Salah satu bayi kembar yang ditemukan meninggal dunia usai dilahirkan NK di kos-kosannya. NK diduga malu karena melahirkan anak di luar nikah. Foto: istimewa

batampos.co.id – Dua bayi kembar yang baru dilahirkan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di salah satu kos-kosan di perumahan Permata Puri I, Batuaji, Rabu (15/5/2019).

Dua bayi berjenis kelamin laki-laki itu ini diduga hasil hubungan gelap dan sengaja dibuang oleh seorang wanita berinisial NK. NK diduga malu karena hamil di luar nikah dan memilih membuang buah hatinya.

Dari informasi yang diperoleh batampos.co.id, NK saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Kota Batam dan dalam pengawasan jajaran Polsek Batuaji.


Sementara jenazah kedua bayi malang tersebut dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri. NK diketahui melahirkan dua bayinya pada Selasa (14/5/2019) pagi. Bayi pertama lahir sekitar pukul 10.00 WIB dan bayi kedua sejam kemudian.

Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh teman satu kos NK, yaitu MI. MI yang baru pulang kerja di salah satu perusahaan di kawasan Mukakuning berusaha mencari NK. Saat berada di kamar NK, MI langsung memanggil NK. Namun tidak ada jawaban.

Penasaran, MI lantas mengintip ke dalam kamar NK melalui jendela. MI kaget ketika melihat NK terbaring lemas dan disampingnya terlihat seorang bayi yang terbungkus kain.

“Rupanya pingsan dia. Bayinya dibiarkan begitu saja di dekat tempat tidurnya,” ujarnya kepada batampos.co.id di lokasi kejadian. MI awalnya bayi yang berada di samping NK adalah anak kucing. Namun setelah diperhatikan yang terbungkus kain adalah seorang bayi. Baca Juga: Gilang Andika, Bayi Kembar Siam Meninggal Dunia

Melihat itu, MI bersama penghuni kos lainnya melaporkan hal tersebut ke RT/RW setempat dan dilanjutkan ke Mapolsek Batuaji. Belum diketahui secara pasti apakah kondisi dua bayi saat dilahirkan hidup atau sudah meninggal dunia.

Karena hingga saat ini, NK belum bisa memberikan keterangan karena kesehatan belum membaik pasca melahirkan. Jenazah dua bayi malang itu ditemukan di tempat yang berbeda. Satu dalam kamar dan sudah terbungkus kain dan satu lagi di kamar mandi.

Awalnya, warga mengira NK hanya melahirkan satu bayi saja. Bayi tersebut langsung dibawa warga ke RSUD Embung Fatimah. Saat ditangani tim medis di RSUD Embung Fatimah, NK membeirtahukan jika buah hatinya kembar.

Mendengar informasi tersebut, polisi kembali menggeledah kamar kos-kosan NK. Alhasil, satu bayi lagi ditemukan di dalam kamar mandi dan diletakan di dalam ember.

NK yang ditanyai personel kepolisian, mengaku tidak mengetahui persis apakah kedua bayi masih hidup atau sudah meninggal dunia saat dilahirkan.

Namun lanjut NK, dirinya tidak mendengar tangisan kedua bayinya dan langsung memotong tali pusar kedua bayinya. NK juga menjelaskan, kedua bayinya dibiarkannya begitu saja sebelum akhirnya dia jatuh pingsan.

NK mengaku tersadar menjelang malam dan hanya membawa satu bayi yang terbungkus kain ke kamar mandi. Sementara satu lagi dibiarkan di dalam kamar karena dirinya sudah terlulai lemas.(eja)

Loading...