Minggu, 26 April 2026

Antre Mengular Demi Solar

Berita Terkait

batampos.co.id – Beberapa hari terakhir Bahan bakar minyak (BBM) jenis solar langka di kawasan Batuaji dan Sagulung.

Pemilik kendaraan kewalahan mencari solar karena tidak semua SPBU memiliki stok solar. Jikapun ada, pemilik kendaraan harus berjuang keras untuk mengikuti antrean yang sangat panjang.

Pantauan dan informasi yang disampaikan masyarakat yang mencari BBM solar, butuh waktu hingga satu jam jika memang ingin mendapatkan pasokan solar dari SPBU.

“Setiap hari seperti ini, bisa sampai satu jam (antre), solar susah didapat,” keluh Simon, sopir truk yang sedang antre di SPBU Tembesi, Selasa (3/9/2019).

“Satu SPBU ada, SPBU lainnya habis. Begitu terus tiap hari,” kata dia lagi.

Senada disampaikan Rusdi, pemilik kendaraan solar lain. Pembelian solar pun kata dia, dibatasi yakni 30 liter per hari. Pembelian pun harus menggunakan uang elektronik.

Pengendara antre di salah satu SPBU di kawasan Batuaji, Kota Batam, untuk membeli BBM jenis solar. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Tetapi kata dia, ada kendaraan dengan BBM solar bisa berulang kali ikut antre pada SPBU yang memiliki stok solar.

Baca Juga: Modus yang Dilakukan Kapal Kayu Penyelundup Solar di Kota Batam

Dalam arti pembelian solar di SPBU sepertinya tidak dibatasi dengan kartu tersebut. Padahal lanjutnya, jika mengikuti aturan, satu kendaraan yang memegangi kartu Brizzi hanya bisa melakukan pengisian maksimal isi 30 liter perhari.

“Entah bagaimana modusnya ataukah kerja sama dengan pihak SPBU siapa yang tahu. Pihak pengawaslah yang berhak mengusutnya,” jelasnya.

“Buktinya banyak pak. Coba duduk lihat aja di SPBU yang memiliki solar banyak mobil yang bolak balik untuk antre dan mereka-mereka itu yang bikin antrean panjang,” kata Rusdi lagi.

Baca Juga: Pertamina Menduga Solar Disalahgunakan

Salah satu SPBU yang coba dikonfirmasi Batam Pos, umumnya mengelak dugaan tersebut.

“Satu pemegang kartu Brizzi hanya boleh 30 liter perhari, kalau datang isi berulang kali mungkin isinya sistem cicil,” kata Pengelola SPBU Tanjunguncang, Sumardi.

“Pagi misalkan 10 liter, siang 10 liter lagi dan sore 10 liter lagi. Seperti ini tidak apa-apa asalkan tak boleh lebih dari 30 liter perhari,” ujarnya lagi.(eja)

Update