
foto : batampos.co.id / cecep mulyana
batampos.co.id – Kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk Batam sebanyak 363 orang. Jumlah ini cukup kontras dengan ajuan yang cukup fantastis yakni 2.148 orang.
Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyebutkan, kuota tersebut untuk berbagai bidang kemampuan atau kompetensi. Dari tenaga teknis hingga tenaga medis.
“Semua ada, akuntansi, hukum, arsitek maupun teknik sipil ada. Masing-masing dua atau tiga,” kata dia di Bengkong, Kamis (13/9) siang.
Mantan polisi ini mengatakan, tenaga pengajar (guru) dan tenaga medis mendapat proporsi yang lebih banyak dari kuota tersebut.
“Paling banyak guru dan tenaga kesehatan,” terangnya.
Soal rincian, Rudi menyebutkan tidak hafal dan meminta waktu untuk kembali melihat data baru menyampaikan ke publik. “Nanti ya, tak sanggup ingat semua. Kepala cuma satu,” imbuhnya.
Menurutnya, Pemko Batam tidak ikut langsung dalam proses seleksi tersebut. Kelak, seleksi akan di koordinir langsung oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Kami hanya umumkan kuota. Tapi nanti ada tim, mungkin kami diminta bantu tim administrasi, tentu kami akan bantu,” kata dia.
Untuk diketahui, di Batam sudah diresmikan kantor Unit Penyelenggara Seleksi Calon dan Penilaian Kompetensi Pegawai Aparatur Sipil Negari, tepatnya di Gedung Bersama Pemko Batam yang dilengkapi dengan 55 computer untuk omputer Assited Tes (CAT). Juga tersedia ruang monitoring maupun ruang administrasi.
Kepala Kantor Regional XII BKN Pekanbaru, Andrayati menjelaskan bahwa alasan didirikan kantor tersebut BKN Batam sebab secara geografis daerah Provinsi Kepri terdiri dari beberapa kabupaten kota yang dipisahkan oleh perairan. Perlu UPT untuk lebih mendekatkan dan mempermudah layanan kepegawaian.
“Yang bisa dilakukan disini, terutama pelayanan CAT untuk penerimaan PNS, ujian dinas kenaikan pangkat, juga penyesuaian ijazah. Ke depan, tadi pak Supranawa berikan arahan perllu pengembangan assesment center,” kata dia, belum lama ini. (iza)
