Sabtu, 18 April 2026

Pemberlakuan Sekolah Dua Sif, Kadisdik Kota Batam: Yang Pasti Tidak Efektif lah

Berita Terkait

batampos.co.id – Usai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Dinas Pendidikan (Disdik) Batam terpaksa membuka sekolah dua sif di beberapa sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Batam.

Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, mengatakan, sekolah dua sif terpaksa dilakukan karena membeludaknya jumlah pendaftar.

Namun, ia menilai sekolah dua sif tidak efektif. Apalagi jam belajar SMP lebih panjang dari sekolah dasar (SD).

”Yang pasti tidak efektif lah. Tapi mau bagaimana lagi, semua inginnya ke negeri,” kata dia, Senin (24/6/2019).

“Seperti di SMPN 29 Batam yang berada di Tanjungsengkuang, Batuampar,” sebutnya lagi.

Kata dia, untuk jadwal belajar siswa yang sekolah dua sif, akan diserahkan kepada kepala sekolah masing-masing.

Sejumlah murid kelas VI SD 010 Batamkota melihat pengumuman kelulusan di depan kelas Sekolah, Rabu (12/6/2019). Murid kelas SD tampak tersenyum karena melihat namanya di kertas pengumuman dan dinyatakan lulus. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Mereka lanjutnya, tentunya sudah memiliki jadwal agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik.

Baca Juga: Wali Kota Batam: Masalah PPDB Akan Selalu Ada Setiap Tahun, Masalahnya Hepeng

”Mungkin siswa harus pulang menjelang sore. Bisa juga disiasati dengan memaksimalkan jam belajar,” jelasnya.

“Jadi, siswa yang masuk siang tidak terlalu sore pulangnya,” lanjutnya lagi.

Selain sekolah dua sif, siswa juga terpaksa belajar di sekolah atau menumpang di SD lain.

Menurutnya, penambahan empat sekolah baru membuat jumlah sekolah menumpang bertambah.

Karena masih menunggu pembangunan gedung baru yang diperkirakan baru selesai dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: PPDB 2019 Dalam Catatan Orangtua Calon Siswa

”Tahun lalu ada dua sekolah yang numpang juga. Total ada empat sekolah yang siswanya masih menumpang menunggu gedung barunya dibangun,” ujarnya.

Dia menjelaska, untuk SMPN 58 Batam yang saat ini siswanya sudah masuk tahun kedua, direncanakan akan memiliki gedung tahun ini.

Pemerintah akan mendirikan gedung baru bagi mereka. Jika tidak ada kendala akhir tahun ini sudah selesai.

”Berarti berkurang satu sekolah numpang. Sisanya masih ada dan akan diusulkan dibangun tahun depan,” ucap Hendri.

Ia menyebutkan masih ada SMPN 59 Batam yang sudah mendapatkan lahan hibah dari warga.

Beberapa waktu lalu, lanjutnya, sudah ditinjau oleh Wakil Wali Kota, Amsakar Achmad.

”Secara bertahap akan dibangun gedungnya. Mungkin tidak bisa sekalian karena untuk membangun sekolah baru membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” terang pria kelahiran Dabo, Singkep ini.(yui)

Update