batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam mewajibkan setiap pasar menampilkan harga bahan pokok yang diperdagangkan.

Tampilan harga tersebut akan menjadi rujukan warga untuk mengetahui harga bahan pokok yang dijual di pasar terkait dan akan terpasang di depan pasar melalui videotron.

”Terkait hal ini, kami Disperindag sudah menyurati semua pengelola-pengelola pasar untuk menyiapkan sarananya,” ujar Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, Selasa (20/8/2019) siang.

Sementara itu, Disperindag sedang mempersiapkan satu sistem terpadu. Dengan sistem itu, penampilan harga yang disiapkan pihak pasar dapat diakses atau diketahui Disperindag.

Selanjutnya, pemerintah dapat mengambil kebijakan tertentu terkait harga dengan cepat.

”Ini jauh lebih bagus ketimbang informasi manual, tidak butuh waktu lama,” imbuhnya.

Terobosan itu, lanjut dia, selain masyarakat dapat mengetahui harga bahan pokok yang akan dibeli, diharapkan juga dapat menekan gejolak harga akibat ulah pedagang nakal.

Aktivitas berbelanja di Pasar Tos 3000, Jodoh, Kota Batam, Provinsi Kepri. Foto: Putut Ariyotejo/batamposco.id 

Menurut dia, selama ini pembeli tidak banyak yang mengetahui harga pasti bahan pokok yang akan mereka beli di pasar.

Dengan kata lain, perubahan dan informasi harga ada di tangan penjual.

”Dengan ini, pertama, harga sembako (bahan pokok) kami ingin seragamkan,” jelasnya.

“Jika ada perbedaan (antara di penampil harga dan kondisi riil) dapat dilaporkan ke Disperindag, kami akan tindaklanjuti,” kata dia lagi.

Baca Juga: Di Sini Pasar yang Harganya Termurah di Kota Batam

Kedua lanjutnya, Disperindag ingin pelaku pasar tidak sembarangan memainkan harga.
Sembari menyiapkan sistem dan meningkatkan komunikasi dengan pihak terkait, termasuk pihak pasar, Disperindag merencanakan sistem tersebut paling lambat diterapkan di seluruh pasar Batam pada 2020 mendatang.

”Sebelum dilaksanakan serentak, akan dimulai di pasar TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) yang sedang kami siapkan,” ucap dia.

Pasar TPID Kota Batam sendiri akan diresmikan 2 September 2019 mendatang. Pasar itu merupakan pasar TPID kedua di Indonesia.

Pasar serupa lanjutnya sudah ada di Yogyakarta, namun pasar TPID dari segi keterlibatan distributor disebut paling lengkap di Kota Batam.

Pasar TPID ini nantinya akan menyediakan berbagai kebutuhan pokok. Seperti beras, gula, minyak, daging, telur, hingga sayur-mayur, dan ikan.

”Karena ini langsung dari distributor dan petani binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, maka harganya lebih murah dari pasar lain,” pungkas Gustian.(iza)