Jumat, 10 April 2026

Stok Menipis Harga Telur Naik Lagi

Berita Terkait

batampos.co.id – Sempat turun pekan lalu, harga telur ayam buras kembali naik. Saat ini, per butir dijual Rp 1.400-Rp 1.600. Seperti di Pasar Botania 1, harga telur ayam buras per 10 butir dijual Rp 14.000 – Rp 15.000. Namun jika membeli per papan, harga lebih murah, yakni Rp 40 ribu – Rp 42 ribu.

Asman, pedagang telur di Pasar Botania, mengatakan, kenaikan harga telur diduga karena stok telur makin menipis. Sementara jelang Lebaran permintaan meningkat, terutama untuk membuat kue.

”Harga naik tapi tetap banyak yang beli. Kan memang banyak yang mau bikin kue,” imbuhnya. Menurut dia, sebelumnya harga telur sempat berada Rp 12.500 per 10 butir, atau Rp 34 ribu per papan.

Seorang pedagang sedang menyusun telur di kiosnya. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id 

”Naiknya juga baru beberapa hari ini,” jelasnya. Senada diungkapkan Koko, pedagang di Pasar Mitra Raya. Menurut dia, harga telur ayam buras dijual Rp 40 ribu-Rp 42 ribu per papan. Baca Juga: Harga Telur dan Daging Ayam Ras Turun di Akhir Ramadan

”Iya, telur naik lagi, kemarin memang sempat turun,” ujar Koko. Dikatakannya, tingginya harga telur tak berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Permintaan untuk telur masih tetap tinggi.

”Sudah biasa kalau telur tinggi jelang Lebaran,” imbuhnya. Sementara itu, di Batuaji dan Sagulung, harga komoditas pangan juga terus merangkak naik.

Seperti harga daging sapi segar lokal, ayam potong segar, dan telur ayam buras cenderung mengalami kenaikkan. Baca Juga: Operasi Pasar Kembali Digelar, Telur Ayam jadi Favorit

Di Pasar Fanindo, harga daging segar kini dijual Rp 150 ribu per kg, sedangkan daging beku Rp 95 ribu per kg. Menurut pedagang sudah biasa harga naik, apalagi seminggu jelang Lebaran.

”Daging sapi segar memang naik drastis, dari Rp 120 ribu per kg menjadi Rp 150 ribu per kg hanya dalam empat hari,” sebutnya.(she/cr1)

Update