Iklan

batampos.co.id – Prestasi membanggakan datang dari remaja putri kelahiran Batam. Yulia Ultri Diana Effendi berhasil lolos bersama empat perwakilan Kepri lainnya di Liga Dangdut Indonesia (LDI) yang bakal ditayangkan di televisi swasta.

Mahasiswa Unrika semester 3 ini, berhasil mengalahkan ratusan peserta di Kepri saat audisi 22 Oktober lalu di Gedung Wan Seri Beni,Tanjungpinang. Babak pertama, Yuli sapaan akrabnya diminta menyanyikan lagu. Berbeda dengan peserta lain yang hanya diminta menyanyikan satu lagu, ia harus menyanyikan hingga 5 lagu.

“Sempat bertanya-tanya dan gugup juga kenapa sampai 5 lagu, apalagi ruangan yang saya masuki tersebut adalah ruangan dengan juri yang paling ditakuti oleh peserta lain, karena banyak peserta yang tidak lolos di ruangan tersebut.” kata Yuli, Minggu (21/1)

Rasa deg-degan itu terbayar baik karena juri memutuskan Yuli berlanjut ke babak ke dua. Babak kedua ini, di luar rencana Yuli harus menerima tantangan juri untuk menyanyikan lagu yang baru saja dihafalnya.

“Lagi, saya ada salah menyanyikan lirik, tapi saya pikir harus tetap optimis,” ujarnya.

Diumumkan bersama dengan 4 kandidat lain dari Kepri, Yuli pun siap tampil di hadapan masyarakat banyak di Jakarta.

“Kami bakal tampil di televisi, 23 Januari pukul 19.00 – 24.00 WIB. Dari 5 kontestan Kepri, akan diambil 1 saja berdasarkan perolehan polling SMS,” jelas Yuli.

Meskipun persaingannya cukup berat, ia mengaku harus tetap optimis dan ikhlas jika tidak terpilih.

“Yang terpenting, saya bisa menampilkan yang terbaik dan selalu berdoa siapapun yang terpilih bisa membawa harum nama Kepri di tingkat nasional,” ungkapnya.

Namun, Putri dari pasangan Yur Endra Effendi dan Reni Efriosrita ini berharap masyarakat Kepri memberikan dukungannya melalui SMS. Dengan acara ketik LIDA (spasi) YULI kirim ke 97288.

Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada kedua orangtuanya yang tidak henti memberikan dukungan moril kepadanya. Ia juga merasa sangat rindu dengan keluarganya yang sederhana.

“Ayah saya supir taksi dan ibu bekerja di rumah makan. Rindu sama ayah karena ayah lagi sakit. Meskipun begitu, keduanya selalu memberikan dukungan dan mengingatkan untuk terus berdoa agar bisa menampilkan yang terbaik,” ungkapnya.

Tidak mudah memang, bahkan menjelang penampilannya ia sempat kehilangan suaranya karena faktor kelelahan.

“Karena dua hari berturut-turut dari Tanjungpinang ke Batam dan langsung berangkat ke Jakarta. Sedih dan sempat nangis juga karena enggak bisa ambil nada buat nyanyi. Akhirnya mentor bilang sempatin istirahat, alhamdulilah sekarang sudah membaik,” tutupnya. (why)