26.7 C
Batam
Kamis, 22 Februari 2018

Gosip

Buah Bibir Gosip

Rara Ciku Senang Berbagi Ilmu

Rara

batampos.co.id – Nama Rara Ciku tak lagi asing di dunia entertain, khususnya di Batam. Wanita yang mengawali karirnya sebagai model, MC, juga penyanyi ini, sudah memiliki segudang pengalaman yang kini ia bagikan dalam bentuk ilmu di dunia entertainment.

“Sejak kecil memang sudah suka nyanyi, nari, jalan-jalan ala catwalk. Tapi mulai berani tampil sedari SMP. Mulai dari saat itu berlanjut hingga sekarang dimana saya sudah mengenakan hijab,” ujar wanita dengan nama asli Ratih Intan Permata Sari.

Meski lama bergelut di dunia entertain, istri dari Hendra Hadiyanto itu tak pelit berbagi ilmu. Di samping masih melakoni aktifitas lamanya itu sebagai MC maupun menyanyi, ia juga kerap diminta sebagai seorang motivator maupun membantu mempercantik penampilan wanita.

“Sekarang statusnya ibu rumah tangga, tapi aktifitas rutin saya masih menyangkut dengan dunia hiburan termasuk aktif di arisan yang saya kembangkan yaitu The Classy Women (TCW squad), menjadi seorang make up artist (MUA), dan juga memotivasi orang-orang agar lebih percaya diri,” terang Rara.

Parasnya yang cantik dan postur tubuh yang ideal, berhasil ia manfaatkan untuk menunjang penampilan hingga mengundang decak kagum. tak heran, sederet prestasi pun tak luput ia dapatkan. Seperti menjadi Model Indonesia 2008, Duta Wisata Kehormatan 2009, dan Mrs Indonesia South Asia Ambassador 2013-2014.

Di usianya yang segera bertambah 23 Februari nanti, ibu muda dua anak itu juga tidak lepas dari aktifitas sosial. Bersama TCW Squad, ia membentuk TCW and friend community untuk menggelar aksi sosial seperti, berbagi nasi (bernas) Jumat.

“Saya mengimbau agar para wanita tetap selalu menjaga kecantikan baik dari luar maupun dalam, karena kecantikan seorang wanita itu berdampak sangat luar biasa,” ungkap wanita kelahiran Batam tersebut. (nji)

Sophia Latjuba Bicara tentang Hubungannya dengan Ariel

Sophia Latjuba di MD Place, Jakarta Selatan, Selasa (6/2). (Dedi Yondra/JawaPos.com)

batampos.co.id – “Baik-baik aja,” kata Sophia Latjuba lantas tersenyum saat ditemui di MD Place, Jakarta Selatan, Selasa (6/2).

Tidak banyak pernyataan yang diberikan pemain film Danur 2: Maddah itu terkait hubungannya dengan Ariel.

Sophia Latjuba Tak berkomentar banyak terkait kabar kisah asmaranya yang kandas dengan Ariel Noah.

Menurutnya, apapun tentang kehidupan asmara yang dijalaninya adalah urusan pribadi dan bukan untuk konsumsi publik.

Sebelumnya, Ariel juga enggan memberi respons soal kabar putus dengan Sophia Latjuba. Dia enggan menjawab pertanyaan wartawan saat dijumpai di Kemang, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

“Waduh, kalau itu saya nggak bisa jawab,” jawab Ariel, Rabu (24/1).

Seperti diketahui, kisah cinta Ariel Noah dan Sophia Latjuba dikabarkan putus. Gosip itu bermula saat foto kebersamaan mereka lenyap di akun Instagram masing-masing. Kemudian, wanita 47 tahun ini mengunggah foto kebersamaannya dengan presenter Robby Purba. (ded/JPC)

Rere Panjaitan, Bekerja dengan Penuh Totalitas

 

batampos.co.id – Segala sesuatu yang diinginkan, harus totalitas. Ungkapan inilah yang menjadi motivasi diri Rere Panjaitan, dalam menjalani aktifitasnya sebagai Public Relation (PR).

“Saya menyukai PR sejak lama karena bisa membina banyak relasi,” ujar Rere, wanita asal Medan itu.

Demi menekuni karirnya, Rere sengaja memilih Sekolah Tinggi Ilmu Komunikas Medan, jurusan PR untuk meraih gelar Sarjana. “Setelah tamat 2010, langsung kerja di hotel dengan profesi PR hingga sekarang,” sebutnya.

Selain di Medan, anak pertama dari tiga bersaudara itu telah bekerja di beberapa hotel di Indonesia, dan sekarang bekerja menjadi PR di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Batam. “Untuk di Batam baru, tapi untuk menjalani pekerjaan ini sudah cukup berpengalaman,” ungkap Rere.

Selain gemar berkomunikasi secara langsung, Rere nyatanya juga menyukai dunia tulis-menulis, terutama dalam pembahasan tentang wanita. Melalui blog pribadinya, ia mencurahkan pandangannya tentang kepribadian wanita.

“Lebih memandang ke diri sendiri karena saya juga wanita, dan juga nasib wanita-wanita lainnya,” aku wanita berzodiak Cancer tersebut. (gie)

Suryana Jual Nasi Goreng untuk Biaya Pendidikan

batampos.co.id – Berbagai cara seseorang berusaha untuk mewujudkan cita-citanya. Salah satunya Suryana yang sering disapa Yana. Gadis belia yang masih berusia 23 tahun ini memiliki segudang cara untuk menggapai mimpinya.

Yana terlahir dari keluarga yang sederhana dan tidak memiliki ilmu pendidikan tinggi.

“Yang selalu jadi motivator saya adalah mama. Beliau orang yang pantang menyerah dan selalu berusaha. Alhamdulillah berkat doa beliau saya bisa sekolah hingga perguruan tinggi,” sebut Yana.

Diakui Yana, sewaktu dirinya duduk di bangku SD, mereka memiliki rumah makan padang yang lumayan penghasilannya. Namun, suatu ketika abangnya mengalami kecelakaan yang cukup parah dan membuat kondisi kesehatan mamanya menurun drastis. Sehingga akhirnya rumah makan mereka tersebut harus ditutup selamanya.

“Buat bantu ekonomi keluarga aku jualan kue dari kelas 5 sampai 6 SD,” kenang wanita kelahiran Pekanbaru 8 Oktober 1994 itu.

Sampai akhirnya dirinya SMP, untuk mendapatkan uang tambahan, ia harus membantu Ibunya berjualan. Selanjutnya ia memutuskan bergabung di sanggar Duta Santarina untuk memuaskan hobinya menari.

“Kebetulan setiap tampil bisa dapat uang saku, Alhamdullilah aku ikut sanggar sampai SMK,” kenang wanita lulusan SMK 2 Batam jurusan usaha perjalanan wisata itu.

Sewaktu ia duduk di bangku SMK, ia kembali membantu mamanya untuk menjual nasi goreng baik di sekolah atau di sanggar.

“Aku bilang ke mama, mama adek mau jualan nasi goreng boleh? Tapi mama yg buat nasi gorengnya. Buatan mama sangat sederhana tapi rasanya luar biasa. Sempat mama bilang nggak malu nak, anak mama sekarang sudah jadi penari. Banyak di kenal orang kok jualan nasi goreng? Aku hanya jawab, yang penting ini halal ma,” curhatnya.

Yana mengatakan sampai pada akhirnya temen sekelas dan guru-gurunya jadi langganan nasi goreng buatan mamanya. Ia mengungkapkan baru berhenti berjualan nasi goreng ketika mendekati Ujian Nasional.

Saat ini Yana sudah menjadi mahasiswi Universitas Universal jurusan seni tari.

“Aku bersyukur karena mama, aku bisa ngejalani hidup yang luar biasa terombang-ambing dengan keadaan dan kondisi keuangan. Alhamdulilah sekarang kuliah dan memiliki usaha kecil-kecilan gallery makeup” ujar Yana mengakhiri. (rng)

Gabby Valentina Suka Wisata Batam Dikembangkan

batampos.co.id – Gembar gembor pengembangan pariwisata banyak membuat masyarakat Batam sumringah. Tak terkecuali pegawai BP Batam, Gabby Valentina. Ia melihat pariwisata sangat potensial dikembangkan di Batam. Syaratnya adalah pembangunan sarana untuk menarik minat wisatawan harus dilakukan, khususnya di pantai.

“Jika bicara pariwisata disini, maka yang utama itu pantai karena Batam merupakan kepulauan. Dipelihara dan difasilitasi,” ujar Gabby saat ditemui di Mall Pelayanan Publik (MPP), Selasa (30/1).

Salah satu contoh pantai yang cocok dikembangkan untuk menciptakan wisata pantai adalah Pantai Nongsa. Saat ini pantai tersebut dikelola oleh masyarakat setempat.

Namun jika pemerintah daerah mampu melihat potensinya, maka itu akan menjadi manfaat besar bagi Batam. “Sekaligus dibuat ada olahraga pantainya. Jadi bukan hanya resort saja yang bisa buat event di pantai,” kata pegawai BP Batam yang bertugas sebagai TU Direktur PTSP BP Batam ini.

Lalu salah satu potensi pariwisata lainnya yang dikembangkan adalah membangun pusat rekreasi. Menurut wanita berusia 28 tahun ini, pembangunannya juga harus melibatkan investor.

“Mungkin bisa seperti Dufan dikembangkan disini. Daripada harus keluar negeri, lebih baik gaet investor kesini,” tutur lulusan dari Universitas Merdeka Malang, Jawa Timur ini.

Secara personal, Gabby sudah pernah di Kehumasan BP Batam dan saat ini aktif di PTSP BP Batam. Ia sudah memiliki keluarga bahagia dengan seorang suami dan satu orang anak yang lucu berusia setahun. (leo)

Via Vallen dan Nella Kharisma akan Sepanggung, Alamak… Asyik Neh…..

batampos.co.id – Anda penyuka dangdut koplo? Silakan baca artikel ini. Kalaupun tidak, Anda pun layak baca.

Ini artikel tentang dua penyanyi dangdut koplo milenial asal Jawa Timur yaitu Via Vallen dan Nella Kharisma.

Lagu mereka sama-sama ditonton lebih dari 100 juta penonton di Youtube. Sesuatu yang belum pernah dicapai oleh pemusik dangdut sejak era digital muncul.

Sampai Selasa (23/1/2018), video musik Jaran Goyang yang dinyanyikan Nella Kharisma menembus 129 juta viewers. Sementara video musik Sayang milik Via Vallen mencapai 125 juta viewers. Jika kedua penonton digabungkan, jumlahnya hampir sama dengan penduduk Indonesia yang mencapai 262 juta penduduk.

Kedua perempuan cantik Jawa Timur itu memang membawa nuansa berbeda terhadap musik dangdut. Popularitas mereka juga mendongkrak musik lain yang dinyanyikannya. Misalnya Via Vallen, lagu Kimcil Kepolen sudah ditonton 32 juta viewers, Selingkuh sebanyak 36 juta viewers.

Dari Nella Kharisma, ada Konco Mesra yang ditonton 63 juta viewers, Ditinggal Rabi sudah 34 juta viewers, maupun Bojo Galak sebanyak 41 juta viewers. Popularitas mereka diikuti dengan tumbuhnya penggemar yang sangat banyak. Tidak terbatas di Jawa Timur.

Seperti halnya selebriti lain, mereka juga memiliki die hard fans. Malah tidak sedikit yang suka membandingkan keduanya. Via dan Nella sendiri tampaknya tidak mau larut dalam perang dingin yang dilakukan penggemar. Mereka berdua justru tampak akrab dan saling dukung.

Via Vallen (kiri) bersama Nella Kharisma di Surabaya, Senin (22/1) (Hanung Hambara/Jawa Pos)

Itu terlihat saat Via Vallen dan Nella Kharisma hadir bersama di acara Gus Ipul, Senin (22/1). Calon Gubernur Jawa Timur itu memang merangkul kedua penyanyi dangdut terpopuler zaman now untuk kampanye. Saat itulah, keduanya seakan menuntaskan perang dingin antara Vyanisty (fans Via Vallen) maupun Nella Lovers (fans Nella Kharisma).

Untuk mencairkan suasana, Via bahkan sempat melontarkan candaan.

“Ini namanya habis digoyang (lagu Jaran Goyang, Red) terus disayang (lagu Sayang, red),” kata Via merujuk pada dua judul lagu paling hits miliknya dan Nella.

Malah, Via dan Nella kompak menyebut tak masalah kalau harus naik dalam satu panggung. Bahkan, Via yang arek Sidoarjo itu mengiyakan karena sudah pernah menyanyi bareng Nella.

“Sudah pernah lho (sepanggung) sama Nella,” tuturnya.

Via menjelaskan, dirinya juga harus bersikap profesional. Artinya, saat diminta tampil dengan siapa pun, dia akan menurutinya.

“Tergantung request-nya. Mau dikolaborasikan sama siapa saja ayo, enggak masalah,” tambahnya.

Senada dengan Via, Nella juga tidak masalah tampil dengan siapa saja. Dia menegaskan bahwa hubungannya dengan Via tidak pernah ada persoalan. Bahkan, Nella mengaku bersyukur diajak Gus Ipul karena bisa ketemu Via Vallen.

“Lama enggak ketemu, kangen loh sama Mbak Via. Terakhir ketemu di Banyuwangi, sekitar enam bulan lalu,” tegasnya kepada JawaPos.com.

Sementara itu, Gus Ipul menjelaskan bahwa bergabungnya Via dan Nella itu adalah bentuk konkret dari seduluran.

“Saya gembira Mbak Via maupun Mbak Nella punya konsep yang sama. Orang kan membayangkan, Via sama Nella iki onok opo? Padahal yo gak ono opo-opo, malah seneng ketemu, iso reunian,” ucap pria asal Pasuruan itu.

(did/ce1/JPC)

Yulia Ultri Diana Effendi, Lolos ke Jakarta Wakili Kepri di LDI

batampos.co.id – Prestasi membanggakan datang dari remaja putri kelahiran Batam. Yulia Ultri Diana Effendi berhasil lolos bersama empat perwakilan Kepri lainnya di Liga Dangdut Indonesia (LDI) yang bakal ditayangkan di televisi swasta.

Mahasiswa Unrika semester 3 ini, berhasil mengalahkan ratusan peserta di Kepri saat audisi 22 Oktober lalu di Gedung Wan Seri Beni,Tanjungpinang. Babak pertama, Yuli sapaan akrabnya diminta menyanyikan lagu. Berbeda dengan peserta lain yang hanya diminta menyanyikan satu lagu, ia harus menyanyikan hingga 5 lagu.

“Sempat bertanya-tanya dan gugup juga kenapa sampai 5 lagu, apalagi ruangan yang saya masuki tersebut adalah ruangan dengan juri yang paling ditakuti oleh peserta lain, karena banyak peserta yang tidak lolos di ruangan tersebut.” kata Yuli, Minggu (21/1)

Rasa deg-degan itu terbayar baik karena juri memutuskan Yuli berlanjut ke babak ke dua. Babak kedua ini, di luar rencana Yuli harus menerima tantangan juri untuk menyanyikan lagu yang baru saja dihafalnya.

“Lagi, saya ada salah menyanyikan lirik, tapi saya pikir harus tetap optimis,” ujarnya.

Diumumkan bersama dengan 4 kandidat lain dari Kepri, Yuli pun siap tampil di hadapan masyarakat banyak di Jakarta.

“Kami bakal tampil di televisi, 23 Januari pukul 19.00 – 24.00 WIB. Dari 5 kontestan Kepri, akan diambil 1 saja berdasarkan perolehan polling SMS,” jelas Yuli.

Meskipun persaingannya cukup berat, ia mengaku harus tetap optimis dan ikhlas jika tidak terpilih.

“Yang terpenting, saya bisa menampilkan yang terbaik dan selalu berdoa siapapun yang terpilih bisa membawa harum nama Kepri di tingkat nasional,” ungkapnya.

Namun, Putri dari pasangan Yur Endra Effendi dan Reni Efriosrita ini berharap masyarakat Kepri memberikan dukungannya melalui SMS. Dengan acara ketik LIDA (spasi) YULI kirim ke 97288.

Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada kedua orangtuanya yang tidak henti memberikan dukungan moril kepadanya. Ia juga merasa sangat rindu dengan keluarganya yang sederhana.

“Ayah saya supir taksi dan ibu bekerja di rumah makan. Rindu sama ayah karena ayah lagi sakit. Meskipun begitu, keduanya selalu memberikan dukungan dan mengingatkan untuk terus berdoa agar bisa menampilkan yang terbaik,” ungkapnya.

Tidak mudah memang, bahkan menjelang penampilannya ia sempat kehilangan suaranya karena faktor kelelahan.

“Karena dua hari berturut-turut dari Tanjungpinang ke Batam dan langsung berangkat ke Jakarta. Sedih dan sempat nangis juga karena enggak bisa ambil nada buat nyanyi. Akhirnya mentor bilang sempatin istirahat, alhamdulilah sekarang sudah membaik,” tutupnya. (why)

Senyum Tiara Suci Ramadhani

Tiara Suci R

batampos.co.id – Sejak mulai beroperasi pada Desember kemarin, Mall Pelayanan Publik (MPP) merupakan bentuk pelayanan terpadu satu pintu bagi masyarakat dan calon investor. Bentuk layanan perizinannya bermacam-macam. Tapi satu hal yang pasti, Tiara Suci Ramadhana akan melayani dengan ramah setiap pengunjung yang datang untuk mengurus dokumen perizinan lahan.

“Kerja dalam melayani dibawa santai saja. Yang penting komunikasi harus lancar,” kata dara manis berusia 24 tahun ini di MPP, Rabu (17/1) kepada Batam Pos.

Tiara begitu ia biasa dipanggil merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ia lulus dari jurusan ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang pada tahun 2015 lalu. Kemudian ia bekerja di Badan Pengusahaan (BP) Batam setelah lulus dan masuk di bagian protokol sejak Februari 2016.

“Tugas saya adalah memastikan tempat untuk acara pimoinan. Saya juga sempat kerja di lantai 8,” paparnya.

Lalu, sebelum MPP dicanangkan, BP Batam mencari kandidat yang tepat dari setiap divisi untuk ditempatkan di bagian pelayanan MPP. Maka Tiara diajukan oleh pimpinannya untuk ikut serta. Setelah itu, ia mengikuti sejumlah ujian termasuk psikotes sebelum lolos bersama dengan 14 kandidat lainnya.

“Disini, saya menerima segala jenis permohonan perizinan yang terkait dengan lahan seperti Izin Peralihan Hak (IPH), rekom dan lainnya,” tuturnya.

Diluar pekerjaannya, Tiara memiliki hobi suka nonton. Film yang digemarinya adalah film bernuansa komedi romantis.(leo)

Berkenalan dengan Messya Thalib, Selebgram Batam

foto: dok pribadi

batampos.co.id – Batam semakin maju, tapi juga beberapa ruas jalannya mulai macet. Hal ini dituturkan oleh Messya Thalib, selegram cantik asal Batam ini. Namun walau begitu, ia mengatakan masih betah berlama-lama hidup di Batam.

“Sudah nyaman sih,” ucapnya.

Saat ini Kota Batam, kata Messya tidak ketinggalan dari kota-kota lainnya di Indonesia. Segala kecanggihan teknologi ada di Batam. “Bagaimana pun hidup di Batam itu, ada enak atau tidaknya,” ujar sembari tertawa kecil.

Wanita yang sehari-hari aktif di media sosial ini menuturkan sudah terlalu cinta dengan Kota Batam. Ia mengatakan yang perlu diperhatikan pemerintah adalah melebarkan jalan-jalan yang ada. Sehingga kemacetan dapat berkurang.

“Maunya jalannya semakin lebar,” ujarnya.

Ia mengapresiasi pemerintahan Kota Batam, yang terus giat melakukan pelebaran jalan. “Bagus sih,” tuturnya.

Saat ini, kata Messya kegiatannya sehari mengiklankan berbagai produk melalui instagramnya. “Sudah puluhan sih, salah satunya Zapin. Saya endorse melalui instagram saya,” ucapnya.

Selain aktif di medsos. Gadis kelahiran 27 tahun yang silam itu mengatakan saat ini sibuk mengurus usaha keluarganya. “Kami punya usaha kecil-kecilan di Sei Temiang, Marina. Jual bibit buah, bunga, tanaman hias. Tokonya saya beri nama Nurseri Sereel,” tuturnya. (ska)

Magdalena Amelia Anur Septawati Waruwu Si Penyuka Traveling dan Tracking

batampos.co.id – Tertarik dengan tantangan dan penuh rasa ingin tahu terhadap tempat-tempat baru yang dinilai memiliki keindahan untuk dikunjungi membuat Magdalena Amelia Anur Septawati Waruwu mencantumkan traveling sebagai salah satu hobinya.

“Aku suka traveling itu karena setiap perjalanan pasti punya cerita sendiri, ngajarin sesuatu yang baru,” kata Amelia.

Wanita kelahiran Padang, 3 September 1992 itu mengaku sudah beberapa kali melakukan traveling ke beberapa daerah, baik daerah lokal maupun luar Kota. Semua daerah yang pernah dikunjunginya menarik serta memiliki cerita dan pengalaman sendiri-sendiri.

“Misalnya ke daerah Sumatera Barat, dapat pengalaman baru. Terus ke Pekanbaru, Yogyakarta, Bandung, Purwekerto hingga Nias,” tutur Amlia. Diakui Amel, Batam juga bisa dijadiin tempat travelling, apalagi dengan sejumlah destinasi wisata pantainya.

Wanita yang bekerja sebagai document control di Perusahaan PFF Paint ini juga mengaku hobi menantang lainnya yakni tracking keluar masuk hutan. Hobi ini sudah ia geluti sejak beberapa tahun silam. Tidak sedikit hutan yang telah ia jajaki.

“Kalau udah cinta sama sesuatu pasti apapun dilakuinnya dengan senang hati. Naik turun bukit. Manjat kalau perlu manjat walaupun pulangnya banyak memar tuh biasanya,” kenang Amel sambil tertawa kecil.

Meskipun memiliki jadwal kerja yang sibuk tidak menjadi halangan bagi anak pertama dari dua bersaudara itu untuk menyalurkan hobinya. “Biasanya nih di awal tahun udah prepare, mantengin tanggal merah atau long weekend di mana aja,” kata Amel.

Kalau misalnya dapet libur yg panjang direncanain ke dua sampai tiga kota sekalian. Tapi kalau cuma bisa bentar paling di weekend aja, pergi jumat sore balik minggu sore
.

“Kalau yg di Batam, trackingnya udah ke Duriangkang, Seiladi, pancur juga. Hutan emang banyak binatang liar sih, tapi saya percaya kalau kita datang ke sana bukan buat ganggu mereka pasti mereka juga ga bakal ganggu kita,” ucap Amel yang mengaku bakal menjajal beberapa daerah lagi untuk traveling dan tracking ke hutan. (rng)

TOP THREE

Diskotek di Batam Terancam Ditutup

Gubernur Kepri Sahkan UMK 2018