batampos.co.id – Masyarakat yang menetap di sekitar galian kolam di Seitemiang, Tanjungriau, mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam. Mereka meminta agar kolam tersebut segera ditutup.
Arnol, warga Marina, mengatakan, harapan yang sama sudah disampaikan mereka ke pihak Kepolisian, Kelurahan, Kecamatan dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam.
“Bukan maksud apa-apa, ini untuk keamanan lingkungan sekitar,” jelasnya kepada batampos.co.id, Selasa (25/6/2019).
Menurutnya, jika kolam itu dibutuhkan atau penting seharusnya dibuatkan pengamanan seperti pagar atau semacamlah.

“Jangan dibiarkan begitu saja sehingga jadi jebakan maut bagi anak-anak kami di sini,” ujarnya.
Baca Juga: Kakak Beradik Tewas Tenggelam di Seitemiang Kota Batam
Endi, perwakilan keluarga tiga bocah yang tewas tenggelam di kolam tersebut mengharapkan agar kolam-kolam serupa ditutup jika tidak digunakan.
Kolam serupa kata dia, cukup banyak di wilayah Marina. Sehingga perlu penanganan serius dari instansi pemerintah terkait.
“Siapapun yang punya kolam kami tak persoalkan, asalkan safety,” paparnya.
“Kolam yang kejadian itu sudah lama dibiarkan begitu saja. Fungsinya untuk apa tak jelas dan ini sangat berbahaya bagi anak-anak yang belum mengerti seperti tiga anak kami ini,” ujar Endi.
Lurah Tanjungriau, Agus Sofyan, sependapat dengan harapan warga. Agus berupaya untuk memenuhi permintaan masyarakat dengan mendatangkan petugas dari DLH.
Baca Juga: Isak Tangis Keluarga di Pemakaman 3 Bocah yang Tewas di Kolam Bekas Galian di Sei Temiang
Dengan tujuan untuk melacak siapa pemilik lahan diatas kolam tersebut. Tidak itu saja, Agus, juga mendampingi warganya ke kantor DPRD Batam untuk membahas persoalan tersebut.
“Sore ini hearing ke Dewan. Harapan sama seperti warga agar ini ditindaklanjuti,” kata dia.
“Sudah banyak korban dengan keberadaan kolam-kolam galian ini,” ujar Agus lagi.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Yelse De Fitria, Antonio De Vichel dan Vinsensius Jevan, tiga bocah warga Kampung Kendal Sari RT 03/RW 07 Seitemiang, Kelurahan Tanjungriau tewas tenggelam di kolam buatan di Marina, Rabu (19/6) lalu.(eja)
