batampos.co.id  – Proses perbaikan Jembatan II Barelang terus berlangsung hingga saat ini. Kondisi retakan yang terjadi akibat ditabrak kapal tanker beberapa bulan lalu membutuhkan proses injeksi untuk memperbaiki struktur jembatan tersebut.

”Sesuai arahan dari pemerintah pusat, sebelum mulai melakukan pekerjaan injeksi retakan, sebaiknya dilakukan inspeksi kembali terhadap kondisi retakan di jembatan,” kata Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional I (Satker PJN 1) Endry Z Jamal, Selasa (18/6).

Endry menyebutkan, tujuan dari pemeriksaan ulang adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana kondisi terkini retakan tersebut.

”Apakah retaknya berkembang atau stagnan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan ulang menunjukkan bahwa panjang, lebar atau pengembangan retakan yang terjadi di dalam box girder jembatan tidak mengalami pergerakan.

”Sedangkan kondisi kaca yang terpasang pun juga tidak mengalami retakan,” ucapnya.
Jumlah keretakan di Jembatan II berdasarkan hasil pemeriksaan terdapat sembilan retakan.

Jembatan 2
foto: batampos.co.id / dalil harahap

”Sebelum melakukan pekerjaan injeksi retakan, ada beberapa tahapan yang harus dipersiapkan,” tegasnya.

Pertama, yakni mempersiapkan material dan peralatan. Kemudian membersihkan permukaan beton di area retakan dan sekitarnya dengan menggunakan alat wheel grinding.

baca: Kapal Eastern Glory Menubruk Jembatan 2 Barelang

 

”Lalu membuat takikan berbentuk V dengan lebar lima milimeter dan kedalaman lima milimeter (mm) di sepanjang jalur retakan dengan alat gurinda,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Endry, membuat lubang diameter 10 mm, kedalaman 20-30 mm serta jarak antar lubang 150-200 mm di sepanjang jalur retakan dengan menggunakan alat bor beton.

”Lubang tersebut dipakai untuk penempatan pipa injeksi,” imbuhnya.

Lalu membersihkan kotoran di sepanjang jalur retakan dengan menggunakan vacum cleaner. Kemudian melakukan sealing dengan menggunakan material dan dilanjutkan dengan pemasangan pipa injeksi.

”Dan memastikan bahwa material sealing yang menempel di permukaan beton sudah disetting sebelum pekerjaan injeksi,” jelasnya.

 

baca: Angka Kerugian Akibat Jembatan 2 Ditubruk Kapal Keluar dalam Sepekan

 

Sedangkan Kasubdit Pembangunan Jalan, Jembatan dan Transportasi Massal BP Batam Boy Zasmita mengatakan biaya perbaikan jembatan itu menelan biaya Rp 9,3 miliar.

”Proses perbaikan selama empat bulan,” ujarnya.

Pada prosesnya, perbaikan ini sedikit banyak akan mempengaruhi arus transportasi di sekitar jembatan dua. Meski demikian, selama perbaikan tidak akan dilakukan penutupan ruas jalan secara total.

”Pengerjaan ini maksimal akan menggunakan separuh dari ruas jalan. Separuh ruas jalan untuk lalu lintas masyarakat,” jelasnya. (leo)