batamppos.co.id – PT Unisem yang berencana menutup total usahanya di Kota Batam pada 30 September 2019 mendatang harus menyediakan uang pesangon sekitar Rp 400  miliar.

Hal ini diutarakan Ketua Serikat Pekerja Elektronik Elektrik Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPEE FSPMI) Kota Batam, Mochamat Mustofa. Jumlah tersebut lanjutnya sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2013.

“Perusahaan maunya membayar 1N, artinya jika perusahaan hanya sanggup 1N berarti mereka hanya menyiapkan pesangon Rp 200 miliar,” ujarnya kepada batampos.co.id, Selasa (16/7/2019).

Beberapa karyawan PT Unisem beristirahat di depan pintu masuk perusahaan. Para karyawan PT Unisem meminta perusahaan tersebut membayarkan hak-hak mereka sesuai dengan Undang-Unang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2013. Foto: Azis Maulana/batampos.co.id

“Padahal berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2013 minimal pesangon adalah 2N, artinya perusahaan harus menyediakan uang pesangon hampir Rp400 miliar,” paparnya.

Baca Juga: Khawatir Haknya Tidak Diberikan, Karyawan PT Unisem Tahan Aset Perusahaan

Pihaknya berharap para pengusaha asing yang datang ke Indonesia harus mentaati peraturan yang berlaku di Indonesia.

“Kami minta agar manajemen menyelesaikan semuanya berdasarkan aturan yang berlaku,” paparnya.

“Kalau tidak kami akan tetap melakukan perlawanan,” ujarnya lagi.(nto)