Minggu, 24 Mei 2026
Beranda blog Halaman 8717

BC Batam Bakar 66,78 Juta Batang Rokok Hasil Penindakan

0
Petugas Bea dan Cukai tipe B Batam melempar slop rokok saat pemusnahan di tanah lapang Horizon industrial park, Sagulung, Rabu (29/12). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos-Rokok berbagai jenis dengan nilai Rp67,92 miliar atau 66,78 juta batang rokok ilegal dimusnahkan dengan cara dibakar di Kawasan Sagulung, Rabu (29/12). Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam, Ambang Priyonggo mengatakan kegiatan pemusnahan ini merupakan tindak lanjut dan komitmen Bea Cukai untuk menekan peredaran rokok ilegal.

BACA JUGA: Penerimaan Bea Cukai Batam Tembus Rp 1 Triliun

Pemusnahan ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 178 Tahun 2019 tentang Penyelesaian Terhadap Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai (BTD), Barang yang Dikuasai Negara (BDN), dan Barang yang Menjadi Milik Negara (BMN).
“Operasi Cukai ini untuk mencegah persaingan usaha yang tidak sehat antara produsen legal dengan produsen ilegal. Agar keberlangsungan industri hasil tembakau yang legal tidak terganggu,” ujar Ambang di lokasi.

Dia menjelaskan seluruh rokok ilegal ini didapatkan dari Operasi Gempur Rokok Ilegal periode tahun 2020 hingga 2021 serta operasi pasar. Selama periode tersebut dilakukan 111 kegiatan.

“Peredaran rokok ilegal dapat mempengaruhi penerimaan cukai hasil tembakau yang pada akhirnya juga akan berimbas pada penerimaan negara khususnya penerimaan cukai yang salah satu peruntukannya untuk DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau),” katanya.

Selain dari operasi pasar, kata Ambang, barang bukti rokok itu juga didapatkan dari 1 perusahaan rokok, yakni PT ROK. Izin perusahaan tersebut dicabut karena tidak aktif selama 12 bulan atau tidak membayar cukai.

“Operasi ini diharapkan dapat menimbulkan efek jera bagi peretail, sehingga selanjutnya menjual rokok sesuai ketentuan. Diharapkan juga terjadi penurunan pasokan rokok ilegal dan sekaligus meningkatkan permintaan rokok legal,” katanya.

Ambang menambahkan saat ini, produsen rokok di Batam mencapai 11 perusahaan. Menurut dia, produksi rokok di Batam mayoritas untuk di ekspor. “Kalau dikonsumsi di Batam harus ada cukai, kecuali diekspor. Maka kita selalu lakukan edukasi dan pengawasan peredaran rokok ini,” ungkapnya.

Ambang menegaskan, selain menindak barang rokok ilegal, pihaknya juga turut mengamankan para penyelundup atau pemain rokok ilegal tersebut. “Untuk tahun 2021 ini sudah ada 6 yang kita sidik. Dan 5 orang sudah divonis dengan hukuman 2 sampai 5 tahun,” tegasnya.

Ambang juga menjelaskan kegiatan pemusnahan ini dimaksudkan untuk mengkampanyekan “Legal Itu Mudah” sebagai sebuah jargon dalam mengedepankan langkah preventif pemerintah dalam mengatasi peredaran rokok ilegal.

Dalam kesempatan yang sama, Ambang juga tak lupa mengapresiasi sinergi dan kolaborasi yang selama ini terjalin antara Bea Cukai Batam dan instansi terkait yang bersama-sama memberantas peredaran rokok ilegal.

“Pakailah rokok yang memakai cukai. Karena cukai ini sangat diperlukan negara kita. Kita harapkan Batam menjadi kawasan ekonomi yang kondusif, dan banyak investor yang masuk,” tutupnya. (*)

 

Reporter: YOFI YUHENDRI

 

 

 

 

Polda Kepri Terus Bergerak Cari Pelaku yang Terlibat Sindikat Penyelundupan PMI

0
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt 

batampos- Jajaran Polda Kepri terus bergerak, melakukan pencarian terhadap nama-nama yang terlibat dalam penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal, yang tenggelam di Perairan Malaysia, 15 Desember silam. Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt menyatakan penyidikan masih terus berlangsung hingga kini. “Doakan kami agar bisa segera menangkap pelaku lainnya,” kata Harry, yang juga selaku Kasubsatgas Humas Ops Misi Kemanusiaan, Rabu (29/12).

BACA JUGA: Penampakan Kapal Pembawa PMI Ilegal, Bisa Bawa 100 Orang

Hingga kini, pemeriksaan masih terus berlangsung. Harry mengatakan satgas juga akan melakukan pengembangan penyelidikan terhadap otak pelaku kasus ini.

“Kami sedang menyelidiki mastermind dibalik kejahatan pengiriman PMI illegal, mulai dari perekrut, penampung dan pengirim,” ucapnya.

Penyidikan kasus bekerjasama dengan aparat dari Malaysia, dalam mengambil keterangan ke 13 orang WNI yang selamat dari insiden kapal terbalik tersebut. Kerjasama ini juga meliputi untuk pengungkapan kasus terhadap sindikat yang berada di Malaysia.

Polri beserta stakeholder terkait, dalam hal ini adalah Kemlu RI, KBRI Kuala Lumpur, KJRI Johor Bahru dan BP2MI senantiasa bekerja sama, dan sepenuhnya mendukung proses penegakan hukum terhadap para pelaku dan sindikat kejahatan pengiriman PMI Ilegal sampai ke akar-akarnya,” ungkap Harry.

Satuan Tugas Operasi Misi Kemanusian juga berupaya memulangkan 10 jenazah, yang masih berada di Malaysia. “Tim DVI PDRM sedang mengidentifikasi 10 jenazah lainnya, agar dapat dilakukan repatriasi tahap kedua,” ucapnya.

Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman mengatakan sudah melakukan langkah-langkah penting dalam pengungkapan kasus ini. Proses penyelidikan dan penyidikan akan terus dilakukan. Ia memastikan bahwa proses hukum ini tidak akan berhenti terhadap 2 orang tersangka, Juna Iskandar dan Agus Botak. “Kami juga berupaya melakukan pencarian korban, dan repatriasi tahap kedua,” ungkapnya.

Mabes Polri sangat serius akan pengusutan kasus ini. Hal ini dibuktikan dengan turunnya Kepala Operasi Misi, Irjen Pol Johni Asadoma, untuk melihat langsung lokasi pemberangkatan para PMI di Pelabuhan Gobang, Bintan, Rabu (29/12).
Ia mengatakan bahwa kapal jenis ini didesain khusus untuk mengangkut PMI ilegal. Dari bentuknya, kapal tersebut tidak sesuai dengan transportasi angkut manusia.
“Kapal ini digunakan membawa 100 orang, menggunakan 4 unit mesin berkekuatan 200pk. Kapal ini sangat cepat, dari Bintan ke Johor Bahru hanya memerlukan waktu 20 menit saja. Sehingga kapal-kapal milik Polair tidak mampu mengejarnya,” ujarnya.

Johni mengatakan ada 6 unit kapal yang disita oleh Polda Kepri. Polisi juga telah memetakan ada 4 dermaga darurat yang digunakan untuk menyeberangkan para PMI. “Bukti-bukti dan fakta-fakta sudah cukup kuat. Namun kita perlu lagi mengadakan investigasi lebih dalam menyangkut saksi-saksi dan korban yang sebagian masih berada di Malaysia,” ucap Johni. (*)

 

Reporter : FISKA JUANDA

 

Semester Pertama Tahun 2021, Disdukcapil Karimun Keluarkan 76.025 Lembar Akta Lahir

0
Kantor Disdukcapil Karimun

batampos- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Karimun, mencatat pembuatan akte kelahiran warga kabupaten Karimun mencapai 76.025 lembar, laki-laki ada 39.738 dan perempuan 36.287 pada semester pertama tahun 2021. Dan, apabila dibandingkan semester pertama tahun 2020 lalu 62.672 lembar atau laki-laki 32.795 dan perempuan 29.877.

BACA JUGA: Semester 1, 2021, Jumlah Penduduk Karimun Capai 260,438 Jiwa yang Tercatat di Disduk

” Ada kenaikan sekitar 13 ribu lebihlah yang telah dikeluarkan akte kelahiran di kabupaten Karimun. Itu, secara global. Artinya, ada ibu yang melahirkan langsung membuat akte, ada juga anak yang sudah besar baru dibikin akte oleh orangtuanya,” jelas Kepala Bidang Pengelolaan Infomasi, Administrasi dan Kependudukan Iwan Susila mewakili kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Karimun, Rabu (29/12).

Sedangkan, menurut jenis kelahiran pada tahun ini, didominasi melahirkan secara tunggal atau anak satu, ada juga yang melahirkan kembar dua dan tiga. Dimana, untuk melahirkan secara tunggal ada 75.754 jiwa, melahirkan secara kembar dua 268 jiwa dan melahirkan kembar tiga ada tiga jiwa. Dan, apabila dibandingkan tahun 2020 disemester pertama terjadi kenaikan.

” Untuk tempat melahirkan paling banyak berada di Rumah Sakit, kemudian Puskesmas, Polindes, rumah pribadi dan sebagainya,” ungkapnya.

Dengan demikian, pihaknya hingga sekarang masih melayani pembuatan akte kelahiran dengan melampirkan persyaratan. Sementara itu data pembuatan akte kelahiran untuk semester kedua ditahun 2021 ini belum bisa di informasikan ke publik. Sebab, masih dalam proses perekapan data dari Dinas Kesehatan Karimun.

” Hingga besok (Jumat-red) kita masih melayani pembuatan akte kelahiran. Persyaratannya mudahlah, seperti surat kelahiran dari rumah sakit, puskesmas, bidan, KTP-eL suami istri isi blangko disini. Langsung kita proses,” tuturnya.

Sementara itu TU UPT Puskesmas Tanjung Balai Karimun Azmi menuturkan, untuk pelayanan bersalin tetap ada walaupun pandemi Covid-19. ” Untuk melahirkan secara normal masih bisa kita tangani, tapi kalau mengalami kesulitan langsung kita larikan ke RSUD M Sani. Sejak, Januari hingga sekarang yang sudah melahirkan di UPT Puskesmas Tanjung Balai Karimun mencapai 406 orang lebih,” katanya. (*)

Reporter: Try Haryono

Nurani Astra untuk Korban Erupsi, Salurkan Bantuan Rp 4,4 Miliar

0
Penyerahan bantuan tahap awal dari Nurani Astra berupa mobil ambulans beserta tenaga medis dan paket bantuan lainnya yang telah disalurkan secara bertahap. f. dokumentasi Astra

batampos – Grup Astra melalui Nurani Astra membantu korban bencana alam erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dengan menyalurkan bantuan tahap awal senilai lebih dari Rp 4,4 miliar.

Turut hadir Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia, Mahfud, MD, didampingi Bupati Lumajang, Thoriqul Haq; Chief of Corporate Affairs Astra, Riza Deliansyah; Head of Security Division Astra, Muslich; dan Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Grup Astra Malang, Lindung Karuniawan, dalam penyerahan bantuan pada Jumat (17/12) yang berlokasi di Pendopo Kabupaten Lumajang.

“Indonesia adalah negara yang didukung oleh masyarakat dengan budaya gotong royong dan saling membantu. Sehingga saat terjadi bencana, banyak pihak yang turun untuk membantu. Seperti hari ini, bencana alam Gunung Semeru yang ditanggapi dengan baik oleh pihak swasta seperti Astra,” sambut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia, Mahfud, MD.

“Nurani Astra membantu korban erupsi Gunung Semeru dan pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan korban bencana. Kami berharap berbagai bantuan dari Nurani Astra dapat membantu meringankan beban masyarakat,” ujar Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro.

Sebagai bagian dari bantuan tahap awal, berbagai bantuan berupa velbed, selimut, tandon air, pipa air, masker, tikar, peralatan mandi, perlengkapan kebutuhan kesehatan, tiga mobil ambulans, satu unit excavator PC78 serta tenaga medis telah disalurkan sebelumnya secara bertahap. Astra juga telah membentuk dua posko siaga di Probolinggo dan Malang.

BACA JUGA: Ada 10.400 Warga Mengungsi Setelah Tiga Minggu Erupsi Gunung Semeru

Grup Astra Malang juga telah menyerahkan bantuan berupa buku kepada anak-anak pengungsi di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, yang disaksikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayjen TNI Suharyanto, didampingi oleh Ketua Korwil Grup Astra Malang, Lindung Karuniawan. Berbagai bantuan tahap awal tersebut berasal dari PT Astra International Tbk, Grup PT Astra Honda Motor, Grup PT United Tractors Tbk, Sigap, Korwil Grup Astra Bogor, Semarang, Surabaya, Malang, Yayasan Amaliah Astra, dan komunitas Astra Runners.

Nurani Astra juga dengan komunitas Astra seperti penerima apresiasi Semangat Astra Terpadu berkolaborasi Untuk (SATU) Indonesia Awards dan tokoh penggerak Kampung Berseri Astra atau Desa Sejahtera Astra dalam menyalurkan bantuan untuk masyarakat.

Semangat Grup Astra dalam membantu korban bencana alam erupsi Gunung Semeru sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa dan mendukung Sustainable Development Goals Indonesia. (*)

Reporter: JP Group

Jurnalis: Upah Belum Dapat, Kami Sudah Ditangkap, Perantara Narkoba Terancam Seumur Hidup Penjara

0
sidang kasus narkoba di PN Batam

batampos – Jurnalis dan Marzuki, perantara 1500 pil ekstasi dan 500 gram sabu menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Batam. Kedua nya pun terancan pidana seumur hidup penjara. Apalagi untuk Jurnalis, yang baru bebeberapa bulan lepas dari Lapas, karena dihukum 6 tahun penjara karena kasus yang sama.

BACA JUGA: PN Batam Adili 199 Perkara Narkoba, Kasus Tertinggi 2021

Kemarin, jaksa penuntut umum (JPU) Karyo So Immanuel menghadirkan 5 orang saksi polisi penangkap. Para saksi mengatakan, penangkapan kedua terdakwa berawal dari informasi akan adanya transaksi narkotika di kawasan Batam. Dimana barang haram tersebut di bawa dari Karimun.

Atas informasi tersebut, polisi akhirnya menangkap para terdakwa di sebuah hotel. Di dalam hotel, polisi mememukan 1500 pil ekstasi yang telah dibagi beberapa pack. Begitu juga dengan 500 gram sabu yang juga telah dibagi beberapa pack.

“Narkoba itu rencana akan diantar ke seseorang yang berhasil melarikan diri,” ujar saksi.

Para terdakwa membenarkan keterangan saksi. Namun mereka mengaku belum mendapat upah untuk pekerjaan tersebut. “Upah belum dapat, kami sudah ditangkap, ” ujar Jurnalis.

Menurut Jurnalis, ia terpaksa menjadi perantara sabu karena tergiur upah belasan juta. Apalagi ia yang tak memiliki pekerjaan tetap. “Tak ada pekerjaan, sementara saya butuh biaya hidup,” terang Jurnalis.

Pimpinan sidang hakim Adiswarna sempat menasehati para terdakwa untuk tak mengulangi perbuataanya lagi. Sebab ancaman untuk kasus narkoba cukup tinggi, mengingat tidak mengikuti program pemerintah dalam hal peredaran narkoba.

“Ini hukuman tinggi, bisa seumur hidup penjara. Apalagi kamu Jurnalis yang pernah ditahan kasus yang sama,” tegas hakim Adiswarna. Usai mendengar keterangab terdakwa, sidang pun ditunda hingga minggu depan dengan agenda tuntutan. (*)

Reporter: Yashinta

PT Port Engineering CSCEC Indonesia Bantu Panti Asuhan Pondok Yatim & Dhu’afa

0
bantuan PT Port Engineering CSCEC Indonesia untuk panti asuhan Pondok Yatim & Dhu’afa di Jakarta.

batampos-PT Port Engineering CSCEC Indonesia melakukan kunjungan ke panti asuhan untuk memenuhi tanggung jawab sosial dan melaksanakan kegiatan ‘Sumbangan Kepedulian’. Pan Feng, Executive Manager PT Port Engineering CSCEC Indonesia mewakili perusahaan saat kunjungan memberikan sumbangan tunai senilai Rp30 juta. Selain itu juga mengirimkan sembako dan masker senilai Rp 6 juta kepada anak-anak di panti asuhan Pondok Yatim & Dhu’afa di Jakarta, Selasa (28/12).

“Kami harap bisa membantu anak-anak di panti asuhan melewati masa-masa sulit saat pandemi. Juga berharap inisiatif ini dapat menambah kehangatan di hati anak-anak, sehingga mereka dapat tumbuh bahagia dalam dekapan kasih sayang, serta mampu lebih berintegrasi dan beradaptasi dengan masyarakat,” ujar Pan Feng.

Siswadi, kepala asrama Pondok Yatim & Dhu’afa mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada perusahaan Tiongkok atas sumbangan dan barang-barang donasi yang dikirimkan kepada anak-anak di panti asuhan. “Anak-anak merasakan kehangatan dan ketulusan hati dari donatur PT Port Engineering CSCEC Indonesia,” ujarnya.

Menurut siswandi, Pondok Yatim & Dhu’afa adalah panti asuhan dengan 18 cabang di Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Depok, didedikasikan untuk memberikan pelayanan dan perawatan terbaik kepada anak yatim piatu, sehingga bisa memiliki masa depan yang penuh harapan, juga menjadi orang yang berguna untuk bangsa dan negara.

Sementara itu, PT Port Engineering CSCEC Indonesia adalah perusahaan investasi dan konstruksi terintegrasi pelabuhan dan dermaga yang paling kompetitif di bawah bendera China State Construction Engineering Corporation. PT Port Engineering CSCEC Indonesia memasuki pasar Indonesia pada Agustus 2012.

Proyek yang telah dikerjakan meliputi pembangunan dermaga pendukung dan water intake outfall untuk Proyek Pembangkit Listrik China Huadian di Bali, pembangunan dermaga dan jalan Proyek Bintan Alumina Indonesia di Kawasan Industri Nanshan, pembangunan dermaga khusus untuk Pabrik Semen Conch di Merak, pembangunan dermaga pendukung Proyek Lygend di Kawasan Industri Pulau OBI, pembangunan dermaga pendukung Pabrik Semen Kobexindo di Kalimantan Timur, dan banyak proyek penting lainnya dari “The Belt and Road Initiatives” yang dibangun bersama oleh Tiongkok dan Indonesia. (*)

Tim Mabes Polri Turun ke Pelabuhan Sei Gentong, Tanjunguban Cek Penampungan TKI Ilegal

0
Tim Mabes Polri turun ke Pelabuhan Sei Gentong, Tanjunguban, Bintan untuk mengecek kapal yang digunakan sebagai tempat penampungan tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal, Rabu (29/12).

batampos– Tim Mabes Polri turun ke Pelabuhan Sei Gentong, Tanjunguban, Bintan untuk mengecek kapal yang digunakan sebagai tempat penampungan tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal, Rabu (29/12).

“Ini kapal yang digunakan untuk menampung TKI atau PMI ilegal sebelum diberangkatkan ke Malaysia, kita akan cek di dalamnya,” kata Kepala Operasi Misi Kemanusian dan Repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal, Irjen Pol Johni Asadoma yang turun bersama Kasatgas Misi Kemanusian dan Repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal, Brigjen Pol Krishna Murti.

BACA JUGA: Polisi Selidiki Pemilik Boat Nahas Angkut TKI Ilegal ke Malaysia, Dicurigai Berangkat dari Bintan

Jenderal bintang dua ini langsung naik ke kapal berukuran besar itu diikuti Kapolres Bintan, AKBP Tidar Wulung Dahono. Setelah mengecek kapal tersebut, Johni melanjutkan pengecekan beberapa kapal lain yang sudah di police line.

Salah satunya mengecek kapal berukuran sedang yang sebelumnya sempat diamankan KP. Antasena Ditpolairud Mabes Polri karena mengangkut TKI Ilegal.

“Kapal ini pernah ditangkap KP Antasena Ditpolairud, orang-orangnya diserahkan ke BP2MI,” ujar seorang perwira polisi menerangkan ke Johni. Johni kemudian mengecek sebuah kapal berukuran besar yang sudah di police line.”Besar, ini muat sampai berapa,” tanya Johni soal kapasitas kapal.  “Bisa 100 lebih orang,” jawab seorang perwira polisi.

Johni mengatakan, total ada 6 kapal boat yang diamankan pihak kepolisian dalam pengungkapan kasus terbaliknya kapal yang mengangkut TKI ilegal di perairan Johor Bahru, Malaysia, 15 Desember 2021 lalu.

“Sekarang yang ada di sini ada 6 boat berbagai ukuran, ada yang sangat besar seperti yang dibawa kemarin, dan menyebabkan kecelakaan laut dan ada kecil dan lebih kecil lagi. Jadi total semuanya yang kita sita ada 6,” jelas Johni.

Johni mengatakan, karena masih dalam tahap penyelidikan, barang bukti 6 boat yang disita polisi sementara akan di pelabuhan Sei Gentong, Tanjunguban. Untuk pemiliknya, Johni mengatakan, masih dalam penyelidikan juga.

“Karena ini belum terkumpul semua bukti, saksi-saksi, keterangan saksi yang kita perlukan, fakta fakta sehingga kita harus menjunjung tinggi azaz praduga tidak bersalah,” kata Johni.

Disinggung soal hasil penyelidikan BP2MI bahwa ada keterlibatan oknum aparat dalam penyelundupan TKI Ilegal ke Malaysia? Johni mengatakan, hal ini masih dalam penyelidikan.

“Kita belum bisa berbicara tentang hal itu, ini semua masih penyelidikan, kita tidak tau siapa-siapa yang terlibat, kita belum tau,” jawabnya. Sambungnya, sejauh ini hanya petunjuk-petunjuk, namun belum mengarah ke individu.

“Belum mengarah ke indifidu si a dan b atau siapa tapi penyelidikan, kita harapkan ke depan itu akan lebih terarah ke pelaku di lapangan, termasuk otak di belakangnya,” katanya.

Saat mengecek kapal yang di police line, Johni memuji penyidikan yang dilakukan Polda Kepri mulai dari tindakan-tindakan yang sudah dilakukan.

Menurut Johni, penyelidikan Polda Kepri sudah mengarah ke pelaku-pelaku yang terlibat dalam penyelundupan TKI Ilegal ke Malaysia.

“Bukti-bukti fakta ini sudah cukup kuat, tapi kita perlu mengadakan investigasi lebih dalam yang menyangkut saksi-saksi, terutama para korban yang sebagian masih berada di Malaysia,” katanya.

Johni mengatakan, penyidik masih membutuhkan keterangan dari saksi-saksi yang masih hidup yang sekarang masih di Malaysia.

Untuk tindak lanjut ke depan karena kejadian seperti ini sudah berjalan lama, Johni mengatakan, penyidik akan  melakukan penyelidikan secara tuntas.

“Kita akan melihat ke belakang sudah berapa lama, ke depan kita akan berkoordinasi dengan KSOP, kita akan mengambil tindakan-tindakan pencegahan agar ini tidak terulang lagi,” katanya.

Selain itu, Johni mengatakan, penyidik akan berkoordonasi dengan pihak Malaysia untuk bersama-sama melakukan penyelidikan di Malaysia.

“Kita sudah mengajukan permohonan ke pihak malaysia melalui Kedutaan Besar (Indonesia) di Kuala Lumpur, Malaysia, kita masih menunggu otoritas dari pihak Malasyia untuk mengadakan penyelidikan di Malaysia,” tukasnya.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhart menuturkan, Tim Subsatgas beberapa hari lalu sudah mengamankan tersangka yang diduga kuat berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti lainnya sebagai penampung TKI Ilegal.

“Saat ini masih proses penyidikan dan penyelidikan, sehingga tidak menutup kemungkinan ada tersangka-tersangka baru,” katanya. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO

 

Tahun Baru, ASN Pemko Batam Wajib di Batam

0
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Foto: Socrates/batampos.co.id

batampos – Wali Kota Batam Muhammad Rudi kembali mengingatkan kepada semua aparatur sipil negara (ASN) dilarang cuti atau bepergian keluar daerah selama Tahun Baru 2022.

“Natal dan Tahun Baru tidak ada yang boleh cuti atau keluar daerah. Surat cuti yang dikeluarkan, saya sudah minta BKD tarik kembali, tidak ada yang boleh cuti atau keluar daerah hingga 5 Januari, 2022 mendatang” jelas Rudi menegaskan, Rabu (29/12).
Kebijakan ini, kata Rudi, untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Batam. Meskipun, pandemi terkendali namun ada yang masih harus diwaspadai yakni varian baru Omichon yang saat ini sudah masuk ke Indonesia. Pemerintah juga tetap melakukan pengetatan dan pengawasan terhadap mobilisasi warga saat malam Tahun Baru 2022.
“Kebijakan ini demi keselamatan kita semua, karena Covid-19 masih ancaman bagi kita semua. Saya harap semua ASN mematuhinya,” ucap Rudi.
Rudi juga memaparkan, bahwa kasus positif di Batam sudah semakin membaik. Meskipun masih ada masyarakat yang terpapar Covid-19. Dan sejumlah kecamatan di Kota Batam juga sudah berubah warna menjadi hijau.
“Saat ini hanya dua orang pasien dalam perawatan. Kita berharap semua kecamatan di Batam bewarna hijau,” harap mantan anggota legislatif Batam itu.
Batam lanjutnya, juga harus meningkatkan kewaspadaan terhadap virus Omicron yang saat ini jumlah kasusnya terus bertambah. Batam sebagai salah satu pintu masuk, wajib untuk meningkatkan protokol kesehatan (Protkes).
“Kalau abai, nanti kasus tinggi lagi. Jangan kan Omicron, untuk yang varian sebelumnya saja, kita semua kesusahan mengendalikan penyebarannya. Makanya jangan sampai lah ada di Batam temuan virus itu,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pemko Batam sudah mengeluarkan aturan larangan berpergian keluar kota pada saat libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) terkhusus kepada seluruh ASN.
Aturan tersebut berlaku sejak 15 Desember 2021 hingga 10 Januari 2022 mendatang. Beberapa fasilitas umum yang dikelola pemerintah ditutup, sebagai upaya pengendalian virus.
Aturan ini untuk mengantisipasi terjadinya gelombang Covid-19 pada saat Nataru. Ia berharap, seluruh ASN mematuhi kebijakan yang dikeluarkan Pemko Batam.
“Kita sebisa mungkin menekan penyebaran virus Covid-19 dan varian baru omicron. Walaupun, saat ini varian baru ini belum ditemukan di Batam. Makanya, kita harus antispasi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yulitavia

Ganti Kerugian Lahan Jembatan Batam Bintan Mulai Dibayarkan

0
Sejumlah pemilik lahan saat melakukan validasi dengan petugas BPN Bintan dalam proses pembayaran ganti kerugian lahan jembatan Batam Bintan di Gedung Nasional, Tanjunguban, Bintan, Rabu (29/12) siang. F.Slamet Nofasusanto

batampos– Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai membayarkan uang ganti kerugian lahan ke pemilik lahan yang terkena  pembangunan jembatan Batam Bintan. Proses pembayaran dilakukan di Gedung Nasional, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Rabu (29/12) sekira pukul 14.00 WIB.

BACA JUGA: Ganti Rugi Lahan Jembatan Batam Bintan, Ruko Bawi Dihargai Lebih Rendah dari Ruko Sebelah

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPR) Provinsi Kepri, Rodiantari menjelaskan, pengadaan lahan untuk proyek pembangunan jembatan Batam Bintan terbagi dalam dua lokasi.

“Pertama Batam dan Tanjungsauh yang sudah berproses. Kedua lokasi yang di Pulau Bintan terletak di Pulau Buau dan Bintan,” sebut Rodi. Kali ini, Rodi mengatakan, untuk yang lokasi di Pulau Bintan sudah dalam proses pembayaran uang ganti kerugian.

Menurutnya, di Pulau Bintan sendiri terdapat sekira 126 bidang lahan yang terdampak pembangunan jembatan Batam Bintan dengan luasan sekira 23,83 hektare. Dari luasan tersebut, Rodi menyebut, ada sekira 72 bidang lahan yang pemiliknya sudah setuju untuk menerima pembayaran uang ganti kerugian lahan.

Kemudian masih kata Rodi, ada lahan dengan luasan sekira 3,9 hektare yang pemiliknya setuju namun belum bisa dibayarkan tahun ini.

Hal ini disebabkan beberapa hal, diantaranya ada lokasi yang tidak bisa ditentukan, ada keabsahan surat yang perlu dicek kembali, kemudian ada lahan yang masih sengketa dan ada lahan yang tumpang tindih. “Itu kita akan titipkan di pengadilan,” kata Rodi.

Yang terakhir, kata Rodi, ada sekira 21 bidang lahan dengan luasan sekira 3,75 hektare yang pemiliknya tidak setuju dengan harga yang ditetapkan tim appraisal

“Mereka yang tidak setuju ini jumlah bidangnya banyak tapi luasannya sedikit, lebih ke masyarakat pemilik kavling tanah,” katanya.

Rodi menjelaskan, sebenarnya tidak ada kendala karena selama ini mekanisme pengadaan lahan sudah sesuai aturan Undang-undang Nomor 2 tahun 2012 tentang pengadaan tanah untuk kepentingan umum.

“Jadi mereka yang tidak setuju lebih ke arah harga yang tidak sesuai. Tapi sebenarnya harga itu dinilai oleh konsultan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang sudah diakui Kementerian Keuangan, jadi berapapun harganya, itu yang kami pemerintah bayarkan,” katanya. Rodi menegaskan, pemerintah tidak bisa mengintervensi hal ini.

Rodi juga menjelaskan terkait mekanisme proses pembayaran ganti kerugian lahan, dimulai validasi dari pihak BPN, keabsahan surat, dan nilai uang ganti kerugian lahan yang sudah dihitung oleh KJPP.

“Pemilik lahan membawa surat-surat sertifikat maupun alashak, SKT yang asli. Kalau sudah sesuai, tidak ada tumpang tindih, dinilainya sudah disetuju. Maka selanjutnya, ada surat pelepasan hak yang dibacakan, setelah dibacakan, suratnya menjadi milik pemerintah,” katanya.

Terkait pembayaran, katanya, beberapa bank sudah siap mencairkan uang pembayaran ganti kerugian lahan.

“Bank sudah siap, tinggal diklik, sekira 1 jam uang sudah masuk ke rekening masyarakat,” katanya. “Jadi tugas Pemprov hanya membayar, juru bayar saja kami,” katanya menegaskan.

Pemilik 21 bidang lahan dengan luasan sekira 3,7 hektare yang belum setuju dengan pembayaran ganti kerugian lahan, Yodi mengatakan, ada sekira 10 orang.

“Nanti tetap yang mereka kita titipkan ke pengadilan, konsinyasi. Setelah ada keputusan pengadilan, nanti akan kita bayarkan. Nilai yang dibayarkan sesuai yang dihitung KJPP, harga final dan mengikat, yang dibayarkan yang sebesar itu,” katanya.

Rodi berharap ke pemilik lahah yang belum setuju mana tau berubah pikiran menjadi setuju, pihaknya membuka kesempatan sampai tanggal 30 Desember 2021. “Kita tunggu sampai besok. Kalau sudah close mereka kita titipkan di pengadilan,” katanya.

Terkait pembebasan lahan, Rodi mengatakan, secara keseluruhan pemerintah berhasil dalam pengadaan lahan untuk pembangunan jembatan Batam Bintan.

“Kita sudah mengadakan lahan 85 persen, artinya kita sudah sukses. Yang sisanya 15 persen itu yang akan kita konsinyasi nanti,” katanya.

Untuk pembayaran uang ganti rugi lahan di Pulau Bintan, Rodi menyebut, dianggarakan sekira Rp 38 milliar untuk yang di Bintan, namun yang bisa dibayarkan tahun ini sekira Rp 31,8 miliar.

Sementara pemilik lahan yang sudah menerima ganti kerugian lahan, Phidi mengatakan, lahannya seluas 122 meter persegi yang diganti pemerintah. Ke depan, dia akan mencari lokasi baru untuk tempat usaha.

Phidi juga mengharapkan, janji Gubernur Kepri, Ansar Ahmad yang akan membuatkan kios kios di rest area. “Mudah-mudahan janji beliau terealisasi, jadi kami yang punya usaha bisa melanjutkan usaha,” harapnya.

Sementara pemilik lahan lain yang menerima ganti kerugian lahan, Didi, merasa senang setelah menerima uang ganti kerugian lahan. “Rencana mau nyari lahan lagi untuk usaha,” katanya. (*)

Reporter: Slamet

bank bjb Kembali Salurkan KPR FLPP

0
Acara penandatanganan tripartit peralihan FLPP ke BP Tapera di Jakarta, Jumat 24 Desember 2021. f. Dok. ban bjb

batampos – Mulai 2022, program penyediaan perumahan rumah bagi masyarakat lewat fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) akan dikelola oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

Peralihan pengelolaan dari Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) itu, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat.

Terkait hal tersebut, bank bjb selaku penyalur program KPR FLPP kembali berkomitmen untuk memberikan akses fasilitas perumahan murah dan terjangkau bagi masyarakat. Hal itu diwujudkan melalui penandatanganan PKS tripartit antara PPDPP, BP Tapera dan bank bjb.

Penandatanganan PKS dilakukan pada Jumat, 24 Desember 2021 di Gedung Pendopo Kementerian PUPR, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb Suartini, Pemimpin Divisi KPR KKB bank bjb Triastoto Hardjanto Wibowo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Dirut PPDPP Arief Sabaruddin, dan Dewan Komisioner BP Tapera Adi Setianto.

FLPP merupakan fasilitas yang diberikan pemerintah guna menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pemerintah telah mengucurkan dana FLPP sebesar 60,67 triliun lebih sejak 2010 hingga 2021.

Sementara sepanjang 2021, bank bjb telah menyalurkan kredit FLPP sebanyak 5.829 unit dari total target 5.700 unit, atau sebesar 102.26% realisasi. Hal tersebut menunjukan kesungguhan perusahaan dalam mendukung program pemerintah untuk menghadirkan hunian yang terjangkau bagi masyarakat.

”bank bjb senantiasa mendukung program pemerintah melalui Kementerian PUPR untuk mempermudah akses masyarakat mendapat hunian yang terjangkau. Lewat penyaluran KPR FLPP, semakin banyak masyarakat Indonesia yang dapat memperoleh hak tempat tinggal dengan skema yang sederhana,” ujar Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto.

Selain itu, penyaluran KPR FLPP oleh bank bjb juga selalu meningkat setiap tahunnya sejak 2016. Selama enam tahun, bank bjb berhasil menyalurkan KPR FLPP sebanyak lebih dari 15 ribu unit dengan nilai plafon mencapai Rp 2 triliun.

Dalam menyalurkan berbagai program kredit KPR, bank bjb bekerja sama dengan sejumlah pengembang perumahan di berbagai wilayah. Kerja sama terbaru adalah dengan pengembang di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Yang terbaru, kesepakatan kerja sama antara PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk dengan lima pengembang di Jawa Tengah.

Selain FLPP, terdapat sejumlah produk KPR unggulan yang dimilliki bank bjb. Di antaranya adalah program KPR Gaul. Program ini didedikasikan khusus untuk para milenial. Melalui program ini, bank bjb mennawarkan kemudahan akses pembiayaan kepemilikan rumah sekaligus meringankan beban pemuda indonesia dalam memikul impian akan kepemilikan hunian ideal.

BACA JUGA: bank bjb Gandeng 6 Developer Genjot Kredit Perumahan

Selain itu, terdapat pula adalah program KPR Membumi, yaitu pemberian suku bunga promo sebesar 6.76% fixed 3 tahun kepada debitur yang melakukan pembelian rumah tapak dari pengembang yang telah menjalin kerjasama dengan bank bjb.

Bahkan, bank bjb juga menghadirkan layanan penyediaan rumah tinggal dengan opsi penghijauan di setiap unitnya. Hal tersebut diwujudkan melalui program KPR Green “satu rumah satu pohon”.

”Selain dapat meningkatkan kenyamanan hunian, bjb KPR Green juga memberi keuntungan pada debitur dimana melalui fasilitas suku bunga yang sangat menarik,” ungkap Widi. (*)

Reporter: JP Group