batampos.co.id – Setelah menyelesaikan pembangunan bendungan Sungai Gong di Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Dirjen SDA PUPR) akan kembali membangun bendungan di wilayah tersebut.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA), Hari Suprayogi, menuturkan, saat ini tim Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV tengah mengerjakan desain bendungan yang rencananya akan dibangun di wilayah Busung, Kabupaten Bintan.

Dari data awal yang didapat tim di lapangan, bendungan Busung ini memiliki potensi yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan Bendungan Sungai Gong di Batam.

Dirjen SDA Kementerian PUPR, Hari Suprayogi (kiri) bersama Plt Gubernur Kepri, Isdianto. Foto: Bobi/batampos.co.id

Di mana bendungan Busung diprediksi akan memiliki kapasitas sebesar 4 ribu liter per detik atau sepuluh kali lebih besar dibandingkan Bendungan Sungai Gong.

Baca Juga: 4 Fakta Waduk Sei Gong Kota Batam

“Bendungan Busung akan dibuat untuk yang akan datang, sekarang sudah didesain dan akan dapat membantu suplai air tidak hanya di Bintan, tapi juga untuk Batam dan Tanjungpinang,” katanya, saat kegiatan pengairan pertama di Bendungan Sungai Gong di Kecamatan Galang, Batam, Jumat (19/7/2019) sore.

Hari melanjutkan, setelah proses desain awal selesai, pihaknya akan melanjutkan untuk proses lanjutan sebelum nantinya pengerjaan konstruksi dilakukan.

Bendungan Sei Gong menjadi bendungan muara pertama di Indonesia yang dibangun dengan teknik Dewatering. Foto: Bobi/batampos.co.id

Di mana ada sejumlah persiapan yang perlu dilakukan, baik PUPR maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, salah satunya terkait dengan pembebasan lahan yang akan digunakan utuk pembuatan bendungan.

Pembebasan lahan, kata dia, nantinya akan menjadi tanggungjawab pemerintah daerah. Hal ini sama seperti dengan pembebasan lahan dalam pembangunan bendungan Sungai Gong, ketika itu pembebasan lahan dilakukan oleh BP Batam.

Baca Juga: Ketahanan Waduk Sei Gong Kota Batam Diuji Coba

“Kalau sudah selesai (desain) akan segera dibangun konstruksinya, namun untuk tanah dan sosialnya Pemprov di bagian depan,” kata Hari.

Lebih jauh, Hari menuturkan, pemerintah pusat terus akan membangun sejumlah bendungan yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Baik untuk keperluan pemenuhan kebutuhan air baku maupun untuk pengendalian banjir. Selain pembangunan 65 bendungan yang masuk dalam proyek strategis nasional, pemerintah kembali akan membangun 15 bendungan tambahan hingga 2023 mendatang.

“Saat ini kita memang fokus pada penyelesaian 65 bendungan, tapi juga sudah merencanakan pembangunan masing-masing lima bendungan dari tahun 2021 sampai 2023,” kata Hari lagi.(bbi)

Loading...