pelanggan.

Menurut keterangan Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam, Zulhamdi, pelanggan PLN Batam yang membutuhkan layanan-layanan tersebut cukup mengunjungi Kantor Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) yang tersebar di empat wilayah di Kota Batam.

“PLN Batam memiliki empat UP3 yang siap membantu pelanggan hingga penjuru Kota Batam, masing-masing terletak di Batam Centre, Nagoya, Batu Aji, dan Tiban,” jelasnya, Minggu (15/12/2024).

Lebih lanjut Zulhamdi menuturkan, pelanggan yang memerlukan layanan seperti Penyambungan Baru, Perubahan Nama, dan Perubahan Daya, disarankan telah membawa berkas-berkas yang diperlukan, misalnya fotokopi kartu identitas, bukti kepemilikan, dan sebagainya.

“Masih dalam rangka memberi kemudahan kepada pelanggan, PLN Batam juga menyediakan berbagai saluran komunikasi agar pelanggan dapat selalu terhubung dengan kami. Selain dengan berkunjung langsung ke Kantor UP3, pelanggan PLN Batam juga dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan melalui Contact Center 123, WhatsApp VirA (Virtual Assistant), Layanan Virtual PLN Batam, dan media sosial PLN Batam seperti Facebook dan Instagram,” papar Zulhamdi lagi.

Untuk menghubungi Contact Center PLN Batam, pelanggan dapat menelepon 123 untuk telepon rumah atau 0778123 untuk ponsel. Selain itu, pelanggan dapat menghubungi PLN Batam melalui WhatsApp VirA (Virtual Assistant) di nomor 08117045123, tetapi nomor tersebut hanya menerima pesan teks.

Pelanggan juga dapat mengakses layanan virtual PLN Batam melalui situs web resmi PLN Batam, www.plnbatam.com, untuk kemudian tersambung dengan Customer Services melalui Zoom atau aplikasi sejenis. Tidak ketinggalan, saluran komunikasi PLN Batam juga mencakup media sosial Facebook dan Instagram, masing-masing dengan nama PT PLN Batam dan @ptplnbatam.

Semua informasi mengenai kemudahan akses layanan kelistrikan PLN Batam tersebut dapat diperoleh melalui situs web resmi PLN Batam, www.plnbatam.com.

Sebagai perusahaan penyedia listrik di Batam, Rempang, dan Galang, PLN Batam akan senantiasa berupaya meningkatkan kualitas layanan, memberikan respons sigap, mempermudah akses informasi, dan menyediakan apa yang dibutuhkan demi menghasilkan kepuasan pelanggan. (*)

Artikel PLN Batam Konsisten Beri Kemudahan Pelanggan Mengakses Layanan Kelistrikan pertama kali tampil pada Metropolis.