Kamis, 16 April 2026

Atasi Banjir, Empat Proyek Pelintas Air Kota Batam Terus Berlanjut

Berita Terkait

batampos.co.id – Proyek peningkatan drainase untuk mengatasi persoalan banjir masih berlanjut di sepanjang jalan R Suprapto, Batuaji.

Usai bangun tiga jalur penyebrangan air yang cukup besar dan tinggi di depan pasar Melayu, Simpang Basecamp dan Tanjunguncang, proyek serupa juga dilanjutkan di depan komplek Sentota Perdana (SP) Plaza.

Proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam itu, sasarannya adalah gorong-gorong atau lokasi penyebrangan air yang bermasalah.

Baca Juga: Titik-titik Banjir di Kota Batam yang Ditangani Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Gorong-gorong yang bermasalah karena terlalu kecil dan tersumbat tanah atau sampah dibongkar total kemudian dipasang box culvert berukuran besar.

Proyek peningkatan drainase ini sangat bermanfaat sebab risiko banjir di lokasi jalan raya mulai berkurang.

Jalan depan pasar Melayu, Simpang Basecamp dan simpang PT Jaya Asiatic, Tanjunguncang yang selama ini langganan banjir mulai bebas dari genangan air ataupun banjir.

Kendaraan berjalan perlahan di Jalan R Suprapto, depan Pasar Melayu, Batuaji, karena adanya proyek  pembangunan pelintas air untuk mengurai banjir. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Titik rawan banjir lain di depan SP Plaza pun mulai diatasi. Proyek gorong-gorong serupa sedang dikerjakan dan akan rampung dalam waktu dekat ini.

Jika proyek terakhir ini rampung maka ruas jalan R Suprappto Batuaji dipastikan bebas banjir.

Warga menyambut baik dan berharap agar normalisasi ini dilakukan secara berkala dan tuntas sampai ke hilir.

Baca Juga: Perangi Banjir, Pemko Bangun Pelintas Air di Simpang Basecamp

“Sistem drainase di sini memang rumit, saling berhubungan (wilayah Batuaji dan Sagulung),” harap Herman Sinawe, warga Pasar Melayu, Batuaji, Selasa (23/7/2019).

“Harus tuntas sampai ke hilir agar proyek ini tidak sia-sia,” kata dia lagi.

Pihak kecamatan sebelumnya mengatakan, proyek normalisasi yang masih menjadi prioritas utama dan berbagai usulan Musrenbang, rencananya akan dilakukan merata dan tuntas hingga ke hilir.

Namun karena keterbatasan anggaran dan tenaga maka pengerjaan dilakukan secara bertahap.

“Oh iya harus tuntas itu, cuma karena terlalu banyak yang mau dikerjakan jadi bertahap. Tiap tahun selalu jadi prioritas musrembang untuk drainase ini,” ujar Camat Sagulung Reza Khadafi.(eja)

Update