batampos.co.id – Tutupnya beberapa hotel di Kota Batam bukan disebabkan minimnya atraksi wisata yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam. Namun lebih dikarenakan persoalan bisnis.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mencontohkan Hotel Allium.
Kata dia, tutupnya hotel yang berada di kawasan Jodoh itu murni dikarenakan masalah bisnis.
”Allium itu berganti owner atau karena ingin dapat tempat yang lebih luas seperti Mercure yang akan buka di Batam Centre,” katanya, Senin (8/7/2019).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di Kepri selama Mei adalah 1,91 hari atau naik 0,02 poin dibanding dengan April 2019.

Namun, untuk wisnus mengalami penurunan, dimana rata-rata lama menginap tamu wisnus hanya 1,79 hari.
Baca Juga: Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam: Hotel Allium Tutup Karena Persaingan
Lebih rendah dibanding tamu asing yang mencapai 2,01 hari. Berdasarkan data BPS Kepri, jumlah turis yang berkunjung ke Kota Batam dari Januari hingga Mei sudah mencapai 762.404 kunjungan atau naik 4 persen dari periode yang sama di 2018 yang hanya 732.677 kunjungan.
Ardi yakin jumlah tersebut akan terus mengalami peningkatan khususnya di akhir tahun. Karena kata dia, akan ada diskon besar-besaran untuk tarif hotel dan belanja di mal.
”Kita akan ada great sale di Oktober nanti yang merupakan promo diskon besar-besaran,” jelasnya.
Baca Juga: Samali Stop Kelola Hotel Allium Batam, Selanjutnya akan Dikelola Operator Lain
“Ditambah lagi, Agustus nanti ada kunjungan dari 1.000 orang India yang mau gathering di Batam,” kata dia lagi.(leo)
