batampos.co.id – Jajaran Polsek Sagulung kembali mengungkap jaringan pencuri sepeda motor (Curanmor) antar pulau.

Kali ini adalah jaringan ranmor yang diotaki oleh Sadam, residivis kasus curanmor yang dibekuk jajaran Polsek Batuampar tahun 2016 lalu.

Sadam dibekuk bersama Asroni, penadah sepeda motor curiannya untuk dijual ke pulau-pulau terdekat.

Keduanya dibekuk ditempat dan waktu yang berbeda. Sadam yang pertama kali dibekuk di wilayah Kampung Aceh, Mukakuning, 2 Agustus 2019 lalu.

Dari nyanyian Sadam, polisi menangkap Asroni di Jodoh, Batuampar. Dari tangan dua pelaku itu mengamankan 15 unit sepeda motor curian dari berbagai merk.

Sadam yang merupakan otak pelaku jaringan pencurian sepeda motor itu biasanya beraksi bersama Morgan, kawan sesama residivis yang bebas dari penjara Lapas Batam akhir 2018 lalu.

Sadam dan Morgan pelaku pencurian kendaraan bermotor antar pulau (pakai baju tahanan) hanya mebutuhkan waktu setengah menit untuk menggondol motor curiannya. Foto: Eja/batampos.co.id

Namun Morgan duluan ditangkap jajaran Polsek Batamkota atas kasus serupa. Hasil pengembangan sementara Sadam dan Morgan sudah beraksi di 50-an TKP, sejak bebas dari penjara.

Baca Juga: Jaringan Pencurian Kendaraan Bermotor Antar Pulau di Kota Batam Ditangkap, Sehari Bisa 5 Unit Sepeda Motor yang Dicuri

Sebagian besar sepeda motor curian sudah dijual ke Asroni dengan harga Rp 1 juta hingga Rp 3 juta. Oleh Asroni, Sepeda motor curian ini dijual lagi ke pulau-pulau terdekat.

“Asroni sebagai penadah, tapi mereka satu jaringan,” jelas Kapolsek Sagulung AKP Riyanto saat merilis siaran pers di Polsek Sagulung, Rabu (14/8/2019).

“Dia yang selalu terima motor curian Morgan dan Sadam ini,” ujarnya lagi.

Jaringan curanmor Sadam ini tergolong jaringan profesional. Hanya butuh waktu setengah menit untuk menggasak satu sepeda motor.

Modusnya pura-pura parkir dekat sepeda motor yang diincar, kemudian salah seorang dari mereka eksekusi dengan kunci T atau alat bantu khusus lainnya.

Saat dijumpai wartawan, Sadam terlihat santai. Tak ada penyesalan di wajah pria kelahiran Malaysia itu.

“Karena tak ada kerjaan makanya jadi begini, habis penjara luntang lantung hidup saya makanya main lagi saat jumpa sama Morgan,” ujarnya.

Atas perbuatannya para pelaku terancam tujuh tahun penjara karena melanggar pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan.

Sementara Asroni dikenai pasal penadah 480 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara.

Sebulan belakangan ini Polsek Sagulung sudah membekuk dua sindikat ranmor antar pulau.

Sebelumnya mereka berhasil membekuk dua pasang suami isteri yang telah beraksi di 30 TKP, bulan Juli lalu. Pasangan suami isteri ini juga residivis kasua curanmor dan jambret.(eja)