
batampos – Presiden Amerika Serikat (AS), Joe R Biden bersumpah akan menindak sejumlah perusahaan penyelundup yang memasukkan warga secara ilegal ke AS.
Hal ini sebagai tindak lanjut dari terjadinya tragedi Texas, dimana ditemukan 51 mayat dalam truk peti kemas yang terparkir di pinggiran San Antonio, Texas, Selasa (28/6/2022).
BACA JUGA:
Tragedi Texas: Korban Tewas Migran Bertambah jadi 51 Orang,Dua Warga Meksiko jadi Tersangka
“Insiden ini sangat mengerikan dan memilukan. Saya bersumpah akan menindak perusahaan penyelundup migran secara ilegal,” ujar Biden seperti dilansir dari Reuters, Rabu (29/6/2022).
Biden memperkirakan, banyak perusahaan-perusahaan penyelundup bernilai miliaran dolar turut memicu rekor terbanyak jumlah migran yang menyeberangi perbatasan AS-Meksiko sejak dia menjabat pada Januari 2021 lalu.
Sedikitnya 27 warga Meksiko, tiga Guatemala, dan empat Honduras diyakini menjadi korban tewas dalam insiden itu. Sementara data lengkap korban lainnya masih dalam proses identifikasi.
Belasan orang yang selamat, empat di antaranya anak-anak, dilarikan ke rumah sakit terdekat karena tersengat panas dan kelelahan.
Penegak hukum dan pejabat Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) yang ikut dalam penyidikan menyebutkan, truk tersebut kemungkinan membawa sekitar 100 migran.
“Tampaknya mereka baru saja menyeberangi perbatasan dan dijemput dengan truk ke tempat mereka akan bekerja,” ujar CBP.
CBP membeberkan, mereka diberi tahu soal truk itu lewat panggilan darurat 911 dari seorang pelintas yang dimintai bantuan oleh seorang migran yang melarikan diri dari truk.
Menurut mereka, para korban ditemukan dengan tubuh yang dilumuri zat beraroma tajam, modus yang biasa dipakai para penyelundup untuk menutupi bau manusia dan agar terhindar dari endusan anjing pelacak.
Kepala kepolisian San Antonio, William McManus mengatakan seseorang yang bekerja di sebuah gedung setempat mendengar teriakan minta tolong.
Ketika dia keluar untuk memeriksa, dia menemukan pintu trailer sedikit terbuka dan melihat sejumlah mayat di dalamnya.
Para migran yang selamat kemungkinan akan dibebaskan ke AS untuk mendapatkan suaka atau bantuan kemanusiaan lainnya, kata para pejabat.
Sebelumnya, para penyintas dari kasus-kasus penyelundupan manusia ditahan untuk dijadikan saksi.
BACA JUGA:
46 Migran Tewas di Dalam Peti Kemas di Texas, Amerika
Mantan petinggi di unit penyelidikan Badan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS, Jack Staton menyebutkan, jalan tol I-35, yang berada di dekat lokasi penemuan truk, merupakan perlintansan San Antonio dari perbatasan Meksiko. ” Ini rute populer penyelundupan karena tingginya lalu lintas truk berukuran besar,” ujarnya.
Kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi pada Juli 2017 lalu. Dimana 10 migran tewas dalam trailer yang ditemukan polisi San Antonio di tempat parkir Walmart. Sang sopir kemudian dihukum seumur hidup atas keterlibatannya dalam upaya penyelundupan itu. “Ini cuma masalah waktu sebelum tragedi serupa terulang lagi,” kata Staton. (*)
Reporter: Chahaya Simanjuntak









