Selasa, 28 April 2026

Ketua Persatuan Dokter Umum Indonesia: ISPA Lebih Rentan Menyerang Anak-anak

Berita Terkait

batampos.co.id – Cuaca panas dalam beberapa minggu ini perlu diwaspadai. Panas terik yang tiba-tiba berganti mendung atau hujan sedang melanda Kota Batam.

Cuaca seperti ini tentu saja berpengaruh bagi ketahanan tubuh yang akhirnya menye-babkan warga mudah terserang penyakit.

Adapun, penyakit yang paling rentan menyerang seseorang dengan daya tahan tubuh lemah memang ISPA.

“Perubahan suhu dari dingin ke panas, begitu pula sebaliknya akan menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Sehingga, mudah terkena ISPA,” kata Ketua Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Batam dr Arief Fadhillah, Kamis (15/8/2019).

Penyakit ISPA merupakan suatu penyakit yang menyebabkan penderita tidak bisa bernapas dengan baik.

Infeksi yang menyerang bagian pernapasan itu menyerang mulai dari hidung, tenggorokan hingga paru-paru.

“ISPA lebih rentan menyerang anak-anak karena daya tahan tubuhnya lemah,” ujar Arief.

Ilustrasi

Parahnya lagi, ISPA termasuk penyakit menular akibat infeksi pada saluran pernapasan yang seringkali disebabkan oleh virus, namun bisa juga disebabkan oleh bakteri.

ISPA yang disebabkan virus dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus dan antibiotik.

“Influenza yang disertai demam adalah salah satu karena ISPA,” sebutnya.

Dalam kondisi cuaca panas saat ini, lanjut Arief, udara memang menjadi lebih berdebu. Lantas debu-debu yang bertebaran di udara tersebut berpotensi mengiritasi saluran pernapasan.

Baca Juga: 2 Bulan Penderita ISPA di Kota Batam Mencapai 12.771 Orang

Apabila partikel debu tidak keluar melalui reflek bersin, maka ia akan menempel pada bagian hidung hingga tenggorokan.

“Kondisi ini yang menye­babkan reaksi alergi, peradangan, dan infeksi,” jelas dokter 36 tahun itu.

Antisipasi awal yang harus dilakukan adalah dengan memproteksi diri menghindari debu berlebihan.

Ia menyarankan, untuk memakai masker terutama saat berada di luar ruangan, dan mengganti masker secara berkala.

“Setelah itu, setibanya di dalam ruangan bisa langsung mencuci tangan dan muka atau mandi. Hindari untuk langsung menyentuh anak ketika dari luar,” tutur Arief.(nji)

Update