batampos.co.id – Berbagai pengalaman selama perjalanan 47 tahun telah memberikan warna bagi keluarga besar Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam berkarya dan mengabdikan diri kepada masyarakat.
Menyambut Hari Bakti BP Batam Ke-47 pada hari ini (26/10), BP telah menggelah sejumlah rangkaian acara untuk memeriahkannya. Dari kegiatan berbau seni, sosial hingga kegiatan untuk menyemarakkan dunia olahraga di Batam. Rangkaian acara ini dikemas sebagai Bulan Bakti BP Batam Ke-47.
Hari Bakti BP Batam diawali dengan upacara pembukaan di Stadion Tumenggung Abdul Jamal pada Minggu, 23 September kemarin.

Dengan tema mengabdi untuk satu tujuan, satu semangat, dan satu cita-cita,
Bulan Bakti BP Batam merupakan bentuk bakti dan pengabdian BP Batam yang direfleksikan melalui berbagai kegiatan sosial, turnamen olahraga, seni dan budaya, yang melibatkan partisipasi aktif dari kalangan pelajar, mahasiswa, media, kawasan industri dan seluruh lapisan masyarakat lainnya.
Bulan Bakti BP Batam sendiri mulai dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2018, hingga acara puncak pada Hari Bakti BP Batam yang jatuh pada hari ini.
“Upacara ini merupakan pembuka acara Bulan Bakti BP Batam ke-47. Terpilihnya tema Hari Bakti BP Batam tahun ini adalah sebagai wujud komitmen kita atas bakti dan pengabdian kepada masyarakat Batam khususnya, dan bangsa Indonesia pada umumnya.” Kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo usai membuka upacara.
Hari Bakti BP Batam Ke-47 diisi berbagai acara. Untuk olahraga, BP menggelar kompetisi seperti basket, futsal, panahan, bola voli, bulutangkis, tenis meja, catur, lari marathon dan panahan. Kompetisi ini ada yang untuk umum seperti panahan dan voli, dan ada juga yang untuk internal seperti catur.
Kompetisi olahraga ini sangat ramai peminat. Sebagai contoh, kompetisi panahan bertajuk Batam Archery Championship 2018 ini diikuti oleh 462 atlet baik lokal maupun mancanegara, termasuk juga atlet nasional yang baru selesai berlaga di Asian Games 2018.

Selain kompetisi olahraga, BP juga menggelar kegiatan di bidang seni dan budaya. Adapun kegiatan tersebut antara lain pesta komunitas, Lomba Tari Rampai Batam, lomba pemilihan da’i cilik (pildacil), lomba fashion show, kompetisi vlog, lomba menulis opini, lomba karya jurnalistik, lomba fotografi, lomba infografis, karya tulis ilmiah, dan lainnya.
Salah satu lomba paling menarik adalah lomba pildacil. Tercatat, dari 90 pendaftar pildacil terdapat 20 finalis yang tersaring untuk mendapat kesempatan maju ke final pada 13 Oktober lalu.
Disela-sela peserta yang tampil memberikan tausiyahnya, para supporter dihujani dengan banyaknya doorprize sehingga membuat semakin ramainya acara final pildacil pada siang hari itu.
Final Lomba Pildacil kali ini mengangkat beberapa tema, seperti Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup umat islam, Rasulullah adalah teladan hidupku, Sikap terbaik menghadapi ujian sekolah, dan Sabar dalam menghadapi musibah.
Tema tersebut disampaikan melalui dakwah oleh para finalis pildacil. Tema tersebut dipilih guna menumbuh kembangkan rasa cinta atas agama di usia dini, agar menjadi insan-insan yang beriman, bertaqwa dan berakhlak.

Lomba Pildacil ini merupakan acara yang pertama kali mereka dukung dengan memberikan perjalanan umroh gratis kepada pemenang pertama hingga ketiga.
Harapannya dengan hadiah umroh, dapat memotivasi anak-anak khususnya yang ada di Batam untuk dapat mencetak da’i-da’i cilik yang berkualitas karena mereka adalah generasi penerus berikutnya.
Dan bakti sosial sebagai rangkaian terakhir dari acara Bulan Bakti BP Batam Ke-47. Acara bakti sosial diisi oleh beragam acara seperti gotong royong bersama masyarakat Batam, sunnat masal, bersih-bersih telinga, operasi bibir sumbing, donor darah, Bersih-Bersih Dam Duriangkang dan lainnya.
Untuk gotong royong (goro), BP menggelarnya agar bisa lebih mendekatkan diri dengan masyarakat. Lukita saat mengikuti goro di Perum Putra Kelana Jaya (PKJ) di Bengkong Sadai, 14 Oktober lalu mengatakan goro bersama ini merupakan salah satu wujud kepedulian BP Batam dalam membangun masyarakat melalui Bakti Sosial.
“Kegiatan bakti sosial ini disambut baik oleh masyarakat setempat yang ikut bersama-sama melaksanakan gotong royong untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dari Rumah Sakit BP Batam,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini BP Batam menyumbangkan bak sampah untuk selanjutnya dapat digunakan di sekitar fasum dan rumah warga.
“Mari kita bersama semangat lakukan segala aktifitas secara penuh ikhlas, semangat gotong royong, bukan sekedar melaksanakan kegiatan pimpinan tetapi datang dari hati kita sendiri,” katanya memotivasi warga.
Adapun kegiatan bakti sosial tersebut diantaranya seperti pelayanan kesehatan gratis penanaman pohon, gotong royong bersama masyarakat, pencarian bakat anak dan kegiatan sosial lainnya. Itu semua dilakukan sebagai bentuk pengabdian diri BP Batam kepada masyarakat Batam.
Renungan
Begitulah kemeriahan perayaan ini. Dibalik itu ada urusan serius yang juga patut direnungkan.
Berbagai pengalaman selama perjalanan 47 tahun telah memberikan warna bagi keluarga besar BP Batam dalam berkarya dan mengabdikan diri kepada masyarakat.
Posisi Batam sangat strategis karena berada di jalur lalu lintas perdagangan internasional Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan internasional tersibuk kedua setelah Selat Dover di Inggris. Sehingga pemerintah menetapkan Batam sebagai Kawasan Strategis Nasional.
Berawal dari basis logistik pendukung kegiatan ekplorasi minyak lepas pantai dan gas bumi bagi Pertamina. Kini setelah 47 tahun, Batam berkembang pesat sebagai daerah tujuan investasi industri, perdagangan, kegiatan alih kapal, dan kegiatan pariwisata yang kompetitif di kawasan Asia Pasifik.
Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan Hari Bakti ke-47 BP Batam merupakan penanda satu tahun perjalanannya di BP Batam dalam membaktikan diri dalam membangun Batam.
“Kami ingin meneguhkan komitmen untuk senantiasa melayani masyarakat dengan integritas, transparan dan rendah hati, BP Batam hadir ditengah-tengah masyarakat, membuka diri dan bergandengan tangan dengan seluruh stakeholders untuk bersama-sama, meningkatkan perekonomian Batam,” paparnya.
47 tahun pembangunan Batam adalah perjalanan yang tidak mudah dan dibangun dengan cita-cita luhur dan mulia menjadikan Batam sebagai lokomotif pembangunan nasional.

Jajaran Pimpinan BP Batam telah mengukir sejarah dan tinta emas pembangunan Batam selama 47 Tahun. Berawal dari Ibnu Sutowo (1971–1976) pada Periode persiapan, JB Sumarlin (1976-1978) pada periode konsolidasi, BJ Habibie (1978–1998) pada periode pembangunan prasarana dan penanaman modal, J.E Habibie (Maret 1998–Juli 1998) pada periode lanjutan, Ismeth Abdullah (1998–2005) pada periode pengembangan prasarana dan sarana dan penanaman modal lanjutan dengan perhatian lebih besar pada kesejahteraan rakyat dan perbaikan iklim investasi.
Kemudian, Mustofa Widjaja (2005–2016) pada periode pengembangan Batam dengan penekanan pada peningkatan sarana dan prasarana, penenanaman modal serta kualitas lingkungan hidup.
Selanjutnya ada Hatanto Reksodipoetro (2016–19 Oktober 2017) pada periode peningkatan kinerja kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam dengan kerja nyata menuju kawasan yang berdaya asing Internasional, dan kini Lukita Dinarsyah Tuwo memegang nakhoda kepemimpinan BP Batam.

Lukita yang dilantik pada 23 Oktober 2017 oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian seolah membawa angin segar dan harapan baru untuk Batam dengan tekad bersama-sama maju dalam dua tahun perekonomian tumbuh 7 persen.
Lukita mengatakan saat ini zaman berkembang dengan cepat dan dinamis. Dan ditengah tantangan ekonomi global yang fluktuatif, dirinya dan jajaran ingin Batam terus bisa eksis di era modern dan dinamis terus memberikan kontribusi sebagai lokomotif pembangunan nasional.
Dalam satu dasawarsa, ia dan jajaran akan bergerak mewujudkan berbagai strategi dan terobosan untuk meningkatan kinerja perekonomian Batam dengan program prioritas di antaranya peningkatan Investasi melalui pelayanan dan promosi yang aktif, penyelesaian permasalahan sosial terkait lahan, peningkatan pariwisata, peningkatan industri kreatif dan ekonomi digital, pengembangan Batam sebagai pusat Logistik, dan kerja sama dengan pemerintah Kota Batam serta lembaga lainnya.
Dirinya memaparkan kondisi perekonomian Batam yang secara gradual membaik pada tahun 2018 bila dibandingkan tahun 2017 lalu ketika ekonomi Batam terpuruk. Pada triwulan pertama 2017, pertumbuhan ekonomi Kepri yang didominasi oleh kondisi perekonomian Batam, sempat melemah di angka 1,06 persen. Namun pada triwulan II tahun 2018 saat ini, pertumbuhan ekonomi Kepri tumbuh menguat menjadi 4,51 persen lebih tinggi dibandingkan triwulan pertama 2018 sebesar 4,47 persen.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), di sektor potensial lain seperti sektor pariwisata, juga menunjukkan data yang positif. Tingkat kunjungan wisman mencatatkan tren yang tumbuh secara gradual pada triwulan kedua 2018 menunjukkan angka yang positif dari 6,64 persen, sedangkan pada triwulan kedua 2018 menjadi 14,20 persen.
Pergerakan ini tidak terlepas dari peran serta BP Batam menginisiasi kegiatan pariwisata man made atau buatan manusia. Seperti event-event yang dapat merangkul wisatawan mancanegara serta menciptakan ragam atraksi, wisata budaya dan kegiatan yang melibatkan UMKM daerah untuk menggerakan roda perekonomian masyarakat dan membuat Batam lebih bergairah.
Batam sebagai wilayah terbesar ketiga tujuan wisatawan mancanegara setelah Bali dan Jakarta tentu diharapkan mampu menyumbangkan devisa bagi Negara melalui sektor pariwisata.
“Di sektor pelayanan, kami telah menyempurnakan regulasi, memangkas birokrasi, menciptakan kemudahan layanan perizinan, investasi, dan keterbukaan informasi publik untuk menjawab tantangan yang ada,” katanya.

Sejumlah inovasi pelayanan perizinan yang digagas di antaranya adalah hadirnya peluncuran mobil layanan keliling (BLINK) yang memberikan kemudahan pengurusan dokumen Izin Peralihan Hak (IPH) dan pembayaran UWT (Uang Wajib Tahunan) bagi masyarakat Kota Batam.
Dengan komitmen mewujudkan perekonomian Batam Maju dalam dua tahun perekonomian tumbuh 7 persen pada 2019, maka BP Batam terus bergerak memperbaiki sistem dan pelayanan perizinan. Di sektor lahan, Badan Pengusahaan (BP) Batam mencabut Perka (Peraturan Kepala) BP Batam Nomor 10 Tahun 2017 dan menggantinya menjadi Perka Nomor 27 Tahun 2017 tentang Penye-lenggaraan Pengalokasian Lahan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Batam.
“Perka ini sangat penting untuk pencapaian BBM 27 karena pelayanan lahan di BP Batam jadi lebih cepat dan pasti serta menyelesaikan berbagai isu permasalahan lahan yang ada”, ungkap Lukita.
Lukita menjelaskan Perka 27 ini juga dalam rangka mewujudkan prosedur pemberian dan atau pembatalan alokasi lahan yang transparan dan obyektif. Terwujudnya akuntabilitas pengelolaan dalam pemberian atau pembatalan alokasi lahan dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Batam.
Di sektor lain, sejumlah prestasi berhasil diraih BP Batam. Keberhasilan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam masuk 10 Besar PTSP Terbaik dalam penghargaan Investment Award 2018 oleh BKPM RI, Peringkat Kedua Keterbukaan Informasi Publik Kategori Lembaga Pemerintah Non Struktural, dan Penghargaan Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) untuk Laporan Keuangan selama 2 tahun berturut turut merupakan capaian prestasi yang telah berhasil diukir BP Batam dan merupakan bukti kerja keras seluruh keluarga besar BP Batam.
Peranan Badan Pengusahaan Batam dalam pembangunan Pulau Batam selama kurun waktu 47 tahun telah menunjukan hasil yang nyata. Kesemuanya tidak lepas dari peran pemimpin terdahulu dan seluruh keluarga besar karyawan/karyawati yang berhasil membangun Batam hingga seperti sekarang ini, serta dukungan stakeholder terkait, Dewan Kawasan, (Pemda, FKPD dan instansi terkait, dunia usaha, Ormas, LSM, media dan masyarakat luas).
Lukita atas nama BP Batam mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terkait di atas atas dukungannya dan kerja sama yang baik dengan BP Batam sehingga BP Batam dapat bekerja dengan baik dalam membangun Batam.
“Kini, kami berkomitmen mewujudkan kompak melayani dengan integritas, transparan dan rendah hati. Kami ingin semakin dekat dan hadir di tengah-tengah masyarakat”, imbuhnya.
47 tahun BP Batam mengabdi untuk satu tujuan, satu semangat, dan satu cita-cita, yakni mewujudkan Batam madani, sejahtera, dan Batam bersama maju dalam dua tahun perekonomian tumbuh 7 persen.
“BP Batam akan terus mengabdi untuk negeri, wujudkan Batam yang Madani,” kata Lukita mengakhiri wawancara. (leo)
