
batampos.co.id – Terduga kasus penistaan agama asal Batam, Sabam Parulian akhirnya meminta maaf atas status yang ia buat dan ia share di grup Facebook Wajah Batam, yang menyinggung umat Islam.
BACA: Terduga Penista Agama Asal Batam Diamankan Polisi
Status yang intinya menyebut kekalahan Timnas Indonesia di leg kedua final Piala AFF 2016 atas Thailand dikarenakan pemain Timnas melakukan salat sebelum bertanding.
Akibat statusnya yang menyinggung umat Islam itu, Sabam kemudian dilaporkan ke polisi. Dia pun diciduk di kediamannya di kawasan Sagulung, Minggu (18/12/2016) dini hari WIB.
Setelah melalui pemeriksaan, Sabam ditetapkan tersangka oleh penyidik di Polresta Barelang.
Baca Juga: Terduga Penista Agama Asal Batam Ditetapkan Tersangka
Saat menjalani pemeriksaan itu, Sabam akhirnya menyatakan menyesal dan meminta maaf kepada umat Islam atas statusnya di Facebook tersebut.
“Atas persoalan ini, yang bersangkutan mengaku khilaf dan minta maaf,” kata Kapolresta Barelang Kombes Pol Helmy Santika, Minggu siang (18/12/2016).
Meski telah meminta maaf, Sabam tetap diproses hukum. Sabam dinilai melanggar undang-undang ITE pasal 28 yang menyebutkan; setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
“Diluar penyidikan, saya akan mengumpukan MUI, tokoh adat, masyarakat untuk mengajak agar jangan terprovokasi,” kata Helmy.
BACA: Minta Masyarakat Tak Terprovokasi, Kapolres Barelang Temui MUI
Ia juga menghimbau seluruh masyarakat untuk berhenti menebarkan kebencian atas nama apapun.
“Kepada masyarakat, stop menebar kebencian atas nama apapun, menebar kebencian atas nama sara, dan hati-hati dalam penggunaan media sosial. Yang bisa mengganggu orang lebih baik tidak usah,” pintanya. (cr1)
