Kamis, 23 April 2026

Tanjunguma, Kampung Wisata di Batam

Berita Terkait

Malam puncak Festival Kampung Tua di Kampung Tua Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Batam pada Sabtu (27/1). Kegiatan itu berisi berbagai atraksi kesenian dan pameran barang-barang pusaka. (Boni Bani/JawaPos.com)

batampos.co.id – Festival Kampung Tua Tanjunguma digelar, Sabtu (27/1) malam. Acara ini digelar untuk mendukung pemerintah dalam upaya mengembangkan sektor pariwisata di Batam.

Ketua Gerakan Masyakarat Tanjunguma (GEMA) Batam Zulkifli Ismail mengatakan, Kampungtua Tanjunguma hadir dengan berbagai potensi wisata, baik kuliner, bahari hingga budaya. Hal inilah yang mendorong pihaknya bersama Pemuda Peduli Tanjung Uma (PPTU) menginisiasi acara tersebut.

“Kami harap kampung kami ini jadi salah satu destinasi andalan di Batam ini.,” kata Zulkifli. Minggu (28/1).

Ia menyampaikan, gelaran kali ini merupakan yang pertama kali dalam pelaksanaanya juga bekerjasama dengan Universitas Universal Batam dalam memperagakan tari. Ada harapan festival tersebut akan jadi even tahunan dan menajdi contoh kampung-kampung tua lain untuk mengembangkan potensinya masing-masing.

“Pak wawa (Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad) juga inginkan ini masuk di kalender wisata tahunan Pemko Batam,” ucapnya.

Zulkfili mengatakan, dalam rangkaian festival, pihaknya juga menggelar gotong royong membersihakan kuburan tua Tanjunguma. Kuburan yang sudah ada sejak Zaman Kerajaan Riau Lingga tersebut akan dikembangkan potensinya menjadi wisata budaya.

“Ada tulisan atau logo Kerajaan Riau Lingga,” katanya.

Seiring kegiatan tersebut, pihaknya melakukan penanaman magrove di sekitar lokasi budaya ini. Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi abrasi dan menyebabkan kuburan terkikis. “Agar tak terjadi abrasi makanya perlu kami tanam mangrove. Ini tujuannya jangka panjang, apalagi kami ingin mengembangkan wisata mangrove,” imbuhnya.

Sementara itu, Bendahara Panitia Hari Darmawan mengatakan, pengembangan wisata di Tanjunguma juga ditujukan untuk mengembangkan ekonomi masyarakat setempat.

“Wisatawan datang, ekonomi kerakyatan juga akan bergerak. Dan kami pemuda setempat merasa perlu ikut andil kembangkan kampun kami ini,” pungkas hari. (adi)

Update