batampos.co.id– Walikota Batam, Muhammad Rudi, hadir dalam pertemuan dengan ratusan calon orangtua siswa yang anak-anak mereka tidak tertampung pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan di SMPN 9 Batam, Kecamatan Sagulung, Senin (17/6/2019) itu, Rudi menjamin semua calon siswa akan tertampung.

Kabar baik itu menjadi sesuatu yang sangat disyukuri 709 orang tua calon siswa asal Kecamatan Sagulung. Meski demikian, hal tersebut tidak lantas menutupi masalah pada PPDB itu sendiri.

Ratusan orang tua siswa menanti kedatangan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi di SMPN 9 Kota Batam. Foto: Bobi/batampos.co.id

Kusnadi, salah satu orangtua calon siswa yang hadir dalam pertemuan tersebut menuturkan, permasalahan seputar PPDB ini sudah terjadi tahun demi tahun.

Baca Juga: 709 Siswa Tamatan SD di Kota Batam Tidak Kebagian SMP Negeri

Artinya ada hal yang harus diperhatikan secara serius oleh pemerintah, sehingga mutu pendidikan bisa bergerak dan tidak terus berkutat pada hal-hal seperti itu saja.

“Kalau masalah begini belum selesai, jangan gembar gembor anak bangsa harus maju. Baru masuk sekolah aja begini, gimana mau ngejar negara lain,” kata Kusnadi ketika ditemui batampos.co.id di lokasi pertemuan.

Kusnadi yang datang bersama istri dan dua anaknya itu melanjutkan, ia sudah mengikuti prosedur yang sesuai dengan arahan dari pemerintah.

Akan tetapi tetap saja nama putranya yang akan melanjutkan SMP, tidak keluar di dua sekolah di zonasi tempat tinggalnya.

Hal itu diakui Kusnadi menjadi soal yang ingin ia dapatkan jawabannya dalam pertemuan tersebut.

“Saya sudah ikuti prosedur, daftar ke SMP 27 sesuai zonasi, tapi nama tidak keluar, terus dikasitahu ke SMP 36 tak ada juga. Makannya kami datang di musyawarah ini,” kata warga Sungai Lekop itu.

Baca Juga: SMAN 10 Batam Korbankan Ruang Guru dan Laboratorium untuk Dijadikan Ruang Belajar

Kondisi itu, lanjut dia menjadi alasan dirinya menyekolahkan salah satu anaknya ke sekolah swasta.
Namun, masalah biaya yang dinilai terlalu tinggi membuatnya ragu apakah bisa membiayai dua anaknya di sekolah swasta.

Ia yang hanya seorang tukang itu mengaku sudah kewalahan menanggung biaya sekolah putranya yang saat ini duduk di kelas tiga SMP di salah satu sekolah swasta di Sagulung.

“Memang kualitas sekolah swasta bagus, tapi dananya itu yang kita tak kuat. SPP saja Rp 600 ribu perbulan,” ujarnya.

“Makannya kalau masih bisa sekolah negeri diusahakan dulu,” katanya lagi.

Laki-laki yang sudah menetap di Batam sejak tahun 1998 itu berharap, persoalan PPDB khususnya untuk tingkat SMP bisa segera selesai dan tidak terulang di masa mendatang.

Solusi yang datang dari Pemko Batam melalui penambahan ruang kelas dan penambahan sekolah baru nantinya bisa diimbangi dengan kebijakan lain.(bbi)