batampos.co.id – Puluhan pelajar terjaring razia kendaraan bermotor yang digelar Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Provinsi Kepri bersama Satlantas Polresta Barelang di Jalan Gajah Mada atau kawasan Pasar Tiban Center, Sekupang, Selasa (25/6/2019).
Kanit Patroli Satlantas Polresta Barelang, Ipda Victor, mengatakan, generasi milenial yang terjaring tidak memiliki kelengkapan dokumen, seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) hingga tidak mengenakan helm, dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
”Memang ada pelajar yang kena dan itu langsung diproses,” katanya.
“Kebanyakan mereka masih menggunakan seragam sekolah. Setelah diberikan edukasi mereka sudah boleh meninggalkan lokasi dan diberikan surat tilang,” kata dia lagi.

Sementara untuk kendaraan yang tidak dilengkapi dokumen langsung dibawa ke Polresta Barelang.
Penertiban itu kata dia, merupakan langkah dalam memaksimalkan pendapatan daerah melalui pembayaran pajak kendaraan bermotor.
”Ada satu lori kendaraan yang sudah berhasil terjaring. Kalau jumlah total keseluruhan belum tahu,” tuturnya.
Baca Juga: Puluhan Kendaraaan Tidak Layak Jalan di Kota Batam Terjaring Razia
Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Batuaji BP2RD Kepri, Riko Juniandy, mengatakan, di sela operasi pihaknya berhasil mengumpulkan Rp 23 juta dari pembayaran pajak bagi kendaraan yang terjaring.
”Tadi kami mulai pukul 10.00 WIB. Pemilik kendaraan langsung membayar di lokasi khusus pajak tahunan,” ujarnya.
Kata dia, kegiatan ini merupakan kedua kalinya digelar. Tahun ini pihaknya ditarget Rp 33 miliar lebih selama 10 kali operasi.
Kata dia, saat ini ada penurunan pajak sebanyak 50 persen dan diharapkan seluruh pemilik kendaraan bermotor bisa meningkatkan kepatuhan membayar pajak.
Baca Juga: Kabar Gembira, Pajak Kendaraan di Provinsi Kepri Turun 50 Persen
”Operasi ini salah satu cara memaksimalkan pendapatan. Jadi, kami berharap pengendara tepat waktu membayar pajak kendaraanya,” ujarnya.
Riko menambahkan, pihaknya hanya menangani pembayaran pajak, sedangkan untuk pelanggar kelengkapan bermotor langsung diproses oleh petugas Satlantas Polresta Barelang.
”Tadi cukup banyak pelajar yang terjaring. Rata-rata masih duduk di bangku SMP,” imbuhnya.(yui)
