batampos.co.id – Kota Batam kembali menjadi salah satu destinasi untuk menggelar berbagai kegiatan pertemuan atau Meeting, Incentive, Conference and Exhibition (MICE).

Tidak hanya kegiatan skala nasional, namun juga mulai dilirik jadi lokasi pertemuan tingkat internasional.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengungkapkan, salah satu yang akan digelar September nanti adalah pertemuan delegasi Tiongkok, Taiwan dan negara ASEAN.

”Sekitar 100 orang yang hadir, mereka bicara perihal ekonomi dan pelayaran di seputar Laut Cina Selatan,” ujar Ardi, Minggu (21/7/2019).

Baca Juga: Provinsi Kepri Akan Bentuk Manajemen Krisis Kepariwisataan

Ardi mengatakan, kegiatan tersebut digelar selama tiga hari. Dengan hadirnya delegasi Tiongkok, Taiwan dan negara ASEAN menjadi bukti Kota Batam semakin diminati sebagai daerah tujuan melakukan pertemuan.

Sejumlah turis asal Tiongkok saat Swafoto dengan landmark Welcome To Batam, Sabtu (2/9).Landmark Welcome To Batam menjadi salah satu tempat yang banyak dikunjungi baik oleh wisatawan lokar maupun dari Mancanegara. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

”Ini positif bagi Batam sebagai kota MICE,” katanya.

Tidak hanya itu, Agustus mendatang yakni dari 6 sampai 8 Agustus 2019, salah satu perusahaan dari India akan melakukan pertemuan di Kota Batam.

”Yang hadir rencananya sampai 1.200 orang,” ungkapnya.

Baca Juga: Pariwisata Batam Bersuara, #BatamUntukIndonesia

Sedangkan untuk kegiatan nasional di Batam, Ardiwinata, mengaku sudah banyak yang merencanakan dan sudah dilakukan.

Hanya saja ia tidak hafal jumlahnya persis. Yang terbaru adalah kegiatan rapat koordinasi penerapan nontunai kabupaten/kota se-Indonesia yang diikuti 1.000 orang.

”Yang kegiatan lokal, banyak digelar,” imbuhnya.

Melihat animo pemilihan Batam sebagai daerah pertemuan, ia mengimbau kepada pihak terkait baik itu yang menyediakan amenitas.

Seperti hotel dan restoran maupun destinasi wisata, dapat meningkatkan layanan. Untuk Pemko Batam sendiri, lanjutnya, akan terus mengembangkan berbagai kegiatan yang berdekatan dengan pertemuan-pertemuan tersebut.

”Kami buat edaran, supaya mereka juga menyuguhkan makanan kebudayaan bertema Melayu melalui Perwako Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu,” imbuhnya.

Sebelumnya, Batam juga dipilih turis asal Bangladesh untuk mengadakan kegiatan. Mereka adalah rombongan karyawan perusahaan Steeltech, Bangladesh.(iza)

Loading...