Kamis, 16 April 2026

Kala MT Eastern Glory Menubruk Jembatan 2 Barelang, Angin Berhembus 30 Kilometer per Jam

Berita Terkait

batampos.co.id – Insiden kapal menubruk Jembatan Barelang, Batam, kembali terulang. Rabu (23/1/2019) sekitar pukul 14.25 WIB kemarin kapal tanker Eastern Glory menghantam Jembatan II Barelang setelah sebelumnya hanyut terbawa arus.

Tanker itu awalnya sandar di dermaga depo penampungan BBM di Kampung Pulau Nipah yang terletak di ujung Jembatan II Barelang. Sesaat sebelum kejadian, kapal tersebut ditarik sebuah tugboat keluar dari dermaga. Sebab ada kapal lain yang akan masuk dan sandar di sana.

Seorang saksi mata, Muhammad, mengatakan saat itu arus laut memang cukup deras. Selain itu, angin juga bertiup kencang.

Kata Muhammad, saat bergerak sekitar 20 meter dari dermaga, tiba-tiba poisisi kapal mulai miring dan terseret arus ke arah Jembatan II Barelang yang memiliki nama Jembatan Nara Singa itu.

Melihat kondisi tersebut, satu tugboat lainnya datang untuk memberi bantuan.

“Tugboat yang satu dorong tanker ke arah tengah,” kata Muhammad yang mengaku sempat merekam peristiwa tersebut dengan ponselnya.

Penambang pancung itu menambahkan, upaya kedua tugboat untuk menarik dan mendorong kapal tanker Eastern Glory tidak membuahkan hasil. Posisi kapal semakin miring dan terseret ke arah Jembatan II Barelang. Pasrah, kedua tugboat itu kemudian melepaskan tanker tersebut dan membiarkannya hanyut hingga akhirnya menabrak jembatan.

“Tugboat-nya tak sanggup lagi (menahan). Makanya ditinggalin sampai tabrak jembatan,” sebut Syafaruddin, warga lainnya.

Saat tabrakan terjadi terde-ngar suara benturan yang cukup keras dan dilanjutkan dengan suara gesekan antara badan kapal dengan badan jembatan. Separuh badan kapal, khususnya di bagian kemudi dan kamar awak kapal, masuk ke kolong jembatan.

Sementara tiang utama kapal tersangkut di badan jembatan. Posisi jembatan yang ditabrak tanker ini di sebelah kanan dari arah Pulau Batam.

Secara kasat mata, tabrakan itu tidak menimbulkan kerusakan maupun retakan pada. Khususnya di bagian atas jembatan. Namun sejumlah petugas masih mengecek bagian bawah jembatan, apakah terjadi kerusakan atau tidak.

Sementara arus lalu lintas di jembatan tersebut juga tidak terganggu. Hanya saja, polisi melarang kendaraan apapun parkir di atas jembatan tersebut.

Kasat Pol Air Polresta Barelang AKP Syamsurizal dan Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe di lokasi kejadian hanya membenarkan adanya kejadian itu. Terkait penyebab pasti dan kerusakan jembatan belum bisa dipastikan sebab kapal belum bisa dievakuasi.

“Nanti sama KPLP dan pihak terkait lain. Saat ini fokus pengamanan di lokasi kejadian agar secepat dievakuasi,” kata Dalimunthe.

Informasi di lapangan, kapal tanker Eastern Glory merupakan kapal bermasalah. Tanker ini sebelumnya ditangkap TNI AL di lokasi yang sama, Selasa (4/9/2018). Kapal berbendara Mongolia ini dititipkan di lokasi kejadian untuk menguras isi BBM yang diselundupkan secara ilegal.

foto: batampos.co.id / dalil harahap

Sementara Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim mencatat dalam dua hari ini Batam memang mengalami angin kencang.

“Siang sekitar pukul 13.00, kami melihat kecepatan angin mencapai 30 kilometer per jam,” kata Forechaster Stamet Hang Nadim, Fitri Annisa, Rabu (23/1/2019).

Ia mengatakan angin yang berhembus dari utara hingga ke timur laut ini, termasuk dalam kategori sedang. Angin ini dapat menyebabkan peningkatan tinggi gelombang laut.

“Ketinggian gelombang akibat angin ini 0,2 hingga 1 meter,” tuturnya.

Terkait angin kencang ini, Fitri meminta masyarakat berhati-hati. Karena juga berpotensi menimbulkan tumpukan awan cumulonimbus.

“Akan semakin meningkatkan tinggi gelombang,” ungkapnya.

Untuk wilayah Kepri, kondisi angin kencang ini paling tinggi terjadi di Natuna dan Anambas. Dari pantauan Stamet Hang Nadim, ketinggian gelombang laut di dua wilayah itu bisa mencapai hingga 3,5 meter. (eja/ska)

Update