batampos.co.id – Upaya Pemko Batam menggenjot kunjungan wisatawan nyatanya belum didukung upaya semua pihak.
Pasalnya, masih ada oknum yang memanfaatkan situasi untuk melakukan pungutan liar (pungli) demi mengeruk keuntungan pribadi, termasuk di kawasan wisata.
Seperti yang terjadi di kawasan wisata Dendang Melayu sebelum Jembatan I Barelang. Di kawasan itu, masih dijumpai pungutan liar.
Mulai dari parkir yakni meminta pengunjung membayar tarif Rp 5 ribu sekali parkir kendaraan roda dua. Jumlah ini melebihi tarif yang berlaku yakni Rp 1.000 untuk retribusi parkir.
Padahal, beberapa bulan lalu, petugas parkir ilegal di lokasi tersebut sempat diamankan polisi.
Tidak hanya itu, di bawah jembatan yang terdapat dua saung yang menghadap ke jembatan dan dibangun oleh pemerintah, turut dipungut bayaran sebesar Rp 25 ribu bagi yang ingin duduk di dalamnya.
Oknum yang mengambil pungli tersebut beralasan dirinya hanya menjalankan tugas.

”Saya hanya menjalankan tugas, kalau sewa bisa duduk sepuasnya,” kata oknum pemungut uang yang tidak mau menyebut identitasnya tersebut, Sabtu (17/8/2019) siang.
Baca Juga: Pengunjung Kebun Raya Batam Protes Pungutan Parkir Liar
Pantauan Batam Pos, beberapa kali pengunjung yang memanfaatkan saung tersebut untuk berteduh, malah diusir.
Dengan dalih, yang ingin duduk atau berteduh harus membayar biaya sewa terlebih dahulu.
”Saya kira gratis, ternyata bayar. Ya sudah duduk di pinggiran taman-taman saja,” keluh seorang pegunjung, Nita.
Belakangan diketahui, ada enam unit saung yang juga dibangun bukan oleh pemerintah. Empat di pojok kiri Dendang Melayu dan dua lainnya di dekat Tanjung Penarik.
Saung-saung tersebut terlihat sederhana dibanding dua saung yang dibangun pemerintah.
Baca Juga: Pak Polisi, Juru Parkir Liar Kembali Berkeliaran di Jembatan Barelang
Saung yang dibangun tersebut dipatok sewa Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu. Fasilitas lain yang tak lepas dari pungutan adalah toilet.
Sekali menggunakan toilet, dikenakan bayaran Rp 2 ribu. Di lokasi, oknum yang memungut tarif penggunaan toilet adalah seorang wanita paruh baya, pria dewasa, serta anak kecil.

Mereka berjaga secara bergantian. ”Hanya ambil air wudu di samping saja yang gratis,” terang wanita paruh baya tersebut.
Pembangunan kawasan Jembatan I Barelang memang membuat lokasi tersebut menjadi ramai.
Hal ini merupakan rezeki tersendiri bagi penarik kapal pompong. Berjejer rapi beberapa pompong yang menjajakan jasa keliling perairan sekitar Jembatan I Barelang.
Selain itu, banyak bermunculan pedagang kecil baik minuman maupun makanan. Hanya saja, yang dijual cukup mahal.
Mereka berdalih, makanan mahal karena untuk masuk dan berjualan di kawasan tersebut juga tidak gratis.
Namun, mereka enggan memberitahu kepada pihak mana pembayaran tersebut disampaikan.(iza)
