batampos.co.id – Tahun ini Pemko Batam telah mengajukan penambahan kuota Aparatur Sipil Negara (ASN), totalnya mencapai 1.980 ASN.

”Rinciannya untuk CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) kami ajukan sebanyak 860 orang, sedangkan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) sebanyak 1.120 orang,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin, Selasa (25/6/2019).



Ia mengatakan, dari ajuan tersebut ada tiga jenis keahlian yang dibutuhkan. Yakni tenaga pendidik (guru), tenaga kesehatan dan tenaga teknis.

Baca Juga: Ini Rincian Aparatur Sipil Negara yang Dibutuhkan Pemko Batam

Ia mengatakan, usulan ini disampaikan pada 17 Maret 2019 lalu dan ditandatangani Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Pada prinsipnya, pihaknya menunggu balasan dan keputusan kuota dari pemerintah pusat.

Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Batam sesaat setelah mengikuti upcara di dataran Engku Putri, batam Centre. Tahun ini Pemko Batam mengajukan 1.980 ASN ke Pemerintah Pusat. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

”Setelah dapat kuota, barulah proses rekrutmen dimulai. Proses penerimaan ASN ini kan nanti oleh pusat juga,” katanya.

Baca Juga: Pemko Batam Membutuhkan 60 Arsitek dan 2 Ribu Guru

Ia menilai, permintaan atau usulan Pemko Batam seiring perkembangan kebutuhan masyarakat dan laju pembangunan Batam.

”Sekolah kekurangan guru, dengan menambah sekolah maupun rombel pasti butuh lagi. Termasuk tenaga kesehatan dan teknis, ini penting,” paparnya.

Salah satu tenaga teknis yang sangat dibutuhkan oleh Pemko Batam adalah arsitektur. Untuk itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, setidaknya pihaknya membutuhkan sedikitnya 60 orang arsitektur.

Ia berharap kebutuhan ini direalisasikan oleh pemerintah pusat dalam kuota penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca Juga: PNS Kota Batam, WajiB Baca Ini…

“Hampir lima tahun ini sudah putus generasinya (SDM, red). Takutnya, 15 tahun ke depan tidak ada lagi,” kata Rudi, belum lama ini.

Batam kini terus berkembang, tenaga teknis seperti ini dinilai harus tetap ada. Sehingga dapat mengakomodasi kepentingan pembangunan.

“Makanya kalau boleh tiap tahun misalnya tambah 10 orang arsitektur,” imbuhnya.(iza)

Loading...