batampos.co.id – Kenaikan harga komoditas pangan seperti cabai dan daging ayam saat hari-hari besar memang merupakan fenomena yang belum terselesaikan hingga saat ini. Tapi masih ada satu wacana yang dianggap dapat menyelesaikannya yakni menyerahkan mekanisme pasar seutuhnya pada pemerintah untuk komoditas pangan strategis.

”Pemerintah bisa turun untuk jadi pemain besar yang mengendalikan komoditas strategis seperti cabai atau daging ayam,” kata Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Fadjar Madjardi, Selasa (11/6/2019) di Gedung BI Perwakilan Kepri.

Pemerintah kata dia, bisa menunjuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menangani hal tersebut. BUMD lanjutnya bisa menjadi distributor yang memegang kendali untuk menyelaraskan harga cabai atau komoditas strategis lainnya.


Warga mengantre saat membeli kebutuhan pokok di pasar murah yang digelar oleh TPID Pemko Batam di Taman Raya Square Batamkota, Minggu (10/6). Dengan adanya pasar murah tersebut bisa membantu warga yang membutuhkan sembako dengan harga terjangkau. Foto: Cecep Mulyana/batam pos.co.id

Menurutnya, Kota Batam memang tidak memiliki lahan pertanian sehingga mengandalkan suplai dari daerah lain. Cabai untuk Kota Batam lanjutnya banyak yang didatangkan dari Lombok. Baca Juga: DPRD Batam: Core Bisnis BUMD Tidak Jelas

Tepat saat menjelang Lebaran, saat permintaan terhadap cabai akan semakin besar dan produksi tidak bisa mengimbangi, membuat harga cabai menjadi mahal.

”Ditambah lagi, ketika sudah menjadi kebutuhan, maka harga berapapun pasti akan dibeli. Sehingga pedagang pun berani menaikkan harganya,” jelasnya.

Inilah kata Fadjar yang disebut dengan mekanisme permainan harga oleh pasar. Namun, jika diserahkan kepada BUMD, maka harga bisa ditekan, hanya menyisakan sedikit keuntungan bagi BUMD.

”Cabai ini sumber gejolak inflasi, maka perlu BUMD untuk mengaturnya. Ibaratnya seperti tengkulak yang budiman. Tapi BUMD ini harus ditangani oleh seorang profesional agar bisa berjalan lancar,” paparnya. Baca Juga: Dorong BUMD Urus Sembako

Kata dia, di sisi lain BUMD bisa menjalin hubungan dagang dengan daerah pertanian lain. Kemudian mencari sumber-sumber lain. ”Dimana saja yang ada, dipetakan sampai kelompok petaninya. BUMD yang bisa menangani itu,” paparnya lagi.

Beberapa hari belakangan ini, harga cabai memang sudah turun, tapi harganya masih jauh lebih tinggi daripada harga normal.

Dari pantauan Batam Pos di Pasar Pujabahari, Jodoh, harga cabai merah yang sebelumnya dijual Rp 140 ribu per kilogram (kg) kini turun menjadi Rp 90 ribu per kg.

Demikian juga dengan harga cabai rawit yang sebelumnya Rp 150 ribu kini dijual Rp 80 ribu per kg. Sedangkan harga cabai setan yang sebelumnya dijual Rp 150 ribu turun menjadi Rp 90 ribu per kg.(leo)

Loading...