Ernila Sari memberi susu bubuk anaknya, Gilang Andika (2) yang berkepala dua di Rusun Mukakuning Blog G, Mukakuning, Seibeduk, Jumat (13/7/2018).
F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Gilang Andika, bayi kembar siam pasangan Ernilasari dan Mustafa meninggal dunia. Bayi berusia tujuh bulan tiga minggu itu menghembuskan nafasnya di Rumah Sakit Camatha Sahidya, Mukakuning, Senin (31/12/2018) sekitar pukul 00.15 WIB.

Ernilasari mengatakan tidak ada tanda-tanda sebelum bayinya itu meninggal. Pada malam itu, Gilang sempat diberi makan dan susu. Namun sesaat kemudian, tiba-tiba Gilang tidak bergerak.

“Siap (setelah, red) dikasih makan sudah tidak bergerak lagi,” katanya, Rabu (2/1/2019).

Cemas, ia dan suaminya pun langsung melarikan Gilang ke rumah sakit. Di sana, ia sempat mendapat pertolongan. Anak ke tiganya itu diberi diinfus. Jantungnya juga dipompa. Namun sayang, nyawanya tidak tertolong dna dinyatakan meninggal dunia.

Tak tertahan kesedihan yang dirasakan Ernila dan Mustafa. Cobaan datang bertubi-tubi terhadap mereka. “Kami tabah. Mungkin ini yang terbaik untuk anak kami,” katanya.

Sebelumnya, Gilang Andika lahir dalam kondisi tidak normal pada 7 Mei 2018 lalu. Bayi tersebut lahir dengan satu tubuh dan dua kepala yang berdempetan. Kepalanya juga divonis mengidap penyakit Hydrocephalus (terdapat cairan pada rongga otak yang menyebabkan kepala membasar).

Gilang, selama ini sudah menjalani perawatan medis rumah sakit Camantha dan Awal Bros Batam. Orangtua Gilang pernah berniat untuk melakukan operasi pemisahan, Namun karena kondisinya yang tidak memungkinkan, niat itupun diurungkan. (une)

 

baca juga

Bayi Terlahir Satu Kepala Dua Wajah

Bayi Berwajah Dua Menunggu Dokter Ahli dari Bandung

Gilang Andika, Bayi Dempet Kepala Tidak Bisa Dioperasi