batampos.co.id – Tim Satuan Tugas (Satgas) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kesulitan memadamkan api yang membakar tumpukan sampah di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur, Nongsa, Kota Batam.

Penyebabnya adalah tingginya tumpukan sampah dan sulitnya menjangkau lokasi kebakaran.

Kapolresta Barelang, Kombes Hengki, mengatakan, Polresta Barelang bersama dengan Pemadam Kebakaran Kota Batam telah mengambil langkah-langkah serta berupaya memadamkan api dengan menyemprotkan air ke lokasi yang menjadi titik api.

“Kenapa ini susah sekali untuk dipadamkan, karena sampah ini sudah menumpuk,” ujarnya.

“Cara mematikannya, dengan kerja sama dengan Dinas Lingkungan yaitu dengan cara menimbun dengan tanah, paling tidak dilokalisir, ini yang kita lakukan,” ujarnya lagi.

Selain itu pihaknya juga mendirikan posko kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Karhutla, kata Hengki, memang menjadi perhatian khusus seluruh instansi terkait. Hengki menyebut, perlu disikapi bersama cara mengantisipasi kebakaran dengan langkah dari kepolisian, pemerintah Kota Batam dan instansi terkait untuk bekerja lebih gencar lagi.

Anggota polisi berusaha menyemprotkan air dari mobil water canon untuk membantu memadamkan api yang membakar tumpukan sampah di kawasanTPA Telaga Punggur, Jumat (16/8/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Terutama menyosialisasikan kepada seluruh masyarakat, agar tidak membakar sesuatu secara sembarangan,” jelasnya.

“Baik sampah, lahan, membuka kebun dan lain-lain. Karena dampaknya di musim kemarau, akan berdampak luas terhadap kebarakan, sampai keluhan dari negara tetangga,” katanya lagi.

Untuk kebakaran di TPA Telaga Punggur, Hengki mengaku sejauh ini pihaknya belum melihat adanya unsur kesengajaan.

Baca Juga: TPA Telaga Punggur Dilahap Api

Namun, pihaknya tetap melakukan pendalaman dan pemeriksaan saksi-saksi di lokasi.

“Kasus kebakaran hutan sudah ada yang ditangani oleh Satreskrim Polresta Barelang. Itu kebakaran hutan di daerah Sekupang,” tuturnya.

Kapolresta mengimbau agar masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarang atau membuka lahan dengan membakar.

“Kalau itu dilakukan, ada sanski pidanannya,” tegas Hengki.

Sementara itu, Kasat Sabhara Polresta Barelang Kompol Firdaus mengatakan, kondisi TPA Telaga Punggur hingga Minggu (18/8) kemarin, api yang diluar sudah kelihatan berkurang dari sebelumnya.

Sementara, asap tebal masih keluar dari dalam tumpukan sampah.

“Tindakan yang kita lakukan, yaitu dengan menggunakan dua unit beko (ekskavator) untuk menggali api yang ada di dalam tumpukan sampah,” jelasnya.

“Baru setelah itu, menyemprotkannya dengan mobil Damkar,” tuturnya lagi.

Ia menambahkan, pemadaman hingga siang kemarin masih berlangsung.

Sementara untuk tangki air dari Polresta Barelang tidak bisa digunakan karena jangkauan api sudah terlalu jauh dan api berada di dalam tumpukan sampah.(gie/she)