batampos.co.id – Bantahan Badan Pengusahaan (BP) Batam tentang alokasi lahan perkebunan agrowisata Marina ke pengembang properti disambut baik oleh pengelola perkebunan agrowisata di sana. Mereka berharap sanggahan ini benar sehingga bisa mengembangkan lahan yang disewa itu dengan tenang dan nyaman.

“Alhamdulilah, sudah dengar juga sih info (sanggahan) itu. Semoga benar tidak digusur. Sudah habis banyak (modal) buat rintis perkebunan ini,” ujar Nurhadi, pengelola perkebunan Jambu Marina, Senin (15/4/2019).

Loading...

Perkebunan jambu yang dikelolah secara bersama oleh sejumlah petani itu kata Nurhadi bukan semata untuk perkebunan yang beoreantasi pada hasil pertanian namun juga untuk kepentingan pariwisata. Perkebunan yang berada di samping gerbang Marina dari arah Tanjungriau itu selama ini diminati wisatawan lokal maupun mancanegara karena didesain sebagai perkebunan agrowisata.

Perkebunan ini juga salah satu penopang kunjungan wisata di Batam sehingga sangat disayangkan jika ditiadakan untuk kepentingan pembangunan lainnya.

“Sudah cukup terkenal jadi sayang kalau digusur. Akhir pekan dan hari libur selalu ramai karena di sini ngadem dan bagus pemandangan perkebunannya,” ujar Nurhadi.

Perkebunan jambu Marina kata Nurhadi dikerjakan sesuai produr dan aturan yang ada. Untuk membangun perkebunan itu mereka harus menyewan lahan ke BP Batam Rp 3.000 permeter pertahun. Mereka mengelolah perkebunan itu juga untuk memajukan sektor pariwisata di Batam.

“Tujuannya untuk pariwisata khusuanya wisata edukasi. Anak-anak bisa belajar tanaman dan bercocok tanam di sini. Bukan asal pakai saja kami,” katanya. (eja)

Loading...