Rabu, 10 Juni 2026
Beranda blog Halaman 901

Gemuruh F-16 Sapa Warga Batam, TNI AU Gelar Batam Solidarity Airshow 2025 untuk Sumatra

0

Pesawat tempur F-16 milik TNI Angkatan Udara saat melintas di langit Kota Batam, Selasa (16/12). f. yashinta

batampos– Gemuruh suara dua pesawat tempur F-16 milik TNI Angkatan Udara memecah kesunyian langit Kota Batam, Selasa (16/12). Pesawat tempur itu terbang rendah melintas di atas kawasan pusat pemerintahan dan pesisir, menyapa ribuan warga dalam kegiatan Batam Solidarity Airshow 2025 bertajuk Flying for Sumatera.

Aksi udara tersebut sontak menyedot perhatian masyarakat. Dentuman mesin jet terdengar menggelegar, saat dua F-16 melakukan fly pass di atas Dataran Engku Putri dan sekitarnya sekitar pukul 09.00 WIB.

Batam Solidarity Airshow 2025 akan berlangsung selama empat hari, mulai 16 hingga 19 Desember 2025. Selama periode tersebut, masyarakat Batam dapat menyaksikan berbagai atraksi udara yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Batam (HJB) ke-196.

Komandan Lanud Hang Nadim Batam, Letkol Pnb Hendro Sukamdani, M.Tr.Opsla, menjelaskan bahwa kehadiran dua pesawat tempur F-16 merupakan bagian dari misi solidaritas dan kepedulian kemanusiaan atas musibah yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra.

“Hari ini masyarakat Batam sudah menyaksikan latihan pertama atau check flight pelaksanaan Batam Solidarity Airshow 2025,” ujar Hendro di Mako Lanud Batam.

BACA JUGA: Melihat Latihan Tempur TNI AL-Royal Australian Navy di Pusat Latihan Tempur di Lingga

Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar atraksi kedirgantaraan, melainkan simbol solidaritas nasional yang mengedepankan empati dan kepedulian terhadap sesama. Batam dipilih sebagai panggung persatuan karena posisinya yang strategis dan terbuka bagi seluruh elemen bangsa.

“Ini adalah wujud komitmen TNI Angkatan Udara bersama Pemerintah Kota Batam sebagai bagian dari respons nasional yang cepat, empatik, dan bermartabat,” katanya.

Hendro menyebut, tujuan utama kegiatan ini adalah menyampaikan dukungan moral masyarakat Batam kepada Sumatera, sekaligus menegaskan peran TNI AU tidak hanya menjaga kedaulatan NKRI, tetapi juga hadir dalam misi kemanusiaan.

Selain itu, kegiatan ini juga membawa pesan kuat tentang persatuan bangsa. Batam Solidarity Airshow 2025 menjadi simbol bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial dapat disatukan melalui kekuatan udara.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diajak berpartisipasi melalui donasi kemanusiaan. Donasi yang terkumpul akan dikoordinasikan oleh Dinas Sosial Pemerintah Kota Batam dalam satu rekening resmi, sebelum disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di Sumatera.

“Nilai donasi akan diumumkan secara terbuka. Ini adalah bentuk kepedulian bersama masyarakat Batam untuk saudara-saudara kita di Sumatera,” ujar Hendro.

Rangkaian peringatan HJB ke-196 sendiri diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari pawai budaya, sidang paripurna, ziarah ke Nong Isa, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Puncak Batam kegiatan 2025 dijadwalkan berlangsung pada 18 Desember 2025, bertepatan dengan upacara resmi HJB di Dataran Engku Putri pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, yang dilanjutkan atraksi udara di Pantai Nuvasa Bay.

Pada kegiatan tersebut, dua pesawat tempur F-16 dari Pekanbaru akan kembali melakukan fly pass, disertai atraksi profesional atlet paramotor TNI AU dengan enam unit paramotor yang tampil di kawasan Engku Putri.

Sementara itu, pada 19 Desember 2025, Pemerintah Kota Batam melalui Kecamatan Nongsa akan menggelar kegiatan UMKM, pawai budaya, bakti sosial, serta layanan cek kesehatan gratis di kawasan Palm Spring, Nongsa.

Seluruh rangkaian kegiatan akan melibatkan unsur Forkopimda, TNI AU, serta masyarakat, menjadikan Batam Solidarity Airshow 2025 sebagai perayaan yang tidak hanya spektakuler, tetapi juga sarat makna kemanusiaan.

“Melalui kekuatan udara, TNI AU hadir bukan hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga membantu rakyat dan menguatkan solidaritas bangsa,” tutup Hendro. (*)

Artikel Gemuruh F-16 Sapa Warga Batam, TNI AU Gelar Batam Solidarity Airshow 2025 untuk Sumatra pertama kali tampil pada Metropolis.

ASDP Kerahkan KMP Jatra I Perkuat Pemulihan Sumatra

0

batampos— Di tengah proses pemulihan pascabencana yang masih berlangsung di berbagai wilayah Sumatra, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali mengerahkan armadanya untuk memastikan bantuan kemanusiaan terus menjangkau masyarakat terdampak.

Setelah sebelumnya merelokasi KMP Jatra II, ASDP kembali menurunkan KMP Jatra I sebagai kapal kedua yang dikhususkan untuk mendukung distribusi bantuan dan memperkuat pemulihan di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Kapal ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 15 Desember 2025, melayani lintasan Tanjung Priok–Belawan–Aceh–Sibolga–Teluk Bayur.

Pengerahan kapal kedua ini menegaskan komitmen ASDP untuk menghadirkan dukungan yang berkelanjutan. Ketika sejumlah akses darat masih terbatas akibat bencana, jalur laut kembali menjadi penghubung utama yang memastikan logistik, peralatan, serta bantuan kemanusiaan dapat tiba secara aman dan merata ke wilayah terdampak.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa relokasi KMP Jatra I merupakan bagian dari tanggung jawab moral perusahaan untuk terus hadir bersama masyarakat di masa sulit. Menurutnya, pemulihan bencana membutuhkan kesinambungan agar bantuan yang disalurkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga terdampak.

“Kami memastikan bantuan dapat disalurkan secara cepat, aman, dan tepat sasaran. Dengan mengerahkan kapal kedua, ASDP berupaya menjaga kesinambungan distribusi bantuan agar proses pemulihan terus berjalan dan masyarakat dapat segera bangkit,” ujar Heru.

BACA JUGA: Hadapi Lonjakan Nataru, ASDP Perkuat Layanan di 15 Lintasan Pantauan Nasional

KMP Jatra I didukung spesifikasi teknis yang andal, berukuran 4.145 GT, panjang 81 meter, dan lebar 15,6 meter. Kapal ini mampu mengangkut hingga 700 penumpang serta 54 unit kendaraan campuran dengan kapasitas angkut sebesar 420 ton, sehingga efektif untuk membawa bantuan logistik, peralatan pendukung, hingga relawan kemanusiaan ke wilayah-wilayah terdampak bencana di Sumatra.

Seiring pengerahan KMP Jatra I, ASDP juga membuka fasilitas penyaluran bantuan kemanusiaan secara gratis bagi masyarakat, korporasi, dan institusi yang ingin turut berkontribusi dalam pemulihan bencana di Sumatra. Fasilitas ini dihadirkan untuk memudahkan distribusi bantuan ke wilayah terdampak di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, sekaligus memastikan bantuan dapat disalurkan secara terkoordinasi dan tepat sasaran.

Kolaborasi Pemulihan
Melalui lintasan Tanjung Priok–Belawan–Lhokseumawe–Sibolga–Teluk Bayur, KMP Jatra I dijadwalkan berangkat pada Senin (15/12) dengan penyesuaian terhadap kondisi operasional di lapangan.

Jenis bantuan yang dapat disalurkan meliputi pakaian layak pakai, paket sembako, serta kebutuhan pokok lainnya. Seluruh bantuan akan dihimpun dan didistribusikan secara bertanggung jawab sebagai bagian dari komitmen ASDP dalam mendukung percepatan pemulihan bencana di Sumatra.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa keterlibatan publik menjadi bagian penting dalam memastikan pemulihan berjalan lebih cepat dan merata. ASDP membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar kepedulian masyarakat dapat tersalurkan secara efektif dan tepat guna.

Sebelumnya, ASDP telah lebih dahulu merelokasi KMP Jatra II untuk melayani lintasan bantuan dari Teluk Bayur menuju Sibolga. Kapal tersebut mengangkut berbagai kebutuhan pokok seperti beras, kasur, elpiji, dan sembako, serta alat berat berupa tujuh unit excavator dan dua unit dump truck yang digunakan untuk mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra.

Dengan pengerahan KMP Jatra I sebagai kapal kedua, ASDP menegaskan perannya tidak hanya sebagai operator transportasi penyeberangan, tetapi juga sebagai jembatan kemanusiaan yang menghubungkan kepedulian berbagai pihak dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.

“Kami akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam setiap upaya kemanusiaan. Harapannya, kehadiran ASDP dapat membantu mempercepat pemulihan sekaligus menghadirkan semangat baru bagi masyarakat Sumatera yang sedang bangkit dari bencana,” tutup Windy. (*)

Artikel ASDP Kerahkan KMP Jatra I Perkuat Pemulihan Sumatra pertama kali tampil pada News.

Tembus Jalur Udara, J&T Express Kirim 13 Ton Bantuan ke Aceh Tengah

0

batampos– J&T Express mengerahkan dukungan logistik untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatra dengan mengirimkan 13 ton bantuan kebutuhan pokok ke Aceh Tengah. Bantuan dikirim melalui jalur udara menggunakan pesawat kargo karena akses darat menuju wilayah tersebut masih terputus.

Pengiriman bantuan difokuskan ke Takengon, Aceh Tengah, yang hingga kini masih bergantung pada jalur udara akibat kerusakan infrastruktur. Kondisi tersebut membuat ketersediaan logistik semakin menipis, sehingga J&T Express memprioritaskan distribusi bantuan ke daerah tersebut.

CEO J&T Express, Robin Lo, menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen hadir di tengah masyarakat saat kondisi darurat. Ia menuturkan J&T Express turut merasakan duka masyarakat di Aceh, Padang, Medan, dan wilayah sekitarnya, serta memastikan setiap bantuan yang dikirimkan dapat diterima oleh pihak yang membutuhkan. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga dan membantu proses pemulihan pascabencana.

BACA JUGA: Marak Penipuan Online Berkedok Paket, J&T Express Luncurkan Kampanye “Cek, Curiga, Cancel”

Sebagai bentuk kepedulian, Robin Lo juga turun langsung ke lapangan untuk menyerahkan bantuan kepada warga. Penyerahan bantuan tersebut turut disaksikan oleh Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, beserta jajaran pemerintah daerah.

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, mengapresiasi langkah J&T Express yang cepat menyalurkan bantuan. Ia mengatakan bahwa kebutuhan pokok seperti beras dan makanan sehari-hari sangat dibutuhkan karena persediaan di Aceh Tengah semakin terbatas akibat terputusnya jalur distribusi.

Selain Aceh Tengah, J&T Express juga telah menyalurkan bantuan di sejumlah wilayah lain di Sumatra. Di Padang, bantuan diberikan kepada lebih dari 600 warga dan karyawan terdampak berupa makanan siap konsumsi, sembako, perlengkapan bayi, dan makanan hewan. Sementara di Medan, sekitar 2.000 paket sembako disalurkan ke wilayah terdampak parah seperti Tanjung Pura dan Pangkalan Brandan, serta menjangkau sekitar 400 keluarga di area lainnya.

Ke depan, J&T Express berencana memperluas distribusi bantuan ke wilayah lain seperti Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan yang masih membutuhkan dukungan logistik. Di sisi lain, perusahaan juga terus berupaya menjaga layanan pengiriman tetap berjalan di tengah tantangan jalur logistik yang belum sepenuhnya pulih.

Melalui upaya ini, J&T Express berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus mendukung pemulihan kondisi di wilayah bencana. (*)

Artikel Tembus Jalur Udara, J&T Express Kirim 13 Ton Bantuan ke Aceh Tengah pertama kali tampil pada News.

Warga Tiban Global Keluhkan Banjir Diduga Dampak Drainase SMA Negeri 29, Ini Komentar Disdik Kepri

0

Kepala Disdik Kepri, Andi Agung.

batampos – Warga Perumahan Tiban Global, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, mengeluhkan banjir yang kerap terjadi setiap kali hujan turun. Banjir tersebut diduga dipicu oleh sistem drainase di sekitar Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 29 Batam yang dinilai tidak memadai dan tidak mampu menampung debit air hujan.

Sarifah, salah seorang warga Tiban Global yang tinggal tidak jauh dari lokasi sekolah, mengatakan banjir mulai sering terjadi sejak SMA Negeri 29 dibangun pada 2023 lalu. Menurutnya, kondisi drainase di sekitar sekolah terlalu kecil dan sempit, sehingga air hujan mudah meluap ke permukiman warga.

“Sejak sekolah itu dibangun, setiap hujan deras kami sering kebanjiran. Drainasenya kecil dan sempit, tidak mampu menampung air hujan,” ujar Sarifah kepada Batam Pos.

Ia menjelaskan, kawasan sekolah yang luasnya lebih dari satu hektare telah dipagari tembok rapat. Akibatnya, air hujan yang turun tidak memiliki jalur resapan yang cukup dan justru mengalir ke rumah-rumah warga di sekitarnya.

BACA JUGA: Banjir di Batuaji dan Sagulung, Dipicu Warga Buang Sampah Sembarangan

“Sekolahnya tertutup tembok semua, air tidak bisa masuk ke dalam area sekolah. Jadi limpahannya ke rumah warga. Sudah hampir dua tahun kami mengalami banjir seperti ini,” keluhnya.

Warga berharap pemerintah segera memberikan perhatian dan solusi agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.

Persoalan tersebut mendapat perhatian dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Andi Agung. Ia menyebutkan bahwa penanganan banjir di sekitar SMA Negeri 29 memerlukan keterlibatan Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, karena sebagian besar persoalan berada di luar kewenangan langsung Dinas Pendidikan.

Menurut Agung, saluran air di sekitar lingkungan sekolah memang berukuran kecil sehingga tidak mampu menampung air saat hujan deras. Keberadaan bangunan sekolah di kawasan tersebut turut memperparah kondisi drainase.

“Salurannya kecil. Ketika hujan datang, air tidak tertampung dengan baik. Karena ada sekolah di situ, tentu ini harus menjadi perhatian bersama,” kata Agung.

Ia menegaskan, kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri terbatas pada area lingkungan sekolah, sementara perbaikan drainase secara menyeluruh dan infrastruktur jalan merupakan kewenangan Pemerintah Kota Batam dan BP Batam.

“Kami hanya memiliki kewenangan di area depan sekolah, seperti di bagian batu miringnya. Untuk drainase dan jalan secara keseluruhan, itu di luar anggaran dan kewenangan kami,” jelasnya.

Agung juga menambahkan bahwa pembangunan SMA Negeri 29 merupakan bantuan dari pemerintah pusat dan secara fisik bangunan sekolah sudah memenuhi standar. Namun, persoalan lingkungan sekitar, khususnya sistem drainase, belum tertangani secara optimal.

Pihaknya mengaku telah menerima laporan dari warga dan langsung menurunkan tim untuk meninjau kondisi di lapangan. Dari hasil peninjauan tersebut, diketahui bahwa akar permasalahan terletak pada ukuran dan kapasitas parit yang tidak memadai.

“Kami sudah turun langsung dan melihat kondisi di lapangan. Memang persoalan utamanya ada pada drainase yang terlalu kecil,” ujarnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, Dinas Pendidikan Provinsi Kepri akan menyurati Pemerintah Kota Batam dan BP Batam agar dilakukan koordinasi lintas instansi untuk mencari solusi jangka panjang.

“Kami akan menyurati Pemko Batam dan BP Batam agar ke depan bisa dilakukan pembenahan drainase di lingkungan sekolah dan sekitarnya,” kata Agung. (*)

 

Artikel Warga Tiban Global Keluhkan Banjir Diduga Dampak Drainase SMA Negeri 29, Ini Komentar Disdik Kepri pertama kali tampil pada Metropolis.

Cuaca Ekstrem, Belasan Kapal Pukat Mayang Merapat di Pelabuhan Antang

0
Belasan kapal ikan pukat mayang asal Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara berlabuh di Pelabuhan Perikanan Antang, Desa Tarempa Timur dampak dari cuaca ekstrem. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Belasan kapal ikan jenis pukat mayang asal Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, terpantau berlabuh di Pelabuhan Perikanan Antang, Desa Pesisir Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Selasa (16/12). Kapal-kapal tersebut menghentikan sementara aktivitas melaut akibat cuaca ekstrem yang melanda perairan Natuna-Anambas.

Kondisi angin kencang disertai gelombang tinggi membuat para nakhoda memilih mencari tempat aman demi keselamatan awak kapal dan armada. Pelabuhan Antang menjadi lokasi singgah sementara sambil menunggu cuaca kembali normal.

Salah satu nakhoda kapal, Herman, mengatakan keputusan berlabuh dilakukan murni untuk berteduh dan menambah perbekalan kapal. Ia memastikan tidak ada aktivitas bongkar muat hasil tangkapan ikan di pelabuhan tersebut.

“Kami hanya berteduh karena cuaca kencang, sekalian menambah perbekalan. Tidak ada bongkar muat ikan,” ujar Herman.

Menurutnya, Pelabuhan Perikanan Antang saat ini belum ditetapkan sebagai lokasi transaksi jual beli ikan bagi kapal pukat mayang. Karena itu, kapal-kapal yang beroperasi di perairan Anambas tetap harus kembali ke daerah lain untuk menjual hasil tangkapan.

Herman menjelaskan, hingga kini cek point resmi penjualan ikan bagi kapal pukat mayang masih berada di Tanjung Balai Asahan, Natuna, dan Batam. Kondisi tersebut dinilai kurang efisien, terutama bagi nelayan yang beroperasi di sekitar perairan Kepulauan Anambas.

Ia pun mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar menetapkan Pelabuhan Tarempa sebagai cek point resmi sekaligus lokasi penjualan hasil tangkapan ikan.

“Kalau ada cek poin di Anambas, hasil produksi ikan bisa langsung diputar di sini tanpa harus jauh-jauh,” ungkapnya.

Para nelayan berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan usulan tersebut demi mendukung keselamatan pelayaran, efisiensi distribusi hasil laut, serta mendorong perputaran ekonomi di wilayah Kepulauan Anambas. (*)

Artikel Cuaca Ekstrem, Belasan Kapal Pukat Mayang Merapat di Pelabuhan Antang pertama kali tampil pada Kepri.

Kasus Pengeroyokan di Tanjungpinang: Korban Pertanyakan Terdakwa Tidak Ditahan

0
Terdakwa Evita dan Sherina saat mencoba meminta maaf kepada korban di depan para hakim PN Tanjungpinang, Selasa (16/12). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Risma Hutajulu, korban pengeroyokan yang diduga dilakukan kakak beradik Evita Intan Ceria dan Sherina Intan Ceria, mempertanyakan alasan kedua terdakwa tidak ditahan.

Hal itu disampaikannya saat menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan korban yang dipimpin Hakim Ketua Adria Dwi Afanti, dengan Hakim Anggota Dessy D. E. Ginting dan Amir Rizki Apriadi di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (16/12).

“Saya ingin mempertanyakan alasan terdakwa tidak ditahan,” ujar Risma di hadapan majelis hakim.

Dalam persidangan tersebut, Risma juga memaparkan kronologi pengeroyokan yang dialaminya. Ia menjelaskan, peristiwa terjadi pada 23 Juli lalu di tempat usaha laundry miliknya di Jalan Sutan Syahrir, Tanjungpinang.

Risma mengaku awalnya melihat sejumlah orang yang diduga penagih utang mendatangi rumah terdakwa yang lokasinya berseberangan dengan usaha miliknya. Namun, para terdakwa tidak membuka pintu rumah.

“Orang-orang itu sempat duduk di tempat usaha saya, lalu pindah ke tempat lain,” katanya.

Tak lama berselang, terdakwa Evita mendatangi Risma yang sedang mengurus usaha laundri. Saat itu, Evita melontarkan kata-kata bernada tuduhan bahwa Risma mencampuri urusan mereka.

Cekcok mulut pun terjadi hingga berujung pada aksi pemukulan. Menurut Risma, Evita lebih dulu memukulnya, kemudian disusul oleh Sherina.

“Adiknya juga datang dan ikut memukul saya. Saat itu saya mau pakai sandal. Saya sempat pingsan dan sadar sudah dikerumuni orang,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, Risma mengalami sejumlah luka memar di beberapa bagian tubuh. Ia kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polsek Tanjungpinang Barat.

Dalam persidangan, kedua terdakwa sempat menyampaikan permintaan maaf kepada korban. Risma menyatakan telah memaafkan, namun tetap meminta proses hukum dilanjutkan.

“Saya memaafkan, tetapi saya ingin proses hukum tetap berjalan,” tegasnya seusai sidang.

Sementara itu, Hakim Anggota Amir Rizki Apriadi menjelaskan bahwa kedua terdakwa saat ini berstatus tahanan kota, sehingga tidak ditahan di rumah tahanan negara.

“Statusnya tahanan kota karena meneruskan dari penuntut umum. Dari pihak kepolisian juga tidak dilakukan penahanan. Jika terdakwa melarikan diri, statusnya bisa dialihkan menjadi tahanan rutan,” jelas Amir. (*)

Artikel Kasus Pengeroyokan di Tanjungpinang: Korban Pertanyakan Terdakwa Tidak Ditahan pertama kali tampil pada Kepri.

Kemenkes Prioritaskan Dokter dan Alkes RSUD Tarempa, Siapkan Anggaran Rp50 M

0
Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Sunarto (lepas helm) didampingi Bupati Anambas, Aneng meninjau RSUD Tarempa, Selasa, (16/12). F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan pemenuhan kebutuhan dokter dan alat kesehatan (alkes) untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarempa menjadi prioritas pemerintah pusat. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah perbatasan, khususnya Kabupaten Kepulauan Anambas.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Sunarto, saat meninjau langsung progres pembangunan RSUD Tarempa, Selasa (16/12).

Sunarto mengatakan Kemenkes telah menyiapkan anggaran sebesar Rp50 miliar yang direncanakan untuk pengadaan alat kesehatan RSUD Tarempa pada tahun 2026.

“Insyaallah semua sudah kita rencanakan demi pemerataan layanan kesehatan, terutama di daerah perbatasan,” ujar Sunarto.

Selain sarana dan prasarana, Kemenkes juga menaruh perhatian serius pada pemenuhan tenaga dokter. Saat ini, layanan medis di RSUD Tarempa masih didukung oleh dokter program intership.

Menurut Sunarto, program intership diharapkan mampu mendorong dokter muda untuk mengenal dan bersedia mengabdi di daerah perbatasan.

Ia mengakui, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas telah beberapa kali membuka formasi dokter melalui seleksi CPNS, namun belum mendapatkan peminat.

“Sementara ini kita gunakan dokter intership. Sambil menunggu Pemkab Anambas kembali membuka formasi CPNS, mudah-mudahan ke depan ada dokter yang berminat,” katanya.

Dalam kunjungannya, Sunarto juga mengapresiasi kinerja PT Pembangunan Perumahan (PP) yang mengerjakan proyek pembangunan RSUD Tarempa. Ia menilai proyek dengan nilai sekitar Rp150 miliar tersebut berjalan sesuai target.

“Pembangunan RSUD Tarempa ini termasuk yang paling cepat, bahkan menjadi rumah sakit kelima dengan progres tercepat,” ungkapnya.

Sunarto berharap pembangunan tahap pertama RSUD Tarempa dapat rampung pada tahun ini. Selanjutnya, pada 2026 akan dilanjutkan tahap kedua yang difokuskan pada pengisian alat kesehatan agar rumah sakit dapat segera beroperasi secara optimal. (*)

Artikel Kemenkes Prioritaskan Dokter dan Alkes RSUD Tarempa, Siapkan Anggaran Rp50 M pertama kali tampil pada Kepri.

Pelebaran Jalan Nusantara Km 18 Kijang Rampung, Akses Kini Lebih Nyaman

0
Akses jalan raya Nusantara arah Kijang, Kecamatan Bintan Timur sudah dilebarkan. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Warga yang kerap melintasi Jalan Raya Nusantara Kilometer (Km) 18 arah Kijang, Kecamatan Bintan Timur, menyambut positif pelebaran jalan yang telah rampung. Kondisi jalan yang kini lebih lebar dinilai mempermudah akses dan meningkatkan kenyamanan berkendara.

Salah seorang warga Kijang, Masnur, mengatakan lebar jalan yang sebelumnya sekitar 7,5 hingga 8 meter kini telah bertambah menjadi sekitar 9 meter.

“Alhamdulillah sekarang jalannya sudah lebar sekitar 9 meter. Kami yang biasa lewat sini merasa lebih nyaman,” ujar Masnur, Selasa (16/12).

Selain pelebaran jalan, pengerjaan pemasangan dan pengecoran beton box culvert di ruas Jalan Nusantara Km 18 arah Kijang juga telah selesai. Proyek tersebut merupakan bagian dari peningkatan infrastruktur jalan di wilayah Bintan Timur.

Penanggung jawab teknik dari PT Nusantara Agung Pratama, Deki Teknikal, membenarkan bahwa pemasangan box culvert telah rampung. Saat ini, pihaknya menunggu penyelesaian tahap akhir berupa pengecoran lanjutan dan pengaspalan.

Menurut Deki, penambahan box culvert dan pelebaran Jalan Nusantara Km 18 merupakan bagian dari program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang percepatan peningkatan konektivitas jalan daerah.

Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini memiliki total nilai sekitar Rp 18 miliar. Pekerjaan mencakup pelebaran Jalan Nusantara sepanjang kurang lebih 3 kilometer dari Km 18 arah Kijang.

“Hampir semua ruas jalan dalam proyek Inpres ini sudah diaspal, sehingga kondisi jalan terlihat lebih mulus dan lebih lebar dibandingkan sebelumnya,” jelas Deki.

Dengan rampungnya pekerjaan tersebut, diharapkan arus lalu lintas di kawasan Bintan Timur semakin lancar dan mendukung aktivitas masyarakat serta perekonomian daerah. (*)

Artikel Pelebaran Jalan Nusantara Km 18 Kijang Rampung, Akses Kini Lebih Nyaman pertama kali tampil pada Kepri.

KSOP Prediksi Puncak Arus Mudik Nataru di Pelabuhan SBP Tanjungpinang 22 Desember

0
Kepala KSOP Kelas II Tanjungpinang, Febryanto. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Puncak arus mudik perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP), Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, diprediksi terjadi pada 22 Desember 2025. Jumlah penumpang diperkirakan meningkat dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang, Febryanto, mengatakan total penumpang yang naik dan turun melalui pelabuhan di wilayah Tanjungpinang diperkirakan mencapai sekitar 174 ribu orang, atau naik 6,5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu.

“Pada Nataru sebelumnya, jumlah penumpang tercatat sekitar 143 ribu orang. Tahun ini diperkirakan mencapai 174 ribu penumpang,” ujar Febryanto, Selasa (16/12).

Untuk mengantisipasi kepadatan penumpang, khususnya pada rute Tanjungpinang–Batam, KSOP bersama operator kapal telah menyiapkan armada berkapasitas besar. Salah satunya kapal Oceana 175 yang mampu mengangkut hingga 480 penumpang sekali jalan.

Selain penambahan kapasitas kapal, interval keberangkatan juga dapat dipersempit menjadi setiap 30 menit apabila terjadi lonjakan penumpang. Kebijakan ini dilakukan secara fleksibel tanpa terpaku pada jadwal reguler.

Selama periode Nataru, KSOP menyiapkan total 46 armada kapal yang terdiri dari 39 kapal reguler dan tujuh kapal cadangan. Armada cadangan disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang secara mendadak.

“Seluruh kapal yang disiapkan telah melalui pemeriksaan dan dinyatakan laik berlayar, baik dari sisi teknis maupun administrasi, serta sudah dilaporkan ke kantor pusat,” tambah Febryanto.

Sementara itu, Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru akan berlangsung selama 22 hari, mulai 18 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026, sebagaimana pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.

Menghadapi potensi cuaca ekstrem hingga Januari 2026, KSOP juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Jika kondisi cuaca dinilai tidak aman, keberangkatan kapal akan ditunda atau dihentikan sementara.

“Keselamatan tidak bisa ditawar. Jika cuaca tidak memungkinkan, kapal tidak akan diberangkatkan,” tegasnya. (*)

Artikel KSOP Prediksi Puncak Arus Mudik Nataru di Pelabuhan SBP Tanjungpinang 22 Desember pertama kali tampil pada Kepri.

Akses Jalan Pabrik Teh Prendjak di Tanjungpinang Ditutup Bata, Aktivitas Terhenti

0
Akses jalan menuju pabrik Teh Prendjak ditutup oleh pekerja suruhan pemilik lahan, Selasa (16/12). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Akses keluar masuk menuju PT Panca Rasa Pratama atau pabrik Teh Prendjak di Jalan D.I Panjaitan, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, ditutup menggunakan susunan batu bata, Selasa (16/12). Penutupan ini membuat aktivitas kendaraan perusahaan terhenti sementara.

Pantauan Batam Pos di lokasi, puluhan batu bata disusun melintang dari sisi kiri hingga kanan jalan yang selama ini digunakan sebagai akses utama keluar masuk kendaraan pabrik. Akibatnya, operasional perusahaan terganggu.

Salah seorang pekerja yang memasang batu bata, Yohanes, mengatakan penutupan dilakukan atas dasar kepemilikan lahan yang sah. Menurutnya, lahan tersebut merupakan milik seorang warga bernama Jodi.

“Kita tutup karena berdasarkan sertifikat yang dimiliki pemilik lahan, namanya Jodi,” ujar Yohanes di lokasi.

Ia menjelaskan, lahan yang digunakan sebagai akses jalan oleh PT Panca Rasa Pratama bukan milik perusahaan. Hal tersebut, kata dia, telah diperkuat dengan putusan pengadilan pada tahun 2004.

Meski demikian, hingga kini lahan tersebut masih digunakan sebagai akses oleh pihak perusahaan. Yohanes menyebut, pemilik lahan sebelumnya telah memberikan hibah lahan selebar enam meter secara gratis agar dapat dimanfaatkan perusahaan.

“Namun lahan yang diberikan itu tidak dimanfaatkan, malah dijadikan taman oleh perusahaan,” ungkapnya.

Yohanes menambahkan, pemilik lahan sudah beberapa kali melayangkan surat somasi kepada pihak perusahaan. Karena tidak mendapat respons, pemilik akhirnya memutuskan menutup akses jalan tersebut.

“Nanti akan kita tembok, ditutup total. Karena sudah jelas lahan ini milik kami,” tegasnya.

Sementara itu, Regional Sales Promotion Manager PT Panca Rasa Pratama, Mustardi, mengaku masih melakukan pengecekan terkait penutupan akses jalan tersebut.

“Informasinya belum jelas, masih saya tanyakan ke tim yang ada di Tanjungpinang,” ujarnya singkat. (*)

Artikel Akses Jalan Pabrik Teh Prendjak di Tanjungpinang Ditutup Bata, Aktivitas Terhenti pertama kali tampil pada Kepri.